Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 140


__ADS_3

Lorong Rahasia~


"Apakah kita hanya bisa diam saja seperti ini? Yogi. bagaimana keadaan di markas?" Tanya Oma khawatir.


"Nyonya mereka baik-baik saja. Tuan muda pertama sudah berhasil bertemu dengan musuh itu di hutan kemudian ada teman nya tuan Alden berhasil mencegat kubu lain yang lewat jalur biasa." Jelas Yogi.


"Bagaimana dengan Olive? Dia tidak melakukan hal nekad kan?" Tanya Phia.


"Tidak. Nona kembar kedua masih terpantau ada di Mansion bersama dengan Nona Luna, Nona Reina, Kedua sahabatnya kemudian ada tuan muda kecil memantau dari markas." Jelas Yogi lagi.


"Lalu apakah sudah terlihat siapa yang membantu mereka untuk memasuki wilayah kita?" Tanya Opa.


"Untuk sekarang saya hanya tahu jika orang ini bagian dari kelompok mafia gelap yang sudah lama berhasil menyusup ke wilayah kita tuan besar. Selebihnya aku akan menyelidiki lagi lebih dalam." Sahut Yogi.


Tak lama kemudian ada telepon masuk dari Olive melalui Yogi.


Ya nona kembar kedua.


Bagaimana kondisi disana? Segera bawa mereka kebandara dan tempat aman dahulu. Aku akan mengabari kak Andrea supaya menjemput kalian di bandara.


Bandara? Ada apa yang terjadi nona?


Intinya wilayah Nugraha tidak aman karena sudah banyak penyusup masuk. Terutama dari keluarga Audreymayna, ah jika sudah sampai pusat tempat aman carikan aku informasi secara mendetail tentang Yudha Audreymayna. Aku ingin tahu lokasinya segera. Kamu mengerti?


Baiklah nona, tapi---


Tidak ada tapi, kak Belden dan yang lain sudah berperang dengan musuh di dalam hutan. Infor terupdate nya kak Rafa dan kak Ryan berhasil menangkap Yumi juga Quira. Hanya Yudha ini yang belum di temukan lokasi nya, bisakah kamu membawa oma juga yang lain ke tempat aman tanpa bertanya apapun?


Bagaimana denganmu sayang?


Mah, bukan waktu yang tepat untuk mengkhawatirkanku sekarang. Aku juga tidak akan pergi dari sini jika belum tahu bagaimana kondisi Alden sekarang. Aku hanya akan mengatakan ini sekali, aku janji bulan depan akan menjemput kalian kembali ke sini dalam keadaan wilayah kita sudah tidak terdapat ancaman lagi.


Tapi dek...


Kak, tolong jaga mereka tetap aman ya? Aku juga akan mengabari kak Kevino apa yang harus dia lakukan setelah memastikan kalian aman. Hanya ini satu-satunya cara, kita harus bekerja sama. Oke?


Baiklah. Tapi, ingat untuk tetap waspada ya dek.


Tentu kak. Kalo gitu aku akan tutup teleponnya sekarang.


Olive mengakhiri teleponnya dan menelepon Robert melalui telepon genggam.


"Ya kak." Sahut Robert.


"Bisakah kamu izinkan kami masuk. Ada satu hal yang ingin kakak diskusikan denganmu kali ini mari kita kerja sama membantu mereka yang sedang berperang dengan cara yang pintar." Ucap Olive.


"Ide nekat apalagi yang kakak ingin beritahu aku, jika harus mengorbankan nyawa aku tidak akan izinkan." Jawab Robert tegas.


"Jadi kamu benar-benar tidak ingin bekerja sama? Kalau begitu biar aku sendiri yang melakukannya." Ujar Olive menuju meja dan membuka laptop kemudian menyambungkan alat yang tadi diberikan oleh Xaviera.


"Kak, itu..."


"Ini alat pelacak untuk keluarga Gardapati. Bisakah kamu membantuku merentasnya?" Tanya Olive.


"Tentu kak. Biar aku yang lakukan itu." Sahut Reina.


"Kak, apa yang dilakukan kak Olive dan Reina? Mereka serius sekali?" Tanya Robert.


"Sepertinya kamu belum mengenal kakak mu dengan baik dek." Ujar Luna.


Olive sibuk mengutak-atik laptop di bantu oleh Shakila Niesha dan juga Reina.

__ADS_1


"Kalian kabarin ke kak Rafa dan Kak Ryan. Masih ada musuh sebenarnya di balik musuh sekarang dan dia dekat dengan kita jangan lengah. Tidak mungkin mudah untuk mereka masuk ke wilayah Nugraha jika tidak ada orang yang membantu dari dalam." Ucap Olive.


"Oke!" Sahut Shakila dan Niesha.


Sementara itu di hutan.


"Kak Olive mengirimkan sinyal. Sepertinya ada sesuatu terjadi di markas, apakah tidak apa kita disini?" Tanya Alden khawatir.


"Aku yakin olive bisa mengatasinya dengan sangat baik. Walaupun terlihat rapuh karena kejadian yang menimpa saudara nya. Dia tidak akan membiarkan hal bodoh untuk terjadi kembali. Jika memang bahaya masih ada harapan untuk kita kembali ke markas." Jelas Belden.


"Sepertinya kakak sangat mengenal Olive dengan sangat baik. Akhirnya dia merasakan kasih sayang sesungguhnya dari keluarga." Ucap Alden.


"Apa maksud kamu?" Tanya Belden.


"Jika kakak tidak sadar, mungkin Olive memilih untuk pergi ke negara tempat kak Andre berada sejak lama atau mungkin sejak kejadian Robert. Tapi, Olive berhasil menahan semua nya selama ini sendiri." Sahut Alden.


Belden terdiam.


"Kalian lebih baik kabari atasan sesungguhnya. Panggil dia untuk muncul di depan kita, jangan hanya menyuruh anak buah seperti kalian. Setahu gua, keluarga Nugraha tidak pernah memiliki musuh. Jadi apa salah mereka kalian bersikap seperti ini dan wajar saja jika Olive menahan Xaviera di ruang bawah tanah." Tukas Alden.


"Disini aku yang pegang kendali. Tidak ada atasan sesungguhnya yang kalian maksudkan." Jawab Ibrano.


"Kau yakin sekali? Bagaimana kalian bisa dengan mudah masuk ke wilayah kami yang sangat ketat jika tidak ada bantuan dari orang yang sudah menyabotase wilayah ini. Itu sangat mustahil terjadi." Ucap Belden.


"Benar juga kak. Kenapa kita mudah sekali masuk wilayah mereka? Bahkan tadi gardu pantai sangat mudah di kalahkan oleh kita padahal pasukan mereka lebih banyak." Tutur Sam.


Ponsel Alden berdering, ada telepon dari Olive.


Halo?


Kamu dimana? Tidak ada yang terluka bukan?


Mengapa meminta panggilan video? Apakah ada yang terjadi?


Tidak ada. Tapi ada yang merindukan mu disini, sapa lah dia.


Alden mengarahkan camera nya kepada Yeta. Olive langsung berbinar.


Halo sayang ku, bagaimana keadaan disana? Kamu merindukanku? Baiklah setelah urusan ini selesai aku akan mengunjungi kalian.


Yeta seperti menyundul layar ponsel Alden.


Dasar kamu bisa cemburu juga? Baiklah aku akan mengunjungimu kemudian baru mereka. Oke?


Yeta seakan mengerti maksud Olive.


Pintar. Sekarang tugasmu adalah melindungi orang yang berada di pihakku dan jangan sampai kamu terluka. Itu akan menyakitiku juga.


Yeta mengendus layar ponsel Olive. Begitupun Olive menempelkan kening nya ke layar, kedua nya seperti mengikat sebuah janji. Kemudian Yeta mendorong ponselnya agar Alden berbicara dengan Olive.


Bagaimana keadaan disana?


Semua baik-baik saja disini. Tapi sepertinya ada yang tidak beres di sekitar markas. Maksudku, seperti masih ada penyusup yang selalu berhasil lolos dari penjarahan Nugraha. Tapi, kamu tenang saja. Aku sudah menemukan cara nya.


Kamu yakin tidak membutuhkan bantuanku disana?


Berhentilah mengkhawatirkan orang lain sebelum khawatirkan dirimu sendiri. Kamu yang mengatakan itu, aku mendapatkan bantuan dari orang penting jadi kamu tidak perlu takut.


Ketika Alden ingin menjawab tiba-tiba ada suara buka pintu di mansion yang membuat Olive juga terkejut karena terlihat Kak Andreas datang dengan nafas memburu.


"Kakak? Apa yang kakak lakukan?" Tanya Olive bingung.

__ADS_1


"Kau... Ya!" Teriak Andreas namun Olive segera berlari untuk menghindari hukuman dari Andreas.


Saat Andreas melintas di depan kamera video call, Alden memanggilnya.


Hai kak!


Kau juga, dasar kalian berdu. Tunggu, kamu ada dimana?


Aku? Di hutan mencegat para penjahat dan tidak sendirian. Tidak mungkin aku mendapatkan izin dari Olive.


Apa yang kalian lakukan di hutan berbahaya itu? Hai Yeta, lama tidak berjumpa. Bawa mereka ke markas segera dan kita diskusikan yang terjadi sebenarnya.


Tidak kak. Aku hampir selesai menyabotase mereka jika mereka tidak membantu memperpanjang waktu semua akan gagal.


Apa yang sebenarnnya kamu lakukan dek? Menyabotase apa?


Aku mendapat bantuan langsung dari Xaviera. Kalian cukup memperpanjang waktu disana dan jangan terluka saja. Ah benar, aku akan kirimkan detailnya di group nanti.


Kamu yakin dia membantu bukan menjebak kita?


Aku yakin. Dia sama seperti Zaylee kak, dia menjadi korban tanpa kasih sayang dari keluarga nya dan pasti dia juga ingin yang terbaik untuk keluarganya.


Yasudah kalau kamu yakin begitu. Lanjutkan dan kita akan bertemu dimarkas nanti malam.


Tentu. Jaga diri kalian.


Olive mengakhiri video call nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2