Pacar Idiotku Seorang MAFIA

Pacar Idiotku Seorang MAFIA
EPS. 48. Dia Qilinku.


__ADS_3

Saat ini Qilin dan Justin berada di sebuah restoran bintang lima yang menyajikan makanan Chinese food. Justin memberikan buku menu pada Qilin, dan Qilin melihatnya dengan pandangan berbinar.


" Woah.. sepertinya makanan di sini enak enak." Ujar Qilin, dan Justin terkekeh mendengarnya.


Justin mengusap kepala Qilin dengan sayang, entah mengapa Justin sangat suka mengusap kepala Qilin. Padahal dulunya Qilinlah yang selalu mengusap kepala Justin.


" Pesan apapun yang kamu mau, sayang." Ujar Justin, dan Qilin mengangguk.


Qilin memesan beberapa menu, dan Justin hanya bisa tersenyum senang melihatnya.


' Dia sangat mudab bahagia hanya dengan hal hal kecil, betapa beruntungnya aku memiliki peri ini. ' Batin Justin.


Tapi tiba tiba senyum nya perlahan pudar ketika mengingat asal usul Qilin. Anggota keluarga Qilin merupakan musuh keluarganya jika sungguh Qilin adalah putri kandung wanita yang merupakan keluarga Carol itu.


" Kamu tidak pesan?" Tanya Qilin, dan Justin kembali tersadar.


" Tidak, sayang. Aku akan makan makanan yang kamu pesan juga." Ujar Justin dan Qilin mengangguk.


" Aku ke toilet sebentar." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.


Qilin pergi keluar dari ruangan VIP yang Justin pesan dan mencari toilet. Qilin tidak melihat lebih dulu ruangan mana yang adalah tempatnya dengan Justin dan langsung pergi ke toilet.


Setelah selesai, baru Qilin kebingungan. Dan di tengah kebingungannya itu, Gigi melihat Qilin. Ya, Gigi ada di Jakarta saat ini, dia ikut dengan ibu dan ayahnya yang sedang ada janji temu dengan tamu penting.


" Oh.. Keberuntungan dari mana ini, aku melihat si anak panti di sini." Gumam Gigi, dan tersenyum smirk.


Gigi berjalan menghampiri Qilin namun seorang pelayan menghampri Qilin dan menunjukan jalan pada Qilin. Gigi pun meremas tangannya karena gagal menemui Qilin.


' Sial, aku berniat mempermalukan dia di sini, tapi dia selalu beruntung dan lebih beruntung dariku.' Batin Gigi kesal.


" Apa yang kamu lakukan sayang? Ayo kita pergi." Ujar papa tiri Gigi.


" Bagaimana dengan mama?" Tanya Gigi.


" Mamamu akan sibuk dengan teman temannya, ayo kita pergi saja dari sini ada hotel di dekat sini." Ujar papa tiri Gigi, dan Gigi mengangguk.


Qilin sendiri sudah masuk kedalam ruangan dimana ada Justin di dalamnya.


" Kenapa, sayang?" Tanya Justin.


" Aku hampir tersesat, hehe." Ujar Qilin terkekeh sendiri.


" Apa kamu tidak apa apa, sayang?" Tanya Justin khawatir.

__ADS_1


" Aku tidak apa apa." Ujar Qilin, dan duduk.


Tak lama pelayan restoran masuk membawakan makanan yang Qilin Pesan. Qilin tersenyum melihat makanan makanan cantik itu datang. Kenapa cantik? Dekorasinya..


" Terimakasih.." Ujar Qilin, dan pelayang itu tersenyum ramah.


" Silahkan di nikmati, nona.." Ujar pelayan dengan ramah, lalu pergi.


'' Ayo makan..'' Ujar Qilin pada Justin.


'' Iya, sayang..'' Ujar Justin dan tersenyum manis.


Qilin yang begitu senang dengan makanan yang di pesannya itu pun mulai menyuap satu demi satu suapan ke dalam mulitnya, dan tiap suapannya Qilin bersuara..


'' Hmm.. ini enak sekali.'' Ujar Qilin, dan Justin pun terkekeh mendengarnya.


'' Makanlah.. semuanya milikmu.'' Ujar Justin.


Dan entah Qilin memang sedang kelaparan atau bagaimana.. Qilin makan dengan lahapnya hingga satu persatu menu di meja habis di makan oleh Qilin seorang. Justin bahkan hanya memakan satu gigitan saja dari dari sebuah bakpao yang dia ambil dari meja.


'' Erk.. ups.'' Ujar Qilin langsung menutup mulutnya malu.


Justin justru terkekeh dengan tingkah Qilin yang menurutnya lucu, jika itu orang lain mungkin Justin tidak akan segan segan untuk menegurnya, apalagi makan dengan dirinya. Justin pun mengelap mulut Qilin yang terdapat sisa saus.


'' Apa mau makan makanan penutupnya?'' Tanya Justin.


'' Perutku terlalu kenyang untuk menampung makanan penutup yang manis itu.'' Ujar Qilin sambil mengusap usap perutnya.


'' Baiklah.. kalau begitu kita pulang saja.'' Ujar Justin, dan Qilin pun mengangguk.


Setelah Justin memanggil seoarng pelayan untuk melakukan pembayaran, kini Justin dan Qilin pun berjalan keluar. Dan tidak di sangka di luar dia bertemu dengan ibu angkatnya, Desi.


'' Qilin, apa yang kamu lakukan di sini?'' Ujar Desi dengan suara sedikit keras, Desi belum menyadari keberadaan Justin yang berdiri di sebelah Qilin.


'' Bibi.. '' Gumam Qilin, terkejut.


'' CK! sudah tahu diri kau rupanya, tidak memanggilku mama lagi? Kenapa kau ada disini, jangan bilang kau menyusulku datang kemari untuk meminta uang kepada ku.''Ujad Desi.


Justin menjadi begitu geram dengan wanita yang pernah menjadi ibu angkat Qilin itu, dia belum sempat memberinya pelajaran, dan sepertinya Desi menjalani hidupnya dengan tenang selama ini.


'' Sejak kapan kekasihku butuh uang dari orang asing sepertimu?'' Ujar Justin angkat bicara.


Desi melihat ke samping Qilin dan begitu terkejut karena dia melihat tuan muda dari keluarga Edward, dulu dia mencari keberadaan Qilin, namun tidak menemkukannya, Desibahkan megikuti perkembangan tentang kabar hilangnya Justin hingga di temukan.

__ADS_1


Di berita, tidak ada satupun yang menyiarkan bahwa Justin di temukan oleh Qilin. Justin tiba tiba saja muncul kembali ke depan publik seakan tidak pernah terjadi sesuatu kepadanya.


''K- kau.. kau adalah tuan muda keluarga Edward?'' Ujar Desi, terkejut.


'' Kalian... sepasang kekasih?'' Ujar Desi lagi.


Karena banyak orang di sana, semua orang pun menatap kearah Qilin yang hanya berpenampilan biasa saja. Orang orang di sana mengeluarkan ponsel mereka diam diam dan merekam kebersamaan Justin dengan Qilin.


Dan... seorang paparazi yang selalu mencari kabar panas tentang Justin pun mendapatkan apa yang dia inginkan, paparazi itu memotret berkali kali Qilin dan Justin yang bergandengan tangan.


'' Wooah.. mimpi apa aku semalam, bisa mendapat berita yang selama ini aku incar incar.'' Gumam paparazi itu.


Selama ini ada desas desus mengenai Justin yang sudah memiliki seorang kekasih, hanya saja siapa orang yang begitu beruntung bisa maendapatkan hari Justin itu masih di rahasiakan, bahkan foto Qilin di blur.


'' Ya, Qilin adalah kekasihku, kau menyinggungnya sama dengan menyinggungku.'' Ujar Justin, dan Desi kian pias.


Riuh.. satu restoran itu menjadi riuh karena ucapan dari Justin yang mengonfirmasi identitas kekasihnya, yaitu gadis biasa dan sederhana bernama Qilin.


Tapi tiba tiba Desi memiliki pikiran jahat untuk menjelekan Qilin, selagi banyak orang di sana sebagai penontonnya.


" Oh.. selamat Qilin, kau memang memiliki nasib beruntung. Setelah tidak lagi menjadi putri adopsiku, kini kau menumpang pada tuan muda kaya dari keluarga Edward. Sepertinya menjadi panti asuhan memiliki keberuntungan yang besar." Ujar Desi.


' Wanita setan ini.. beraninya dia menyinggung tuan muda dan menjelekan nona Qilin. ' Batin Ian.


Ya, Ian tidak mau tinggal diam dan mencabuti rumput di rumah Qilin, dia mengikuti GPS mobil Justin, dan berada si sekeliling Justin tanpa Justin lihat.


" Jadi kekasih tuan muda keluarga Edward adalah gadis yatim piatu dari panti asuhan yang bahkan di buang oleh ibu adopsinya?" Terdengar desas desus yang membicarakan Qilin.


Qilin menjadi berkaca kaca, tidak dia sangka.. bahkan setelah dia tidak lagi memiliki hubungan apapun dengan Desi, Desi masih saja mengganggunya dan memusuhinya.


" Bi.."


" Lalu memangnya kenapa? Aku mencintainya.. aku tidak masalah dengan latar belakang dan masalalunya, bagiku dia Qilin, kekasihku." Ujar Justin tegas, memotong ucapan Qilin.


" Dia tumbuh menjadi gadis yang baik, bahkan tanpa didikan dari wanita sepertimu yang hanya bisa menyiksanya selama dia menjadi putri adopsimu. " Ujar Justin lagi dan itu membuat Desi terkejut.


" Kau menjelekan aku di depan keluarga Edward, huh? Anak tidak tahu terimakasih." Ujar Desi pada Qilin.


" Qilin tidak menceritakan apapun padaku tentang perlakuan kejammu padanya, harap jangan lupakan siapa aku.. aku Justin Edward, lebih dari mampu membuatmu kehilangan segalanya." Ujar Justin tegas, dan Desi langsung pias.


" Jika sampai anda mengganggu Qilinku lagi, anda berhadapan dengan saya." Ujar Justin tegas, dan memeluk Qilin yang sejak tadi menahan air matanya.


" Dia Qilinku.." Ujar Justin.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2