Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 115 - Tuan Kecil Jatuh Cinta


__ADS_3

Topi nya tadi sempat di ambil kembali Oleh Robert lalu dengan cepat Robert juga iseng mengacak-acak rambut Reina. Membuat Reina memasang raut wajah cemberut dan buru-buru merapihkannya tetapi itu membuat hatinya tersenyum. Robert iseng nya telah kembali. Sedangkan Robert tersenyum sambil jalan mundur ke tempat ia akan bersembunyi, Robert senang bisa menjahili Reina nya kembali.


"Hei, Kalo di panggil tuh nyahut napa." Tukas Reno.


"Kakak udah lihat aku duduk kenapa gitu teriak manggilnya? Nggak bisa apa pake cara lembut dikit." Katus Reina menggeser duduknya.


"Tadi kamu ngobrol sama siapa?" Tanya Reno.


"Kakak lihat nggak, emang ada orang gitu disini selain aku? Nggak kan? Iya, aku ngobrol sama hantu Robert kenapa? Masalah? Udah ah, aku mau pulang." Kesal Reina.


"Kalo di tanya jawabannya yang bener jangan belibet begitu." Tahan Reno hingga pergelangan tangan Reina sakit.


"Sakit kak! Aku kan udah bilang tadi, nggak usah sok peduli sama aku. Sana lanjutin aja traveling nya, jangan pernah balik lagi dan tadi nggak ada siapa-siapa di taman cuman aku doang. Puas? Sekarang aku mau pulang. Lepasin sekarang juga!" Berontak Reina berhasil kemudian berlari pulang ke rumah nya yang tidak jauh dari toko milik nya juga.


Sedangkan Robert saat Reina dan Reno berdebat ia memanfaatkan waktu untuk kembali ke dalam mobilnya menunggu Reina nya lewat untuk pulang.


"Dek! Tunggu, kakak belum selesai ngomong nya." Ujar Reno berusaha untuk menyamai jalan Reina.


"Apalagi?" Tanya Reina berhenti tidak jauh dari mobil Robert.


"Maaf." Ucap Reno dengan suara kecil namun terlihat jelas bibir dan terdengar jelas juga oleh Reina.


Reina terdiam di tempat dan tersenyum smirk.


"Jangan mengatakan kata-kata itu. Kata maaf dari kakak udah kadaluwarsa kak, aku katakan ini untuk terakhir kalinya. Jika kakak ingin pergi traveling lagi pergilah, aku akan coba untuk meminta gaji di awal dengan bos ku besok dan kakak bebas ingin pergi kabur kemana pun kakak suka. Kali ini aku benar-benar akan melakukan pemberontakan, aku sudah muak menjadi tawanan para pengecut itu." Jawab Reina kemudian pergi.


Reno menunduk merasa bersalah kepada adik dan kedua orang tua nya. Tak lama kemudian Reno juga menyusul Reina untuk pulang ke rumah nya. Setelah situasi aman, Prass akhirnya membawa pulang Robert pulang ke Mansion Nugraha sesuai perintah Oma saat tahu cucuk kecilnya melakukan tindakan dengan gegabah.


"Kok ke arah Mansion?" Tanya Robert yang baru menyadari perjalanan nya.


Tak ada sahutan dari Prass sudah menjadi jawaban untuk Robert. Siapa lagi yang memberikan perintah jika bukan oma nya. Tak lama kemudian mereka sudah tiba di Mansion Nugraha, Robert segera turun sedangkan Prass memarkirkan mobilnya kembali ke garasi. Prass mengira tuan kecil nya mungkin sudah masuk ke dalam ternyata masih menunggu di teras.


"Hancurkan mobil itu sebelum besok, jika tidak ingin di hancurkan bongkar pasang ulang mobil itu aku berfirasat jika mobil ku di pasang pelacak oleh orang itu dan jangan lupa mengganti plat nomor juga. Kemudian, lacak lokasi link yang tadi sempat aku kirimkan padamu. Itu adalah link yang menyadap lokasi pada Reina juga terakhir aktifkan penyadap yang sudah aku berikan pada Reina. Mungkin besok kita sudah mengetahui siapa orang dibalik pengadu dombaan di keluarga Nugraha ini. Itu aja buat malam ini, selesaikan tugas kemudian tidur." Ucap Robert kemudian masuk ke dalam Mansion membuat Prass terdiam dengan kata-kata bijak yang di ucapkan majikannya.


"Tuan kecil semakin beranjak dewasa. Tidak akan mengecewakan tuan." Gumam Prass tegas pada dirinya.


Prass menuju markas dan segera meminta bawahannya untuk menghancurkan mobil yang baru saja di pakai nya bersama tuan kecil lalu beli yang baru kembali model yang sama tetapi warna berbeda. Lalu dirinya langsung berkutat dengan lihai jemari nya di komputer untuk mencari pelacak yang di kirim oleh tuan muda nya. Semntara yang di Bar,


"Apa sudah ada kabar tentang Robert?" Tanya Olive.

__ADS_1


"Sudah nona, Tuan kecil baru saja sampai di rumah." Sahut Zet.


"Baiklah. Tetap berjaga di luar sebentar lagi kita pulang." Pinta Olive.


Zet mengangguk dan mengundurkan diri dari ruangan itu.


"Kak, coba bicaralah dengan Reina dengan cara menulis. Mungkin dia akan menceritakan semua nya pada kakak, Aku berfirasat jika dia mungkin tidak bisa berpergian jauh dari area para pengancam ini sudah kuasai. Atau bisa jadi, dia di minta oleh pengancam ini untuk menaruh penyadap suara di toko kakak padahal dia juga melakukan itu di ponsel Reina." Ujar Olive.


"Baiklah, besok aku akan coba untuk bicara dengannya. Lalu apa yang akan kamu lakukan?" Tukas Luna.


"Aku akan mengintrogasi Robert dan menanyakan sejak kapan dia sudah memata-matai Reina sebenarnya." Sahut Olive.


"Setelah kamu mengetahui semuanya?" Tanya Bara.


 "Tentu saja aku butuh bantuan kalian, bisa saja Robert menemukan link penyadap di ponsel Reina saat tadi mereka bertemu." Pinta Olive.


"Kenapa aku berfirasat jika ini semua mengarah pada Ibrano ya, tapi seingatku dia sudah mati 3 tahun silam karena bom bunuh diri di swedia." Curiga Cenan.


"Kenapa lu curiga begitu?" Tanya Luna.


"Karenaa akhir-akhir ini ada pergerakan mencurigakan di negara yang sama dengan paman Tio. Mirip dengan rencana nya dulu saat kakek Nugraha masih ada. Ini buat kalian jaga-jaga aja ya, Ibrano ini sempat mempunyai kelompok mafia hitam di satu negara. Infonya masih berbayang di negara mana karena kayak di oper-oper gitu lho. Kadang ada info dia kuasai negara jepang kadang dubai kadang maksiko. Jadi, masih di bikin pusing aja." Jelas Cenan.


Tiba-tiba ponsel Olive berbunyi, di layar tertera nama RNN tanpa menunggu lama Olive langsung mengangkat dan menyalakan speaker nya.


Kak, Masih di Bar kapan pulang?


Kenapa dek?


Kak ini hanya fikiran buruk aku saja, tapi sepertinya Reina sudah berpihak pada musuh. Awalnya aku tidak menyimpulkan ini, tapi saat aku bertemu dengannya dia sengaja membawa aku ke arah taman. Aku sempat bertanya apakah ada kamera pengawas di taman itu dan dia menjawab tidak ada. Tapi, menurut dari link yang berhasil aku dapatkan di ponsel dia. Mereka sudah memasang itu di sekitar Markas, Bar, toko kak Luna bahkan kantor yang lainnya juga. Kak, sepertinya aku ketahuan oleh mereka.


Kirimkan padaku juga link itu Robert.


Apa yang akan kakak lakukan?


Bawahanmu tidak akan bisa merentas link lokasi sesungguhnya, biar aku bantu juga dan kita bisa samakan. Apakah pusat nya yang kita temukan adalah sama atau tidak.


Ah, kakak bener juga. Tunggu sebentar.


Tiba-tiba terdengar suara opa masuk ke ruang kontroling Markas.

__ADS_1


"Robert, apa yang sedang kamu lakukan? Kamu tidak menyesal terlalu gegabah melakukan tindakan tadi?" Ujar Opa.


"Opa tenang aja. Selama aku masih terlihat dekat dengan kalian, mereka tidak akan bisa melakukan apapun padaku. Aku juga sudah meminta Reina untuk memasang penyadap suara di tempat tersembunyi yang sering kelompok itu jadikan tempat mengobrol." Sahut Robert.


"Seklompok orang? Siapa maksud kamu?" Tanya Opa.


"Aku melihat mereka memiliki tato ular di tangannya. Tapi, setelah di telusuri oleh Prass kelompok itu sudah lama musnah karena bos mereka sudah tidak ada. Lantas yang aku lihat semalam apakah salah? Tapi Prass juga melihat nya." Jelas Robert.


"Iya tuan, itu benar-benar jelas seperti tato ular. Tuan muda kecil tidak salah melihatnya." Tukas Prass.


Itu tato dari kelompok Ibrano dulu. Benarkah Ibrano masih hidup?


"Bagaimana bisa dia hidup kembali? Jelas di berita bahwa Ibrano di nyatakan meninggal beberapa tahun silam. Mungkinkah dia memiliki seorang kembaran? Mungkin saja, yang mati adalah kembarannya dan Ibrano sesungguhnya hidup?" Tebak Opa.


"Opa kenapa semakin banyak cabang seperti itu?" Kesal Robert.


"Itulah mafia sayang, harus berpikir buruk sangka terlebih dahulu. Masalah benar atau tidak urusan belakang, kamu tidak mengerti?" Tanya Opa.


"Aku merasa pusing karena memikirkan keselamatan Reina tapi opa menambahkan rasa pusing itu." Protes Robert.


"Beginilah cara berpikir mafia sayang. Jika ternyata tebakan yaang awal salah dan kita baru tahu ternyata Ibrano benar memiliki kembaran disaat itu kita tidak memiliki rencana apapun. Maka dari itu Opa memiliki pemikiran bahwa Ibrano memiliki kembaran agar kalian ada rencana cadangan jika ternyata apa yang opa katakan adalah benar." Jelas Opa.


"Prass, sepertinya aku lebih cocok tinggal di desa seperti dulu saja." Keluh Robert duduk di bangku.


"Jadi tuan menyerah untuk melindungi nona Reina dari para pengancam itu? Tanya Prass.


"Tentu saja tidak.. Aku bahkan tidak bisa tidur sekarang karena memikirkan itu." Kata Robert.


Robert kami sudah semakin dewasa sekarang, mengerti cinta. Sangat mengharukan...


"Aishh! Kalian malah menggoda Robert. Sayng, cinta tak seindah yang kamu bayangkan dan harus dengan perjuangan. Ini baru tahap awal kamu mengenal cinta, jangan terlalu terhanyut atau kamu akan merasakan trauma sejak dini jika ternyata cintamu berkhianat. Sekarang, selesaikan apa yang harus kamu selesaikan kemudian cepat tidur jangan memikirkan apapun. Mengerti?" Pesan Opa lalu pergi meninggalkan ruang kontroling.


Apa maksud opa barusan kak?


Hahaha! Maksud nya kamu jangan kenal cinta dulu kalo tidak ingin merasakan sakit hati di khianati jika belum yakin dengan orang yang kamu sayangi dan cintai.


Begitukah? Eiits! kakak menipuku, sudahlah. Pokoknya info dari ku hanya itu setelah aku bertemu dengan Reina dan aku merasa kita harus meminta bantuan perlindungan yang super ketat lagi kak. Sudah aku mau kerja, Bye!


Ucap Robert lalu mengakhiri panggilan teleponnya. Sementara yang di Bar menertawakan Robert yang sudah di pastikan salah tingkah karena ketahuan benar jatuh hati pada Reina. Bagaimana kelanjutan kisah cinta Robert Reina?

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2