Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 95 - Rencana Bertemu Dia


__ADS_3

"Wah! Ada apa nih kok mencurigakan, kakak senang banget." Ucap Robert.


"Kepo banget sih. Kalian ngomongin apa? Tadi kayaknya sampe teriak-teriak, ada masalah kah?" Tanya Olive.


"Hah? Kok kakak bisa tahu kan ked--- ish! Kakak." Kesal Robert.


"Ngaku kalian ngobrolin apa? Padahal aku cuman asal ngomong lho tadi." Kata Olive.


"Biasa, Robert nanya buat luluhin hati Reina. Kamu kan tau mereka gimana, minta saran terus aku ledekin maka nya dia teriak karena kesel." Sahut Alden berbohong.


Robert menatap Alden tajam.


'Sampai kakak tahu kalo Vina adalah orang yang di nanti selama ini. Nggak, mungkin aja ini El yang berbeda. Mungkin namanya aja sama Elvina tapi gak tau depan atau belakangnya siapa tau beda. Gua harus jaga kakak besok disekolah, jangan sampai firasat buruk gua ternyata benar.' Bathin Robert.


"Kamu kenapa natap Alden begitu Robert?" Tanya Opa.


"Nggak apa. Yaudah, aku lanjut meeting sama lain di kantor. Bye kak!" Pamit Robert langsung pergi.


"Ish! Aneh banget tuh orang. Kamu nggak di apa-apa in kan sama Robert? Emosi dia belum terkontrol. Tapi, kok sikap nya aneh ya?" Curiga Olive.


"Jangan di ambil pusing. Kamu kan belum pulih, mungkin lagi ada masalah di markas atau di kantornya." Ucap Alden.


"Kamu benar juga." Sahut Olive.


"Yasudah, opa sama Oma mau pergi sebentar. Jangan macam-macam ya kalian dirumah mansion." Pesan oma.


"Iya oma, tapi oma mau kemana?" Tanya Olive.


"Mau pacaran sama opa. Dasar cucu kepo." Ledek Oma sambil mencubit pipi Olive gemas.


Oma menggandeng Opa keluar dari mansion meninggalkan Alden Olive berdua di ruang tamu. Olive yang belum sempet protes cemberut, Alden terkekeh gemas melihat Olive.


"Ya Ampun, dasar ya gak kenal umur Oma Opa tuh. Pengin nya dikira awet muda terus gak mau kalah sama cucu nya." Kesal Olive.


"Emang kamu mau kemana? Besok habis pulang sekolah kita jalan." Ujar Alden.


"Serius? Beneran? Eh tapikan besok... Em gimana ya?" Pikir Olive.


"Kenapa?" Tanya Alden.


"Nggak apa. Enaknya kemana? Kamu ada rekomendasi gak? Aku kan mana tau daerah sini, kalo di tanya daerah musuh aku hafal hehe... " Tawa Olive.


"Dasar kamu hafal nya daerah musuh doang. Yaudah, besok aku yang nentuin tempat dan kamu gak boleh tau ya. Terima jadi aja, setelah pulang sekolah dan temuin kamu sama seseorang aku bakal aja kamu ke satu tempat juga." Jelas Alden.


"Seseorang? Siapa?" Tanya Olive.


"Besok kamu juga tahu. Aku udah nanti ini dari pas kita bener pacaran." Sahut Alden.


"Yaudah. Pokoknya aku tinggal terima jadi doang kan? Aku serahin semua ke kamu." Ucap Olive.


Kemudian mereka melanjutkan nonton TV diruang tamu hingga pukul 9 malam. Robert datang dari arah pintu samping yang terhubung ke markas Nugraha.


"Belum pulang?" Tanya Robert yang masih melihat kakak nya tertawa.


"Emang sekarang jam berapa? Hahaha... kamu lihat gak tadi lucu banget kan. Hahaha... " Ujar Olive.


"Dah jam 9 malam kak. Kalo sampai oma opa tahu kak Alden masih disini bisa di omel habis kalian." Tutur Robert.

__ADS_1


"Hah? Ya Ampun! Nggak berasa banget. Kamu pulang deh, besok kan kita ke sekolah. Eits! Nggak perlu jemput ya, kita ketemu aja di tempat biasa." Kata Olive.


"Beneran gak mau di jemput?" Tawar Alden.


"Nggak. Jangan jemput, mending ketemu aja di sekolah."Jawab Olive.


"Yaudah kalo gitu aku pulang dulu. Kamu jangan lupa langsung istirahat, ingat


masih harus jaga kondisi." Ucap Alden.


"Siap Bos! Ouh! Besok aku juga mau pertemukan kamu sama sahabat baik aku. Dia mau ketemu kak phia sama yang lain katanya kangen. Ah! Bareng sama calon suaminya." Ucap Olive.


"Okay!" Sahut Alden tanpa curiga.


Olive mengantar Alden sampai teras, lalu Alden meninggalkan kediaman Markas Nugraha setelah memastikan Olive masuk ke dalam Masion Nugraha. Alden pergi tanpa mencurigakan apapun perkataan Olive. Sedangkan Alden,


Kantor Robert


"Ada apa kak? Kakak mau kasih suprise buat kak Via?" Tanya Robert.


"Iya, besok sahabat kecil aku si El bakal datang kesekolah." Ucap Alden.


"El? Ah, perempuan yang kakak tunggu selama ini? Terus kalo itu perempuan ganggu hubungan kalian gimana? Jangan sampai kak Olive sakit hati." Kecam Robert.


"Tenang aja. Dia sudah punya pacar, itu tidak akan terjadi. Percayalah padaku." Ujar Alden.


"Kak, jangan deh bawa-bawa itu perempuan. Aku cuman takut kak Olive salah paham terus emosi marah menggebu-gebu. Kakak jangan aneh-aneh lah." Kata Robert.


"Aku bakal bilang nanti kalo ada yang mau aku kenalin." Sahut Alden.


"Kak firasat aku gak enak. Sudahlah gak usah aja, kakak aja kalo mau ketemu. Jangan bikin hati kak Olive sakit dan pecah berkeping-keping gitu. Firasat aku bener-bener gak enak." Ungkap Robert.


"Terserah kakak deh. Pokoknya aku nggak bakal bantu kalo ternyata mereka orang yang sama terus kak Via kabur tanpa jejak. Aku bakal tutup rapat keluarga Nugraha untuk kakak dan seluruh keluarga Fausta." Kesal Robert.


"Kenapa kamu bisa seyakin itu?" Tanya Alden.


"Toh kakak akan bersikap acuh jika aku beritahu. Percaya saja info yang telah kakak dapatkan itu. Kita akan lihat apa yang terjadi, firasat burukku atau malah menguntungkan buat kakak. Sudahlah, aku mau ke markas masih banyak yang harus ku urus." Ucap Robert.


Alden sampai dirumah dengan berbagai macam pikiran yang akan terjadi besok. Bahkan ia mengabaikan sang adik yang memanggilnya dari ruang TV memilih untuk langsung ke kamar.


"Kak Alden kenapa lagi sih bun? Kok kayaknya moody an banget." Ucap sheva.


"Bunda juga heran sayang. Mungkin ada masalah di markas kali yah, coba dong anak nya dibantu." Omel bunda.


"Nel bilang gak ada masalah apa-apa bun di markas." Sahut Ayah.


"Terus kenapa itu anak nya moody an gitu." Ucap Bunda.


"Lagi berantam sama kak Olive lagi kah?" Tanya Sheva.


"Nah, itu bisa jadi tuh. Coba kamu susul dek ke kamar gih." Pinta Ayah.


"Nggak ah. Kalo kak Alden lagi begitu suka gak sinkron pertanyaan sama jawabannya bikin bete aku yang ada mah." Tolak Sheva.


Kamar Alden


Alden kepikiran dengan ucapan Robert di kantor. Tapi lagi-lagi Alden tidak menuruti ketakutan di hatinya tapi mengikuti keegoisannya tetap ingin pertemukan Olive dengan El.

__ADS_1


"Aku yakin jika aku benar. Jika firasat Robert yang benar maka... itu akan jadi urusan nanti saja." Ujar Alden meyakinkan diri.





























__ADS_1


Bersambung


__ADS_2