Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 80 - Perencanaan


__ADS_3

"Kak, aku murni benar-benar di pihak kalian. Aku ingin kasih tau kalo Om Vino dan pasukannya sudah di tempat mereka untuk acara kak Via besok. Kalian dalam bahaya." Jelas Zaylee.


"Bagaimana mungkin mereka bisa nerobos pertahanan Nugraha." Tolak Alden.


"Kakak lihat sendiri kan waktu mereka berhasil masuk ke rumah kak Via? Ada orang dalam. Kakak percayalah sama aku, sekarang izinin aku ketemu kak Via. Ada yang mau aku omongin lagi langsung." Ucap Zaylee.


Akhirnya Alden membolehkan Zaylee masuk dan menuntun ke kamar rawat Olive. Alden mengketuk pintu dan ada sahutan dari Olive.


"Olive, ada Zaylee." Ucap Alden.


Olive yang mendengar suara dan nama Zaylee terkejut double.


"Ahh! Masuk kak... kalian masuklah." Ujar Olive.


Saat Alden buka pintu, zaylee kaget dan langsung lari ke Olive.


"Kakak? Kak kenapa? Kenapa gak cerita sama aku? Kakak gak apa kan? Siapa yang berbuat seperti ini? Kak katakan." Panik Zaylee.


"Aku nggak apa sekarang. Semua udah kembali normal." Sahut Olive.


"Kak ini ulah kak yumi ya kan? Aku terakhir dapat kabar kakak di oles minyak yang waktu itu bakar rumah aku. Ya kan kak? Ini kakak minum ini, aku udah teliti di laboratorium negara S dan ini berhasil. Kak, bisakah kakak besok gak usah datang? Aku berfirasat buruk. Jujur tadi aku habis dari markas Wiyata. Aku dengar mereka berhasil masuk." Ucap Zaylee.


"Pertama iya, ini ulah yumi. Kedua, ini sudah benar terbukti ampuh? Ketiga, aku nggak bisa diam aja. Kalo aku nggak ada salah satu dari keluargaku akan jadi sasaran mereka. Tunggu, kapan kamu datang? Kok nggak ada laporan dari Zet atau Yovi dan lainnya?" Tanya Olive.


"Ini hasil nya kak. Aku nggak akan celakain kakak, kakak pahlawan aku. Terimakasih udah jagain aku selama 8th ini. Aku tahu kakak bakal keras kepala seperti ini. Ini ada tambahan vitamin, setelah minum obat itu dan vitamin ini kakak akan merasakan efek baik besok. Kakak harus balik jadi gesit lagi kalo nggak, aku gak mau denger kakak bolak balik masuk rumah sakit. Soal laporan kedatangan aku, aku meminta mereka merahasiakannya. Maaf kak, aku gak mau kakak jadi tambah repot karena aku." Sahut Zaylee.


"Ya! Coba bilang sekali lagi? Sudah berapa kali aku bilang, jangan sungkan. Kamu... "


"Ahaha... baik-baik lain kali aku akan lebih sering merepotkan kakak." Ujar Zaylee.


Olive tersenyum dan Zaylee memeluk Olive erat.


"Maafin keluarga ku ya kak. Kalo bukan karena hasutan keluarga Clarke aku yakin om Vino nggak akan begini. Kalo dulu aku nggak kabur ke negara S dan segera meluruskan semua, ini gak akan terjadi ke kakak dan keluarga." Ucap Zaylee merasa bersalah.


"Jangan meminta maaf. Sejak aku bertekat buat bantu kamu, sejak itu pula aku udah anggap kamu kayak adik aku sendiri. Kamu berbeda dengan mereka, anggap saja keluarga Wiyata terbagi menjadi dua kubu dan kamu berada di kubu terbaik. Jangan nangis dan menyalahkan dirimu sendiri." Sahut Olive mengusap air mata di pipi Zaylee.


Zaylee mengangguk dan tersenyum.


"Oh aku lupa. Dia siapa kak? Yang kakak sering... "


Olive langsung menutup mulut Zaylee dengan tangannya.


"Zaylee... karena udah malam kamu nginap disini aja gimana?" Tawar Olive.


"Kebetulan aku udah pesan kamar hotel di dekat sini kak. Jadi benerkan dia orangnya. Ahhh! Aku mengerti sekarang. Kalau begitu aku pamit deh." Goda Zaylee.


Saat Olive ingin protes ponsel nya berdering tak tertera nama disana. Olive langsung bisa menebak siapa yang menelepon. Olive mengangkat dan menyalakan speaker.


Selamat Malam Cantik...


Langsung to the point bisa?


Santai aja. Kalo di pembicaraan ini gua udah bisa nebak kalo keadaan lu baik-baik aja sekarang.


Nggak penting gua...

__ADS_1


Oke oke! Jangan samakan gua sama Vino.


Nyata nya lu lebih licik dibanding dia yang pengecut.


Ya! Aarrrggh! Gua kasih tau lu kalo Zaylee ada di markas Clarke.


olive mengisyaratkan untuk Zaylee diam.


Terus? Gua kudu ngapain gitu? Hah? Kok bisa?


Sialan! Lu selamatin lah.


Hahaha! Mohon maaf aja nih, Zaylee udah gua ajarin seni bela diri. Sekarang coba aja lu check, dia udah nggak ada tuh disana.


Lu... Lihat besok gua nggak akan biarin lu hidup.


Di tunggu dengan senang hati. Bye!


Olive mematikan ponsel nya.


"Nggak jelas banget tuh orang... ah!" Keluh Olive setelah mendapat jitak dari Alden.


"Sakit kak... " Olive langsung tutup mulut dan Alden senyum kemenangan.


"Stop-stop. Ini masih ada anak dibawah umur ya kakak-kakak ku. Kakak beneran mau datang? Aku bakal kerahin bawahan aku juga. Mereka lebih kenal tempat licik Wiyata dan Clarke sembunyi. Aku nggak mau kakak kenapa-napa jadi jangan di tolak dan aku gak terima penolakan. Deal?" Ucap Zaylee.


"Wah! Aku bener-bener merasa kalo Alden ada dua disini. Iya, tapi kamu jangan ikutan. Awas kalo besok ada laporan kamu ikut turun." Sahut Olive.


"Iya kak, besok aku bakal balik ke negara S. Ada yang harus aku urus disana, nanti aku akan main pas kalian menikah. Ups! Bye kak love you hahaha!" Ujar Zaylee kabur keluar kamar setelah mengatakan itu.


"Hem! Tadi manggil aku apa?" Tanya Alden.


Olive cuman menggelengkan kepala dan menutup wajahnya dengan kedua tangan. Alden membuka tangan yang menutupi wajah Olive dan berkata.


"Kali ini bakal aku lepas. Tapi nggak tau besok. Aku pulang." Bisik Alden membuat Olive merinding.


Saat Alden ingin pergi, olive menahannya. Mereka saling tatap mata satu sama lain. Rasa ingin itu ada tapi mereka harus menahannya.


"Maaf aku bikin kamu khawatir, aku lepas kendali kemarin." Ucap Olive.


"Aku mengerti, jangan kayak gitu lagi." Sahut Alden mengelus rambut Olive lembut.


Olive mengangguk dan tersenyum.


"Besok ketemu di lokasi acara. Aku harap kamu jangan terlalu cantik. Cukup aku aja yang lihat bahwa kamu benar-benar cantik." Ujar Alden.


"Sana pulang." Sahut Olive.


"Nggak ah, aku nginap aja gimana?" Goda Alden membuat Olive tertawa.


"Alden... "


"Iyaya aku pulang, selamat malam." Ucap Alden lalu mengecup kening Olive.


Olive merasa hatinya menghangat. Setelah itu Alden pergi. Olive tak henti tersenyum sampai terdengar suara ketukan jendela kamar yang menampilkan Belden disana berhasil membuat Olive terkejut. Belden masuk ke dalam kamar Olive.

__ADS_1


"Kok kakak masuk cemberut gitu sih? Perlu panggil Alden lagi nih?" Tawar Belden.


"Ng--Nggak. Apa sih kak. Kakak ada apa kesini?" Tanya Olive.


"Emm... jadi kakak gak boleh datang nih?" Ledek Belden.


"Kak berhenti goda aku. Ada apa?" Ucap Olive.


"Kalo kakak minta kamu buat gak datang besok bisa?" Pinta Belden membuat Olive diam.


"Sudah kuduga gak bakal di jawab. Oke, kakak bakal izinin kamu datang dengan syarat kalo ada keributan kamu langsung mundur. Biasanya kamu bakal maju, tapi kali ini aja kakak minta kamu mundur. Aku, Alden, Zaylee, Opa, Oma dan 4 kakak kamu tersayang udah kerahin bawahan buat jaga kamu dan Phia. Terutama, aku minta Alden buat jadi gardu terdepan buat lindungin kamu. Gimana, setuju kan?" Kata Belden.


"Tapi kak, gimana kalo---"


"Dek, kali ini aja. Bener-bener kali ini doang kamu selamatin diri kamu dari bahaya. Jangan ikut masuk ke zona bahaya, hanya untuk besok. Kamu tau oma opa sampai mengajukan diri kalo kamu ikut turun kalo ada keributan besok. Kamu mau kehilangan mereka? Respon mereka gak secepat waktu mereka muda. Hem?" Ujar Belden.


"Baiklah. Aku akan nurut. Makasih kak." Sahut Olive.


"Kak. aku bakal protektif besok, Jangan salahkan aku. Aku harus memastikan bahwa kita aman terutama adalah kakak dan kak phia." Ucap Robert.


"Tamu gak di undang muncul. Ya dek, kakak bakal nurut. Hanya untuk besok karena kondisi belum fit benar. Deal kan?" Sahut Olive.


"Deal!" Jawab Belden dan Robert kompak.


*


*


*


*


*


*.*.


*


*


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2