
"Kamu kabur dari rumah?" Tanya Olive.
"Kalo aku kabur, kamu apa?" Tanya Alden balik.
"Minggat hehe... Tapi aku kan sering begini. Kamu ikut-ikutan aja deh." Canda Olive.
"Kalo aku izin dulu kemungkinan dibolehin pergi cuman 20% tahu, apalagi kalo aku bilang mau nyusul kamu di villa. Bisa-bisa langsung di matiin akses aku buat keluar rumah." Ucap Alden.
"Iya bener sih, kita nggak beda jauh cara nya. Tapi, jangan kayak gitu lagi. Paling nggak berusaha izin dulu kalo emang bener nggak boleh baru pake cara kabur. Kalo udah ke baca yaudah diam aja dirumah. Aku juga kalo ketemuan sama Vina di Markas mana bisa kabur kayak kemarin. Tadinya Vina nawarin diri buat ke Markas karena dia tahu aku belum begitu fit buat keluar. Tapi...." Terputus.
"Bukan Olive nama nya kalo nggak keras kepala." Lanjut Alden.
"Betul! Itu tau." Sahut Olive.
Mereka pun tertawa kemudian membereskan meja makan. Saat Olive ingin mencuci piring, di tahan oleh Alden.
"Biar aku aja. Kamu runggu di ruang tengah aja." Pinta Alden.
"Beneran?" Tanya Olive.
"Iya, tunggu disana aja. Nonton film duluan, nanti aku nyusul." Kata Alden.
Akhirnya Olive menunggu di ruang tengah dan Alden yang mencuci piring. Setelah menunggu 15 menit, Alden datang ke ruang tengah sambil membawa kaleng soft drink dan mereka meminumnya sambil menonton film. Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 malam. Olive sudah tertidur dengan posisi kepala diatas paha Alden. Alden menggendong Olive ke dalam kamarnya yang sudah ada bik fira tidur disisi lainnya. Alden memasangkan selimut kemudian mencium kening Olive lembut.
Alden keluar dari kamar Olive kemudian menuju kamar tamu yang sudah di siapkan oleh bik fira tadi. Alden mencuci muka nya kemudian bersiap untuk tidur karena dirinya merasa capek karena perjalanan jauh meskipun melihat Olive sudah hilang capeknya tinggal tersisa sedikit.
Keesokkan harinya
Alden bangun ddari tidurnya dan langsung mencari letak jam dinding karena merasa berada di tempat asing, setelah memulihkan nyawa Alden ingat jika dia ada di Villa Olive. Alden menyalakan ponselnya sudah pukul 8 pagi tapi seperti tidak ada kegiatan di Villa ini, Apakah Olive belum bangun dari tidur?
Alden berjalan ke arah kamar mandi untuk membasuk muka kemudian menggosok giginya. Setelah selesai, Alden memutuskan untuk keluar dari kamar tamu menuju ruang tengah dan hanya ada bik fira di dapur bersih sedang menyiapkan sarapan.
"Pagi Aden." Sapa Bik fira.
"Pagii bik, Olive belum bangun?" Tanya Alden.
"Di taman belakang Den, ada ruangan khusus buat melatih beladiri nona. Biasanya tiap pagi itu aktivitas nona." Sahut bik fira.
"Yaudah, aku susul Olive dulu ya bik." Ujar Alden.
"Eh, aden suka jus apa?" Tanya bik fira.
"Samain aja kayak Olive bik." Jawab Alden sambil berjalan ke arah pintu taman belakang.
Olive sedang melatih kembali kaki nya dengan Treadmill. Awlnya berjalan kemudian semakin lama kecepatannya menjadi lebih cepat sampai Olive kewalahan karena kaki nya belum begitu bisa di ajak lari dan hampir jatuh jika tidak ada Alden di belakang nya.
"Aaaa..." Kaget Olive.
Alden memeluk pinggang Olive dari belakang kemudian menurunkannya dari treadmill, Olive memuta badan menghadap Alden yang sedang mematikan treadmill.
"Jangan terlalu memaksakan kalo belum bisa lari. Pelan-pelan aja." Ucap Alden.
__ADS_1
"Gimana kalo aku nggak bisa lari kayak dulu lagi?" Tanya Olive sedih.
"Kamu bisa, aku bakal latih kamu. Kita latih bareng kemampuan kita, jangan pesimis begitu harus percaya sama diri sendiri." Nasihat Alden.
"Ya iya, Yaudah aku mau spining bike aja. Kamu kalo mau latihan yang lain bisa tuh banyak alat yang lain." Ucap Olive menuju spining bike.
"Jangan cepet-cepet ngegoes nya, Santai aja." Pesan Alden.
Alden pun menaiki treadmill, dia butuh pemanasan untuk menggunakan alat-alat olahraga yang lain. Olive pun mengangguk lalu memulai latihannya, Begitupun dengan Alden. Selama 2 jam full Olive dan Alden berada di ruang latihan gym untuk melatih tubuhnya kembali. Olive juga sudah hampie menggunakan semua alat sampai mandi keringat tidak kalah dari Alden.
Olive memutuskan menyudahi latihannya karena sudah sangat berkeringat lalu duduk di salah satu bangku tidak jauh dari tempat Alden sedang menggunakan alat peck deck fly kemudian berpindah ke lat pulldown machine. Olive sambil sesekali menggunakan Cross Trainer. Tidak sadar jika Alden sudah berada di samping nya.
"Kamu lihatin siapa?" Tanya Alden membuat Olive tersadar dari lamunan nya tadi melihat Alden.
"Nggak. Kaki aku agak keram aja, kayak nya udah terlalu lama deh olahraga nya." Ucap Olive.
Tanpa aba-aba. Alden menggendong Olive untuk turun dari cross trainer dan mendudukannya di sebuah bangku membuat Olive refleks mengalungkan tangannya karena takut jatuh.
"Kan sudah di bilang, jangan di paksa. Kamu pulang bareng aku aja gimana?" Tawar Alden.
"Kok jadi pulang? Tanya Olive.
"Kamu kan nggak bawa obatnya,itu nggak di jual di apotik ya. Kalo di jual udah aku beliin semalam." Omel Alden.
"Yaudah, tapi pake mobil aku aja jangan naik motor." Pasrah Olive.
"Kamu ada mobil?" Tanya Alden.
"Yaudah, sekarang kita sarapan dulu. Kamu bisa jalan nggak?" Tanya Alden.
"Bisa kok. Udah agak hilang keram nya." Sahut Olive.
Mereka pun kembali ke taman belakang dan masuk ke Villa.
"Nona, tadi nyonya besar telepon katanya nona Phia histeris kaget nona nggak ada di markas. Terus, nona phia pergi sama Aden kevino nyari nona." Ujar bik fira.
"Ya Ampun, aku lupa. Duh gimna nih, oke bik makasih ya. Tapi bibik nggak ngomong kalo bibik lagi sama aku kan?" Tanya Olive.
"Nggak nona." Sahut bik fira.
"Yaudah, bibik balik kerja aja, biar aku yang ngurus masalah kak phia." Ucap Olive.
"Sarapannya sudah bibik siapkan ya non, Bibik balik kerja dulu kalo ada apa-apa panggil aja." Jawab bik fira.
Olive mengangguk kemudian bik fira kembali ke dapur mengerjakan pekerjaannya. Alden pun menenangkan Olive yang sedang panik.
"Kita makan dulu, habis itu kita telepon aja phia nya kan ada nomor aku jadi kamu nggka perlu khawatir bakal di lacak." Kata Alden menenangkan Olive.
"Ya Ampun kamu benar juga. Kayak nya aku terlalu capek olahraga jadi nggak konsentrasi dan cepet panik gini. Yaudah, kita makan dulu." Ajak Olive.
Mereka pun memakan sarapan yang sudah di sediakan bik fira, nasi goreng special telur mata sapi. Jam sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang, Olive segera meminjam ponsel Alden untuk menelepon phia. Namun Alden melarang Olive untuk berbicara biar Alden saja yang berbicara dengan speaker ponsel.
__ADS_1
Halo Alden... kamu tau via kemana nggak?
Lu tenang aja, via sama gua. Lu balik ke rumah aja, Via ada di villa pribadi nya lebih baik jangan disusul karena sangat bahaya buat lu juga.
Ouh, beneran? Yaudah, gua tenang deh kalo Olive beneran sama lu. Tolong jagain Via ya buat gua. Bilangin jangan lama-lama perginya.
Iya nanti kalo udah bangun gua bilangin. Lu lagi sama kevino?
Iya, gua pergi sendiri nggak boleh dia maksa buat nemenin gua.
Gua mau ngomong bentar bisa?
Boleh tunggu bentar.
Halo?
Tolong jangan hancurin kepercayaan Phia sama lu. Keluarganya sangat amat percaya lu bisa jagain Phia. Buat Olive buat nerima lu jadi bagian keluarga Nugraha cukup berat. Ngerti kan maksud gua?
Gua paham. Oh ya, tolong jangan tertipu lagi dengan gua yang palsu. Kalo ada penyerang itu murni bukan dari gua, lu bisa periksa dengan menanyakan keberadaan adik gua yang sebenernya udah meninggal. Nggak ada yang tahu soal itu. Gua janji akan jagain Phia seumur hidup gua, gua akan bertanggung jawab penuh dengan apa yang sudah gua lakukan selama ini ke keluarganya walaupun itu murni bukan perbuatan gua. Soal Zaylee, dia masih nggak tahu kalo yang mencelakai itu adalah gua yang palsu. Gua miinta tolong ke lu dan Via buat bantuin gua supaya di percaya lagi sama Zaylee.
Itu nanti kita urus, gua hari ini balik. Besok lu ketemu sama gua, tempatnya gua kabarin besok.
Siap.
Alden menyudahi panggilan telepon itu. Alden melihat Olive yang sudah mulai tenang dan menunggu untuk Olive bertanya tentang rencana bertemu dengan Kevino besok.
"Kamu besok mau ngapain ketemu sama kevino?" Tanya Olive dengan tatapan mencurigai Alden.
"Meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara aku, kamu dan dia. Tapi, kamu butuh istirahat jadi kamu besok nggak usah ikut. Kalo kamu maksa buat ikut berarti senin selasa kamu nggak boleh masuk sekolah. Hayo, pilih yang mana?" Kata Alden membuat Olive cemberut.
"Tapi, ingat ya buat kasih tahu aku apa aja yang di obrolin sama kevino. Jangan ada rahasia lagi." Ucap Olive.
"Iya sayang, aku janji nggak ada rahasia apapun di antara kita. Kemarin bener-bener terakhir dan aku nggak akan ngulangin perbuatan yang sama." Sahut Alden.
"Beneran ya? Semua harus di ceritain ke aku." Ujar Olive.
"Jujur, kamu nggak cemburu kan aku jalan sama kevino?" Tebak Alden.
"Nggak, Bukan gitu, aku takut kamu juga di tipu sama dia nanti gimana? Posisi kamu lagi sendirian nggak sama aku." Jelas Olive.
"Tenang aja, Nel selalu mengawasi gerak-gerik aku. Bahkan sekarang aja aku yakin dia lagi waspada takut aku ada yang nyerang." Jawab Alden.
"Aku masih pengin disini. Bisa pulang besok aja nggak? Atau jalan agak malam an deh." Ucap Olive.
"Kamu yakin mau jalan malam? Kalo aku mah ayo aja, kapan aja bisa." Jawab Alden.
"Iya nanti malam aja ya pulang nya, besok kamu ketemuannya juga jangan malam. siang ke sore aja. Aku takut ada jebakan-jebakan. Jujur aku belum terlalu percaya 100% sama Kevino." Tutur Olive dengan ketakutannya.
"Aku ngerti kok gimana takut nya kamu. Tapi mungkin bukan kamu doang yang berat buat terima kejadian ini. Ada kevino yang jadi korban kambing hitam buat adu kita. Pasti juga keputusan yang berat juga buat Phia, karena kan yang dulu culik kalian pakai nama kevino. Berarti secara tidak langsung calon suaminya yang sekarang adalah orang yang menculiknya dulu. Padahal ini semua belum tentu benar, intinya besok aku bakal ketemu sama dia buat cari tahu semua nya secara jelas lagi juga. Aku yakin kok dia juga pasti terpukul banget, dulu jadi orang kepercayaan perusahaan kakek kamu satu-satunya terus tiba-tiba dapet tuduhan kalo dia pengkhianat juga." Jelas Alden.
Bersambung
__ADS_1