Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 97 - Menanti Pertemuan


__ADS_3

Rumah Fausta


Tok Tok Tok


"Kakak! Kak bangun... " Ucap Delia.


"Ada apa dek, kakak udah dibawah... kamu berangkat sama pak toni ya." Sahut Alden.


Delia langsung turun kebawah menghampiri Alden yang sudah duduk manis di kursi meja makan.


"Kakak beberapa hari ini tuh kenapa sih? Kok mood nya swing banget? Bentar seneng terus sedih... ntar tiba-tiba dari sedih jadi seneng. Kakak lagi gak ada masalah kan sama kakak Olive? Kakak Olive baik kak, jangan disakitin ya nanti... "


"Iya kakak tau. Jadi, rencana nya kakak mau pertemukan Olive sama El tapi setelah di pikir-pikir lagi belum waktu yang tepat." Jelas Alden.


"Kakak gila ya? Maksud aku, kakak belum lama sama kak Olive kalo emang dari awal gak serius mending gak usah mulai. Pokoknya kakak harus ngomong dulu cerita semua ke kak Olive siapa itu kak El sebelum pertemukan kedua nya atau kakak akan menyesal nanti." Kesal Delia.


"Iya kakak bakal coba buat cari cara dan waktu buat cerita semua dulu ke Olive sebelum pertemukan mereka satu sama lain." Sahut Alden.


"Maaf kak, bukan aku gak suka sama Kak El tapi kakak tau kan keluarga Fausta sama Keluarga Nugraha gimana. Aku gak mau nanti ada masalah dan itu menghancurkan persahabatan yang udah dibangun sama uyut kita sebelum oma opa." Ucap Delia.


"Kakak yang harusnya minta maaf, kakak malah gak kepikiran sampai sana. Untung kakak sudah batalin itu. Yaudah kamu baik-baik di sekolah ya. Kakak berangkat duluan." Kata Alden.


"Ya kak. Tapi... emm... gak jadi deh kak. Hati-hati kak." Pesan Delia.


"Eh sudah mau berangkat aja. Mau jemput Olive?" Tanya Bunda.


"Nggak bunda. Olive gak mau di jemput jadi langsung ketemu di sekolah aja." Sahut Alden.


"Mau berduaan kali bun, mumpung sekolah sepi. Tapi, ingat lho jangan kelewat batas awas kamu." Pesan ayah.


"Siap ayah. Yaudah, Aku berangkat dulu. Bye!" Pamit Alden pergi.


Markas Nugraha


"Pagi Oma Opa!" Sapa Olive dari meja makan.


"Astaga! Kamu ngagetin aja." ambek opa.


"Hehehe... nggak biasa kan ada aku disini. Maka nya aku tinggal dirumah aja ya." Mohon Olive.


"Nggak. Pokoknya sampai kamu benar-benar pulih kamu harus tetap di markas. Lusa kamu ke rumah sakit buat periksa kesehatan menyeluruh tubuh kamu dan tidak terima penolakan." Ucap Oma.


"Yah, Oma lusa aku mau jalan sama Alden." Protes Olive.


"Sayang, kesehatan kamu itu lebih penting dari jalan-jalan. Pokoknya sampai kamu pukih baru boleh jalan-jalan lagi, nanti biar oma yang bilang sama Alden." Sahut Oma.


"Opa... "Rengek Olive.


"Dengerin Oma kamu. Itu pilihan terbaik, kalo pengin cepet bebas turutin aja. Itu juga buat kebaikan kamu sendiri, percayakan aja sama Oma." Ujar Opa.


"Yaudah deh... " Sahut Olive dengan setengah terpaksa.


"Tapi hari ini aku izin ketemu Vina ya Oma. Vina udah lama ada disini tapi aku belum sempet ketemu karena waktu nya bentrok terus. Boleh ya?" Pinta Olive.


"Yasudah, boleh tapi jangan terlalu malam pulang nya. Janji?" Ujar Oma.


"Yes! Siap oma, kalau begitu Olive berangkat dulu ya oma opa." Pamit Olive mencium pipi oma opa nya.


"Hati-hati ya sayang, jaga diri baik-baik." Pesan Opa.


Olive berangkat dengan Zet. 15 menit sampai sekolah namun Olive tetap fokus pada buku yang sedang di pelajari.

__ADS_1


"Nona, kita sudah sampai... " Tegur Zet.


"Ouh sudah sampai, aku kira masih berhenti di lampu merah. Nanti kawal aja kayak biasa ya. Aku mau ketemuan sama Vina." Ucap Olive.


"Baik nona, saya mengerti." Jawab Zet.


Olive pun merapihkan buku dan turun dari mobil. Di sambut pak satpam sambil memberinya setangkai bunga Mawar.


"Selamat pagi Nona, ini setangkai bunga buat nona." Ujar Pak satpam.


"Dari siapa pak?" Tanya Olive tersenyum.


"Dari itu orang nya udah nunggu di koridor hehe..." Sahut Pak satpam.


Olive menengok dan tersenyum melihat Alden membawa sebuket bunga Mawar. Tanpa menunggu lama, Olive pun menghampiri Alden.


"Selamat pagi Nona, ini ada bunga untuk nona." Kata Alden membuat Olive terkekeh.


"Kamu dapat bunga dari siapa? Mana ada toko bunga udah buka jam 6 pagi begini?" Tanya Olive.


"Nitip sama Nel kemarin hehe... Masa iya aku petikin dulu Mawar di taman Mansion yang ada Oma bisa ngamuk sayang." Jawab Alden.


"Hahaha... bener juga kamu. Hari ini aku full belajar di kelas jadi gak bisa jaga perpus lagi buat hari ini." Ucap Olive.


"Ouh, kelas kamu udah mulai rutin masuk ya. Syukur deh, nanti kalo ada pelajaran yang susah bilang aja. Aku bakal ajarin kamu." Tutur Alden.


"Siap deh. Oh ya, hari ini setelah sekolah aku mau ajak kamu sama yang lain jalan kenalan sama sahabat lama aku. Bisa kan?" Tanya Olive.


"Tentu saja bisa. Yaudah, kita ke kelas dulu yuk." Ajak Alden.


Alden dan Olive memasuki kelas masing-masing lalu mereka menuju ke perpus untuk merapihkan buku sebisa nya karena hari ini kelas mereka full.Tak lama itu, petugas perpustakaan datang.


"Olive Alden kalian ada disini ternyata. Hari ini kita sudah kembali sekolah normal ya, guru semua sudah pada masuk ke kelas. Olive terima kasih sudah bantu ibu selama ini. Ini ada sedikit dari sekol---"


"Tapi kan ini hasil dari jerih payah kamu. Tanpa kamu ibu gak tau deh pas ada orang-orang serem itu apa yang bakal terjadi. Terima ya, anggap aja sebagai ucapan terima Kasih dari ibu udah selamatin nyawa ibu dan murid-murid waktu itu." Ujar Petugas perpustakaan.


"Yaudah, Olive terima ya bu. Tapi ini semua gak seberapa bu sama perabotan yang sudah hancur hari itu." Sahut Olive.


"Nggak apa. Itu salah pihak sekolah karena kurang menjaga baik-baik muridnya. Oh ya, kamu udah denger kan kalo pak Firman udah di pecat?" Ucap penjaga perpustakaan.


"Oh ya? Di ganti siapa bu?" Tanya Alden.


"Nanti kata nya kita akan ada upacara sebentar untuk penyambutan kepala sekolah baru." Jawab Penjaga perpustakaan.


"Terus Gita di keluarkan juga bu?" Tanya Alden lagi yang langsung kena cubit oleh Olive.


"Nggak. Dia masih sekolah disini sebagai jaminan dari pak Firman kalo dia bersikap baik kemungkinan pak Firman bakal di panggil lagi untuk jadi kepala sekolah." Jelas penjaga perpustakaan.


Tet! Tettt! Tetttttt!


"Tuh jam masuk kelas ayo kita ke lapangan. Oh ya, kamu di koridor aja matahari nya terlalu panas. Nanti kamu di omelin lho masih sakit udah masuk sekolah. Ayo!" Ajak penjaga perpustakaan buat Alden Olive bingung.


Saat sampai lapangan anak-anak sudah pada berkumpul.


"Kamu yakin kuat berdiri sayang?" Bisik Alden dan Olive mengangguk.


Tuk Tuk Tuk


"Tes 1 2 3" Ujar pak odang.


"Hem! Selamat pagi anak-anak!" Sapa Bu Ria.

__ADS_1


"Selamat pagi Bu!" Sahut anak-anak kompak.


"Hari ini saya mau umumkan bahwa kita akan memiliki kepala sekolah yang baru. Mari kita sambut, Kepala sekolah baru kita... " Teriak Bu Ria.


Anak-anak bertepuk tangan berbeda dengan Olive dan Alden yang terkejut membelalakan matanya.





























__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2