Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 134


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Sera menanti penjelasan yang bisa mematahkan bahwa dirinya benar-benar pengkhianat untuk keluarga Nugraha. Bibi Sera menekuk kedua kaki nya di depan Oma Opa Nugraha.


"Ma Pa Sera..."


"Jangan panggil kami seperti sebutan orang tua. Kau benar-benar sangat mengecewakan." Marah Opa.


"Mas, aku benar-benar menyesal. Tolong maafkan aku mas." Ucap Sera mulai menangis.


"Tidak usah berpura-pura. Airmata mu tidak akan benar-benar keluar dan kami tidak akan tertipu untuk kedua kalinya." Bantah Opa.


Opa yang tadi sangat menghormati setiap keputusan Tio kini berubah menjadi sebuah kekecewaan yang mendalam.


"Ma Pa, Tio menyesal tidak mengikuti perkataan kalian dahulu. Tio benar-benar menyesali ini dan Tio tidak tahu rahasia keluarga apa yang sudah dibongkar oleh Sera kepada musuh. Tio benar-benar menyesal, maafkan tio." Ujar Tio menekuk kedua lutut nya dan menunduk.


Oma Opa memilih untuk diam tidak menjawab apa yang dikatakan Tio. Mereka benar-benar marah di dalam dirinya.


"Zet bawa perempuan ini ke kurungan. Aku merasa akan ada tamu hebat yang berani datang ke markas kita. Perketat penjagaan berkali-kali lipat, mengerti." Perintah Olive berbisik.


Zet mengangguk dan mengkode bawahan untuk membawa gadis itu ke kurungan bawah tanah.


"Mah Kak tolong bawa Oma Opa Nugraha dan Fausta ke ruang rahasia. Sisa nya akan berada di ruang tengah bersamaku." Pinta Olive.


"Apa yang ingin kamu lakukan? Ikutlah bersama kami, ingat kesehatanmu belum benar pulih seutuhnya dek." Ujar Phia.


"Kak, aku nggak sendiri. Ada kak Belden Alden dan yang lain. Terlebih ada pengawalan mereka disini yang pasti lebih ketat terhadap mansion dan markas. Aku tidak akan keluar dari Mansion, aku janji hanya memantau dari sini dengan kak Luna. Mereka yang akan keluar sesuai arahanku. Lawan kita sudah ada di depan mata kak, Walaupun aku tidak tahu pasti siapa yang akan datang tapi entah kenapa aku merasa harus waspada seperti ini. Robert dan Reina akan ikut dengan kalian." Jelas Olive.


"Aku akan disini dengan kakak. Reina ikutlah ke ruang rahasia, pantau aku darisana." Pinta Robert.


"Tidak. aku ikut denganmu disini. Aku yang memancing mereka untuk datang ke tempat teraman keluarga Nugraha jadi aku berhak menanggung akibat bersama dengan kalian disini." Tolak Reina.


"Kamu jangan ikut-ikutan kak Via dong Rei..." Cemberut Robert.


Satu bantal melayang mengenai Robert dari Olive. Tiba-tiba ponsel Olive berdering berasal dari perbatasan pantai.


Ya. Gimana?


Nona Huk... Hukkk! Saya ada di garis ke-5 pertahanan pantai. Mereka sudah berada di pertahanan ke 3 apa yang harus kita lakukan.


Apa yang kalian lakukan? Tentu saja jalankan rencana B usahakan jangan ada yang berhasil menembus pertahanan sampai ke Markas karena semua sedang ber... Siapa kau?


Semua terdiam ketika nada suara Olive berubah.


Tidak mengenali suara ku?


Ibrano.


Ya. Itu aku, bisakah kita bertemu? Hanya kamu dan aku.


Olive langsung mematikan telepon itu tanpa mengatakan apapun lagi. Apakah ini berarti keadaan memburuk? Tentu saja. Olive segera menelepon pusat Nugraha.


Kami butuh bantuan , sekarang juga.


Baik Nona!!!


Sirene yang menyatakan peperangan berbunyi di seluruh penjuru kota. Mereka sudah tahu harus bersembunyi dimana. Rino yang mendengar sirene itu segera pergi menuju Markas Nugraha. Oma dan Opa seperti ingin ikut melawan musuh bersama dengan yang lainnya.


"Apa yang kalian lakukan? Berikan senjata kalian Tuan dan Nyonya." Pinta Olive.


"Tidak. Lebih baik kami yang mati dalam peperangan daripada kalian para penerus kami." Sahut Opa memasukkan peluru kedalam saku untuk cadangan.


"Yogi." Panggil Olive.

__ADS_1


Dengan panggil nama saja Yogi sudah mengerti maksud Olive dan segera membawa oma dan Opa beserta yang lain pergi. Di dalam Mansiion hanya ada Olive, Reina, Luna, Alden, Robert, Belden, Kevan, Kevino, Firo, Barel dan para pengawal yang siap untuk berperang. Tak lama itu ada telepon dari Andreas.


***Yaaa! ***


Kak jangan teriak. Telingaku tidak budeg tahu. Ada apa?


Kamu bertanya ada apa setelah mengumumkan ada peperangan dari pussat? Aku akan datang.


Kakak sudah gila? Kakak akan menikah dalam hitungan hari.


Kau sebut aku gila, lalu kamu sebut dirimu apa masih dalam masa pemulihan ikutan perang Hah?


Pokoknya kakak tetap disana. Oke, bye!


OK! Aku dalam perjalanan kesana. Tenang saja.


Telepon diputuskan secara sepihak dari Andreas. Olive sudah kehabisan kata-kata kemudian ponselnya berbunyi kembali bertulliskan Vina.


"Kamu yang angkat. Katakan padanya bahwa aku di dalam mansion dan tidak perlu ikutan." Pinta Olive membiarkan Alden mengangkat telepon itu.


"Kamu sangatt mengenal Elvina kan? Dia tidak akan percaya jika bukan kamu yang mengatakan itu. Aku akan angkat untukmu tapi kamu katakan sendiri." Ucap Alden.


"Kalau begitu..."


Halo El...


Kok lu yang angkat? Via mana?


Sambungan di speaker nyala, Olive sudah mengkode agar Alden tidak menyebutkan dirinya. Namun,


Ini ada di samping gua. Ngomong aja, orang nya dengar kok


Aduh... kenapa sih cubit-cubit.


Heh! Aku di depan markas. Buka gerbang sekarang.


Hah? Di... Dimana?


Depan gerbang markas sayang. Lu nggak salah denger kok, lu mau izinin gua masuk atau gua...


Oke Oke... Lu ngapain kesini?


Sambungan telepon terputus. Membuat Olive segera menengok ke arah Alden. Alden segera mengalihkan pandangan, Tak lama itu Elvina masuk ke ruang tengah mansion dari arah pintu Markas. Semua kaget karena Vina datang bersama Rino.


"Kakak kok datang juga?" Tanya Reina.


"Diam dulu. Lu tahu siapa yang mau di lawan kan?" Ucap Rino menghampiri Olive.


"Kelompok Ular." Sahut Olive.


"Coba lu ingat-ingat lagi siapa yang dulu ada di TKP kejadian tabrak lari Robert. Lu ingat dengan baik-baik." Pinta Rino.


Olive berusaha mengingat kejadian tabrak lari Robert kemudian di hubungkan ke kejadian pe*merkos*aan Phia. Lalu penculikan Reina. Olive ternyata meninggalkan bukti yang sangat penting.


"Kak Gita adalah..."


"Lu benar. Sekarang lu udah paham keadaannya?" Tanya Rino.


"****!!!" Kesal Olive.


FLASHBACK~

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2