
Keesokan Harinya~
- Mansion Alden -
Alden bangun lebih awal yaitu jam 7 pagi. Ia langsung membuka pintu balkon dan duduk disana memandangi halaman belakang. Alden tersenyum, ia menyadari bahwa dirinya sudah berubah.
"Kamu berhasil merubah aku Liv. Aku bangun jam segini karena kamu, biasanya aku akan bangun siang." Gumam Alden.
"Oh jadi selama ini beneran yang rubah kakak itu kak Olive. Aku kira---Nggak jadi deh. Pagi kak hehe... " Ucap Delia.
"Kamu sejak kapan disitu? Bunda sama Ayah juga di sini?" Tanya Alden.
"Bunda, ayah, oma dan opa ada di markas kak. Tadi setelah sarapan langsung kesana." Jawab Delia.
"Kalian nginep? Apa baru datang? Kok nggak ngabarin sih?" Tanya Alden lagi.
"Hahaha... Kakak panik banget sih? Kita nginep semalam. Oma, opa, bunda dan ayah tidur di lantai 3 sedangkan aku tidur di kamar ini. Eh, tapi gak apa kan? Kak Olive bukan tidur disini kan?" Ujar Delia.
"Ya! Kam---"
"Hahaha... Maksud aku dikamar tamu yang lain kan? Hah! Beneran di kamar kakak? Tapi, kakak nggak---"
"Delia... Diam. Olive tidur dikamar tempat kamu. Ish! Udah ah, kakak masuk aja kamu resek." Ucap Alden membuat Delia tertawa berhasil menjahili sang kakak.
"Hahaha... kak, oh ayolah. Hahaha... " Tawa Delia melihat Alden masuk kekamar dengan muka cemberut.
Saat kembali ke kamar ponsel Alden berdering, tanpa melihat siapa yang menelepon Alden mengangkatnya dengan nada bete.
Siapa ini?
Ah aku nggak boleh telpon. Yaudah, maaf deh ganggu.
Saat akan dimatiin. Alden langsung sadar jika yang menelepon adalah Olive.
Ehh... maaf Maaf aku kira Nel. Nggak kok kamu nggak ganggu aku. Aku udah bangun dari tadi.
Bener nih? Kok tadi dingin gitu. Ada apa?
Itu biasalah, Delia iseng tiba-tiba ada di kamar sebelah. Bareng sama ayah, bunda, oma dan opa juga. Biasa aku di ledekin.
Ouh... Aku juga di Markas Nugraha.
Hei! Ya, kamu wah. Bener-bener nih ya.
Ujar Alden kehabisan kata-kata ingin mengomeli sang kekasih.
Aku nggak apa. Obat nya Zaylee ampuh banget, aku udah berasa kayak normal kembali. Kalo kamu minta buat kita Serang ke markas wiyata aku siap.
Heh! Nggak ada. Aku nggak akan izinin kamu buat nyerang menyerang hari ini.
Kan emang aku di markas Nugraha di rawatnya. Kecuali aku di rumah oma atau opa. Nah, kamu baru bisa marah.
Emm... udah pinter ya nyari alasan. Markas kita sama, ada mansion nya. Itu mansion oma kan? Kak Belden udah ngajak aku keliling.
Ish! Kak Belden nyebelin. Eh, tadi aku telpon mau tanya. Nanti susunan acaranya gimana? Zet di tahan oma karena gak bisa jaga aku kemarin jadi nggak bisa ngasih tau detail.
Aku kirim ke email kamu ya. Nanti aja di lihatnya, masih lama tau. Aku kangen.
Hahaha... Apa sih. Kok kamu jadi manja gini.
Manja ke pacar sendiri kan nggak apa. Nanti berangkat jam berapa? Eh, kamu udah makan? Jangan makan pedes dulu ya... terus yang minyak berlebih gitu. Ah, es krim juga nggak boleh.
Alden kan makanan di pesta nanti yang kamu sebutin. Masa aku nggak makan apa-apa, jahat banget sih.
Ada kok menu buat kamu khusus. Kamu belum jawab, nanti kamu berangkat jam berapa sayang?
Acara mulai kan jam 5 ya aku jam 4 ke sekolah. Soalnya kan harus benerin dandan, nata rambut juga. Kamu mepet aja datang nya jam setengah 5 gitu. Kalo oma sama yang lain udah di sekolah harusnya buat periksa sekitar. Walaupun aku yakin udah ada yang nyamar sih.
Kenapa? Kamu terima telpon lagi dari mereka? Besok aku beliin nomor sama ponsel baru deh. Aku nggak tenang kamu dapat teror terus. Sedangkan aku nggak bisa selalu di samping kamu. Aku takut kamu kenapa-napa.
Kamu lupa sebelum aku kena sakit aneh ini kita udah lawan berapa musuh? Aku janji bakal jaga diri sebaik mungkin dan kalo emang aku gak mampu, aku pasti minta bantuan kamu.
__ADS_1
Beneran? Ah, aku nggak percaya. Waktu di rumah sakit kamu pengin turun tangan sendiri.
Yaiya sih, tapi kan itu pas ya gitu... ish! Yaudah terserah kamulah. Aku mau makan, jangan lupa sarapan. Bye!
Bye sayang, see you.
Mendengar jawaban dari Alden, Olive tersenyum. Sedangkan Alden selalu gemas dengan Olive. Mereka pun makan di Mansion masing-masing sambil berkirim pesan. Alden takut jika ternyata Olive sudah berada di sekolah lebih dulu.
Olive sudah siap dengan gaun Indah pilihannya, Tata rambut yang simpel dan Make up wajah yang natural. Olive keluar dari kamar nya di Mansion seketika membuat keluarga yang menunggu di ruang tamu hilang kata-kata karena terpesona.
Olive menggunakan sepatu heels yang tidak terlalu tinggi. Berjalan ke arah keluarganya di ruang tamu yang masih menatap Olive kagum.
"Hello? Kalian kenapa lihat aku begitu? Aku harus ganti lagi kah?" Tanya Olive mulai tidak percaya diri.
"Kamu sangat cantik sayang. Oma sampai hampir tidak mengenali kamu." Ucap Oma.
"Oma meledekku?" Kesal Olive.
"Apa yang di katakan oma adalah benar dek. Kamu sangat cantik, Alden pasti akan sangat terpesona dengan kecantikan kamu." Ujar Phia.
"Ah, baiklah. Terserah kalian, kita berangkat sekarang?" Tanya Olive.
"Wah! Ini bener kak via? Kecantikan oma dan nenek seperti menjadi satu di wajah kak via. Kali ini aku benar-benar kagum sama kakak." Ucap Robert sambil memutari Olive.
"Berhentilah memutar seperti itu. Ayo berangkat sekarang." Sahut Olive.
Akhirnya Olive dan keluarga Nugraha sudah berangkat menuju lokasi sekolah promnight. Sedangkan keluarga Fausta masih menunggu Alden yang masih sibuk memilih jas nya.
Akhirnya Alden memutuskan untuk memakai setelan ini. Menggunakan gaya rambut yang simple namun tidak menghilangkan ketampanan nya. Alden akhirnya keluar dari kamar dan turun ke ruang tamu menemui keluarga nya.
"Kayak nya bener kakak kamu dek. Bunda juga ragu." Kagum Bunda.
"Kalian kenapa bengong gitu? Nggak cocok ya gaya rambutnya? Bajunya salah kah?" Tanya Alden.
"Nggak kok. Udah cakep banget, kamu nggak lihat pelayan kita sampai nggak bisa berkata-kata lihat ketampanan kamu." Ujar Opa.
"Aku yakin. Kak Olive nggak akan nyesal malam ini. Pasti kak Olive juga cantik banget. Ah, aku jadi nggak sabar." Gumam Delia.
"Ayo berangkat." Ajak Alden.
Rombongan Fausta juga sudah berangkat menuju lokasi promnight sekolah. Ruangan khusus keluarga Nugraha dan Keluarga Fausta terpisah. Mereka sudah sampai di ruangan masing-masing begitu juga dengan Ryan, Rafa, Shakila dan Niesha.
Ruang Nugraha
"Nona ada pesan dari tuan Firo." Ujar Zet.
"Oh makasih." Sahut Olive membuka pesan di ponselnya.
[Dek, panggung arah jam 1 dan 10 waspada ya. Alden dan yang lain juga udah tahu.]
'Acara promnight ini gak boleh gagal. Nggak boleh ada yang terluka, tapi nggak boleh juga mereka lolos.' Bathin Olive.
"Kamu cantik banget dek. Oh ada yang perlu aku tambahin, lusa kamu ulang tahun kan." Ucap Luna sambil mengeluarkan kotak berisi gelang emas dan memasangkan ke tangan Olive.
"Kak, cantik banget gelang nya. Makasih ya." Sahut Olive.
"Sama-sama sayang. Selamat ulang tahun ya... Semoga kamu selalu diberi lindungan dalam segala macam bahaya. Love you." Ujar Luna.
"Love too kak." Jawab Olive.
"Olive, wah... cantik banget." Puji Shakila.
"Kalian juga cantik. Yuk, persiapan bentar lagi kita keluar lho." Ucap Olive.
__ADS_1
"Kan lu sama keluarga yang bakal naik panggung. Jangan nervous ya ketemu ayank." Ledek Niesha.
"Eh, kalian juga datang sama siapa hayo. Kak Rafa sama Kak Ryan kan? Ngaku, udah jadian belum?" Tanya Olive.
"Belum. Eh! Olive... " Rengek Shakila dan Niesha.
Ruang Fausta
"Widih! Ganteng banget bos kita. Sudah siap nih rupa nya ketemu calon besan ya bos?" Ujar Ryan.
"Apa sih lu pada. Eh, kok lu datang nya bisa barengan sih? Lu nggak semobil berdua kan?" Tanya Alden.
"Nggak dong bos. Ada yang nemenin kita mah." Sahut Rafa.
"Shakila sama Niesha? Buruan jadiin, daripada nanti di ambil orang. Nyesel lu berdua." Ucap Alden.
"Iya bos, butuh proses. Sabar dong. Masih tahap pendekatan dulu sebentar lagi." Jawab Ryan.
"Bener nih? Gua tungguin lu ya." Ujar Alden.
"Bos dulu lah baru kita." Sahut Rafa.
"Lah kan gua udah jadian sama Olive." Ucap Alden.
"Lamar bos. Biar udah terikat nggak bisa lari lagi." Jawab Ryan.
"Masih sekolah yeh. Udah ayo, siap-siap keluar deh." Kata Alden.
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
Bersambung....
Terimakasih untuk semua dukungannya ❤️
Jangan lupa Vote dan Comment ya ❣️
__ADS_1