
Acara Promnight Di Mulai~
"Selamat malam semua nya!" Sapa MC Acara (Rafa).
"Wah! Malam ini ramai sekali. Tampan dan cantik semua bener gak bro?" Ucap MC Acara (Ryan).
"Bener banget. Disini gua udah 3x sebagai MC Promnight bareng Ryan. Mungkin ini bakal jadi yang terakhir." Ujar Rafa.
"Iya dong, emang nya lu mau SMA 4th cuy Hahaha!" Tawa Ryan diikuti penonton.
"Nggak deh. Cukup, 3th aja. Oke! Sekarang gua sama Ryan bakal bacain susunan acara hari ini. Pertama pembukaan. Lanjut Sambutan dari para yayasan terhormat sekolah yang hadir hari ini." Ucap Rafa.
"Bener banget tuh. Sekarang Promnightnya sedikit beda. Kenapa? Karena 2th kemarin hanya 1 pihak keluarga dari pemegang yayasan aja. Sekarang ada lagi nih pihak kedua yayasan, kalo Alden udah tau ya? Kenal kan sama yang namanya Alden?" Ujar Ryan.
"Kenal!" Sahut Penonton.
"Nggak kenal!" Jawab Olive, Shakila, Niesha, Delia kompak.
"Ouh! Ada yang jawab nggak kenal nih? Kita panggil aja kali ya, silahkan untuk keluarga besar Fausta dan Keluarga Besar Nugraha naik ke atas panggung. Boleh tepuk tangan meriah nya!" Teriak Rafa.
"Hooooo!!!" Penonton dan tepuk tangan meriah.
Keluarga Fausta & Keluarga Nugraha
"Selamat malam semua nya?" Ucap Oma Fausta.
"Malam!" Penonton.
"Wah meriah sekali malam ini beda dengan perayaan sebelumnya. Benar kan ma?" Ujar Opa Fausta.
"Setuju! Karena disini sebagian sudah tau jadi kita langsung aja kali ya. Selain Fausta ada pihak lain yang menjadi pemegang yayasan di sekolah ini juga. Mereka adalah Nugraha. Sejujurnya nih, saham mereka lebih besar dari fausta." Ucsp Oma Fausta.
"Bohong-bohong... " Sahut Oma Nugraha sambil melambaikan tangan.
Mereka semua tertawa.
"Jadi, oma Nugraha itu teman masa kecil dari saya. Kami selalu berada di pihak yang sama dalam hal apapun. Ketika cucu nugraha lahir saya menjadi saksinya. Semuanya, mulai dari pernikahan lalu memiliki anak dan sekarang cucu. Kita saling menjadi saksi dan support satu sama lain." Jelas Opa.
"Nah jadi kalo ada yang bilang kan perempuan sama laki-laki gak bisa jadi sahaba. Terbukti, kita bisa jadi sahabat. Rahasia nya cuman satu jangan ada rasa nyaman antara kita." Sahut Oma Nugraha.
Semua bersorak dan tepuk tangan.
"Serius. Benar yang di bilang Oma Nugraha, jangan ada rasa nyaman. Ya gimana mau nyaman orang kita kalo berantem adu belati hahaha!" Tawa Opa Fausta diikuti penonton.
"Astaga serem amat. Nggak gitu, jadi dulu kita tuh ada perjanjian bakal ikut turunan dari eyang sebelumnya. Kalian bingung kan? Sebenernya yang namanya Nugraha sama Fausta siapa? Tentu saja bukan kita. Tapi nenek moyang di atas kita. Leluhur kita adalah mafia yang baik. Mafia yang selalu membasmi orang-orang jahat, mafia bukan hanya untuk kecurangan saja. Tapi bisa untuk kebaikan." Jelas Oma Nugraha.
Alden melihat Olive kemudian tersenyum.
"Singkat cerita dari pihak Fausta bisa menurun ke Alden dan dari Nugraha menurun ke Olive dan Robert. Ah, buat yang bingung mana Olive. Sayang maju dong 2 langkah kasihan nggak ada yang bisa bedain kamu sama sophia." Ujar Opa Fausta.
Olive pun maju 2 langkah. Penonton pun memuji kecantikan Olive yang natural. Olive membungkukkan tubuhnya memberi salam di bantu Belden karena keseimbangan Olive belum begitu sempurna.
"Nah, buat penarget penembak jitu sudah tau kan sasaran kalian. Dikasih tau aja biar cepet, nggak usah basa-basi lagi. Cucu saya ini sangat gigih dalam hal balas dendam. Saya mengakui kalah jika melawan Olive." Jujur Oma Nugraha.
"Oma... berhentilah." Rengek Olive menahan malu berbisik ke oma.
"Ahh... Olive memang tidak suka go public. Baik-baik kembali ketempatmu sayang. Biarkan saja Oma mu jahil itu." Bela Opa Fausta.
Dengan cepat tiba-tiba Olive menunduk jongkok. Tepat saat itu satu peluru meleset menembus latar belakang dan memecahkan jendela salah satu ruangan.
"Hufft! Untung saja." Gumam Olive.
"Kakak nggak apa?" Tanya Robert membantu Olive untuk berdiri kembali.
"Nggak. Masih aman kok." Sahut Olive.
'Haruskah bertahan? Kalo udah sampai 3x baru gua bakal turun tangan. Sial! Kevino turun tangan buat ikutan nembak gua. Pake nyamar segala jadi pelayan, dia fikir gua gak tau apa ya heh!' Bathin Olive.
"Jangan berfikir macam-macam. Tepatin janji kamu." Bisik Alden.
"Iya." Sahut Olive menunduk karena sudah ketahuan niat buruknya.
Semua melihat ke arah Olive, mengkhawatirkan keadaannya. Olive membalas dengan senyuman dan kode agar tetap melanjutkan acara itu.
"Zet, arah jam 5 itu kevino. Amankan seluruh tempat, jangan pedulikan penembak jitu. Cukup tangkap bos nya." Perintah Olive melalui earphone yang di dengar oleh Alden, Robert, kevan, cenan, Firo, Belden, OmaNugra, Opa Fausta, Ryan dan Rafa.
Semua mata mereka tajam menatap Olive. Olive langsung sadar akan situasi dan merutuki perintahnya tadi.
"Aku salah." Ungkap Olive dengan menyesalinya dan menunduk.
__ADS_1
"Bagus sekali nona." Kesal Alden berbisik.
Olive tidak memperdulikan lagi.
"Zet. Yumi, Sam dan Quira ada tak jauh dari sisi panggung. Kak, kalo aku bilang nunduk berjongkoklah sepertiku." Ucap Olive.
"Baiklah." Sahut Phia.
"Aku tidak bisa tenang karena kalian." Keluh Olive.
Acara tetap berlanjut dengan kewaspadaan.
"Okey! Kita lanjut ke susunan acara selanjutnya. Walaupun sebenarnya tidak harus di lanjutkan acara tapi atas permintaan nona Olive harus tetap berlanjut. Baiklah, selanjutnya ada pemilihan pasangan untuk Promnight. Akan ada 5 pasangan yang sudah panitia kumpulkan dan seperti perkiraan kita polling terbanyak hanya di couple ini. Penasaran? Tunggu di pengujung acara. Sekarang sesi berdansa dengan pasangan." Ucap Rafa.
"Silahkan, musik!" Teriak Ryan dan Rafa.
Alunan musik dansa romantis mulai di putar. Saat Alden ingin mengajak Olive untuk berdansa bareng ternyata sudah di dahului oleh Robert. Pasangan dansa :
Robert Olive
Belden Sophia
Alden Delia
4 Ayah Bunda
Mama papa
Rafa shakila
Ryan Niesha
Ritme alunan dansa mereka adalah berganti pasangan pada saat melakukan putaran pada si pihak perempuan. Alden dan Olive sangat sulit bersatu sampai akhirnya mereka pun bisa berdansa bersama. Namun alunan musik berubah menjadi slow dan mereka menikmati semua itu. Pasangan yang berubah hanya Alden dengan Olive laku Robert dan Delia.
Mereka sangat menikmati pesta promnight itu sampai melupakan jika mereka sebenernya terancam bisa tertembak kapan pun.
"Kamu cantik malam ini. Aku suka." Ucap Alden pelan membuat Olive tersenyum.
"Kamu salah makan apa hem? Puji aku begitu, mesum." Sahut Olive membuat Alden tertawa kecil.
"Alden, kalo misalkan malam ini salah satu dari orang terdekat ada yang tertembak aku benar-benar akan menyalahkan diriku. Lebih baik aku yang tertembak." Kata Olive.
"Kamu tidak memikirkan perasaan khawatir kami? Kamu bisa kapanpun tidak akan kembali hidup tempo itu. Dokter seperti sudah pasrah dan akan cabut alat bantu kamu. Kamu tahu betapa menakutkan itu untukku?" Jawab Alden sambil menatap mata Olive dalam.
"Tapi---"
"Coba tolong turunkan ego sedikit aja. Kamu bayangkan ada di posisi aku, disaat aku tertembak untuk ke sekian kalinya. Terus dokter tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa mengharapkan keajaiban menunggu aku kembali atau sekedar menggerakkan jemari. Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Alden.
"Menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa melindungi kamu." Sahut Olive.
"Itulah yang aku rasakan juga. Kamu mungkin lelah karena obat kemarin, setidaknya sekarang kamu memiliki harapan. Bukan balas dendam, tapi untuk membersihkan mafia jahat dari bumi ini. Membuktikan bahwa, ada lho mafia baik. Mafia tidak akan selalu menjadi yang jahat. Selagi kita masih bisa menghidari tembakan itu, itu akan lebih baik." Jelas Alden.
Olive menempelkan kepalanya di dada bidang Alden sambil berdansa.
"Baiklah. Aku mengerti." Sahut Olive.
"Em? Kamu tidak salah makan, memeluk lebih dulu nona?" Ledek Alden.
"Haruskan aku melepaskan?" Tanya Olive mendongakkan kepalanya mengarah ke Alden.
"Tidak. Aku merindukanmu, sangat merindukanmu." Jawab Alden sambil memeluk Olive erat membuat Olive tertawa.
"Hentikan. Aku malu." Ucap Olive mengumpatkan wajahnya di dada bidang Alden dan sedikit mencubit kecil.
"Tidak perlu malu. Mereka tidak akan menggigitmu, kecuali aku." Bisik Alden.
"Ya! Kamu---"
"Bercanda sayang." Ujar Alden dan mereka tertawa bersama.
Tak jauh dari tempat berdiri mereka, para keluarga tersenyum bahagia menyaksikan Olive dan Alden.
"Tanpa perlu kita jodohkan sepertinya mereka akan bersama pada waktunya." Ucap Oma Nugraha.
"Aku setuju denganmu. Akhirnya bisa melihat kebahagiaan ini lagi." Sahut Oma Fausta.
__ADS_1
"Tapi, apakah kita akan sanggup menghadapi cicit kita? Perpaduan kita akan sangat menurun pada mereka." Ujar Opa Fausta.
"Ah, kau benar juga. Artinya kita harus segera benar-benar pensiun kah?" Kata Opa Nugraha.
"Em, sudah tiba saatnya kita pensiun dan menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada mereka." Oma Nugraha.
"Ah! Akhirnya aku akan mewujudkan impianku selanjutnya. Keliling dunia dengan tenang." Gumam Opa Fausta.
"Benar juga. Itu adalah impian kita sejak menikah dulu. Kalian mau bergabung?" Tawar Oma Fausta.
"Tentu saja!" Sahut Oma Opa Nugraha.
Mereka tidak kalah bahagia nya dengan Olive dan Alden. Saat sedang bahagia nya, tiba-tiba ada yang berbicara di earphone.
"Guys! Tetaplah waspada huh! Apa hanya aku disini yang berkeringat dingin. Walaupun mereka tidak banyak tapi yang mereka turunkan adalah ahli tembak dan berkelahi juga." Ucap Robert.
"Aku sangat takut. Tenanglah Robert, kau sendiri yang menolak untuk aku mengundang Reina. Sekarang kamu cemburu hem?" Sahut Olive.
"Sudah-sudah berhenti bertengkar. Olive Alden, Kevino dan 3 tersayangnya mulai mendekat di sekitar kalian. Semua waspadalah." Ujar Cenan.
"Aku melihatnya. Mereka ada di setiap sudut, berpura-pura menjadi pelayan dan tamu." Jawab Olive.
"Jika aku menjadi kalian, aku akan berada di kerumunan yang paling ramai. Tetapi mengapa kalian malah sebaliknya? Apakah ini bagian dari rencanamu?" Tanya Firo.
"Aku tidak memiliki rencana apapun. Aku menepati janji untuk tidak bertarung kak, tenang saja. Mereka tidak membawa senjata tajam tapi---" Kata Olive.
"Apakah kalian ingin minum sesuatu?" Tanya Kevino berpura-pura.
Olive sengaja tangannya keatas dan membuka topi yang di gunakan oleh Kevino.
"Oh maafkan aku. Ini topi mu tuan." Ucap Olive penuh penekanan.
Kevino yang sudah tertangkap basah hanya bisa terdiam mematung di tempat. Olive sengaja memakaikan topi terbalik kepada Kevino.
"Sejak kapan kamu tau?" Bisik Kevino.
"Sejak---"
"Aku yang memberitahukan rencana om kepada mereka." Sahut Zaylee yang tiba-tiba muncul di antara para tamu.
Zaylee mengangkat tangannya ke arah langit kemudian mengepalkannya. Seketika, para bawahan Kevino wiyata dan Clarke sudah tertangkap basah oleh bawahan Zaylee.
"Ada satu kejutan lagi buat om dariku." Ucap Zaylee.
Tiba-tiba layar untuk mengumumkan pemenang menayangkan rekaman seseorang. Semua terkejut terutama Kevino Wiyaya dan Clarke.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
**
*
*.*
__ADS_1
*
Bersambung...