Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 141


__ADS_3

Markas Aaudreymayna~


"Apa yang terjadi?" Tanya seorang pria.


"Tuan. Mereka tertahan tuan dan kita tidak bisa berbuat apapun jika mereka tertahan atau kita akan ketahuan jika memiliki markas disini." Sahut anak buahnya.


"Lalu?" Tanya pria itu.


"Lalu..."


"Lepaskan aku! Kakak... Apa yang kakak lakukan disini? Lepaskan aku, aku ingin bertemu dengan kak Yudha." Berontak gadis itu.


"Hei lepaskan saja." Pinta pria itu.


"Huh! Kak apa yang kakak lakukan? Sudah berapa lama kakak disini? Bukankah kakak seharusnya ada di markas pusat?" Tanya Gadis itu.


"Hei, adikku. Apakah kamu sudah tidak menginginkan pria itu? Aku bisa membantumu." Tawar pria itu.


"Jika dengan menyakiti perempuan itu atau membunuhnya aku akan setuju. Tapi jika hanya tindakan kecil seperti membuatnya amnesia aku tidak mau. Aku ingin memilikinya selamanya bukan sementara." Tegas Gita.


"Sepertinya tidak perlu menggunakan cara itu untuk membuat pria itu utuh menjadi milikmu." Ucap Pria yang di panggil Yudha.


"Apa yang kak Yudha rencanakan?" Tanya Gita.


"Aku akan memberitahumu ketika saatnya kamu bermain. Sekarang biarkan aku yang mengurusnya dan jangan melakukan apapun cukup menontonnya dengan baik. Kamu mengerti?" Ujar Yudha.


"Baiklah kak, aku akan menunggu giliranku dan aku harap ini tidak akan membuatku kecewa." Sahut Gita.


"Tentu saja tidak. Dimana papa palsu kita?" Tanya Yudha.


"Dia masih di penjara. Aku tidak sudi menjadi anaknya lagi, carikan aku yang lebih bisa acting untuk menjadi papa beneran." Pinta Gita.


"Baiklah aku akan meminta ciko untuk mencarikan untukmu." Sahut Yudha.


"Ahh, bagaimana keadaan mama? Apakah belum ada tanda-tanda akan bangun dari koma?" Tanya Gita.


"Belum. Dokter disa terus menjaga nya di rumah sakit disana, kamu tidak ingin menjenguk mama?" Tanya balik Yudha.


"Belum waktunya kak. Aku harus membalaskan dendam dulu kepada Nugraha terutama perempuan itu, Olivia. Aku tidak akan membiarkan kebahagiaan bisa dia rasakan." Sumpah Gita.


"Kamu bbenar-benar sudah meeneliti nya bahwa perempuan itu yang membuat mama koma? Kamu tidak salah sasaran kan?" Tanya Yudha.


"Kakak meragukanku?" Kesal Gita.


"Bukan begitu tetapi, bagaimana setelah yang semua kita lakuin bahkan seperti katamu kita harus membunuhnya kemudian mama sadar dari koma dan mengatakan bahwa bukan dia orangnya? Kamu bukan karena cemburu Pria itu lebih memilih dia kan?" Tanya Yudha.


Gita terdiam.


"Dek, aku melakukan ini demi kamu. Aku menerobos semua pertahanan Nugraha cuman supaya kamu bisa leluasa masuk dan menghancurkan mereka. Jangan sampai ternyata itu hanya amarahmu saja karena pria yang kamu cintai. Ingat, dia tidak akan mencintaimu jika kamu melakukan hal yang sampai menewaskan nyawa orang." Jelas Yudha.


Gita tidak menjawab apapun, hanya terdiam.


Sementara itu di markas Nugraha~


"Berhasil! Aku mendapatkannya, kak bantu aku." Pinta Olive.


"Kau ingin melakukan hal gila apa hah? Tidak, aku tidak akan melakukan apapun untukmu." Sahut Andreas.


"Kak, aku mohon. Aku harus segera bertemu dengan orang ini dan menyelesaikan masalahnya sebelum ada korban lagi. Aku hanya ingin hidup seperti orang normal kak, aku mohon." Mohon Olive.


"Kak, jangan seperti ini. Kak Alden juga tidak akan mengizinkan kakak nekat menyerang markas musuh tanpa sepengetahuannya." Ucap Robert.

__ADS_1


"Kamu? Hidup kembali? Bagaimana bisa?" Tanya Andreas yang masih bingung.


" Ahhh, aku lupa jika kakak belum tahu cerita aslinya. Nanti saja aku ceritakan langsung, sekarang bagaimana menahan kak Via agar tidak nekat kak." Pinta Robert.


"Oh ya, kamu benar juga. Baiklah, begini saja aku tahu mereka memiliki markas tidak jauh dari bandara. Informasi yang aku dapatkan mereka kakak-adik, laki-laki dan perempuan. Kemudian namanya adalah Yudha dan Gita." Info Andreas.


"Gita? Ini Gita yang kita kenal kah Liv?" Tanya Shakila.


"Yup! Ini kak Gita yang kita kenal, Dia bermarga Audreymayna, tapi aku masih tidak mengerti apa yang membuatnya terus seperti memburuku? Aku tidak melakukan kesalahan apapun." Bingung Olive.


"Apakah kalian pernah satu sekolah saat dulu sekali?" Tanya Luna.


"Tidak kak, aku tidak memiliki teman seperti itu saat sekolah dari awal. Apakah aku satu sekolah dengan kakak nya? Tapi, tidak juga. Ah... ini membuatku sangat bingung." Kesal Olive.


"Aku mendapatkan informasi lagi kak, Disini berisikan bahwa mama nya sudah koma selama lebih dari 5 tahun lama nya karena kecelakaan. Kakak pernah mengalami kecelakaan?" Tanya Reina.


"Aku tidak ingat jelas tentang ini. Tapi, kamu tahu ketika kakek dan nenek meninggal? Aku berusaha keras untuk menghampiri mobil mereka yang terbalik akibat kecelakaan yang di sengaja kemudian tidak jauh dari lokasi mobil itu ada seorang ibu dan anak kecil. Anak kecil itu seperti menangis dan membangunkan ibunya yang tergeletak di jalanan itu. Tapi, itu bukan aku yang menyebabkan kecelakaan. Bahkan aku terpental keluar dari mobil, maka dari itu aku ingin seera menghampiri mobil mereka. Tapi para bawahan menahanku dengan sangat ketat." Jelas Olive.


"Berarti apakah karena itu? Kamu yakin tidak melihat wajah dari gadis kecil saat itu? Apakah mungkin mirip dengan Gita yang kamu katakan?" Tanya Andreas.


"Aku tidak tahu kak. Saat itu posisiku juga di bawa paksa oleh opa untuk menjauh dari lokasi, kemudian aku pingsan dan tersadar sudah di rumah sakit dengan infusan di tangan." Sahut Olive.


"Saat itulah Tuan besar Nugraha memintaku untuk membimbingmu dalam beladiri untuk bekal kamu sekarang. Saat itu aku melihatmu masih tertidur lemas dengan gips yang terpasang di tangan dan lehermu." Tutur Andreas.


"Apak kakak melihat ada seorang ibu dan gadis kecil juga di rawat di rumah sakit yang sama dengan Olive?" Tanya Luna.


"Aku tidak memperhatikan. Yang aku tahu ketika tuan nyonya besar Nugraha datang, mereka seang menundukkan kepala karena tidak bisa melindungimu dengan baik bahkan orang tuamu juga menangis saat itu. Tidak berselang lama, sekitar 2 hari kemudian kakek dan nenek mu baru dinyatakan meninggal dunia. Tidak lama setelah itu kamu baru sadar dari tidur lama mu." Jelas Andreas.


"Banyak sekali teka-teki dari kejadian lampau yang tidak kita ketahui. Apakah kakak juga bertemu kak Belden saat itu?" Tanya Olive.


"Tentu. kakak mu belden dan juga Phia hanya menangis melihatmu tak kunjung bangun. Lalu..."


"Kenapa berhenti, lanjutkan ceritanya." Pinta Olive.


"Siapa yang bisa aku tanyakan kak? Hanya ada kamu disini." Sahut Olive.


"Aku. Aku juga tahu tentang hal itu." Tukas Luna.


"Kak Luna tahu? Bagaimana bisa?" Bingung Olive.


"Sebaiknya kamu mendengarkan cerita langsung dari orang yang berada di tempat kejadian, Jangan dari kami." Ucap Andreas.


"Sebenarnya ada rahasia apa yang kalian sembunyikan dariku? Apakah Robert tahu?" Tanya Olive.


"Aku tidak tahu kak. Aku lahir setelah dirimu, bagaimana mungkin aku bisa tahu. Bahkan aku tidak ingat bagaimana rupa kakek dan nenek." Sahut Robert.


"Kalian tidak ingin menceritakan padaku? Apakah akan terdengar berbeda jika aku tahu dari kalian?" Tanya Olive.


"Tentu saja. Karena kami orang luar dari Nugraha, kamu harus mendapatkan cerita langsung dari orang yang melihatnya. Karena mungkin kamu akan melakukan tindakan lebih nekat jika tahu kejadian sebenarnya." Sahut Andreas.


"Baiklah. Aku akan menanyakan nanti kepada Oma atau Opa. Sekarang apa yang harus kita lakukan?" Pikir Olive.


"Bagaimana jika kita menanyakan langsung kepada ka Gita?" Usul Shakila.


"Itu bukan ide yang buruk tapi kita tidak tahu apakah dia akan masuk sekolah atau tidak. Dia jelas sudah di keluarkan dari sekolah karena melakukan bullying terhadap Olive walaupun pada akhirnya Olive memaafkan itu." Sahut Niesha.


"Tidak. Itu sangat beresiko, sebaiknya jangan mengambil tindakan spontant. Jika benar mama nya koma dalam waktu panjang karena aku maka..."


Olive segera mengeluarkan ponselnya dan menelepon ke Yogi yang berada di ruang rahasia bawah tanah.


Nona...

__ADS_1


Berikan ponselnya pada Oma atau Opa. Aku ingin bicara pada mereka.


Baiklah, Tunggu sebentar nona.


Ya sayang, ada apa?


Oma aku ingin menanyakan satu hal yang penting. Minta yogi untuk membuka link yang aku kirimkan, kemudian ceritakan padaku secara singkat. Apakah oma mengenali siapa gadis kecil itu?


Ya. Oma pernah bertemunya sekali saat kecelakaan kakek dan nenek mu. Ada apa?


Dia adalah Gita. Gita yang kemarin melakukan pelanggaran di sekolah. Kabarnya pak Firman adalah bayarannya, maksudku bukan orang tua asli dari Gita.


Tidak mungkin nak, papa sangat mengenal Firman dia teman sekolah papa dahulu.


Itulah kenyataannya pah. Kemudian, kabar buruknya adalah sepertinya terjadi kesalahpahaman disini karena mama nya dia sudah mengalami koma di rumah sakit sejak saat itu.


Wait. Jadi maksud kamu ibu dan gadis kecil yang oma lihat waktu itu adalah Gita dan mama nya yang sekarang terbaring di rumah sakit dalam keadaan koma?


Yup! Betul sekali. Bisakah kalian menceritakan detail apa sebenarnya penyebab kecelakaan saat itu?


Singkatnya adalah ada yang dengan sengaja memutuskan kabel rem saat itu. Kami semua keluarga besar akan menginap di villa tepi pantai dekat dengan taman hiburan.


Karena itukah kalian melarang kami untuk pergi kesana?


Ya Robert.


Aku tidak mengerti apa hubungannya antara kita dan juga taman hiburan yang akan kita kunjungi dulu?


Saat itu di perjalanan hujan deras sekali, kamu berada di mobil itu dengan kakek nenek dan juga satu supir. Ditengah perjalanan, ada kendala yaitu pohon tumbang jadi agak lama untuk sampai di lokasi tepat waktu. Kakek mu meminta beberapa bawahan untuk segera menyingkirkan pohon tumbang agar mereka bisa segera tiba. Saat jalanan sudah mulai lancar kembali tiba-tiba saja dari arah yang berlawanan ada semua truk bermuatanĀ  yang membawa bebatuan gunung. Supir itu berusaha untuk menghindarinya namun tidak bisa akhirnya, dengan berat hati nenekmu sengaja membuka pintu dan menjatuhkanmu sedangkan mereka bertiga tertabrak bahkan berguling-guling.


Oma, apakah kalian sudah mencari tahu siapa pelaku nya? Dan aku masih tidak mengerti kenapa ada kak Gita dan mama nya dalam kecelakaan itu?


Tentu saja. Kami benar-benar mengincar sana sini untuk mencari siapa yang menyebabkan itu semua.


Siapa itu?


Keluarga bermarga Mirza.


Mirza?


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2