
#Villa
Olive memakan cemilan sambil menonton drama korea favorite nya, ketika merasa cukup bosan ia akan ke halaman belakang duduk di gazebo menghadap langit dan pemandangan dengan lampu kota yang menyala.
"Apakah aku terlalu terburu-buru pergi tanpa mendengarkan penjelasan dari Alden dan Vina?" Gumam Olive.
Kemudian menghembuskan nafas kasar menutup mata nya dan merasakan angin malam yang bisa mengangkat beban Olive walau hanya sedikit. Setelah merasa cukup, Olive masuk ke dalam kamar memutuskan untuk mandi kemudian bersiap untuk tidur.
"Untung tidak ada yang mengetahui Villa ini dan nomor ponselku. Mereka benar-benar tidak akan bisa menemukanku beberapa hari kedepan. Dalam jangka waktu itu aku harus mendinginkan kepalaku agar saat mendengar penjelasan dari Alden ataupun Vina aku tidak merasa cemburu. Tunggu, Aku cemburu?" Gumam Olive.
Olive menggelengkan kepala nya dan memilih untuk segera tidur. Keesokkkan harinya Olive terbangun karena sinar matahari yang berhasil menembus lewat gordennya. Olive melihat jam, Ternyata sudah pukul 7 pagi. Olive segera mencuci muka dan menggosok gigi nya kemudian berganti baju olahraga sederhana.
Olive berniat lari pagi, Setelah hampir satu jam di luar Villa berolahraga. Dalam perjalanan menuju Villa di atas, Olive bertemu dengan salah satu tetangga nya.
"Olive?" Panggil seseorang ragu.
"Eh ada ka Dista. Apa kabar kak?" Sapa Olive ramah sopan.
"Baik, kamu udah lama banget nggak mampir ke Villa ya? Sama siapa di Villa?" Tanya Dista.
"Sendiri aja kak. Lagi pengin tenangin hati aja. Ini siapa kak cantiik banget?" Ucap Olive dan bertanya tentang anak perempuan di samping Dista.
"Anak aku. Aku udah menikah beberapa tahun yang lalu dan memutuskan untuk tinggal tetap disini." Sahut Dista.
"Wah, Siapa namanya?" Tanya Olive.
"Ita." Jawab anak perempuan itu.
"Namanya Rita, cuman karena belum begitu bisa bilang Rita jadi Ita dulu sementara." Jelas Dista.
"Lucu banget sih kak, Ya ampun aku sampai nggak tahu kalo kakak nikah." Ujar Olive.
"Nggak masalah dek. Aku juga cuman sederhana aja acaranya nggak di gedung, dirumah Villa aku aja." Sahut Dista.
"Suami kakak mana? Nggak enak aku jaadinya kalo belum kenal dan ketemu." Kata Olive.
"Duh, kebetulan lagi dinas keluar negeri. Nanti kalo balik kamu mampir aja ke rumah, atau aku yang samperin kamu deh." Ucap Dista.
"Oke siap kak. Bye Rita." Pamit Olive.
"Dadah aunty..." tutur Rita.
Dista dan Olive saling melambaikan tangan kemudian Olive masuk ke dalam Villa sambil bersenandung mengambil roti dan mengoleskan selai coklat favorite nya kemudian memakannya. Melihat ke arah jam, sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Olive meminum susu coklatnya sambil menonton TV.
Karena Olive tipe yang jarang menonton channel TV jadinya dia menonton film Avengers sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 12 siang.
"Harusnya gua di sekolah lagi belajar sekarang, hanya karena masalah belum jelas begini gua harus ketinggalan pelajaran lagi dan lagi. Untung besok hari sabtu jadi benar-benar weekend, apa mungkin gua terlalu salah paham aja kali ya sama mereka. Toh, kalo emang bener sahabat pelukan itu hal yang wajar. Gua sama Liam juga melakukan hal yang sama. Tapi, ahhh! Mungkin karena perdana buat gua jadi kerasanya kayak terbakar cemburu. What? Cemburu?" Gumam Olive lalu menghembuskan nafas kasar.
Olive memutuskan untuk mandi dan berendam air panas di bathtub. Rasanya lebih tenang, tidak lupa Olive memasang alarm 30 menit agar tidak sakit karena berendam terlalu lama. Olive meraba lehernya, Kalung pemberian Alden kebetulan lagi di pakai.
"Mungkin ini di beri pelacak juga sama Alden, Nggak apa deh. Kalo dia mau datang juga silahkan aja, kalo jangan pun masa harus di rusakin kalung nya. Kayak nya Alden juga nggak sadar kalo kalungnya di pakai kemarin. Hufft! Olive, Lu kesini buat dinginin otak lu. Jangan berpikir yang lain, tenangkan diri lu tarik nafas hembuskan perlahan." Gumam Olive.
Setelah 45 menit lama nya Olive di kamar mandi, Olive segera menuju ruang TV dan memainkan ponselnya untuk memesan makan siang karena malas memasak. Olive menelepon sebuah restoran langganan-nya untuk memesan makan siang sekaligus makan malam juga.
Selamat siang, dengan Restoran Garvin ada yang bisa di bantu?
Siang mbak, Saya mau pesan untuk makan siang dan malam juga.
Silahkan Nona, Mau pessan apa?
Untuk makan siang saya pesan Nasi+Oseng seafood minumnya Ice Coffee Cream kemudian untuk makan malam nya Sup Krim Ayam, nasi, Fillet ikan laut minumnyaCold Tea Latte.
Baik nona, Untuk makan malam nya mau dikirim sekalian saat makan siang di antar atau nanti saja?
Nanti jam 7 atau 8 malam aja mbak. Untuk pembayarannya bagaimana mbak?
Untuk pembayaran nanti bisa di lakukan ke kurir yang mengantar Nona.
Apakah bisa bayar Non-Tunai?
Bisa nona, nanti akan ada barcode restoran di bawakan oleh kurir restoran.
Baik lah mbak.
__ADS_1
Apakah ada tambahan lainnya nona?
Emm... *Apakah*ada soft drink kalengan?
*Ada nona. Mau pesan berapa*?
10 Kaleng dan tolong untuk pemesanan serta pembayaran nama saya di samarkan ya mbak.
Dimengerti nona. Apakah masih ada tambahan lainnya?
Sudah mbak, itu saja dulu.
Baik nona, untuk makan siang nya akan datang dalam jangka waktu 30 menit dari sekarang. Untuk makan malam akan tiba pukul 7 atau 8 malam sesuai yang telah nona ajukan.
Oke mbak, terimakasih.
Terima kasih sudah memesan di restoran kami, selamat siang.
Siang.
Setelah memesan makanan Olive menunggu sambil menonton kartun favorite nya yaitu film Doraemon. Sampai akhirnya ada suara bel berbunyi, segera Olive menuju pintu dan menerima pesanan nya.
"Ini untuk tips mas nya." Ucap Olive.
"Nona serius? Nona udah bayar bulat terus ngasih saya tips juga?" Tanya kurir nya.
"Sudah terima aja, saya jarang mesen dan disini juga sesekali aja." Jawab Olive.
"Makasih ya nona." Ujar Kurir.
"Sama-sama, Hati-hati di jalan ya mas nya." Tutur Olive.
Kurir itu hanya tersenyum sambil bungkuk hormat ke Olive. Setelah Kurir itu pergi Olive baru menutup pintu nya dan bersiap untuk menyantap makan siang yang sudah di beli. Sementara itu, di rumah utama Fausta Alden belum turun setelah sarapan hanya berdiam di kamar kemudian terpikir untuk melacak Olive melalui Kalung yang pernah diberikan ke Olive.
"Jika beruntung, Olive pasti membawa nya atau memakai nya. Tapi, jika tidak beruntung maka harusnya pelacak itu ada di rumah utama Nugraha atau di markas Nugraha" Gumam Alden.
Alden mengambil Laptop kecilnya dan mulai melacak lokasi kalung itu, ternyata Olive memakainya karena lokasi nya terlihat asing untuk Alden. Untuk ke sana butuh waktu 5 jam perjalanan menggunakan mobil. Olive seperti mendapatkan harapan untuk bertemu dengan Olive kembali dan ingin menjelaskan kesalahpahaman yang terjadi. Bisa di simpulkan jika Alden sangat mencintai Olive. Benarkah?
"Jadi dia bener ada di Villa pribadi yang tidak di ketahui siapapun. Haruskah aku datang? Apakah dia akan marah? Ah, itu urusan belakangan yang penting menjelaskan apa yang sudah terjadi." Gumam Alden.
"Ish! Kakak tuh kalo buka pintu pake hati dong. Kaget tau." Protes Delia.
"Kakak juga kaget. Ada apa dek?" Tanya Alden.
"Kakak mau kemana bawa tas begitu tumbenan banget pergi bawa-bawa tas. Mau kabur karena nggak bisa nemuin kak Olive?" Kata Delia.
"Justru kakak mau pergi karena tau keberadaan Olive." Sahut Alden.
"Eh, makan siang dulu kak. Pasti perjalanan jauh makan waktu yang lama nanti dijalan kakak kelaparan gimana? Tadinya aku mau manggil kakak buat makan siang, Bunda sama ayah lagi pergi aku nggak mau makan siang sendirian. Temenin aku ya? Bentar aja." Bujuk Delia.
"Yaudah. Tapi, nanti malam kamu makan sama siapa?" Tanya Alden.
"Emm... Bunda sama Ayah katanya sih pulang sore kak jadi mungkin makan bareng ayah bunda." Jawab Delia.
"Dek jangan bilang-bilang bunda ya kalo kakak nyusul Olive. Nanti bunda sama ayah marah." Pinta Alden.
"Nggak ah, Aku nggak mau bohong sama bunda. Kalo di tanya aku bakal jawab sejujurnya kak, apalagi kakak di Villa itu cuman berdua sama kak Olive. Mending batalin aja deh, daripada ada apa-apa terjadi gimana. Kak Olive nggak mungkin disana tanpa pengawasan juga. Kakak nggak perlu sekhawatir itu, kak Olive juga bisa bela diri melindungi dirinya sendiri." Ucap Delia.
"Nggak dek, kakak janji setelah kasih penjelasan sama Olive kakak bakal langsung pulang. Kakak juga nggak mau nanti Olive kena gosip tetangga di Villa nya. Kakak bawa baju ganti buat tidur di hotel abis dari Villa Olive. Kamu tenang aja." Sahut Alden tenang.
"Yaudah kalo kakak berencana begitu, aku cuman ingatin aja. Kalian masih punya mimpi yang harus kalian wujudkan sebelum menikah, kalian sendiri yang mentargetkan itu. Sekarang kita makan, aku lapar kak." Ajak Delia.
"Ayo sayang hahaha..." Tawa Alden.
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
•
•
•
•
•
••
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Bersambung...