Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 27 - Kenyamanan itu hadir


__ADS_3

Alden tersenyum lalu mengambil botol itu dan keluar dari ruang ganti menuju lapangan lagi. Saat memasuki lapangan Olive tersenyum melihat Alden sudah menerima botol jus orange dari nya.


"Bos, kok minum nya beda sendiri? Dari siapa tuh?" Tanya Ryan.


"Iya nih, bos curang. Kita nggak dapet masa. Dari siapa bos kita bakal minta sendiri ke orang nya." Ujar Rafa.


Alden yang lagi minum jus itu tersedak karena ucapan kedua sahabatnya. Olive pun menutup mulutnya karena sudah pasti Alden sedang di goda oleh kedua sahabatnya itu.


"Liv, itu kak Alden dapet minuman dari siapa? Jangan-jangan lu udah punya saingan lagi." Ucap Shakila.


"Lu harus lindungin mangsa dengan baik Liv, jangan sampe lolos." Ujar Niesha.


Tiba-tiba Alden dan Olive eyes contact. Wajah Olive memerah karena malu.


"Suut! Kalian apaan sih. Kalian tanya aja sendiri dari siapa, jangan tanya gue." Jawab Olive gugup.


"Ouh! Dari lu ya? Ya kan!" Tebak Shakila berdiri membuat mata penonton termasuk para pemain dan Alden menatap Olive.


Olive segera menarik duduk Shakila dan saat itu Alden tersenyum melihat salah tingkah Olive yang membuatnya gemas. Niesha langsung sadar jika Alden tersenyum karena salah tingkah nya Olive.


"Wey, di lihatin tuh." Ucap Niesha menyikut Olive membuat Olive menutup wajahnya.


[Maka nya jangan iseng. Kena deh, batu nya sendiri... Nggak usah di tutupin gitu muka nya. Hahaha!]


Alden mengirimkan pesan ke Olive. Olive yang merasa ponselnya bergetar segera mengecheck dan melotot ke layar ponsel serta Alden.


[Huuh! 😒😒😒]


Olive membalas malah membuat Alden tampak senang, Alden yakin bahwa Olive sangat bete dengannya.


[Tapi prank kamu tadi pagi berhasil kok bikin aku bete juga. Jadi, hari ini kita impas ya. Aku main dulu, jangan ngambek jelek 😝]


Balas Alden membuat Olive tersenyum. Alden melihat senyum itu terukir kembali pun ikut senang juga. Alden merasa batrei nya sudah terisi penuh. Babak ketiga pun di mulai. Pertandingan sangat sengit. Detik-detik terakhir Tim Alden memenangkan pertandingan.


Penonton pun bersorak sorai dari pendukung tim Alden termasuk Olive, Shakila dan Niesha. Sementara Shakila Niesha berpelukan Olive Alden eyes contact lagi dan Olive mengacungkan jempol nya kemudian tersenyum.


Di sisi lain, ada seseorang yang masih tidak menerima di perlakukan seperti itu. Dia bahkan sudah merencanakan sesuatu yang tepat saat Promnight nanti. Siapa lagi jika bukan Gitta yang di bantu teman Setia nya.


"Dalam hitungan hari, gue bakal bikin lu sengsara. Lebih sengsara lagi. Gue di skors dari sekolah seminggu, tapi gue senang karena lu juga sakit saat itu yang bahkan gue berdoa lu mati. Tapi, gue ada cara lain supaya bikin lu lebih lebih dan lebih menderita dari itu." Gumam Gitta.


Alden melihat senyum itu ada rasa dag dig dug tak karuan. Namun, Alden juga melihat ada yang berniat ingin menembak Olive dengan pistol dari kejauhan. Secepat mungkin Alden lari ke arah Olive dan terdengar suara tembakan membuat semua penonton pada berhamburan.


"Olive!" Teriak Alden lalu membiarkan Olive jatuh di atas tubuhnya.


"Aaaa!" Teriak Olive.


Olive merasa di tarik oleh Alden kemudian suara tembakan itu berbunyi.


"Kamu nggak apa?" Tanya Alden dan Olive menggeleng.

__ADS_1


Alden membantu Olive untuk duduk kembali. Alden berjalan ke arah komentator dan merebut mikrofon nya. Alden sangat di selimuti dengan kemarahan saat ini.


"Kejar orang itu sampai dapat! Kalo nggak, kalian yang bakal mati!" Teriak Alden.


"Baik tuan!" Sahut pengawal bayangan yang tiba-tiba muncul sangat banyak dari berbagai sudut sekolah.


Olive yang ingin menghampiri Alden di tahan oleh kedua sahabatnya.


"Lu jangan kemana-mana. Masih belum aman situasi nya." Ucap Niesha.


"Lu beneran nggak kenapa-napa kan? Nggak kena tembakan kan?" Tanya Shakila.


"Gue aman kok. Yaudah iya gue disini." Sahut Olive.


Ryan Rafa menuju ke Alden.


"Bos nggak apa? Ada yang luka?" Tanya Ryan.


"Bawa Olive, Niesha sama Shakila ke markas rahasia. Nanti gue susul. Gue aman." Pinta Alden.


"Siap bos!" Sahut Rafa dan Ryan.


Rafa Ryan menuju ketiga perempuan itu.


"Kalian nggak apa? Bos minta kita bawa kalian ke markas. Ayo ikutin kita." Ujar Rafa.


"Targetnya kamu bukan bos. Nanti Bos Alden nyusul katanya. Udah kita turutin dulu." Ucap Ryan.


"Tapi... "


"Ayo Liv, disini nggak aman buat kamu." Ujar Shakila diikuti Niesha yang menarik Olive.


Olive melihat Alden yang masih berdiri sibuk disana. Sampailah Olive di Markas rahasia milik keluarga Fausta. Olive mondar-mandir depan pintu menunggu kedatangan Alden.


[Kak, sudahlah nggak usah di lawan. Ini mungkin musuh dari perusahaan papa. Aku nggak apa kak, biar kak belden sama papa yang ngurus ya. Sekarang ke markas atau aku akan nekat pulang sendiri.]


Olive mengirim pesan itu ke Alden. Alden yang masih sibuk memantau cctv setiap sekolah akhirnya ketemu.


"Belum kapok juga tuh cwe. Tapi, siapa laki-laki itu. Sepertinya tidak asing." Gumam Alden.


Alden yang merasa ponselnya bergetar segera mengecheck nya. Membaca pesan dari Olive membuat Alden panik. Dia segera pergi ke markas keluarga Fausta. Olive yang sudah tidak tahan lagi dengan ke khawatirannya akhirnya membuka pintu tepat saat itu juga Alden membuka pintu dari luar.


Olive yang masih speechless karena khawatir hanya bisa memeluk Alden tiba-tiba. Alden tidak kalah terkejut dari teman-teman nya.


"Kamu... "


"Jangan bicara. Aku tau kakak seorang dari anak mafia begitu pun aku. Tapi, kita berbeda kalo kakak selalu tampil di depan aku selalu sembunyi dan main aman. Walaupun posisi kita sama tapi cara kita beda kak. Aku cuman mau bilang kalo aku khawatir titik." Ucap Olive masih memeluk Alden.


Alden sedikit kaget mendengar kata mafia. Namun, sekarang dirinya benar-benar paham maksud dari perkataan Olive barusan. Alden hanya memeluk Olive balik untuk menenangkan Olive. Lagi-lagi sahabatnya dibuat kaget dengan respon baik dari Alden ke Olive.

__ADS_1


"Yan, itu beneran bos kita?" Bisik Rafa.


"Nggak tau. Kalo yang tadi pas ada penembakan sih iya, dia teriak-teriak minta pengawal bayangannya seperti orang kesurupan. Tapi, kalo yang ini gue agak ragu." Balas Bisik Ryan.


Tiba-tiba ada bantal melayang mengenai Rafa Ryan secara bersamaan. Ternyata dari tadi Alden mendengarnya dan Alden yang melempar bantal sofa ke arah mereka.


"Heh! Kalian...." Ujar Alden belum selesai.


"Kalian itu teman kak Alden apa bukan sih? Kok temannya susah malah di ledekkin." Omel Olive.


"Rasain lu!" Ucap Alden pake bahasa isyarat.


"Kamu juga, aku bakal laporin ke oma fausta. Sudah aku mau pulang." Kata Olive sambil menunjuk Alden yang membuat Alden diam.


Alden menahan Olive agar jangan pulang.


"Liv, keadaan belum stabil. Aku belum tau itu penjahat nya udah ketangkap atau belum. Jangan sekarang ya." Mohon Alden.


Ponsel Olive berdering bertuliskan 'Oma Cantik' Olive pun mengangkat telepon itu sambil di loudspeaker.


Ya Oma.


Sayang kamu nggak apa? Oma baru dapet kabar dari Yovi ada penembakan ke arah kamu sayang.


Aku nggak apa oma.


Syukurlah kalo kamu nggak apa. Untuk sementara kamu di markas fausta dulu. Nanti oma akan panggilkan pengawal untuk mengawal mobil kalian pulang. Oma nggak mau kehilangan cucu² oma.


Oma tau darimana aku di markas keluarga fausta?


Pelacak sayang, kamu jangan curiga gitu sama nak Alden.


Olive ketahuan bahwa dirinya mencurigai Alden yang mengadu ke oma nya lebih dulu. Ternyata salah.


Yaudah, Oma sudah kabarin ke Gibran dan Alden untuk mengamankan sekolah serta sekitar markas. Setelah itu kalian baru boleh pulang. Oh satu lagi, selamat datang di dunia mafia sesungguhnya sayang. Jangan takut dan jangan kaget, kami pasti akan melindungi kalian. Terutama kamu Olive.


Oma aku belum siap. Aku menyesal mengungkap itu sekarang, bisakah di kubur kembali? Oma aku sangat takut.


"Nyonya, para pengawal sudah di posisi masing-masing. Kita memiliki pengawasan sebanyak enam lapis sudah pasti itu sangat aman nyonya." Lapor Yovi.


Kamu dengar bukan apa yang di katakan Yovi, jadi kamu tidak perlu khawatir. Percayakan semua pada calon cucu mantu oma yaitu nak Alden. Oke sayang bye!


Eitt!!!


Saat Olive ingin membalas malah sudah di tutup lebih dulu oleh oma nya. Baik Alden maupun Olive jadi salah tingkah mendengar perkataan Oma Nurgraha. Keempat teman nya merasa gemas dengan tingkah Alden Olive.


Telepon intercom berkedip, Alden langsung mengangkatnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2