
Sementara itu...
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi, setelah berlarian di tepi pantai mereka mendatangi semua restoran dengan pemandangan sunrise serta suara tabrakan antar ombak batu dan karang. Alden menariik bangku dan mempersilahkan Olive untuk duduk, setelah Olive duduk Alden pergi ke sisi lain untuk duduk berhadapan dengan Olive. Olive tidak berhenti tersenyum sejak sampai tadi, bebannya terasa benar-benar terangkat begitu saja.
"Kamu kenapa sih senyum terus?" Tanya Alden dan Olive menggelengkan kepalanya.
"Tidak apa, hanya merasa bahagia aja gitu. Beban pikiran hilang begitu aja dan akku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini." Sahut.
"Aku akan mengajak kamu sebulan sekali ke pantai." Ajak Alden.
"Serius?" Tanya Olive dan Alden mengangguk.
"Kamu sangat menyukai pantai kan?" Tanya Alden balik.
"Iya, aku suka sekali. Tapi sejak kakek dan nenek meninggal aku tidak pernah ke pantai lagi. Kamu tahu, mafia antara oma opa dengan kakek nenek sangat berbeda. Aku di ajarkan untuk tetap menikmati hidup bagaimana aku sukai oleh kakek dan nenek. Kemudian berbeda dengan oma opa yang mengajarkan aku cara berlindung bertahan hidup dari musuh. Sebenernya aku sangat bingun, tapi sekarang aku mengerti. Oma opa mengajarkan disiplin yang sangat ketat kemudian aku diingatkan kakek nenek untuk tetap bersyukur menikmati hidup yang aku jalani semauku. Jadilah, aku yang keras kepala di campur dengan kekanak-kanakan seperti ini." Jelas Olive.
"Sayangnya mafia hanya menurun dari oma opa mungkin jika datang dari kakek nenek kita akan memiliki sikap yang mirip." Ujar Alden.
"Jadi, bagaimana pengajaran atau didikan dari oma opa mu? Apakah mirip dengan didikan oma opa aku atau kakek nenek ku?" Tanya Olive.
"Keduanya."Jawab Alden.
"Keduanya? Bagaimana bisa keduanya? Ah, jadi oma dan opa kamu sering bertolak belakang antara didik untuk bertahan hidup dan satu lagi selalu ingin healing?" Tebak Olive dan Alden mengangguk.
"Kamu benar. Dari situ aku harus segera dewasa agar bisa memilah waktu yang mana aku pilih. Misalkan hari ini ada jadwal aku untuk latihan dengan opa kemudian oma mengajak aku untuk berpergian maka aku akan memilih untuk ikut oma." Kata Alden.
"Kok ikut oma? Kan harusnya harinya opa." Bingung Olive.
"Kamu benar. Aku hanya mengantar oma sampai pintu toko perbelanjaan setelah itu aku akan memanfaatkan waktu untuk pergi Gym di luar dari alat-alat yang aku punya di rumah. Kebetulan itu ada di mall yang sama dengan yang biasa oma datangi." Jelas Alden.
"Aku tebak pasti kedua nya ngambek. Karena seharusnya kamu nemenin oma belanja sana sini di toko perbelanjaan atau bisa dibilang sebagai pegang tas yang buat bawa-bawa barang yang di beli. Kemudian, opa ngambek karena tidak bisa mengawasi kamu karena kalo kamu nge Gym dirumah, opa bisa bolak balik antara Mansion untuk melihat kemajuan kamu dalam berlatih dan Markas untuk mantau keadaan yang mencurigakan." Tebak Olive.
"Kamu bisa baca pikiran aku ternyata. Kamu benar sekali, dengan begitu aku tidak berat sebelah dalam kasih sayang. Kalo aku cuman mengiyakan tawaran oma saja, aku jamin tidak akan betah lama di toko perbelanjaan. Begitupun opa, aku bisa kasih alasan ingin mencoba alat yang lebih menantang di luar alat-alat yang aku punya. Tapi, sudah semenjak aku masuk SMA semua meminta kepada Delia. Jadi, aku terbebas dari mereka." Ucap Alden tersenyum puas.
Olive mencubit tangan Alden.
"Kok di cubit sih sayang?" Tanya Alden.
"Kamu salah. Kamu bukan bebas tapi masuk ke tempat yang salah kenal sama aku." Ujar Olive.
"Kenapa Begitu?" Bingung Alden.
"Akuu memang terlihat sangat tidak suka belanja, tapi saat aku belanja aku bisa menggila. Kalo tidak percaya, kak Belden dan yang lain sudah pernah merasakan belanja dengan aku kak luna dan kak phia. Mereka bahkan menghilang entah kemana padahal waktu itu baru 4 jam muter-muter Toko." Sahut Olive membuat Alden melongok.
"What? 4 Jam kamu bilang baru?" Kaget Alden.
"Selamat kamu terperangkap hehe, Pelayan!" Kata Olive mengangkat tangannya memanggil pelayan restoran untuk memesan sarapan.
__ADS_1
"Aku pesan 1 Roti lapis steak keju, 1 Spageti saus bologneise, 1 es krim cokelat mint dan 1 moka panas. Kamu pesan apa?" Tanya Olive setelah menyebutkan beberapa pesanannya.
"1 Roti lapis daging+keju, 1 telur orak arik dan 1 milk soda." Pesan Alden.
"Mas itu ada 2 orang disana sama di tanyain yang lainnya mau makan apa, bon nya di gabung ya." Tutur Olive.
"Baik nona, Apakah ada tambahan lain?" Tanya pelayan restoran.
"Tidak ada mas. Terima kasih." Sahut Olive.
Pelayan itu membungkuk hormat kemudian pergi, selama menunggu pesanan mereka datang. Olive menelepon seseorang,
Siapa?
Orang kak.
Dasar bocah nakal, masih juga begitu. Gimana kabar kamu dek?
Oh? Sejak kapan ya manggil dek? Ulang-ulang.
Jangan jailin Andreas sayang, dia udah nahan malu setengah mati manggil kamu begitu.
Hahaha! Tau malu juga ternyata coach Andreas.
Awas ya bulan depan ketemu, habis kamu.
Serius bulan depan ya kak kesini? Beneran? Jangan di undur lagi aku kangen sama kak reni.
Di tambahin sama aku kak.
Kalian? Kok bisa barengan?
Kak Reni aja tau aku dekat sama siapa masa kakak nggak tahu. Huuu!
Maklum dek, terlalu fokus nyari duit buat nikah. Tapi, tiap hari nanyain kamu kok
Hahaha!
Sayang, kamu mah buka aib suami kamu deh.
Nggak ya, tadi bilang nya calon istri sekarang bilang diri sendiri suami. Pokoknya aku harus di test dulu calon suami kak Reni beneran bisa lindungin kak Reni nggak.
Ahhh! Sayaang aku dikhianati murid ku sendiri. Aku tidak sabar ingin menghabisi anak nakal satu itu.
Kamu yakin? Sebelum kamu lawan Via kamu harus lawan Alden dulu lho.
Kenapa begitu? Kenapa Alden ikutan turun tangan?
__ADS_1
3-4 tahun kedepan aku bakal undang kak Andreas ke pernikahan aku sama Olive, Jangan lupa buat datang.
Tidak mungkin, kalian? Wah! Tentu saja aku akan datang dengan senang hati mengobrak abrik pesta megah berkelas kalian murid-murid terbaikku.
Aku mau ngomong penting kak sekarang, dengarkan baik-baik. Aku sedang mendapatkan masalah disini, aku butuh bantuan kalian untuk menelusuri karena kalian sering pergi ke satu negara dan negara yang lainnya.
Ada apa dek, jangan bikin takut gitu.
Sebenernya, aku tahu siapa yang nabrak Robert kak. Tapi aku masih belum yakin tentang hal ini aku butuh banget bantuan dari kalian buat konfrim apakah benar jika Bik Sela dan Paman Tio adalah dalang dibalik kejadian ini.
Tuan Tio?
Iya kak, tapi seperti yang aku bilang aku belum yakin 100% kalo ini benar ulah mereka. Bisakah kalian tugaskan beberapa mata-mata untuk mengawasi mereka di negara S sana?
Dek, mungkin kamu belum tau berita ini. Tapi negara S penuh dengan mafia jahat yang di pimpin oleh atasan Tuan Tio. Kami sudah berkali-kali datang kesana selalu tertolak, bagaimana mata-mata kami bisa masuk kesana.
Benarkah?
Nona terhormat, sebenarnya dengan berat hati aku beritahu kamu kalau Tuan Tio memang benar menginginkan harta keluarga nugraha dengan cara mencelakai Tuan Kecil Robert. Tapi, yang benar-benar terjadi adalah Tuan Tio hanya dijadikan boneka oleh ketua disana yang sampai sekarang masih anonim.
Kak kita harus bertemu secepatnya, aku nggak mau ada hal yang terjadi ke keluarga aku.
Kami akan berusaha, Via jaga diri dengan baik. Perasaan aku mengatakan bahwa akan ada sesuatu yang buruk terjadi padamu. Kamu tidak lupa kan teknik yang aku ajarkan padamu dulu?
Aku masih sangat ingat dengan jelas kak semua pengajaran kakak.
Aku baru mendapatkan kabar jika keluargamu sudah berhasil memasukan mata-mata ke dalam rumah Tuan Tio dek.
Hah? Siapa kak?
Nama nya di samarkan jadi igoy (?)
Igoy? Ah! Aku tahu, kak aku masih tetap membutuhkan bantuan kalian mengenai info yang belum aku ketahui dan cepatlah kalian datang kesini. Aku merindukan kalian, sungguh terutama kak Andreas kakak berjanji setelah mendapatkan kak Reni akan datang menemui ku. Tepati janji itu.
Pasti, yasudah aku harus mengajar kembali. Kalian berhati-hatilah. Jangan keluar-masuuk rumah sakit lagi.
Bye kak!
Bye anak-anak nakal.
Telepon nya terputus sepihak.
"Kak Andreas benar-benar ngajak perang ya. Menyebalkan!" Kesal ambek Olive.
"Tenang aja, aku tetap ada di pihak kamu. Kita balaskan ini nanti, sekarang kita makan dulu nanti keburu dingin." Ujar Alden.
"Ah! Kamu benar juga, aku sangat lapar tadi. Baiklah kita makan." Ajak Olive.
__ADS_1
Mereka memakan makanan nya dengan lahap, Sementara itu di negara S tempat musuh berada....
Bersambung...