Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 18 - Hidup Kembali


__ADS_3

Ryan, Rafa, Shakila dan Niesha merasa aneh dengan tingkah bos mereka. Karena merasa penasaran mereka pun bertanya.


"Kalian sejak kapan dekat banget?" Tanya Ryan.


"Kalian udah jadian ya?" Tebak Niesha.


"Hahaha... " Tawa Olive dan Alden.


"Eh, kok ketawa sih?" Ujar Shakila Rafa kompak.


"Nggak. Kalian kenapa sih kok pertanyaan nya aneh gitu. Sejak kemarin abis cerita banyak." Sahut Alden.


"Harusnya juga kita berdua yang curiga, sejak kapan kita duduk pasang-pasang an begini? Kalian kali yang udah jadian." Ucap Olive.


"Nggak!" Jawab Rafa, Ryan, Shakila dan Niesha kompak.


"Sudah-sudah jangan bahas yang nggak penting. Kalian mau pesen apa? Biar gue yang pesenin deh." Tawar Alden.


"Aku mau bakso kecil sama mie kuning kuah, minum nya es teh." Pesan Olive.


"Kamu nggak minum obat? Kok minumnya es?" Tanya Alden.


"Nggak bawa kak, ketinggalan nanti sampe rumah makan siang baru minum. Yang ke bawa cuman salep sama obat demam malahan." Jawab Olive.


"Kita sama in rata aja deh kayak Olive." Ucap Shakila di angguki Niesha, Rafa dan Ryan.


"Oke." Sahut Alden kemudian pergi memesan.


Saat Alden memesan, Gitta dan Ilona memasuki kantin. Tanpa mencari Alden ia duduk sembarang di tempat yang kosong. Ilona memesan somay dua paket dan minum es jeruk. Kemudian kembali duduk.


Kantin cukup ramai, Karena kelasan Olive tidak ada guru jadi semua murid sudah datang duduk di kantin sejak awal. Ilona mengedarkan mata dan kaget, ada tiga perempuan di meja yang sama dengan Alden, Rafa dan Ryan. Perempuan ini membelakangi pintu masuk jadi tidak ketahuan itu siapa. Sedangkan Gitta membelakangi Alden.


"Lu lihat apaan sih? Kok kaget gitu kayak ketemu setan aja." Celetuk Gitta.


"Gue nggak tau itu setan atau halusinasi gue atau mungkin dia hidup." Jawab Ilona.


"Hah?" Ujar Gitta bingung.


"Itu ada tiga perempuan duduk di meja yang sama dengan Alden, rafa dan Ryan. Bukannya harusnya sisa dua ya?" Ucap Ilona.


Gitta melihat ke arah yang di tunjuk Ilona dan kaget. Disisi lain, Ryan mengetahui jika Ilona dan Gita sudah melihat ke arah meja mereka dan terkejut.

__ADS_1


"Guys, bentar lagi ada yang bakal datang. Mereka udah sadar kalo ada tiga perempuan yang gabung di sini yang seharusnya cuman dua. Kalian siap-siap aja." Ucap Ryan memperingatkan.


"Hufft! Semoga nggak terjadi apa-apa deh." Sahut Niesha.


Gitta karena antara penasaran dan takut akhirnya dia memberanikan diri untuk datang ke meja Alden.


"Guys! Datang." Bisik Rafa.


"Gimana kak kesan nya udah mau kelas tiga?" Tanya Shakila.


"Ya nggak gimana-gimana, paling nanti di kurangin aja jalan-jalan main nya. Yang tadinya ke bar seminggu empat kali jadi tiga kali." Sahut Ryan.


"Yee! itu mah banyakan ke bar nya dong. Kita belajar kan cuman lima hari, kalo ke bar nya emoat berarti belajarnya cuman sehari dong." Heboh Rafa.


"Betul. Hahaha... " Tawa Ryan.


"Ehm! Alden." Panggil Gitta.


Alden yang hanya diam malah di panggil. Alden mengangkat kepala nya dan memasang muka dingin.


"Dia anak terbaru lagi?" Tanya Gitta sambil menunjuk cwe yang duduk di hadapan Alden di pojokan.


"Kok di tanya nanya balik sih? Tinggal jawab aja." Ucap Gitta mulai emosi.


"Emang kenapa kalo sekolah kita ke datangan anak baru lagi? Ini kan sekolah gue bukan punya lu. Bukan lu juga yang seleksi anak baru boleh sekolah disini atau nggak." Jawab Alden.


"Kalian berdua teman macam apaan sih, pas teman yang satunya lagi hilang malah ninggalin dan cari teman baru." Ujar Ilona membuat Ryan dan Rafa tak kuat menahan tawa.


"Hahaha...!" Tawa Ran dan Rafa.


"Kak kayak nya kakak salah ngomong deh. Itu Olive kok, emang Olive hilang kemana kak?" Ucap Niesha santai.


Olive menengok dan berdiri ke arah Gitta Ilona mereka mundur beberapa langkah karena terkejut. Murid-murid yang berada di kantin pun curiga ada hal apa yang di tutupi Gitta dan Ilona sehingga mereka melihat Olive seperti melihat hantu.


"Lu--Lu bukan nya ke kurung di gudang rooftop? Kok bisa disini? Gue jelas-jelas udah gembokin ruangan itu dan lu juga pingsan tapi kok lu disini? Terus yang di dalam gudang siapa?" Ucap Gitta tak sadar bahwa ia telah mengakui perbuatannya.


Seketika kantin ramai dengan pernyataan Gitta.


"Kakak yakin udah gembok dengan benar? Yakin beneran itu aku?" Tanya Olive.


"Yakin! Ini kunci gudang masih di gue karena udah gue duplikat. Lu siapa?!" Ujar Gitta.

__ADS_1


"Aku Olive kak, anak baru sekolah ini. Baru tiga hari masuk sekolah. Kakak aneh deh, salah orang kali." Ucap Olive.


"Gue punya foto nya kalo lu pingsan di depan mata gue dan Gue juga foto pas lu pingsan di dalam gudang itu. Ini buktinya." Sahut Gitta menunjukkan video dan foto ketika Olive di pukul hingga di masukkan ke dalam gudang.


"Lu baru saja mengakui perbuatan lu ya git?" Tanya Alden.


Gitta dan Ilona sadar menjadi tontonan murid di kantin. Gitta pun panik tapi tidak bisa mengelak lagi karena itu kata-kata dari mulut nya sendiri.


"Lu sadarkan apa yang barusan lu ucapkan itu adalah pengakuan lu atas perbuatan lu yang hampir bikin orang mati? Atau bisa di bilang membunuh dengan perlahan. Karena secara tidak langsung lu siksa orang di rungan berdebu dan nggak ada oksigen masuk. Bahkan, lu bilang orang itu di pukuk sampe pingsan dan yang lebih mengejutkan adalah orang itu Olive anak baru sekolah ini." Jelas Alden membuat Gitta semakin terpojok.


"Secara tidak langsung, kalo berfikir sesuai fikiran anak IPS, lu membunuh secara tidak langsung lebih tepatnya lewat perantara. Kenapa? Lu takut di penjara sendiri?" Ujar Ryan.


"Ngajak teman buat masuk penjara?" Sambung Rafa.


"Diam!!! Diam!" Teriak Gitta histeris.


"Kak, aku bakal perkenalkan diri aku dengan benar. Nama aku Belinda Olivia Nugraha, kalo kakak merasa masih asing coba di ingat kembali siapa nama pemegang saham yayasan sekolah ini selain Om Adelard Gibran Fausta." Ucap Olive.


"Kamu---Kamu anak nya tuan Nugraha? Pemegang saham yayasan terbesar sekolah ini?" Kaget Ilona.


"Syukurlah kalo kak Ilona sudah sadar. Tolong sadarkan teman kakak itu, siapa aku dan bagaimana keluarga aku membantunya hidup selama ini. Bukan begitu pak Firman?" Sahut Olive.


Olive menyebut Firman karena kebetulan dia berdiri di pintu masuk kantin. Dirinya baru tahu jika Olive adalah anak dari Nugraha. Orang yang selama ini membiayai kehidupan keluarga nya. Alden, Ryan, Rafa, Shakila dan Niesha kaget mendengar ucapan Olive.


Gitta yang mendengar nama papa nya tersebut pun makin terpojok.


"Hah! Kak gitta, kakak tuh salah pakai cara itu. Sebelum aku datang ke sekolah ini aku sudah pernah mengalami hal serupa sebanya tiga kali. Apa yang terjadi? Aku masuk rumah sakit kak, sama seperti kemarin. Jika bukan teman-teman aku dan bahkan kak Alden telat sedikit aja. Berarti kakak udah bunuh anak dari yayasan sekolah ini. Ini menurut aku masih level satu kak, kakak tau apa yang paling menyakitkan? Aku di fitnah anak di luar nikah terus aku di lempari dengan telur busuk satu sekolah karena ulah orang yang seperti kakak! Orang yang iri nya tinggi, aku nggak bisa berbuat apapun. Penyebab nya apa? Sama kak. Pria terpopular di sekolah di dekati anak baru, padahal anak baru itu yang di dekati sama pria popular kak." Jelas Olive dengan suara nya yang gemetar mengingat masa lalu yang menyakitkan.


Olive berkata seperti itu membuat Alden ikut merasakan sakit. Sekarang ia sangat paham kenapa Olive tidak ingin menggunakan kekuasaan untuk melindungi diri nya sama sekali. Hanya untuk mengetest apakah sekolah yang di tuju adalah tempat yang tepat atau mungkin ia salah memilih lagi. Alden merasa ada yang mendorong untuk melindungi olive mulai detik itu.


"Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa nggak jujur aja dari awal dan lain sebagainya. Jawabannya cuman satu, apakah sekolah ini pantas di sebut sekolah yang sesungguhnya atau tidak. Sekolah sesungguhnya disini adalah sekolah yang normal, tidak melarang sesiapa untuk dekat dengan siapa karena alasan tidak logis. Lalu sekolah bully seperti yang terjadi sebelum nya alias kemarin. Mungkin sekarang kakak aku lagi nonton, dia bahkan penasaran siapa sih orang yang berani gangguin adek gue di sekolah dia sendiri. Kalo misalkan kemarin kak Alden bilang kakak bakal di buang ke laut itu menurut keluarga Fausta. Untuk keluarga Nugraha, harus di siksa dulu kak. Kakak tau kan kalo mafia-mafia itu gimana siksa musuhnya. Kurang lebih seperti itu." Jelas Olive.


Alden terkejut, ternyata berita yang pernah beredar benar. Dulu ada sebuah perusahaan yang mencari masalah dengan keluarga Nugraha. Mereka di temukan di hutan dalam keadaan sudah di kuliti dan sebagian organ tubuh sampai keluar. Terutama mata di congkel.


"Aku bukan mau sombong atau di takut-takuti seperti dewa. Aku manusia biasa, sama dengan kalian. Makan nasi, nih... bahkan makan bakso kuah. Keluarga aku mengajarkan kesopanan itu nomor satu, mau setinggi apapun derajat kita kalo kesopanan nggak ada. Di mata kami yang tidak memandang lewat derajat nggak ada apa-apa nya. Aku mau seperti murid biasa yang bisa ketawa sana sini bareng kakak kelas ataupun adek kelas tanpa memandang derajat dan harus dengan kesopanan. Sudahlah, bel masuk sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu kalian bisa bubar sekarang. Pak Firman, di tunggu papa di ruang kepsek." Ucap Olive membuat Firman dan Gitta gemetar ketakutan.


Olive tersenyum melihat muka pucat Gitta dan Pak Firman.


"Maaf pak, bercanda. Papa sedang diluar kota sama mama. Jadi mungkin besok atau lusa baru datang ke sekolah setelah mengecek cctv dari rumah. Ah, satu lagi. Walaupun rekaman cctv ada yang di hapus atau di edit itu tidak akan berubah di file papa. Ya, kalian bisa tebak sendiri itu sangat mudah untuk anak teknologi bukan?" Ujar Olive tersenyum lalu kembali duduk dan memakan bakso nya seperti tak terjadi apapun.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2