Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 60 - Rahasia Zaylee


__ADS_3

Olive sengaja berjalan lebih pelan agar musuh tidak mengejar mereka saat berkendara. Lebih baik membuat keributan di tempat yang luas sekalian. Beberapa pengunjung ada yang mengenali wajah mereka.


"Kami sudah di parkiran bos, nona Phia dan yang lain sudah pergi." Lapor anak buah Robert.


Lalu saat Olive ingin jalan lagi tiba-tiba saja tidak jauh disana sudah ada Sam, Quira dan Yumi beserta pasukannya. Saat Sam mulai mengepung, sebenarnya pasukan Nugraha, Fausta dan Robert lebih banyak tapi mereka belum muncul.


"Wah! Wah! Ada keluarga kreasi nih." Ucap Quira.


"Bagaimana hadiah dari ku? Apa sangat menyakitkan?" Ujar Yumi membuat Olive Smirk.


"Kau coba tanyakan pas dua sepupu mu itu, bagaimana rasanya kemurkaanku kemarin." Sahut Olive membuat Sam emosi.


"Kau---"


"Jadi yang bikin kak Sam sampe babak belur kemarin adalah kamu? Hahaha. Mana mungkin, aku tidak percaya." Ucap Yumi.


"Ouh kamu menginginkannya juga? Kira-kira ini akan memberikan trauma untukmu nanti nya. Masih ingin mencoba? Majulah, aku akan membuat mu babak beluk lebam di sekitar tubuh." Sahut Olive dingin.


"Kau---"


"Sudahlah Yumi, Memang benar kemarin dia yang membuat kak Sam babak belur begitu. Mungkin jika aku atau kak Vino tidak datang kak Sam sudah terbaring di rumah sakit. Bahkan pasukan tidak ada yang berani menyerangnya." Jelas Quira.


"Apa yang bisa menyebabkan wanita murahan seperti dia sampai murka seperti itu kak? Bisakah kakak ucapkan lagi? Aku penasaran." Ujar Yumi.


"Aku berkata bahwa aku sangat menyukai saat kakak nya berada di bawahku kemudian aku menjadi penasaran apakah dia juga akan seenak itu? Ah, aku menyesal dulu hanya kakak nya. Padahal jika dapat---"


Alden melemparkan batu tepat mengenai kening Sam hingga berdarah.


"Maaf. Bisakah kita mulai? Tadi terpeleset dari tanganku begitu saja." Ucap Alden.


"Ahhh! Sialan!" Teriak Sam kesakitan.


"Wah, padahal aku mengharapkan kamu mengenai sebelah matanya. Tapi tidak apa." Ujar Olive.


"Aku akan melakukannya nanti." Sahut Alden.


Robert hanya tersenyum menikmatinya.


"Hei! Wanita ******! Kau benar-benar sudah kelewatan. Aku akan melawanmu." Ujar Yumi maju dan menyerang Olive.


Olive dengan cepat menghindar dan mempertahankan posisi menyerang dengan tangan kosong sedangkan Yumi menggunakan Belati. Saat senggang, Zet melemparkan pisau belati pada Olive.


"Nona!" Teriak Zet dan Olive menangkap nya.


"Kamu bisa melawan Quira?" Ujar Alden pada Robert.


"Serahkan padaku kak." Sahut Robert.


"Baiklah, aku akan percaya pada mu." Jawab Alden.


Mereka pun mulai pertarungannya. Untuk Yumi dan Olive sangat sengit tapi Olive tidak benar-benar mengeluarkan tenaga nya sedangkan Yumi mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyerang Olive. Begitu pun untuk Robert dan Alden. Mereka tidak bersungguh-sungguh melawan musuhnya.

__ADS_1


Sementara Zet, Prass dan Nel membersihkan pasukan Clarke. Pada saat yang tepat Zet dan Nel memerintahkan agar seluruh pasukan keluar saat itu juga. Kali ini, Clarke terkepung. Mereka tidak menjadi tontonan. Semua orang di keluarkan oleh pihak taman hiburan.


Yumi berhenti dengan deru nafas yang memburu.


"Kau kenapa? Sudah menyerah? Apa masih ingin melawan lagi?" Ujar Olive yang terlihat biasa saja tidak habis bertempur.


"Kau! Bagaimana bisa?" Tanya Yumi.


"Emm... itu rahasia kawan. Hanya orang-orang seperguruan ku yang tau tekhnik ini." Sahut Olive.


Tiba-tiba ada orang yang menyerang Olive. Dia adalah Kevino Wiyata. Untungnya Olive berhasil menghindari nya, awalnya Olive kewalahan namun di akhir dia bisa membaca setiap gerakan Vino dengan mudah. Olive melawan Yumi dan Vino sekaligus.


"Zet! Bantu Nona mu. Biar aku yang mengurus sisa nya." Ucap Prass.


"Oke!" Sahut Zet.


Zet melawan Yumi kembali sedangkan Vino melawan Olive.


"Biar aku saja yang mengurus Wiyata, Zet. Kamu fokus pada Yumi." Perintah Olive.


"Baik nona." Sahut Zet.


Sam dan Quira sudah kalah Oleh Alden Robert. Mereka terluka cukup parah karena kesal dengan kemunculan Vino yang tiba-tiba. Sam mendapatkan luka goresan cukup dalam di pergelangan tangan kanan nya sedangkan Quira mendapakan luka goresan cukup banyak di kakinya hingga agak sulit berjalan.


Olive tidak benar-benar mengeluarkan tenaga asli nya. Dia dengan santai melawan Vino. Saat Vino lengah sedikit Olive akan membuat Vino mundur dengan tendangannya hingga tersungkur.


"Selamat datang Wiyata. Kenapa anda muncul secara tiba-tiba begitu? Anda tidak di ajarkan sopan santun ya? Jika bertamu datanglah dari depan, ternyata begini etika buruk Wiyata." Kesal Olive.


"Baik. Aku akan menunjukkan yang sebenarnya padamu." Sahut Olive.


Kali ini Olive benar-benar menyerang secara intens. Olive tidak memberi luang untuk Vino menyerang, Vino benar-benar kewalahan menghadapi Olive. Dulu dan sekarang Olive sama tidak bisa di kalahkan. Terakhir Olive menggores di kaki sebelah kiri Vino seperti dulu di kaki kanan nya. Lalu menendang kepala Vino ke tanah dan saat Olive ingin melanjutkan lagi, Alden menahannya.


"Kamu bisa membunuhnya nanti. Tahanlah." Bisik Alden.


Zet juga membuat Yumi luka cukup dalam di tangannya. Sudah di pastikan mereka akan diam seperti dulu lagi. Menunggu kesembuhan pada diri mereka masing-masing. Pasukan Clarke membantu Sam, Quira, Yumi untuk berdiri. Begitupun pasukan Wiyata membantu majikannya berdiri.


Mereka menjerit kesakitan secara bergantian. Terutama Vino.


"Bagaimana rasanya nostalgia? Mendapatkan luka yang sama persis di tempat yang berbeda. Jangan menyalahkanku tidak memberimu peringatan." Ucap Olive dengan nafas yang masih memburu.


"Jadi, kau benar yang membuat kak Vino sampai tidak bisa jalan saat itu. Bagaimana kau bisa mengalahkan kemampuan kak Vino?" Ujar Yumi.


"Mundur!" Perintah Vino kepada anak buahnya.


"Kak jawab aku bagaimana kakak bisa di kalahkan oleh seorang wanita ****** seperti dia?" Tanya Yumi.


"Karena aku takut jika Lee akan di bunuh olehnya! Lee berada di tangan perempuan itu!" Teriak Vino membuat Yumi terdiam.


"Ouh, maksud mu anak kecil bernama Zaylee? Kalian tenang saja aku akan pastikan dia untuk berada di tempat aman dan damai." Ucap Olive.


"Zaylee? Lee? Jika terjadi sesuatu pada nya aku---"

__ADS_1


"Hahaha! Kau menyamakan aku dengan keluargamu? Yang haus akan hasrat manusiawi? Aku tidak seperti keluargamu. Yang memakai kekuasaannya untuk menyiksa orang tidak bersalah. Seharusnya aku yang marah dan bisa saja sekarang aku membunuh kalian. Tapi, boleh juga sih di coba. Biar kalian merasakan bagaimana memiliki anggota keluarga yang trauma akan sekitar. Aku akan memikirkan itu, terima kasih saran nya." Ujar Olive.


"Jangan! Aku Wiyata mengaku salah. Aku juga mewakilkan keluarga Clarke untuk itu. Lepaskan Lee, dia benar-benar tidak mengetahui apapun." Ucap Kevino.


Olive mengeluarkan ponselnya dan menyalakan kamera Video.


Kakak Olive! Kakak Olive terimakasih hadiah mainan nya! Aku sangat menyukai nya.


Benarkah? Bagaimana teman-teman mu disana? Apa mereka masih berani membullymu?


Suuttt! Kakak Olive jangan berbicara keras-keras aku tidak ingin om Vino tau. Mereka tidak berani membully ku lagi.


Syukurlah. Ingat untuk tetap memeriksakan luka mu. Jika ada apapun kabari aku. Kamu mengerti?


Baiklah kak. Kakak sedang dimana? Sepertinya bukan di rumah?


Iya kakak sedang ada di luar rumah. Di taman hiburan, nanti saat kamu kesini aku akan mengajakmu.


Benarkah? Janji ya kak? Om Vino tidak pernah mau mengajakku. Kakak sangat baik, aku bersyukur bisa kenal dengan kakak.


Om Vino tidak pernah mengajakmu? Kenapa?


Dia selalu bilang sibuk, sibuk dan sibuk. Bahkan Keluarga Clarke yang bekerja untuknya tidak mau menemaniku. Aku seperti tidak di anggap disana. Sampai satu hari aku mendengar bahwa om Vino merencanakan untuk menabrak seseorang.


Semua yang mendengar pun terkejut. Terutama adalah Kevino.


Maka nya aku memilih untuk pergi, aku bilang padanya bahwa aku ingin hidup mandiri. Aku tidak ingin tau apapun tentang apa yang di lakukan Om vino. Sampai sekarang pun aku tidak pernah menerima telepon dari nya. Jika aku tau keluarga mana yang menjadi target nya aku benar-benar akan meminta maaf pada mereka. Aku mencari itu sampai sekarang tidak ketemu. Tapi, aku akan terus mencarinya. Aku tidak ingin memiliki musuh dan hidup tak normal seperti mereka.


Baiklah, sudah dulu ya telepon nya. Nanti kita lanjut lagi. Kamu belajar yang benar disana. Bye!


Bye kak, aku menyayangimu...


Olive tersenyum kemudian mematikan sambungan telepon nya. Kali ini Olive benar-benar membuat Vino seperti di hujani pisau tepat di ulu hati nya. Vino tidak menyangka jika Lee mendengar itu.


"Huh! Sudah cukup untuk hari ini. Semua, cabut!" Perintah Olive.


Olive dan pengikutnya meninggalkan Wiyata dan Clarke bersaudara yang masih hanya bisa terdiam mendengar pengakuan dari Zaylee. Mereka terlalu sibuk sampai tidak tau apa yang terjadi disana dengan Zaylee nya.


Olive sampai di parkiran mendapat telepon dari Phia.


Kamu dimana? Kok belum sampai rumah? Apa yang kamu sembunyikan?


Emm... itu.


Maaf kak, aku mengajak Olive untuk menemaniku ke satu tempat. Aku akan mengantarnya langsung ke rumah jika sudah selesai.


Ouh, maaf. Aku kira Olive berbohong lagi denganku. Aku menyebabkan dia dalam bahaya. Baiklah, tolong jaga dia dengan baik ya. Aku percaya padamu.


Tentu.


Alden mematikan sambungan telepon. Lalu membukakan pintu mobil untuk Olive masuk.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2