Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 121


__ADS_3

"Kalian tidak perlu melakukan apapun. Tuan Tio sudah menuju lokasi bersama sebagian besar pengawal nya dan kami juga sudah memblokir setiap Bandara agar tidak ada penerbangan untuk beberapa hari ke depan." Ucap Felix.


"Kalian sejak kapan di sini?" Tanya Olive.


"Sudah sejak kemarin malam Nona." Sahut Felix.


"Kalian tahu kapan Sera datang?" Tanya Oma.


"Beliau datang tadi pagi." Jawab Felix.


"Kenapa tidak berkabar lebih dulu? Bagaimana jika ketahuan oleh musuh?" Tanya Olive.


"Semua sudah di rencanakan oleh Tuan Tio secara baik. Tuan Tio meminta saya untuk mencegah kalian datang ke lokasi tuan muda kecil sekarang berada." Jelas Felix.


"Kau ingin aku mengorbankan anakku seperti itu? Yogi, kirim pengawalan tambahan extra untuk Tio dan Robert sekarang." Perinta Opa.


"Aku juga akan memerintahkan pengawalku untuk menjaga mereka." Ujar Vino.


"Terimakasih nak." Tutur Oma.


Saat mereka semua sedang sibuk mengurus keadaan Robert dan Tio. Olive memanfaatkan celah untuk pergi menyusul Robert dan Tio secara diam-diam. Tentu saja itu diketahui oleh Alden, saat sudah di garasi dan ingin menaiki mobil bagian pengendara. Alden menahan pintunya.


"Kamu akan seperti ini?" Ucap Alden membuat Olive terkejut.


"Alden. Aku mempunyai firasat buruk biarkan aku pergi sendiri, Kamu bisa pantau aku dari sini tidak perlu ikut denganku. Aku mohon." Sahut Olive.


"Kamu ingin aku diam ketika kamu dalam bahaya begitu? Aku sudah pernah hampir kehilangan kamu bukan hanya sekali Liv, Aku nggak akan benar-benar kehilangan kamu untuk kesekian kali nya." Ujar Alden.


"Baiklah. Aku akan mengikuti mau mu. Apa mau mu?" Tanya Olive.


"Kita pergi bersama." Tegas Alden memasuki mobil bagian pengendara.

__ADS_1


Olive terdiam sesaat kemudian tersadar dari lamunannya. Langsung memasuki pintu sebrang Alden. Mereka pun pergi tanpa sepengetahuan orang di Mansion. Selama perjalanan, Olive tampak sangat gelisah tidak seperti biasanya sambil memantau keberadaan Robert. Olive juga mencoba menelusuri keberadaan musuh sebenarnya dengan cara paksa melalu notebook kecilnya.


"Alden. Aku berhasil memasuki keamanan lokasi musuh. Mereka... mereka disini." Ucap Olive.


"Disini?" Tanya Alden.


"Maksudku, di negara yang sama. Ketua tato ular benar ada disini, punya nyali besar juga dia datang ke negara yang dominan banyakan kita." Ucap Olive.


Alden meminggirkan mobil dan mengerem mendadak.


"Maksud kamu mereka dan pasukannya ada disini? Ini namanya perang Olive. Kita pulang balik kee Mansion, kesehatan kamu belum benar pulih seutuh nya dan..."


"Kamu mau putar balik? Kita sudah setengah mati kabur dari Mansion dan kamu milih buat balik kesana? Kamu tahu apa yang bakal Oma Opa lakuin kan kalo kita putar balik? Semua fasilitas aku bakal di cabut terus aku gak boleh ke sekolah ataupun ketemu dengan kamu serta teman-teman yang lain alias aku bakal di asingkan. Kamu mau aku begitu?" Potong Olive membuat Alden bingung.


"Tapi kamu..."


Olive genggam satu tangan Alden untuk meyakinkan Alden a.k.a pacar.


"Bukan gitu, aku..."


"Kamu percaya nggak sama aku bih?" Tanya Olive lagi.


"Ok! Aku percaya." Jawab Alden sambil menatap manik Olive balik.


"Kita belajar tentang ini dari guru yang sama, Right? So, kamu pasti tahu apa yang bakal aku lakuin jika kamu yang di posisi aku. Aku nggak akan buat kalian kehilangan aku atau ngeliat aku di rumah sakit lagi. Itu janji aku dan aku yakin bisa menepati janji itu. Kamu percaya benar kan sama aku?" Tanya Olive lembut.


"Kamu menang. Aku bakal percaya sama kamu." Sahut Alden merasa lebih tenang tidak sepanik sebelumnya.


Alden mengelus rambut kepala Olive lembut kemudian memantapkan hati untuk melanjutkan perjalanan tanpa melepas genggaman tangan Olive.


"Kamu bakal nyetir sambil pegangan tangan?" Tanya Olive sedikit terkekeh.

__ADS_1


"Dengan cara ini, bisa bikin aku merasa lebih tenang. Maaf aku udah meragukan kemampuan kamu." Jawab Alden dan Olive menggeleng.


"Jangan bicara begitu, aku paham posisi kamu yang selalu aku janjikan seperti itu. Tapi, kali ini aku benar-benar janji sama kamu. Sakit ini yang terakhir." Ujar Olive.


Alden pun melajukan mobil nya dengan hati yang tenang. Sementara itu di markas musuh berada, Clarke Mansion.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2