
Ponsel Sam berdering, Tertera di layar nya Vino dan Sam langsung mengangkatnya di loudspeaker.
BODOH! SUDAH BERAPA KALI KU BILANG JANGAN MELAKUKANNYA DAHULU! KALIAN BERDUA SANGAT TIDAK BECUS!
Olive tertawa mendengar itu.
Kak, memang nya apa salah nya kami maju. Dia sangat lemah untuk kami.
DIA ADALAH ANAK KECIL YANG MELAKUKAN PEMBANTAIAN BRUTAL TERHADAP PASUKAN KU! BAHKAN LUKA DI KAKI KU INI ADALAH HADIAH DARI DIA. SEHARUSNYA KALIAN BERSYUKUR MASIH DI BERI HIDUP KEMARIN SAAT DI RUMAH SAKIT. BODOH! TIDAK BERGUNA!
Hey! Siapa yang kau sebut pembantaian? Jika adikku tidak kau sentuh aku juga tidak akan melakukan itu, GILA! Jadi, bolehkah aku menghabisi anak buah mu ini.
HABISI SAJA! JIKA KALIAN INGIN TURUN MENYERANG LAGI JANGAN GUNAKAN PASUKAN KU! PASUKAN KALIAN SUDAH HABIS MALAH MEMBELI PASUKAN KU! SUNGGUH KALIAN TIDAK BERGUNA!
Kak Vino---
Quira dan Sam pun terdiam karena telepon langsung di tutup.
"Well, gimana kak? Kali ini apakah habisi? Atau kita akan bermain saja?" Tanya Olive senang.
Quira dan Sam sudah merasakan aura membunuh dari ucapan Olive.
"Cukup bermain, kasian ketemua mereka tersisa satu babu Setia disana. Nanti tidak seru jadinya." Sahut Alden.
"Kau benar juga, kita mulai?" Ujar Olive yang merubah raut wajahnya menjadi menyeramkan.
Quira kewalahan dengan serangan Olive tiba-tiba karena kaki nya tidak pincang lagi. Sam yang awal nya ingin membantu Quira namun di hadang dengan tendangan kecil oleh Alden.
"Jangan melawan perempuan, kau seperti banci saat melawan perempuan." Kata Alden.
"Sialan!" Teriak Sam.
Mereka pun mulai perang lagi. pertarungannya sangat menguntungkan Olive Alden. Mereka tidak bersungguh-sungguh mengeluarkan tenaganya sedangkan Quira dan Sam sudah berkali-kali jatuh.
Saat Quira jatuh untuk kesekian kali nya, Olive merasa sangat bosan dan ingin segera mengakhirinya.
"Kak, Akhiri saja." Perintah Olive.
"Oke!" Sahut Alden.
Dengan cepat Alden memberi goresan pada kaki tangan Sam. Sedangkan Olive memberi goresan yang agak dalam hanya di bagian kaki nya.
"Ups! Sorry. Sebaiknya kalian pergilah. Itu hadiah dariku untuk mu dan kalian hadiah dari ku untuk ketua kalian itu." Ucap Olive.
Quira merintih kesakitan karena luka di kaki nya, Sam pun akhirnya meminta pasukannya yang tersisa untuk mundur.
__ADS_1
"Jangan kembali jika belum sembuh. Jujur saja itu agak dalam tadi kelepasan!" Teriak Olive saan melihat Quira yang di topang Sam menuju mobil mereka.
Olive tersenyum kemenangan.
"Kamu ini, benar-benar ya." Omel Alden.
"Aku bosan kak hanya bermain seperti itu. Aku hanya membuat nya sedikit lebih dalam saja. Itu akan sembuh kok. Kalo kakak mau tau, waktu aku melawan ketua mereka, aku menggoresnya hingga terlihat tulang. Jadi, untuk Quira itu tidak seberapa. Sudahlah, aku mau pulang. Besok sekolah yes!" Ucap Olive memasuki mobil Alden yang tadi dibawa oleh Nel.
Alden hanya menggelengkan kepala nya. Sementara Zet dan yang lain mereka di mobil Yovi. Alden mengantar Olive pulang ke rumah. Di perjalanan, olive ingin mampir ke jajanan jalanan. Alden pun mengiyakan.
Olive ingin turun dari mobil tapi di tahan oleh Alden.
"Biar aku aja yang beli turun. Kamu mau apa?" Tanya Alden.
Olive melepas tangan Alden dan menggelengkan kepala sambil tersenyum terus turun dari mobil. Olive mendekati gerobak bakso.
"Abang, kayak biasa ya." Ucap Olive.
"Eh neng olive, udah lama banget nggak mampir. Apa kabar ini." Ujar abang bakso.
"Baik selalu. Abang gimana? Laris kan?" Tanya Olive.
"Laris selalu neng. Ini eneng aja apa itu si aden juga?" Ujar abang bakso.
"Tanyain aja bang, Nggak akan gigit kok hehe... " Canda Olive.
"Yaudah aku di tempat biasa ya. Oiya, di mobil itu ada 4 orang di tanyain aja bang. Mereka juga belum makan. Paling enak kalo habis hujan ya ngebakso." Ucap Olive.
"Oke neng siap." Jawab abang bakso.
Alden pun masuk.
"Aden, mau pesen bakso yang gimana?" Tanya abang bakso.
"Tadi abang kenal banget ya sama non tadi?" Ujar Alden.
"Neng Olive? Aduh, bukan kenal lagi. Hampir setiap pulang sekolah dulu selalu mampir bareng sama neng Phia, den Belden sama satu lagi den Robert. Semenjak kejadian den robert kecelakaan dan meninggal neng olive selalu masang senyum tapi palsu. Hari ini pas lihat neng bisa candaan lagi seneng banget lihat nya. Eh, jadi ngobrol aden mau pesan bakso yang gimana?" Kata abang Bakso.
"Lengkap aja bang, bakso nya pake yang daging aja ya. Ouh sama yang di mobil itu---"
"Aden ke lantai dua aja susul si eneng tadi eneng udah bilang buat nawarin yang mobil itu kan ada 4 orang. Hehe... " Sahut abang bakso.
"Makasih bang." Ucap Alden berjalan ke lantai dua.
Alden kagum dengan pemandangan sunset dari sini. Diam-diam Alden memotret Olive. Kemudian menghampiri Olive.
__ADS_1
"Bilang dong kalo udah kenal tempat ini, kan aku nggak bakal tahan kamu tadi buat turun." Ucap Alden.
"Hehe... Aku tadi Buru-buru juga kak, dari sini sunset nya Bagus banget. Dulu pulang sekolah selalu mampir kesini. Dulu aku ke sekolah selalu naik angkutan umum, nggak mau di antar pake mobil biar bisa mampir. Ini spot favorite nya robert maka nya tadi aku buru-buru juga karena aku lupa hari ini tepat tahun ke 8 tahun." Ujar Olive.
"Kamu kapan mau nengok robert? Aku mau kenalan dong." Kata Alden.
"Haha... em, gimana kalo sabtu. Kakak ada acara nggak?" Tanya Olive.
"Nggak ada. Yaudah hari sabtu pagi aku jemput ya." Ujar Alden.
Abang bakso menghampiri mobil Yovi.
"Den Yovi sama den Zet apa kabar? Ini si eneng katanya suruh nawarin pada mau bakso apa." Kata abang bakso.
"Mang, kabar baik. Em, seperti biasa aja mang di tempat biasa ya mang." Ujar Zet.
"Oke den." Sahut abang bakso.
Pesanan Olive dan Alden datang diantar seorang gadis yang tidak asing untuk Olive.
"Ina? Kamu ina kan?" Tanya Olive.
"Eh? Kak Olive, ya ampun kakak apa kabar. Aku kangen banget kalian nggak pernah kesini lagi. Ini... " Jawab Reina.
"Temen sekolah aku, kak Alden ini Reina. anak nya abang bakso." Ucap Olive.
"Alden."
"Reina kak."
"Kak, ganteng banget. Cieee... udah punya pelindung." Bisik Reina.
"Sutt! Eh, aku lupa pesen minum." Ujar Olive.
"Aku tau kakak es lemon tea. Kak Alden minum nya apa?" Tanya Reina.
"Em, es teh aja." Sahut Alden.
"Oke, di tunggu ya. Ah, aku juga nggak mau jadi nyamuk disini hihi... " Ucap Reina kemudian pergi.
Mereka memakan pesanan mereka, tak lama itu Reina kembali mengantar minuman. Tidak lama, dia langsung turun kembali membantu kedua orang tua nya di bawah.
"Wah! Udara dingin, makanan nya hangat minum nya dingin emang the best banget. Gimana kak, enak nggak bakso nya?" Ujar Olive.
"Enak, malah enakan ini dari ibu kantin. Ditambah view nya yang Bagus juga mungkin jadi berkali-kali lipat enaknya." Sahut Alden.
__ADS_1
Ponsel Olive berdering, tertera di layar Via dan Olive langsung mengangkatnya.
Bersambung...