Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 62 - Perpustakaan


__ADS_3

Alden memasuki kamar dan segera mandi untuk bebersih diri. Setelah mandi Alden keluar dengan baju handung menuju wardrobe. Kemudian dia ingat untuk memberitahu Olive, bahwa dirinya sudah sampai di rumah. Alden pun melakukan panggilan video.


Sementara Olive yang baru memasuki kamar setelah makan dan akan bener sih diri mendengar dering Ponselnya. Olive langsung mengangkat video call itu.


Aku bilang kan kabarin bukan berarti harus nelepon kan?


Iya tapi aku kangen mau lihat wajah kamu. Kamu lagi ngapain?


Baru selesai makan malam, mau mandi.


Yaudah jangan di matiin.


Alden, kamu bener-bener ya...


Bercanda sayang, aku baru selesai mandi lagi milih baju. Aku baru ingat kalo sebagian besar baju santai aku ada di Mansion.


Kok kamu pindahin ke Mansion?


Iya, waktu itu sempet ada darurat di markas yang bikin aku harus standby disana. Malas bawa nya lagi.


Yaudah pake seadanya aja. Gih, kamu makan dulu udah pada nungguin pasti di bawah.


Yaudah, sampai ketemu besok ya. Bye!


Bye!


Olive mematikan panggilan Video call dari Alden kemudian masuk ke kamar mandi untuk bebersih. Setelah Olive mandi, Olive memilih buku untuk pelajaran besok. mengerjakan tugas dan belajar hingga pukul sepuluh malam. Lalu memutuskan untuk tidur.


Sementara Alden, setelah makan ia kembali ke kamar terus memeriksa semua tugasnya untuk besok. Setelah itu Alden mengabari Ryan Rafa bahwa dirinya dan Olive sudah benar-benar resmi pacaran. Lalu Alden memilih untuk tidur.


Di sisi lain Rafa yang mendapat notif dari Alden langsung tersedak saat minum. Mereka lagi kumpul bareng Shakila dan Niesha di sebuah cafe.


"Eh, pelan minum nya. Kenapa sih?" Ujar Shakila.


"Olive udah terima Alden sebagai pacarnya. Akhirnya si Bos ngikutin kata hatinya juga." Ucap Rafa.


"Serius? Kabar baik buat kita nih. Semoga mereka nggak terpisahkan." Sahut Niesha.


"Kita lihat besok, mereka bakal ekpos nggak hubungannya di sekolah. Secara tidak langsung berarti sesama anak yayasan pacaran." Ucap Ryan.


"Ah iya bener juga. Terlebih, kak Gitta kayak nya nggak bakal nyerah gitu aja buat bikin Olive menderita. Kita harus lindungin mereka sih." Sahut Shakila.


"Yaudah lihat besok aja. Sekarang, kita Raya in aja sendiri atas jadian nya bos kita. Gua nggak tau bakal sehebat apa nanti pas mereka bener-bener di gabung dan mereka punya anak bakal sehebat apa." Ujar Rafa.


"Wahaha! Bener juga. Cheers!" Sahut Ryan.


Keesokkan hari nya Olive sudah siap dan turun ke ruang makan lebih awal. Olive membantu mama dan bibik menyiapkan sarapan. Kemudian membawa bekal untuk sarapan di jalan berdua dengan Alden.


"Duh, bahagia banget anak mama. Sampai nyiapin sarapan buat Alden. Gemes banget sih kalian." Ucap mama.


"Hehe... mama bisa aja. Iya, kebetulan Alden mau jemput aku jadi sekalian aku bawain." Ujar Olive.


"Nona, tuan muda Alden sudah datang." Kata pelayan.


"Ouh, oke. Bye ma, Bye pa." Pamit Olive sambil mencium pipi kedua orang tua nya.


Saat Olive keluar rumah, Belden dan Phia keluar dari kamar. Mereka masih setengah sadar tapi mereka tau tadi melihat adik nya keluar dari rumah.

__ADS_1


"Mah, Via kemana pagi begini?" Tanya Belden.


"Sekolah. Di jemput Alden." Ujar mama.


"Emm... adekku sudah mulai bucin." Sahut Belden.


"Bagus dong kak, sekarang Olive udah ada yang bisa jagain dia. Setelah aku perhatiin, cuman Alden yang bisa merubah suasana hati Olive. Selain Robert tentu nya. Semoga Olive nggak sakit hati atau di kecewakan nanti sama Alden." Harap Phia.


"Kamu benar juga. Ouh ya, nanti kamu mau pergi cari baju kan sama Olive? Kakak antar ya." Tawar Belden.


"Oke kak." Sahut Phia.


Saat Olive menutup pintu utama, mobil Alden tepat di depan teras Olive.


"Pagi nona." Sapa Alden.


"Pagi tuan." Sahut Olive.


Alden yang dapat sahutan dari Olive langsung tertawa. Kemudian membukakan pintu mempersilahkan Olive masuk ke dalam mobil. Setelah Olive masuk, menutup pintu nya lalu Alden memutar untuk masuk bagian mengemudi. Alden menjalankan mobil nya ke sekolah.


"Kamu udah sarapan?" Ujar Olive.


"Tadi langsung pergi hehe... lupa dibawa bekal nya." Jawab Alden.


"Kebetulan aku nyiapin bekal tadi. Pas lampu merah kamu makan aja." Ucap Olive.


"Kamu udah makan?" Tanya Alden.


"Belum. Ini mau makan." Sahut Olive menaruh sepotong roti bakar isi coklat di mulutnya.


"Olive." Panggil Alden membuat Olive menengok.


"Iseng banget sih." Kesel Olive.


"Haha... aku udah makan tuh segigit. Lebih enak." Sahut Alden.


"Ini, aku suapin aja." Ucap Olive memberikan roti.


Saat Alden ingin menggigit, Olive menarik roti nya dan mencium sekilas bibir Alden kemudian menggigit roti itu.


"Emm... enak." Usil Olive.


"Hemm... kamu beneran nih ya." Ucap Alden.


"Nggak. Ampun haha... nih serius. Aaa... " Ujar Olive menyuapi Alden.


Alden melihat di depan lampu merah, Alden menekan tombol setir otomatis. Lalu mencium bibir Olive, yang ada rasa coklat disana. Olive mengalungkan tangannya di leher Alden dan Alden menekan tengkuk leher Olive. Olive membuka mulutnya mempersilahkan Alden untuk ******* ciuman lebih dalam.


Olive menjambak kecil rambut Alden dan ******* kecil disana. Mereka sudah tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan itu. Tidak perlu malu, karena kedua nya sama-sama inginkan itu. Mobil penuh dengan suara kecupan bibir mereka. Sampai akhirnya mereka menyudahi karena kehabisan oksigen.


Alden mengelus bibir Olive dengan jemari nya, mereka saling tersenyum puas. Lalu Alden mengambil roti yang di tangan Olive untuk di makan nya. Kemudian mematikan setir otomatis dan mulai mengemudi lagi sampai sekolah.


Seperti biasa, sekolah masih sepi. Belum ada yang datang, apalagi kemarin baru ada kejadian pengepungan oleh mafia. Saat mobil sudah terparkir, Olive ingin keluar namun di tahan Alden.


"Kenapa?" Tanya Olive.


"Ke perpus atau ke lapangan basket?" Ujar Alden.

__ADS_1


"Perpus dulu. Sekalian periksa jadwal guru, harusnya sih banyak guru yang nggak masuk karena kejadian kemarin. Nanti kalo aku free kamu free kita ke lapangan basket. Ahh, penjaga perpus bilang hari ini dia nggak masuk. Dia minta aku buka perpus sampai jam istirahat. Habis itu perpus nya tutup aja." Sahut Olive.


"Oke deh. kamu langsung ke perpus biar aku yang ambil kunci." Ucap Alden.


"Okay." Sahut Olive lagi.


Olive dan Alden keluar dari mobil bersamaan. Alden ke arah pos satpam sedangkan Olive menuju perpus. Tak lama Olive menunggu Alden menyusul di pintu masuk perpus sambil membawa dua botol minum. Mereka langsung membagi tugas untuk merapihkan buku lebih cepat. Tidak sampai setengah jam mereka selesai, di luar terdengar suara anak-anak murid sudah memenuhi sekolah.


"Hufft! Sudah selesai, sekarang kita lihat siapa aja guru yang udah datang." Ucap Olive dan Alden mengangguk menyusul Olive di meja penjaga.


Hanya ada beberapa guru kelas IPS dan Bahasa yang masuk. Kelas IPA free, tiba-tiba ada pengumuman.


TES! BUAT ANAK-ANAK KELAS IPA BAIK KELAS 10 11 DAN 12 BELAJAR MANDIRI DI KELAS MASING-MASING DAN SEBAGIAN YANG IKUT LOMBA HARI RABU BISA DI GUNAKAN WAKTU NYA UNTUK LATIHAN. TIDAK ADA YANG BOLEH PULANG SEBELUM TENGAH HARI.


Olive Alden saling tatap dan tersenyum. Olive pun mengeluarkan beberapa buku dari tas nya dan menanyakan pelajaran ke Alden. Mereka belajar bersama, namun tidak di meja yang seharusnya sudah di sediakan. Tapi, Olive mengajaknya ke pojok ruangan yang jarang di lalui orang.


Pintu perpus masih terkunci, di buka nanti sekitar jam setengah sembilan. Masih banyak waktu. Di saat Alden lagi menjelaskan apa yang tidak Olive mengerti, Olive menatap Alden bukan menatap buku membuat Alden menghentikan menjelaskan dan menatap balik Olive.


"Ahh, maaf maaf aduh nggak konsen lanjutin jelasin nya." Ucap Olive memalingkan pandangan ke buku lagi.


Olive mengikuti penjelasan yang tadi di jelaskan oleh Alden untuk Olive mengerti lagi. Olive tersenyum puas saat mengerti apa yang di jelaskan Oleh Alden. Namun, Giliran Alden yang menatap lekat pada Olive.


"Berarti X ketemu Y jadinya sekian terus... Ah! Yes, ketemu." Ujar Olive senang lalu menatap Alden.


Olive terdiam di tatap lekat Oleh Alden. Alden mendekatkan wajahnya ke wajah Olive. Dengan lembut Alden menempelkan bibirnya ke bibir Olive. Olive mengalungkan tangannya ke leher Alden. Alden mengangkat Olive hingga sekarang Oleve berada di pangkuan nya.


Alden menciumi kecup bibir Olive dengan lembut hingga membuat Olive membuka mulutnya mempersilahkan Alden untuk ******* lebih dalam. Alden menekan tengkuk leher Olive. Mereka benar-benar terhanyut dan terbuai hingga suara kecupan mereka terdengar di sisi mereka.


Lalu tiba-tiba ada yang mengetuk pintu perpus.


"Bos! Di dalam ya?" Teriak Rafa.


Olive yang kaget ingin melepas namun di tahan Oleh Alden.


"Oke bos! Kita tunggu di lapangan buat latihan ya." Teriak Ryan.


Kemudian Alden melepas ciuman panas itu. Tatapan mereka seperti tatapan menginginkan lebih dari ini. Tapi, itu mustahil karena mereka belum menikah bahkan lulus sekolah. Alden mengusapi bibir Olive lembut dengan jemari nya.


"Jujur, aku menginginkan lebih dari ini. Tapi, aku sadar kita masih sekolah bahkan belum menikah. Maafin aku yang bikin kamu candu dan menginginkan lebih dari ini juga. Tapi, aku nggak mau ngerusak kamu. Aku mencintai kamu dengan hati aku dan aku ingin melakukan semua nya sesuai prosesnya. Aku janji, setelah aku lulus kamu tidak perlu menunggu lama untuk aku segera menikahimu nanti." Jelas Alden membuat Olive tersenyum dan mengangguk.


"Aku yang mancing kamu buat ngelakuin ini. Aku pasti bakal nungguin hari itu. Aku akan selalu menunggu kamu." Sahut Olive.


"Sebaiknya aku keluar sekarang dan membiarkan kamu bekerja di perpus sampai jam istirahat. Atau mungkin aku akan lepas kendali disini. Aku di lapangan." Ujar Alden dan Olive mengangguk.


Olive mengantar Alden sampai pintu perpus.


"Nanti aku ke lapangan atau kita ketemu di kantin?" Tanya Olive.


"Di kantin aja. Tadi kita belum bener-bener sarapan, nanti kamu sakit. Tunggu aku di kantin jam istirahat." Ujar Alden dan Olive mengangguk.


Cup!


"Semangat latihannya." Ucap Olive mencium pipi Alden.


Cup!


"Semangat di perpustakaan." Sahut Alden mencium kening Olive cukup lama.

__ADS_1


Olive tersenyum senang. Kemudian Alden keluar dari perpus, Olive mengunci pintu nya lagi lalu membereskan data di komputer sebelum jam setengah sembilan.


Bersambung....


__ADS_2