
Keesokkan harinya...
#Rumah Keluarga Nugraha
Aku bangun lebih awal, lalu menyiapkan buku karena semalam terlalu lelah. Kemudian aku langsung turun ke bawah menuju meja makan. Di ruang tengah ada papa sedang membaca koran dan ada mama sedang membantu bibik di dapur menyiapkan makanan.
"Morning!" Sapa ku sambil mengkecup pipi kanan papa kemudian beralih ke pipi kanan mama.
"Wahh! Ada apa nih Putri tidur jam segini udah bangun." Ucap papa.
"Uhh! Papa nih ya, ngeledek terus. Pengin bangun pagi aja." Sahutku.
"Bener? Bukan karena buru-buru mau ketemu Alden kan di sekolah?" Tebak papa.
"Ish! Papa apaan sih, pagi-pagi udah bahas kak Alden lagi aja." Kesalku.
"Ya terus apa dong, yang bikin Putri tidur papa ini jadi bangun pagi kayak gini. Ini masih jam 5:15 pagi lho. Tuh, di luar masih lumayan gelap tapi kamu udah rapih pake seragam." Ujar papa.
'Iya juga sih. Gue kenapa sih, aneh nih. Haha, nggak mungkin kan karena kak Alden. Ya Ampun Olive lu mikir apa sih. Udah deh jangan cari masalah. Fokus sekolah oke. Fokus.' Bathinku.
"Nggak apa. Akhir-akhir ini agak kurang nyenyak tidur aja. Kayaknya nanti mau pindah posisi atur ulang dekorasi kamar deh. Kayak kurang nyaman gitu." Jawabku.
"Gitu? Yaudah nanti papa panggil beberapa orang buat bantu kamu." Sahut papa.
"Beneran? Oke deh. Tapi, nggak cepet-cepet juga sih nanti aja hari jumat gitu atau sabtu." Usulku.
"Ouh gitu. Yaudah, tadi kamu harus bener-bener ambil posisi yang bikin kamu nyenyak ya dan nyaman buat kamu." Ucap papa.
"Siap pah, nanti aku fikirin juga latar wallpapernya kayak nya aku mau ganti juga. Biar sekalian ganti suasananya." Ujarku.
"Oke, pokoknya nanti tinggal bilang kapan waktunya ya. Ingat lho jangan dadakan." Sahut papa.
"Iya pah, huam! Aku ngantuk. Tidur bentar ah. Pah, jam set
6 bangunin ya. Aku mau berangkat sekolah awal." Ucapku.
"Oke sayang." Sahut papa.
Sementara itu....
#Rumah Keluarga Fausta
Aku terbangun karena suara alarm. Biasanya tidak pernah terbangun kecuali Delia yang hampir mendobrak pintu jika aku tidak bangun. Tapi hari ini, kenapa bisa aku bangun?
Karena tidak bisa tidur lagi akhirnya aku mandi kemudian beberes buku dan turun ke ruang makan.
"Pagi Yah, Pagi Bunda." Sapa ku kemudian duduk di sofa.
"Lho udah bangun? Baru pulang main ya kamu hah?" Tebak bunda.
__ADS_1
"Nggak bunda. Aku udah pulang dari jam 23:50 kalo nggak percaya periksa aja cctv." Jawab ku.
"Tumben kamu kurang dari jam 12 malam pulang nya. Ada masalah?" Tanya Ayah.
"Nggak ada. Cuman kurang bisa tidur aja." Sahutku.
"Baguslah kalo tau aturan nggak boleh pulang lewat malam." Ujar bunda.
"Bunda masih marah gegara masalah kemarin? Aduh bun, ini masih pagi buta gelap. Jangan marah-marah ya aku ngantuk mau tidur bentar. Jam set6 bangunin ya. Mau berangkat cepet ke sekolah." Sahutku.
"Kamu buru-buru ke sekolah bukan karena ngehindar antar adek kamu kan? Atau jangan-jangan kamu mau ketemu ya sama Olive?" Tebak ayah.
"Aduh, ini lagi si ayah. Malah bahas olive ah nggak tau ngantuk aku." Sahut ku malas.
Jam sudah menunjukkan pukul set6 Baik Olive ataupun Alden di bangunkan oleh orang tua nya. Mereka langsung sarapan bersama.
Rumah keluarga Nugraha
Tok Tok Tok
"Apa kak aku di bawah. Nggak usah ketok-ketok kamar." Teriak ku.
Belden langsung melongo ke bawah dan segera turun. Kemudian menempelkan tangan nya ke kening ku.
"Kenapa sih?" Tanyaku aneh.
"Nggak tau, papa juga bingung. Katanya sih, lagi kurang bisa tidur. Tapi, mungkin ada alasan lain." Bisik papa ke belden.
Belden langsung mengingat kejadian semalam, secara perlahan belden langsung menengok ke arah ku yang ternyata aku juga menengok ke arah kak Belden. Lalu aku terbatuk tiba-tiba.
"Uhuk! Uhuk!"
"Aduh, sayang pelan aja minum susu nya jangan buru-buru gitu dong. Mikirin apa sih sampe kesedak begitu." Ujar mama.
"Nggak mah. Nggak kenapa-napa. Yaudah aku berangkat sekarang deh. Kakak mau ngantar atau aku berangkat sendiri?" Tanyaku.
"Kakak antar deh. Biar cepet kan mau ketemu... Aww!!!" Ucap Belden yang tiba-tiba mengaduh sakit.
"Ayo, nanti aku telat. Buruan. Aku pamit ya mah, pah." Pamit ku menarik kak belden.
Di depan rumah aku masih berdebat dengan kak Belden.
"Ngapain? Ayo kak buruan ish." Ujarku.
"Ya kan. Pasti kalian janjian." Tebak Belden.
"Nggak. Udah buruan deh aku lagi malas bahas-bahas begitu." Sahutku.
Aku pun menuju sekolah di bonceng dengan motor oleh kak Belden. Setelah sampai sekolah, masih sangat sepi.
__ADS_1
"Nanti mau jemput apa aku pulang sendiri?" Tanyaku.
"Pulang sendiri aja, biar Alden yang ngantar kamu kayak semalam." Ucap Belden.
"Sutt! Ish, udah sana pulang. San---"
Omonganku berhenti ketika melihat mobil Alden memasuki gerbang sekolah. Aku langsung meminta kak Belden untuk segera pergi. Akhirnya kak belden pun pergi dan aku segera mungkin menuju ke kelas tanpa menengok kebelakang sama sekali.
Kelas ku masih kosong. Aku merutuki diri sendiri karena berangkat awal yang pasti akan menjadi kecurigaan untuk Shakila dan Niesha.
Sementara itu, Alden sempat melihat bahwa Olive turun dari motor seorang pria yang mungkin itu adalah kakak nya yang kemarin menjemputnya juga. Alden pun memarkirkan mobil nya dengan benar kemudian menuju kelas. Alhasil pun sama kelas masih kosong.
Akhirnya baik Alden maupun Olive memutuskan untuk tidur sambil menunggu suara bel berbunyi. Waktu terus berjalan hingga kedua sahabat mereka pun datang dan terkejut.
Kelas X IPA 2
"Oh My God!" Ucap Shakila yang hampir berteriak melihat ku sudah tidur di kelas.
"Liv, Olive bangun. Lu semalaman disini? Nggak di antar pulang hah? Lu di apain sama dia?" Ujar Niesha tak kalah panik sambil mengguncang tubuh ku.
Aku yang terusik pun bangun.
"Nggak. Gue datang nya kepagian. Jam 6 Kurang udah sampe sekolah, jadi tidur bentar tadi." Jelas ku.
"Beneran? Tapi mata lu kenapa kayak mata panda gitu? Lu nggak tidur di rumah hah?" Tanya Shakila.
"Gue tidur, cuman akhir-akhir ini kurang nyenyak aja."Sahutku.
Sementara itu...
Kelas XI IPA 2
"Bos! Bensin lu habis dijalan? Kok tidur disini nggak di markas aja?" Tanya Rafa.
"Sut! Gue ngantuk jangan bicara bentar lagi bel masuk." Jawab Alden.
"Oh God! Baby, kamu kesurupan apa tumben jam segini udah di kelas. Padahal aku nungguin kamu lho di depan." Ucap Gitta baru memasuki kelas dan kaget melihat Alden sudah di kelas.
"Berisik! Jangan panggil gue begitu. Awas sampe gue denger sekali lagi abis lu hari ini." Jawab Alden bangun karena kali ini benar-benar terusik dengan panggilan asing itu.
Gitta kaget sekaligus takut dengan ancaman Alden. Terlebih para siswi mulai bergosip.
"Tau nggak tadi yang datang pertama ke sekolah itu si anak baru Olive terus yang kedua sampe sekolah Alden. Curiga nggak sih mereka ada hubungan dekat." Gosip Siswi.
"Iya, pak satpam juga biasanya kan baru buka gerbang gede kalo udah jam set7 lewat tapi ini jam 6 kurang udah terbuka gede." Gosip siswi lain.
Tak hanya di kelas Alden, di kelas Olive juga menggosip kan hal yang sama. Baik Olive maupun Alden tidak ambil pusing dengan gosip itu, karena itu tidak benar adanya tapi mereka tak menggubris sama sekali.
Bersambung...
__ADS_1