
Pelayan datang.
"Tuan makan siang sudah di sajikan." Ucap Pelayan itu.
"Kak, makan siang lah disini. Nanti agak sore baru pulang." Ajak Robert.
Olive melirik Alden dan Alden mengangguk.
"Baiklah." Sahut Olive.
Robert menarik tangan Olive menuju ruang makan diikuti Alden. Para pelayan menyajikan makanannya di meja makan. Olive kaget karena lauk nya sangat mewah.
"Kamu tinggal sendiri di rumah sebesar ini? Ketika tidak ada aktifitas." Ujar Olive dan Robert mengangguk.
"Tadinya aku meminta rumah yang sederhana sama dokter frankie karena aku pasti akan sendiri. Saat datang, melihat dari depan aku menyukainya karena terlihat sangat sederhana. Tapi, pas masuk kedalam dengan jalan berliku-liku seperti tadi rasanya aku ingin kembali ke rumah. Namun, ternyata ini rumah beliau yang tidak di tempati. Jadi, yasudah aku tempati saja." Sahut Robert.
Olive mengangguk mengerti.
"Besok janji jam berapa di taman hiburan?" Tanya Olive.
"Jam sepuluh aja kak. Biar pas masuk ke taman hiburan nggak begitu rame. Ah, setiap hari minggu pertengahan bulan aku pasti ke taman hiburan. Jadi ini waktu yang pas." Ujar Robert.
"Baiklah." Sahut Olive.
"Ayo, mulai makan." Ucap Robert mempersilahkan.
Mereka makan bersama. Setelah makan Robert mengajak Olive dan Alden berkeliling rumahnya. Tak terasa sudah pukul empat sore. Olive akhirnya pamit untuk pulang.
"Kamu, benar ada di kubu kami kan? Kamu nggak menjebak kami besok?" Tanya Olive untuk memastikan.
"Kakak curiga padaku? Aku tau kemunculanku sangat tiba-tiba maka nya aku akan menentukan waktu untuk benar-benar muncul di depan kalian nanti. Aku tidak akan mengkhianati kalian. Terlebih mereka hampir membuat ku tidak bisa melihat kalian tanpa mengucapkan kata-kata terakhir. Aku tidak akan melakukan itu kak. Percayalah." Ujar Robert.
"Maaf aku curiga padamu, jujur kakak sangat marah padamu tapi rasa rindu kakak lebih besar. Ingat, jangan membawa dirimu ke sisi bahaya." Ucap Olive.
"Tak apa kak. Hooh! Siapa yang ngomong tuh? Aku nggak pernah ke sisi bahaya, tapi lihat keluarga sendiri bahaya udah tiga kali bahkan lebih. Tolong di tengok dulu kakak di kaca. Ahh, ngomong-ngomong soal kaca. Tonjokan kakak kemarin aku akui keren 😬." Sahut Robert.
"Benarkah? Perlukah aku menonjokmu juga karena berani menipuku, hem?" Ujar Olive bercanda.
Robert memeluk Olive. Kali ini tinggi robert sudah se dagu Olive. Alden merasa tentram melihat mereka bersama kembali. Setelah memeluk Olive Robert juga memeluk Alden.
"Tolong jagain kak Via kak selama aku jalanin misi aku sendiri. Hanya sebentar saja, sampai aku kembali." Bisik Robert memohon.
"Baiklah, akan aku usahakan dengan baik. Walaupun kemarin aku tidak berani menyentuhnya sekedar untuk menenangkannya." Balas bisik Alden.
"Aku tau. Diantara tiga kakak ku, memang ini yang terseram. Just information aja walau telat." Bisik Robert.
"Heum! Mau sampai kapan kalian bisik-bisik begitu?" Ujar Olive.
"Urusan laki-laki kak. Sudah selesai kok, untuk penunjuk jalan biar Prass yang menujukkan itu." Ucap Robert.
__ADS_1
"Baik tuan." Sahut Prass.
Alden Olive benar-benar pamit dan di antar okeh Prass sampai mobil. Kemudian Alden membawa Olive ke satu tempat restorant yang berada di atas bukit.
"Kamu kenapa bawa aku kesini? Mau makan?" Tanya Olive.
"Turun dulu nanti kita bicarakan di dalam, ada yang mau aku bicarakan dengan serius ke kamu." Ujar Alden.
Akhirnya Olive masuk ke restorant itu lebih dulu. Alden menyusul dengan membawa buket pesanan nya. Saat di dalam, Olive langsung di tunjukan ke halaman belakang, Meja outdoor. Olive sangat kagum dengan pemandangannya.
"Olive." Panggil Alden.
Olive memutar tubuhnya untuk melihat ke sumber suara yang Olive tau adalah Alden. Namun, Olive bingung kenapa Alden tersenyum sangat manis kepadanya. Alden berjalan ke arah Olive sambil membawa buket nya di punggung.
"Ada apa? Hal serius apa yang mau kamu bicarakan ke aku?" Ujar Olive.
"Selama beberapa hari ini aku telah memikirkan nya dengan matang dan berulang-ulang kali. Aku tau juga beberapa hari ke belakang sikap aku terhadap kamu sangat berlawanan dengan perkataan aku di Bar saat pertama kali kita ketemu dan itu membuat kamu bingung sampai sekarang." Ucap Alden.
"Ya. Aku fikir aku doang yang merasa begitu. Ternyata kamu pun merasakan hal yang sama. Terus maksud semua ucapan kamu apa?" Tanya Olive.
Alden mengeluarkan buket bunga nya dan memberikan kepada olive. Olive kaget sampai menutup mulutnya.
"Aku mau ralat perkataan aku di Bar dan aku mau kita memiliki status yang pasti. Olive, kamu mau nggak jadi pacar aku?" Ungkap Alden.
"Kak--Maksud aku, kamu sadar kan apa yang kamu lakukan ini? Kamu bilang kamu nunggu sahabat kecil kamu datang dan kamu bilang kita juga nggak bisa lebih dari sahabat. Kamu nggak abis minum beer kan?" Ujar Olive tak percaya.
"Aku serius sama ucapan aku. Aku tau, aku bilang begitu. Tapi seiring berjalannya waktu tanpa aku sadari selama kita jalan bareng, aku benar-benar jatuh Cinta sama kamu dan aku merasa kalo itu bukan sekedar sebatas sahabat tapi lebih dari itu. Kamu nggak perlu jawab sekarang, aku tau ini terlalu tiba-tiba buat kamu. Tapi, aku benar-benar serius sama kamu." Jelas Alden.
"Aku akan menunggu sampai hati kamu bisa yakin ke aku. Aku nggak akan buat kamu kecewa." Sahut Alden.
"Aku kasih tau ini ke kamu, aku nggak akan pernah kasih kamu kesempatan untuk kedua kali nya. Aku yakin, kamu ngerti maksud aku." Ujar Olive.
"Aku sangat ngerti maksud kamu. Terima bunga nya?" Kata Alden.
Olive mengambil buket itu. Lalu Alden menyodorkan tangan kanannya dan Olive menerimanya untuk bergandengan tangan masuk kembali ke Restorant. Seperti biasa, Alden menarik kursi untuk Olive duduk kemudian Alden akan duduk tepat di sebrang nya.
Para pelayan restoran berdatangan untuk menghidangkan makan malam mereka. Di tengah meja mereka terdapat lilin, Alden menciptakan suasana se romantis mungkin untuk mendapatkan hati Olive seutuhnya. Alden nggak mau menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.
Alden menukar piring daging yang sudah ia potong dengan piring milik Olive. Olive tersenyum. Tiba-tiba ponsel Olive berdering tertera nama Shakila di layar. Shakila yang sedang bersama Niesha, Rafa dan Ryan harap-harap cemas takut Olive kabur entah kemana. Olive mengangkat telepon itu dengan Video call.
Olive! Lu masih diam nggak mau ngomong? Lu kemana? Jangan bikin kita khawatir.
Olive diam agar sahabatnya mengerti situasi sekitar tempat Olive sekarang.
Jangan bilang lu sama bos? Kalian dinner candle? Kalian...
Olive memencet agar kamera mengambil gambar Alden.
Wah!!! Bos, kok nggak ngomong-ngomong mau nembak Olive?
__ADS_1
Seriously?
Olive!
Guys, satu-satu ngomong nya bisa nggak? Nembak? Mati dong gua -,-
Iya, gua ngajak Olive tadi jalan dari siang kebetulan hari ini tepat hari kematian Robert yang ke delapan tahun. Terus karena kebetulan mampir toko bunga, sekalian aja deh. Di restorant atas biasa kok.
Terus terus gimana? Terima nggak? Kalian tuh jujur nih bikin kita greget banget. Kenapa nggak dari kemarin-kemarin bilang kayak gini sih.
Olive mengembalikan kamera jadi kamera depan.
Gimana ya, gitu deh.
Belum di terima. Sha, Kil bujuk dong sahabat kalian ini. Dia minta waktu tiga hari buat mikir dan selama tiga hari itu gua harus bisa yakinin dia biar nerima gua.
Wah! Bu bos hebat bisa bikin bos nunggu. Huuh! Baru kali ini bos ngejar cwe, bos yang suruh nunggu. Yang nyata depan mata.
Btw, kok kalian berempat barengan? Kalian nggak double date kan?
Nggak! Nggak! Apa-apaan. Nggak kok. Emang kebetulan aja ngumpul.
Yaudah santai aja nggak usah panik gitu.
Cup!
Tiba-tiba Alden mencium kening Olive membuat Olive kaget dan Sahabat-sahabat nya berteriak. Olive muka nya bersemu merah.
Aaaa! Ouh, Olive... you will be happy now.
Olive menendang kecil kaki Alden dan Alden mengaduh serta tertawa mendapat respon dari Olive begitu.
Kalian besok mau ikut nggak gua pergi?
Kemana bos? Kalo jadi nyamuk ogah ah...
Taman hiburan. Pengin jalan-jalan aja sekalian weekend.
Ouh! Ngajak pacar baru ceritanya... Uwuuu!
Olive menekan kamera agar menghadap Alden lagi karena muka nya merah karena malu. Olive juga mengode Awas kamu ya sambil menendang kecil kaki Alden. Alden tersenyum dan tertawa.
Iya dong, mau pamer 😋
Yaudah kita ikut dah kalo tempat nya gede. Siapa ja yang di ajak?
Gua, Olive, Phia sama kak Belden. Pas kan empat mobil.
Iya dah iyaaa... Yaudah, liv sampai ketemu besok. Bye bos!
__ADS_1
Olive mematikan sambungan teleponnya.
Bersambung...