Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 26 - Rasa nyaman


__ADS_3

Alden sesekali melihat olive, sampai ketika melihat Olive tertidur. Alden perlahan memasangkan selimutnya dan mengurangi suhu ruangan. Kemudian Alden melanjutkan tugasnya kembali.


Waktu makan siang pun tiba, Ternyata obat yang Olive minum memang ada efek ngantuk nya. Saat Olive bangun, ia hanya melihat kak Alden di sofa sedang serius mengerjakan sesuatu. Olive masih curi-curi pandang terhadap Alden tanpa sadar Olive terpesona dan semakin terpesona dengan ketampanan Alden yang berada di depan laptop nya.


Sampai mendengar suara ketukan pintu, Alden beralih melihat ke pintu sedangkan Olive pura-pura terusik dengan suara ketukan pintu dan terbangun. Suster mengantar makan siang.


"Nona ini makan siang nya juga tidak ada obat untuk siang. Hanya pagi dan malam agar nona beristirahat." Ujar suster.


"Emm, terimakasih suster. Mulai kapan saya bisa makan normal?" Tanya Olive.


"Mungkin besok sudah bisa makan nasi nona." Jawab Suster.


"Baik sus, terimakasih." Sahut Olive.


Suster itu membungkuk hormat kemudian pergi saat melihat ke arah sofa Olive pura-pura kaget.


"Kak Alden? Yang lain kemana kok sendirian aja?" Tanya Olive basa-basi.


"Mereka lagi cari cemilan di mall terdekat." Jawab Alden.


"Kakak nggak makan siang?" Tanya Olive.


"Udah pesan, bentar lagi paling datang sih harusnya." Sahut Alden.


"Ouh, iyaya." Ucap Olive.


"Gimana? Ada keluhan kah?" Tanya Alden.


"Masih suka tiba-tiba pusing aja sih kak. Mungkin emang proses nya begitu cuman nggak separah pas sakit sebelum operasi." Jawab Olive.


"Nanti coba biar aku tanyain juga ke dokter. Aku takutnya itu efek samping aja." Ucap Alden.


"Iya kak, oiya. Aku mau nanya tentang yang ini. Ini kok bisa dapet hasil segini dari mana?" Tanya Olive sambil menunjuk yang perlu di jelaskan oleh Alden.


"Emm, ouh! Aku tau, sebelum aku jelasin kamu makan dulu. Mumpus masih anget makanan nya. Nanti setelah makan baru aku jelasin." Jawab Alden.


"Beneran ya?" Tanya Olive.


"Iya, udah nih makan dulu. Biar aku yang lihat buku nya aku cari kata yang bisa kamu ngerti kenapa bisa dapet segitu hasilnya." Sahut Alden.


"Oke!" Ucap Olive semangat.


Olive memakan makan siang nya sedangkan Alden mempelajari lagi bagian yang Olive nggak ngerti dengan kata-kata nya. Tiba-tiba teman-teman mereka kembali, Rafa juga membawa titipan dari kurir antar makanan di lobby yang kebetulan untuk Alden.


"Bos, ini makanan nya. Kebetulan tadi ketemu sama kurir nya." Ujar Rafa.


"Emm, letakin di situ dulu bentar." Ucap Alden.


"Bos lagi ngapain sih serius banget?" Tanya Ryan.


"Biasanya kalo bos udah serius pasti antara dua, pertama karena balas chat dia. Kedua karena belajar." Bisik Rafa.


"Kak Alden, makan dulu. Nanti aja nggak apa jelasin nya setelah makan." Ujar Olive.

__ADS_1


"Ya tanggung bentaran." Jawab Alden.


Olive berhenti makan. Alden bingung.


"Kok berhenti? Baru dua suap kamu makan." Ucap Alden


"Kak Alden nggak makan aku nggak mau makanlah. Sini buku nya biar aku aja yang belajar." Ujar Olive yang ingin merebut buku itu.


"Ehh... yaya aku makan." Sahut Alden kemudian menutup buku dan mulai makan.


.


Olive dan Alden sama-sama makan makanan mereka. Seperti tidak sadar jika masih ada teman-teman mereka di ruangan yang sama.


"Kita kayak nyamuk nggak sih jatuh nya." Bisik Shakila.


"Bener tuh, kita kayak nggak di anggap euy. Ya, tapi nggak apalah dari pada mood mereka lagi Bad kita susah jadinya." Bisik Rafa.


"Setuju." Bisik niesha di angguki Ryan.


Olive akan menyuap makan nya lalu tersadar teman-teman nya memperhatikan.


"Kalian nggak makan?" Tanya Olive.


"Makan kok. Makan makan." Sahut Ryan.


Mereka akhirnya pun makan. Begitu pun hari berikutnya, para orang tua tidak jadi menjenguk hari itu karena pasti akan mengganggu konsentrasi fokus untuk sembuh nya Olive. Alden pulang sekolah datang membawa buku catatan lain dan memberi penjelasan ke bagian yang Olive tidak mengerti.


"Kamu beneran udah nggak apa? Nggak mau nambah hari lagi?" Ucap Alden.


"Kak aku udah sembuh. Lihat aku sudah bisa jalan dan lari seperti biasa. Aku sudah bosan disini terus walaupun kakak menyogoknya dengan buku-buku pelajaran itu." Jawab Olive.


"Bener?" Tanya Alden.


"Ya. Beneran, aku janji kalo aku ngerasain efek apapun itu di kepala aku bakal langsung bilang ke kak Alden." Ujar Olive.


"Yaudah aku percaya deh." Sahut Alden.


"Sekarang kan kakak doang yang tau aku pulang, kakak mau ngantar aku pulang atau aku nunggu kak Belden pulang kantor jemput?" Ucap Olive.


"Aku ngantar kamu pulang. Kak Belden nggak kerja, kan sekarang minggu gimana sih kamu." Jawab Alden.


"Minggu? Bukan senin ya? Gegara kakak aku sampe nggak ngenalin hari. Astaga, berarti besok senin ya?" Ujar Olive.


"Iya besok senin. Upacara, jadi kamu nggak usah masuk sekolah." Sahut Alden.


"Terus aku gimana nonton kakak lomba besok, lupa kalo besok kelasan kakak tanding lawan sekolah luar?" Ucap Olive.


Alden langsung tepok jidatnya.


"Astaga! Besok ya? Berarti Promnight tinggal kurang dari dua minggu juga dong? Ya Ampun nggak ada persiapan lagi besok." Jawab Alden.


"Nah kan, bingung sendiri. Sekarang yang penting kakak percaya aja sama kelompok basket kakak. Kan besok juga ada pemanasan sebelum tanding. Atau kakak mau latihan sekarang? Biar aku telepon kak Belden buat jemput aku, gimana?" Usul Olive.

__ADS_1


"Nggak. Ini udah siap semua? Yaudah ayo aku antar pulang sekarang." Ujar Alden sambil mengangkat satu tas berisi baju ganti Olive.


Olive pun mengikuti Alden keluar dari kamar rawatnya. Di perjalanan mereka mendengarkan instrumen-Instrumen lagu kesukaan mereka yang ternyata sama. Tanpa sadar mereka tiba di halaman rumah Olive.


"Makasih kak udah ngantarin." Ucap Olive.


"Yaudah masuk gih. Besok jangan sampe terlambat lho... " Jawab Alden.


"Iya. Lagian besok free kan nggak belajar jadi malam ini bisa begadang full. Oke, bye kak!" Sahut Olive langsung memasuki pintu utama.


Alden yang mendengar itu meletakkan kedua tangannya di pinggang. Namun tiba-tiba pintu utama terbuka kembali, Olive memunculkan kepala nya.


"Bercanda, besok semangat tanding nya. Awas aja kalo kalah." Ujar Olive melambaikan tangan kemudian masuk dan menutup pintu.


Alden pun tersenyum gemas dengan tingkah Olive. Akhirnya dia pergi meninggalkan halaman rumah keluarga nugraha dan pulang kerumah nya.


Keesokkan harinya, Alden bangun lebih awal untuk ke sekolah. Dia meminta untuk di bawakan bekal sarapan saja kemarin saat makan malam. Lalu dia pergi ke sekolah, ternyata sekolah masih sangat sepi. Alden pun ke kelas untuk mengirim pesan ke Olive.


[Bangun!]


...[Siapa yang bangun jam segini kak, ini masih pagi banget tau.]...


Alden pun melihat jam memang masih jam 6:15 masih ada 15 menit lagi sebelum bel berbunyi.


[Lima belas menit lagi bel masuk Olive dan tiga puluh menit setelah itu pertandingan akan di mulai.]


Balas Alden.


[Aku masih mengantuk kak. Semalam belajar sampai jam tengah malam. Biarkan aku tidur sebentar lagi.]


Alden kaget mendapat balasan itu, tebakan dia bemar jika Olive begadang belajar semalaman.


[Baiklah terserah kamu.]


Balas Alden seperti mengambek pada pacarnya. Alden pun tidak memperdulikan ponselnya lagi. Saat kedua teman nya datang mereka langsung ke lapangan untuk mulai pemanasan. Disana sudah cukup banyak penonton. Saat mengedarkan pandangan dengan tidak sengaja, Alden menangkap seseorang tersenyum ke arahnya.


[Aku nggak akan ingkar janji belajar hingga larut malam. Terlebih, esok hari (Hari ini) ada pertandingan penting yang harus aku hadiri. Semangat bertandingnya kapten basket.]


Olive mengirim pesan, karena dari tadi Alden hanya menatapnya saja. Akhirnya Olive melambaikan tangan dan menunjuk ponselnya. Alden pun sadar dan langsung membuka pesan dari Olive. Alden tersenyum mendapat pesan itu.


[Dasar kamu ini ya. Pantas saja dari tadi aku lihat ke gerbang kamu nggak muncul-muncul. Ternyata sudah stand by di lapangan. Pasti! Aku bakal menang. Terima kasih sudah menghadiri pertandingan penting. Aku tidak akan mengecewakan mu dan akan memenangkan pertandingan ini.]


Alden membalas, Olive pun langsung membuka ponsel nya dan terkekeh mendapat balasan dari Alden. Olive mengacungkan jempol kepada Alden tanpa sepengetahuan yang lain.


[Sudah sana fokus latihan pemanasan. Jangan melihati aku terus.]


Alden yang mendapat balasan itu hanya melirik lalu tersenyum tipis pada Olive. Lalu Alden memulai latihan pemanasannya. Tak lama kemudian pertandingan pun di mulai. Dibabak awal Tim Alden memimpin, babak kedua mereka seri jadi akan di adakan waktu tambahan.


Olive menatap kagum ke arah Alden yang sudah mandi keringat karena pertandingan itu. Terlebih akan ada pertandingan tambahan karena waktu seri. Tadi pagi Olive diam-diam masuk ke ruang ganti tim basket. Dia memasukkan sebotol jus orange yang di beli nya dalam perjalanan ke sekolah.


Saat Alden membuka loker miliknya ada sebuah botol itu dan tertulis 'Semangat! Kamu pasti bisa.' seperti itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2