
Justin membawa Qilin berjalan menuju ke sebuah tempat, suasana di sana cukup berangin jadi Justin memakaikan jasnya pada Qilin untuk melindungi Qilin.
Saat malam hari pemandangan di sekitar hotel itu juga tidak kalah indah, banyak lampu yang menerangi jalanan di sana, juga ada lampu yang berkelap - kelip yang mengelilingi pohon di sana. Lilin lilin yang di tata dengan sangat rapi membentuk bentuk hati juga menambah kesan romantis tempat itu.
'' Duduklah, sayang.'' Ujar Justin.
'' Kita makan malam di sini?'' Tanya Qilin dan Justin mengangguk.
Justin menarik kursi dan Qilin pun duduk di kursi itu. Justin kemudain duduk di kursi di seberang Qilin lalu beberapa pelayan datang membawakan makanan yang akan menjadi makan malam Justin dan Qilin.
'' Silahkan di nikmati, tuan dan nyonya.'' Ujar pelayan itu.
'' Terimakasih.'' Ujar Qilin.
'' Kenapa kita makan malam dengan begini romantis?'' Tanya Qilin.
'' Karena malam ini spesial malam ulang tahunmu.'' Ujar Justin dan Qilin mengernyit bingung. Qilin sama sekalli tidak ingat dengan hari ulang tahunya sendiri.
'' Kamu tidak ingat?'' Tanya Justin.
'' Apa aku sungguh sedang berulang tahun sekarang?'' Tanya Qilin.
" Iya, sayang." Ujar Justin dan mengusap tangan Qilin.
" Aku tidak mengingatnya, karena aku pun tidak tahu tanggal lahirku yang sebenarnya." Ujar Qilin.
" Mama memberitahuku, jadi aku menyiapkan perayaan ulang tahunmu dengan makan malam romantis." Ujar Justin.
Justin mengeluarkan sebuah kotak dari saku celananya kemudian ia memberikannya kepada Qilin.
" Apa ini?" Tanya Qilin.
" Kado kecil dariku untukmu." Ujar Justin.
Qilin membukanya dan rupanya itu adalah kalung yang sangat indah.
" Terimakasih, tapi kenapa kamu memberiku kalung?" Ujar Qilin.
" Apakah kamu tidak suka, sayang?" Tanya Justin.
" Suka, aku sangat menyukainya, tapi aku memiliki kalung ini. " Ujar Qilin menyentuh kalung salib di lehernya yang Justin berikan padanya saat Justin masih menjadi idiot.
" Tapi itu kalung lama, sayang. Dan lagi pula itu kalung laki - laki. " Ujar Justin.
Qilin tersenyum lalu menggelengkan kepalanya.
" Kalung ini adalah kalung paling berharga dan juga kalung pelindung bagiku. Seorang pria yang begitu manis memberikannya kepadaku." Ucap Qilin dengan bangga, Justin pun tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
" Saat aku merindukan pria manis itu, aku akan menyentuh kalung ini. Saat aku sedang dalam masalah besar aku juga menyentuh kalung ini sembari memanggil namanya. Kalung ini sangat berarti bagiku, jadi aku tidak peduli ini kalung laki - laki atau perempuan." Ujar Qilin.
Justin semakin dibuat terharu dengan Qilin yang saat ini sedang membahas dirinya.
" Bolehkah aku tahu, siapa pria manis itu?" Tanya Justin pada Qilin.
" Dia.. Justinku." Ujar Qilin, dan Justin semakin tersenyum merekah.
Justin pun mengecup tangan Qilin berulang kali karena dia sangat bahagia saat ini.
" Pertama aku melihatmu, aku pikir kamu adalah mayat, aku terkejut sampai jatuh karena tidak sengaja menginjak tanganmu saat itu." Ujar Qilin, mulai bercerita.
" Lalu aku membawamu pulang dan merawat lukamu, tapi ternyata.. kamu saat itu hilang ingatan, bahkan kelakuanmu tidak seperti pria dewasa, tapi lebih seperti anak anak." Ujar Qilin.
Justin tersenyum - senyum sendiri mendengarnya, karena saat itu dirinya menjadi pria berbadan besar tapi berotak bocah, idiot.
" Aku kebingungan, tapi juga merasa lucu, karena kamu begitu manis dan menggemaskan. Hingga rasanya aku tidak rela jika kamu pulang pada keluargamu." Ujar Qilin lagi.
" Dan tanpa sadar aku jatuh cinta dengan pria manis dan menggemaskan yang selalu mengatakan pada orang - orang bahwa aku adalah Qilinnya, miliknya." Ujar Qilin.
" Dia Justinku." Pungkas Qilin, akhirnya.
" Kamu membuatku terharu, sayang. Ini acara ulang tahunmu, tapi kenapa kamu yang memberiku kejutan?" Tutur Justin.
Qilin memegang bandul salib kecil di pehernya dan berkata, " Aku hanya ingin mengatakan, bahwa kalung ini.. tidak akan tergantikan bahkan dengan puluhan kalung berlian." Ujar Qilin.
" Jika boleh, kamu uangkan saja kalung itu, dan kita beli kebutuhan untuk anak - anak yatim dan anak - anak jalanan." Ujar Qilin, dan Justin mengangguk.
" Iya, sayang." Ujar Justin.
Padahal, kalung yang saat ini ada di tangan Qilin itu adalah kalung berlian dengan batu berlian paling mahal dan langka. Justin mendapatkan batu berlian itu dari lelang dan ingin memberikannya pada wanita yang dia cintai itu.
Uang yang Justin keluarkan juga tidak sedikit, dia melawan semua orang di acara lelang demi batu berlian itu.
Siapa sangka Qilin justru lebih memilih kalung salib kecil milik Justin, dan lagi.. Qilin mengatakan untuk menguangkan kalung itu dan di bagikan untuk anak yatim dan jalanan.
' Memang adalah Qilinku seorang, yang memiliki hati sebaik Malaikat, yang selalu memikirkan nasib orang lain.' Batin Justin.
' Wanita ini Tuhan.. yang selalu membuatku jatuh cinta berkali - kali. Selalu jaga kami Tuhan, karena tanpanya.. aku tidak akan bisa hidup.' Batin Justin.
" Ayo kita makan, sayang." Ujar Justin, dan Qilin mengangguk.
Mereka pun mulai makan malam romantis mereka, di temani alunan musik dari seorsng pria yang memainkan biola di sisi mereka, suasana jadi semakin romantis.
Dan setelah makan malam selesai, kue ulang tahun Qilin pun keluar. Kue berbentuk hati berwarna merah muda, dengan hiasan bunga mawar di sebelah sisinya begitu manis terlihat.
Tiba tiba Justin bangun dari duduknya dan mengangkat kue ulang tahun itu sembari menyanyikan lagu ucapan ulang tahun untuk Qilin.
__ADS_1
" Happy birthday my dear.. happy birthaday my dear.. Happy birthday dear Qilin, happy birthday to you.." Justin bernyanyi.
Qilin pun ikut bangun dan berdiri di hadapan Justin dengan tatapan berkaca - kaca karena terharu.
" Buatlah permohonan harapanmu, sayang." Ujar Justin, dan Qilin mengangguk.
Qilin memejamkan matanya kemudian mulai berdoa, doa yang hanya Qilin dan Tuhan yang tahu. Setelah itu, Qilin pun meniup lilin yang berdiri menghias kue itu.
Justin menaruh kembali kue yang sudah di tiup oleh Qilin ke atas meja, lalu dia menghapus air mata Qilin.
" Selamat ulang tahun sayang, semoga kamu selalu panjang umur dan sehat. Agar kita bisa melewati hari hari ulang tahun kita sampai tua." Ujar Justin.
" Justin, terimakasih." Ujar Qilin, dan memeluk Justin.
" Dan semoga tidak lama lagi kita memiliki Justin dan Qilin junior di perutmu." Bisik Justin.
Qilin terkekeh mendengarnya, tapi kemudian mengangguk.
" Aminn.." Ucap Qilin.
" Ayo potong kuenya, jika kamu menangis, kamu akan sembab." Ujar Justin.
" Jika aku sembab, apakah kamu tidak cinta aku lagi?" Ucap Qilin.
" Mana ada begitu, aku selalu mencintai kamu, apapun keadaanmu." Sahut Justin dan mencium pucuk kepala Qilin.
" Aku mencintaimu, Justin." Bisik Qilin.
" Aku lebih lebih mencintaimu, sayang" Sahut Justin juga berbisik.
Akhirnya pelukan itu terlepas, dan Qilin pun mulai bersiap untuk memotong kue nya. Lalu kemudian Qilin pun menyodorkan suapan pertama kue nya pada Justin.
" Kue pertama, untuk pria manis yang sangat mencintaiku, suamiku." Ujar Qilin.
" Terimakasih, istriku." Ucap Justin, dan membuka mulutnya.
Setelah menyuapi Justin, Qilin pun memakan kur ulang tahunnya itu dengan sendok yang sama milik Justin.
" Mmm.. rasanya terlalu besar." Ujar Qilin.
" Apanya?" Tanya Justin.
" Cintanya.." Sahut Qilin, dan terkekeh.
" Istriku nakal." Ujar Justin dan mencubit gemas hidung mancung Qilin.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1