Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 133


__ADS_3

Fadlan di tahan oleh oma untuk ke Markas melalui pintu sambung.


"Fadlan jelaskan pada kami, apa yang terjadi? Mereka aman kan? Mereka baik-baik saja?" Tanya Oma.


"Oma, percayalah padaku. Aku tahu oma dan opa tetap berhak tahu tentang situasi yang terjadi sekarang tapi aku peduli dan khawatir dengan kesehatan kalian.. Aku akan mengurus semua nya hari ini." Janji Fadlan.


"Tapi beritahu ini. Ini yang terakhir, bagaimana keadaannya?" Tanya Opa.


"Baiklah. Sekarang Olive dan yang lain sedang dalam perjalanan ke markas kita tapi Tio dan Sera sepertinya tertangkap oleh mereka dalam perjalanan. Ada penyusup di antara pengawal suruhan Tio yang jumlah nya lebih besar dari pengawalan ku dan Olive kirimkan. Mah, Phia tolong antar Opa dan Oma ke kamar untuk istirahat." Jelas Fadlan.


Oma dan Opa menolak untuk beristirahat.


"Kami akan tunggu disini sampai Via tiba." Ujar Oma.


"Lihat. Oma ingkar janji kan?" Ucap Belden.


Tak lama itu ada suara mobil memasuki wilayah markas Nugraha. Segera mereka semua keluar untumencelakai an bahwa cucu mereka benar-benar aman.


Olive yang dibantu berjalan oleh Alden dan Reina yang di bantu jalan oleh Robert terkejut melihat orang tua dan semua berkumpul di teras.


"Kalian kenapa?" Tanya Robert.


"Kami hanya ketinggalan jejak paman dan bibi bukan kehilangan jadi kalian tenang saja." Jelas Olive.


Ada suara wanita turun berontak dari mobil lain.


"Lepaskan aku! Kalian tidak akan bisa hidup tenang sampai balas dendam mereka terbalaskan!" Teriak Wanita itu.


Saat Oma ingin maju menghampiri wanita itu. Olive sudah lebih dulu menampar wanita itu dengan sangat keras membuat semua yang disitu merinding seluruh tubuhnya.


"Walaupun kau lebih tua dariku, aku masih memberimu rasa hormat. Sadarkah anda jika anda berada di wilayah siapa sekarang? Anda tidak mengenal saya sebelumnya? Mau duel?" Tantang Olive.


"Olive..." Khawatir Alden.


Olive hanya memberi isyarat untuk tetap tenang. Wanita itu bergetar ketakutan, dirinya tahu siapa yang sedang di lawan sekarang.


"Nyali anda langsung menciut setelah ditantang seperti itu dan ku ingatkan sekali lagi padamu sebelum abu mu ku kirim kepada pesuruhmu, kami keluarga Nugraha sama sekali tidak memiliki musuh atau bahkan membunuh tanpa sebab. Sebaiknya anda periksa dulu informasi dengan benar jika ingin bekerja sama dengan seseorang. Jangan asal mau dibayar dengan jumlah yang besar anda terlalu mudah untuk di tipu." Ucap Olive.


Saat Olive berbalik badan langkahnya kembali berhenti.


"Karena kamu telah mencelakai adik dari tuan Saverio." Tutur perempuan itu.


"Saverio? Aku aja tidak mengenal siapa dia, bagaimana aku mencelakainya?" Tanya Olive.


"Itu semua ulah kembaran dari Ibrano. Saat itu, kembaran dari Ibrano berniat untuk bunuh diri karena cinta nya bertepuk sebelah tangan. Adik dari tuan mu Saverio itu terlalu mencintai Ibrano sehingga tidak melihat cinta dari adik perempuan Saverio itu. Tanpa melihat orang itu Ibrano atau kembaran Ibrano adik perempuan dari Saverio bertekad bahwa itu adalah Ibrano cinta pertama nya. Alhasil kedua nya sekarang masih menjalani perawatan medis di negara Eropa." Jelas Kevino.


"Kamu sudah kembali?" Tanya Phia yang di hampiri Kevino.


Kevino baru kembali dari penyelamatan paman dan bibi. Dia berhasil mencegah agar musuh tidak membawa mereka kepada bosnya. Tak lama itu, paman dan bibi muncul tak jauh dari Kevino turun dari mobil. Wanita itu diam seribu bahasa setelah mengetahui cerita aslinya.


"Jelas Ibrano tidak menyukai adik dari tuan Saverio karena yang Ibrano cintai adalah Dia. Perempuan gila itu." Ucap Wanita itu dengan sisa keberaniannya.


"Cinta? Zet lepaskan ikatan wanita itu. Siapa kamu sebenarnya?" Curiga Olive.


Semua pengawal waspada melindungi tuan dan Nyonya masing-masing. Olive meminta para pengawal membuat semua masuk menyisakan hanya Olive dan Wanita itu diluar.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan? Biarkan aku keluar." Protes Alden.


"Kalian lebih patuh pada Olive daripada aku?" Ujar Oma membuat para pengawal merinding ketakutan.


"Nyonya, tapi ini situasi yang buruk. Lebih baik melihat dari dalam saja." Sahut pengawal itu.


"Kau ingin aku melihat cucu ku terbunuh tanpa aku bisa melakukan apapun?" Marah Oma Nugraha.


"Dia. Dia adik dari Saverio." Kata Luna mengerti kode dari Olive.


"Ku dengar adik dari saverio itu juga memiliki keahlian bela diri. Apakah Olive akan aman?" Tanya Kevan.


Di Luar...


"Jadi ini adik dari saverio? Kamu pasti sangat berat melalui hari-hari kemarin. Kira-kira jika kakak kamu mengetahui bahwa adiknya tercinta berani masuk markas Nugraha, bagaimana ya reaksinya?" Ucap Olive sambil mengeluarkan ponsel yang tadi disita oleh Zet milik adik saverio itu.


"Kakak tidak akan percaya padamu." Sahut wanita itu.


"Hemm... kau sangat percaya diri. Kita akan coba." Tutur Olive sambil menelepon Saaverio.


Siapa ini?


Tidak ada sopan santun sama sekali.


Apa masalahmu menelponku dengan nomor wanita itu.


Wahhh! Kakak mu benar-benar tidak bisa mengenalmu dengan baik. Apakah kauu melakukan operasi pada wajahmu? Bahkan orang yang kamu cintai tidak mengenalmu juga dan mereka sepakat untuk menjadikan kamu umpan masuk ke markas musuh.


Apa maksudmu?


Sial! Halo....


Panggilan terputus.


"Kenapa kamu tidak melawan sudah benar-benar pasrah kah?" Tanya Olive.


"Jika aku melawan kau tidak akan sanggup menahannya dan kau akan menyesal melihat mereka menangisi mu." Sahut Gadis itu percaya diri.


"Ah seperti itu. Baiklah, terserah kau saja." Ujar Olive berjalan membelakangi gadis itu.


Dalam hitungan persekian detik, gadis itu mulai menyerang dan untung nya Olive berhasil menangkis nya. Sementara yang melihat dari dalam rumah hanya teriak ketakutan.


"Nel bantu aku." Pinta Alden yg mendorong pintu agar berhasil terbuka.


Cukup sulit karena semua pengawal juga berusaha menahan itu. Dengan bantuan seluruh keluarga dan sahabat Olive akhirnya pintu berhasil dibuka. Alden langsung berlari menghampiri Olive, menariknya ke dalam pelukannya. Olive cukup terkejut.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Tanya Olive terdengar protes.


"Biarkan aku melindungimu." Sahut Alden.


"Kau adalah Alden Fausta benar? Ternyata kau tampan juga." Ujar Gadis itu.


"Aku tidak suka bocah sepertimu." Tolak Alden membuat gadis itu kesal.


"Kau..."

__ADS_1


"Kenapa? Sepertinya kau belum pernah di tolak sebelumnya? Atau kau tidak mau ambil pusing dengan penolakan halus orang-orang yang sebenarnya hanya menyayangimu sebatas wajar saja? Kekanak-kanakan." Ledek Olive.


"Kau juga tidak peka dengan perasaan kak Ibrano selama ini." Tutur gadis itu.


"Tidak peka terhadap perasaan Ibrano? Buka matamu dengan lebar, apakah mencintaiku berarti menyakiti salah satu dari keluarga ku? Apakah orang seperti itu pastas aku cintai? Menurutmu seperti itu Cinta?" Tanya Olive.


"Yang mencelakai adikmu bukan kak Ibrano tapi Kakak ku, Kak Rio. Yang membuatmu sengsara adalah suruhan dari kak Rio. Keluarga Marga Clarke hanya di manfaatkan oleh Kak Ibrano untuk menculikmu sebisa mungkin. Tapi itu selalu gagal karena rencana kak Rio." Jelas Gadis itu.


Semua terkejut dengan penjelasan yang tiba-tiba.


"Dia. Adalah salah satu keluarga kamu yang berhasil dihasut oleh kak Ibrano untuk menculikmu menipu mu untuk mendapatkanmu seutuhnya. Dia, hanya dimanfaatkan. Setelah membuat masalah seperti ini, dia tidak akan ada artinya lagi di mata kak Ibrano ataupun kak Rio." Lanjut gadis itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


25/12/2022

__ADS_1


__ADS_2