Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 65 - Pertandingan Basket


__ADS_3

Diperjalanan menuju arena basket Olive berpapasan dengan Gitta dan Ilona. Saat itu pengawal Alden yang melihatnya langsung ingin mendekat melindungi Olive namun Olive memberi tanda bahwa dirinya akan baik-baik saja.


Olive memberi Coffee yang dibawa ke Zet lalu mendekati Gitta dan Ilona yang menghalangi jalannya.


"Wah, ngapain lu balik lagi ke sekolah. Sekolah lebih tentram tanpa lu. Lihat akibat perbuatan lu sekolah jadi hancur berantakan kayak gini." Ucap Ilona.


"Cih! Kak, emang ini sekolah punya siapa? Kok marah sih? Aku yang punya sekolah santai aja tuh. Toh ini bukan gegara aku awalnya tapi teman kakak yang ngundang nambah musuh." Ucap Olive nyindir Gitta.


"Gue? Gue salah apa? Ngundang musuh? Nggak usah fitnah lu." Sahut Gitta.


"Mau aku posting di forum sekolah? Boleh. Kebetulan gue ada file nya, kapan mau aku share kak? Sekarang? Boleh banget, bentar ya." Ujar Olive mengeluarkan ponselnya dan posting ke forum sekolah.


Seketika murid sekolah yang melewati mereka jadi menatap tidak suka ke arah Gitta dan Ilona. Gitta panik dan mengecheck forum sekolah dan betapa kagetnya dia ketika tahu bahwa video Gitta bertemu dengan seseorang di cafe tertangkap cctv.


"Lu---"


"Ini baru permulaan kak, aku punya yang lebih dasyat lagi dan aku yakin kalo aku post pak Firman bakal di pecat dari sekolah. Buat kak Ilona, aku juga ada hadiah tapi nanti aja deh. Nanti kakak stress lagi. Bye kak!" Pamit Olive disusul Zet dan beberapa pengawal Alden.


Olive mengintip ke arena lapangan, sorak-sorai dari Shakila Niesha dan murid lainnya memenuhi arena untuk menyemangati tim basket. Olive terpesona ketika melihat Alden melempar bola dari jarak yang cukup jauh. Saat peluit istirahat ditiupkan barulah Olive masuk ke arena basket duduk tepat di samping Shakila. Zet memberikan paket Coffee nya kepada Olive.


"Gimana pertandingan nya?" Ujar Olive.


Shakila menengok ke sumber suara.


"Olive! Kok datang, udah kelar masalah di markas?" Tanya Shakila.


"Sudah. Ini ada coffee buat kalian." Ucap Olive.


Lalu tim basket datang menghampiri Shakila Niesha dan Olive. Olive memberikan coffee untuk Alden yang berdiri di depannya. Olive mengira bahwa Alden akan cuek seperti biasa karena ada anak murid sekolah. Namun ternyata tidak.


"Ini kak coffee nya." kata Olive memberikan Coffee nya ke Alden.


Alden mengambil coffe kemudian menggenggam tangan Olive dan duduk di samping Olive sambil pegangan tangan membuat Olive terkejut dan melebarkan matanya menengok ke Alden untuk melepas genggamannya namun Alden menggeleng. Olive pun pasrah.


Alden berbisik sesuatu ke Olive.


"Hukuman karena kamu manggil aku dengan sebutan kak." Bisik Alden.


"Banyak murid disini perjanjiannya cuman pas kita berdua." Sahut Olive berbisik.


Alden hanya mengangkat bahu nya duduk di samping Olive sambil genggam tangan Olive erat.


"Ada yang mulai main publish nih. Publish langsung aja bos." Ujar Ryan.


"Gimana, pablish nggak sayang?" Goda Alden membuat Olive melotot menatap Alden.

__ADS_1


Murid siswa/i mulai ramai membicarakan Olive Alden.


"Jadi benar mereka jadian? So sweet!" Siswi.


"Ya, gua setuju banget dibanding sama Gitta mending sama Olive." Siswa.


"Setuju tuh. Kasian banget ya si Gitta." Siswa/i.


Tiba-tiba Alden berdiri dari duduknya membuat para murid menatap ke arah Alden. Alden mengulurkan tangan kanan nya ke arah Olive, Olive agak terkejut menatap manik mata Alden. Alden mengangguk. Akhirnya Olive menerima uluran tangan Alden. Alden menarik nya ke tengah lapangan.


Semua mata tertuju pada Olive Alden yang berada di tengah lapangan.


"Hem! Gua sama Olive udah mulai pacaran dari dua hari yang lalu. Kalian yang hadir disini akan menjadi saksinya gua umumin ini sekarang." Ucap Alden yang di sambut tepuk tangan dari para murid terutama sahabat-sahabat nya.


"Ahhh! Moment yang sangat Indah, gua jadi bagian dari saksinya." Ujar siswi.


"Iyaya... mereka sama-sama bela sekolah dan sama-sama bisa bertarung. Lihatkan kemarin mereka lawan musuh hebatnya gimana. Salut banget sama mereka." Kata Siswa.


"Semoga mereka bisa bersama selama nya... Bakalan speechless sih kalo mereka bisa sampai menikah nanti. Kita bakal jadi bagian dari saksinya juga dari perjalanan mereka." Kata Siswi.


Semua komentar positif. Forum sekolah ramai karena postingan video dan foto bahwa Olive Alden sudah pacaran. Gitta yang mengetahui itu tidak terima. Gitta nggak akan membiarkan Olive bahagia.


"Buat kalian yang hadir sekarang, gua traktir di cafe ujung jalan. Kalian bebas pilih apapun yang kalian mau." Ucap Alden memeluk pinggang Olive.


"Yeaaahhh!" Teriak siswa/i senang.


"Kamu yakin?" Ujar Olive.


"Kenapa ? Kamu takut ketahuan sama gebetan barista kamu itu?" Tanya Alden.


"Ouhh! Ada yang cemburu... " Goda Rafa.


"Siapa gebetan aku? Kak Revan? Itu sahabat kak Belden. Dia udah aku anggap kayak kakak aku sendiri. Maksud aku, kamu yakin udah siap ke sana? Soalnya kata kak Revan yang mau jadi pasangan aku harus di test dulu sama dia dan teman kak Belden yang lain." Jelas Olive.


"Hah? Ada test lagi? Belum test dari Oma Nugraha udah ada nih test dari sahabatnya kak Belden? Wah! Kamu banyak juga pangeran kuda hitamnya. Tapi, pangeran kuda putih cuman aku kan?" Sahut Alden Pe-De.


"Pede banget kamu, lewatin semua dulu baru bisa bilang begitu." Jawab Olive.


"Oke, aku siap di test. Kita buktiin ya." Ucap Alden.


"Siapa takut." Ujar Olive.


Kemudian kedua nya tertawa. Mereka terlihat sangat bahagia.


Skip!

__ADS_1


Saat pertandingan basket.


"Bih, jangan gugup. Aku disini, aku bakal dukung kamu menang ataupun kalah." Ucap Olive membuat audiens ramai bersorak.


"Tenang aja. Piagam kemenangan pasti aku persembahkan buat kamu, cuman kamu yang bisa menangin hati aku." Ujar Alden membuat semakin ramai audiens bersorak.


"Kalau begitu pastikan kamu mendapatkannya." Pinta Olive.


"Pasti Bih. Aku pasti bakal dapetin itu." Sahut Alden.


Tim basket pun mulai pemanasan, tak sampai 15 menit pertandingan round pertama di mulai. Sangat sengit, Kedua tim basket saling berbalapan berbeda sangat tipis. membuat penonton audiens ikut tegang. Sudah 45 menit round pertama selesai, hasilnya seri. Alden, Ryan dan Rafa menghampiri Olive, Shakila dan Niesha untuk minum.


Olive menyodorkan minuman botol kepada Alden. Alden menerima nya dan sisa dari air dia siram untuk membasuh keringatnya. Saat Alden memberikan kembali botol itu ke Olive, Olive langsung menarik dan mencium sisi pipi Alden dan berbisik.


"Semangat sayang... " Bisik Olive lalu melepas genggaman tangannya dan tersenyum.


Alden Speechless namun tetiba di sadarkan oleh Ryan dan Rafa yang mengajaknya ke tengah lapangan lagi untuk persiapan Round kedua. Alden kembali mengumpulkan fokus dan kesadarannya untuk pertandingan. Alden menjadi lebih bersemangat karena Olive.


Round kedua di menangkan oleh tim basket Alden dengan selisih 5 poin. Babak final terakhir membuat audiens semakin bersorak ramai menyemangati tim basket mereka. Akhirnya round terakhir di menangkan oleh tim basket Alden dengan selisih 3 poin. Sorak ramai audiens dari sekolah Olive memenuhi lapangan basket.


Para audiens berdiri memberikan tepuk tangan yang meriah berbeda dengan Olive yang bertepuk tangan sambil duduk tersenyum ke arah tim basket Alden. Olive bahagia, tapi Olive kepikiran dengan Robert karena setelah kejadian di markas dia belum dapat kabar apapun dari Robert.


Sampai-sampai Olive tidak sadar jika Alden sudah berdiri tepat di depannya. Alden yang merasa aneh dengan sikap Olive memegang kedua pipi Olive membuat Olive sadar kehadiran Alden. Olive langsung berdiri, karena sekarang dirinya dan Alden menjadi pusat audiens.


"Kamu kenapa?" Tanya Alden namun Olive langsung menggeleng.


"Aku nggak apa. Kagum aja sama permainan kamu tadi. Selamat ya, kamu bukan cuman menang di pertandingan ini tapi kamu juga udah menangin hati aku." Sahut Olive.


Para audiens terpesona dan gemas dengan Olive Alden. Alden mengalungkan mendali miliknya di leher Olive membuat Olive bingung.


"Terima kasih Nona, kamu juga melakukan hal yang sama ke aku dan aku mau mendali ini kamu yang simpan." Pinta Alden dan Olive mengangguk.


Alden menarik Olive ke dalam pelukannya. Membuat audiens semakin gemas dan terpesona dengan ke sweet an mereka.


TAMAT...


*


*


*


*


*

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2