Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 129


__ADS_3

Gudang Terbengkalai~


"Kalian jaga di luar, biar saya yang masuk ke dalam." Pinta Tio.


"Baik tuan." Sahut bawahan Tio.


Tio pun memasuki gudang itu diam-diam. Terlihat Reina di ikat duduk di bangku kayu sesekali berbicara dengan Sera.


"Sera, kenapa kamu sampai melangkah sejauh ini? Apa yang mempengaruhi mu untuk melakukan hal seperti ini, Bahkan kamu tega menyakiti keponakan kamu sendiri sayang." Gumam Tio masih memantau dari jauh.


Tio melihat sekeliling gudang, ia tahu bagaimana liciknya kelompok tato ular terlebih itu adalah Ibrano yang memimpinya. Tidak akan mudah untuk menerobos pertahanan Ibrano. Reina melihat ke arah Tio yang berada di pojok belakang pintu masuk.


"Bibi akan menyesal jika tidak membebaskan aku sekarang." Ucap Reina.


"Tidak akan. Sebentar lagi Robert akan sampai, ini akan menjadi pertemuanku setelah memberikan informasi palsu terus menerus kepada Tio. Ah, Tio bagaimana kabarnya disana? Semoga dia tidak mengetahui hal ini" Gumam Sera.


"Bagaimana jika paman tahu?" Tanya Reina membuat Sera sedikit panik.


"Jika dia tahu? kamu benar gadis kecil, cepat atau lambat ini semua akan Tio ketahui. Tapi, aku melakukan ini juga demi dirinya, dia terlalu baik kepada Gibran. Kekayaan itu seharusnya setengah adalah miliknya tapi dia memberikan secara cuma-cuma itu membuatku kesal. Aku tahu tidak seharusnya aku melakukan hal seperti ini dan apa yang kamu katakan juga benar jika kita dari rakyat bawah tidak seharusnya berada di lingkungan mereka. Jika kamu tetap bersama Robert maka keserakahan yang akan menguasaimu seperti diriku sekarang. Tidak mudah untuk berhenti." Ucap Sera.


"Apa benar bibi yang merencanakann kecelakaan Robert beberapa tahun lalu?" Tanya Reina.


"Benar. Aku yang merencanakan itu dengan bantuan kelompok tato ular karena tujuan kita sama yaitu menghancurkan Nugraha bagaimana pun caranya. Aku tidak menyesalinya. Aku juga yang meminta Sam Clarke untuk menculik si kembar, sekarang kedua nya mengalami trauma." Sahut Sera dengan percaya diri.


Tio yang mendengar pengakuan dari Sera merasakan sakit hati. Tio tidak menyangka perempuan yang dia perjuangkan di depan orang tua nya bahkan untuk mendapatkan restu menuju pernikahan sangat sulit.


"Lalu sekarang apa yang bibi dapatkan?" Tanya Reina.


"Yang aku dapatkan? Cinta mati dari Tio walaupun aku melakukan kesalahan se salah apapun itu tanpa sepengetahuan dia, dia tetap akan cinta sama saya." Sahut Sera.


"Kalo paman tahu?" Tanya Reina.


"Mungkin ada kesempatan kedua untuk saya." Jawab Sera percaya diri.


"Tidak akan ada kesempatan kedua." Ucap Tio berjalan menghampiri tempat Sera dan Reina berada.

__ADS_1


Sera yang mendengar suara suami nya, tio. Langsung terdiam mematung di tempat membelakangi Tio.


"Lepaskan Reina, dia nggak ada hubungan apapun dengan keluarga Nugraha. Dia hanya teman dengan Robert jangan membuat mereka menjauh karena masalah yang kita perbuat. Mereka masih terlalu muda, lepaskan dia Sera." Ucap Tio.


"Bagaimana kamu bisa ada disini? Dimana Robert? Bukankah hanya dia yang tahu lokasi ku disini? Anak kecil itu hanya tahu cara membuat masalah saja." Kesal Sera.


"Cukup Sera, jangan menyalahkan Robert ataupun mengalihkan pembicaraan. Kamu ingin tahu bagaimana aku mengetahui keberadaanmu? Itu sangat mudah untukku, bahkan belakangan ini aku juga tau kamu ada di Negara S tapi kamu tidak mendatangiku. Kamu berani berbohong, kamu bukan Sera yang aku kenal." Ujar Tio.


Sera merubah raut wajahnya.


"Kamu mengawasiku? Kamu ingkar janji mas, kamu bilang kamu nggak akan kirim pengawal bayangan atau apapun." Marah Sera.


"Aku tidak mengirim orang atau apapun tapi kamu yang membuatku berpikir bahwa kamu sudah tidak tulus mencintaiku lagi. Kamu selalu menolak untuk Videocall dengan alasan yang sama berulang-ulang, apa itu tidak akan membuatku curiga padamu?" Tutur Tio.


"Aku bisa menjelaskan semua nya padamu, aku salah mas tapi tolong kasih aku kesempatan terakhir." Sahut Sera panik.


"Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku akan memberimu kesempatan terakhir. Kamu bahkan sangat tahu bahwa aku memajang sebuah perjanjian jelas di depan pakar hukum kantorku. Jika kamu melakukan atau mencelakai salah satu keluarga ku maka hubungan kita selesai. Kamu selalu datangi kantorku di rumah dan kantor di perusahaanku. Mengapa kamu masih melakukan hal seperti ini? Cinta? Kamu bahkan berkhianat padaku jalan dengan Ibrano. Aku tidak peduli apa yang kalian lakukan dibelakangku. Kamu tahu aku sangat mencintaimu dan kamu manfaatkan itu dengan mencelakai keluargaku bekerjasama dengan musuh. Kamu tahu? Jika rencana Ibrano berhasil menghancurkan Nugraha dia akan membuangmu bahkan membunuhmu." Marah Tio sambil menahan gemetar dan keluar airmata nya.


Sera terdiam.


"Tapi aku benar-benar tulus mencintaimu Tio. Aku serius dengan seluruh hatiku. Aku salah dan aku benar-benar minta maaf padamu karena sudah menyebabkan masalah sebanyak ini tapi aku benar-benar melakukan semua ini hanya demi kamu. Aku tidak ingin kamu menjadi miskin dan tinggal di pinggir jalan." Ujar Sera.


"Hanya itu yang kamu pikirkan? Hanya itu yang bisa kamu katakan sekarang? Kenapa tidak sejak awal kamu mengatakan jika hanya mengincar harta ku?" Tanya Tio membuat Sera terdiam.


Sementara itu, Reina mencoba untuk membuka ikatan di tangannya namun sangat sulit. Reina berharap jika Robert atau siapapun tidak akan datang untuk memperburuk keadaan sekarang ini.


"Maaf. Paman Bibi bisa bantu aku untuk buka kan ikatan ini? Aku tidak menjamin jika kelompok ular akan diam saja setelah tau bahwa Bibi gagal membawa Robert masuk perangkap disini. Aku tidak akan berhentikan perdebatan rumah tangga kalian. Tapi, percayalah ini bukan saat yang tepat." Usut Reina berusaha membujuk Tio atau Sera.


Tio akhirnya membuang nafas kesalnya dan mengkode bawahan yang dia bawa untuk masuk dan membantu nya untuk melepaskan ikatan Reina di bangku kayu itu. Setelah terlepas, ada bunyi detik seperti Bom waktu terpasang jika Reina melepas ikatannya. Dengan cepat, Reina menarik Tio dan Sera yang di kawal oleh bawahan untuk meninggalkan gudang itu sebelum Bom nya benar-benar meledak.


Saat mereka baru saja selangkah keluar dari gedung, tiba-tiba saja


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2