Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 66 - Publik


__ADS_3

Tiba-tiba Olive melihat dari arah lurus Olive berpelukan dengan Alden ada yang mengarahkan senjata api ke dirinya.


"Aku bilang nunduk kamu nunduk." Bisik Olive.


"Apa?" Ucap Alden.


Olive langsung mendorong Alden menjauh dan menjatuhkan dirinya ke sisi berlawanan. Tembakan itu meleset mengenai tempat duduk bari pertama tempat Olive duduk tadi. Semua pada berlarian keluar dari lapangan basket, Zet & Nel diikuti pengawal lainnya melindungi Olive dan Alden.


"Tuan, tuan tidak apa?" Ujar Nel.


"Nggak. Olive gimana?" Tanya Alden.


"Nona, apa nona terluka?" Ujar Zet.


"Aku tidak apa. Masih ada juga yang berani, cari pelakunya sampai ketemu." Perintah Olive.


"Baik nona." Sahut Zet.


Alden bangun menghampiri Olive.


"Kamu nggak apa?" Ujar Keduanya.


"Ya. Kalian baik-baik saja?" Tanya Shakila.


"Aku aman." Sahut Olive.


"Aman juga. Ya, bisakah jangan terlalu mendadak seperti itu? Kamu bisa saja terluka juga." Kesal Alden.


"Orang itu membidik tepat di kening ku. Yang penting aku aman, tapi lihat jika aku kena tembakan itu mungkin lebih parah dari bangku itu. Aku berhasil menghindar." Ucap Olive.


"Iya boss, yang penting Olive baik-baik aja. Dia nggak terluka itu sudah cukup. Apakah mungkin itu wiyata?" Kata Ryan.


"Bukan. Itu anak buah Clarke yang membantu Gitta. Wiyata tidak akan ceroboh seperti itu." Ujar Olive.


"Kak Gitta? Cih! Dia lagi... tidak puaskah dia menjambak rambut Niesha kemarin dan mengatakan hal yang tidak senonoh." Ucap Shakila langsung menutup mulutnya.


"Apa lu bilang?" Tanya Olive.


"Hanya... hanya masalah kecil saja. Tidak perlu di besar-besar kan." Sahut Niesha.

__ADS_1


"Beneran? Kalian harus cerita apapun ya, gua bakal berusaha buat lindungin kalian karena salah gua udah bawa kalian di situasi bahaya ini." Jelas Olive.


"Tenang Liv, lu nggak perlu lakuin itu. Kita berdua terima lu apa adanya bukan ada apa nya jadi jangan pernah salahin diri lu karena situasi kita sekarang." Ujar Shakila.


"Bener tuh. Lagian seru juga kok jadi bagian dari mafia gini. Setidaknya gua jadi tahu cara ngelawan orang jahat karena lu." Sambung Niesha.


Olive memeluk kedua sahabatnya. Alden masih kesal Olive mengorbankan diri untuk dirinya. Tak lama itu Zet dan Nel membawa pelaku yang menembak tadi ke hadapan Olive Alden.


"Ampun Nona. Tolong maafkan saya, saya hanya menjalankan tugas yang di berikan salah satu dari murid sekolah ini. Saya harus tetap hidup dan bekerja seperti ini untuk keluarga kecil saya. Maafkan saya tuan, nona." Mohon Pria itu.


"Aku tidak masalah anda menargetkan saya seperti tadi. Tapi, jika istri dan anak anda tau bahwa suami atau ayah mereka membiayai kehidupan dengan cara begini apa mereka akan tetap bersama anda? Lebih baik bekerja dengan hasil gaji kecil mencukupi daripada gaji besar untuk membunuh orang. Mengerti?" Jelas Olive.


Pria itu terdiam mendengarkan nasihat Olive. Alden yang merasa kesal tadi dengan Olive berubah menjadi kagum.


"Zet bawa dia kembali ke keluarga nya dan berikan uang seperti biasa. Dia tidak benar-benar berniat menembakku. Tangannya gemetar dan pandangannya tidak sesuai deng tindikkan target." Perintah Olive di angguki oleh Zet.


"Terima kasih Nona, aku akan selalu mengingat kebaikan nona dan aku akan mengembalikan uang itu kepada murid yang membayarku untuk melakukan ini." Ucap Pria itu.


"Apakah ini orang nya?" Tanya Shakila sambil menunjukkan foto kepada Pria itu.


"Ya! Betul, itu orang nya." Sahut Pria itu.


"Baik tuan." Sahut Nel.


Niesha dan Shakila mengecheck sekali lagi keadaan Olive setelah Pria itu dibawa pergi oleh Zet. Mereka memutari Olive dan memeriksa secara detail keadaan sahabatnya itu.


"Girls, stop it. I'm okay, aku gak luka sama sekali. Lebih baik kita pulang biar Nel tidak kesulitan membereskan semua ini." Ujar Olive.


"Nanti malam aku akan jemput, kita ke bar sesuai janji." Ucap Alden dan semua mengangguk.


Ryan, Rafa, Shakila, Niesha sudah mulai meninggalkan Arena Basket. Saat Olive ingin pergi tangannya di tahan oleh Alden.


"Ada apa?" Tanya Olive bingung.


Alden hanya menarik Olive ke dalam pelukannya dan Olive membalas itu walaupun tidak mengerti apa arti dari pelukan Alden.


"Aku mencintaimu Belinda Olivia Nugraha. Maafkan aku karena tadi marah padamu, aku tidak suka kamu selangkah lebih dulu menyelamatkanku. Seharusnya aku yang melakukan itu pada mu." Ujar Alden menundukkan kepala meluapkan kekesalannya.


"Aku juga mencintaimu Alden Camilo Fausta. Aku tahu apa yang aku lakukan adalah tugasmu. Tapi, di sisi ini aku penyebab kamu dalam bahaya. Maaf tadi mendorongmu dengan kuat. Pasti sakit." Ucap Olive.

__ADS_1


"Aku tidak apa sayang, justru aku khawatir denganmu karena kamu menjatuhkan diri. Aku kira kamu bakal ngorbanin diri kamu kena tembakan itu, aku sangat takut karena tidak seharusnya kita seperti ini." Kata Alden.


Olive melonggarkan pelukannya lalu menengok kanan kiri memastikan tidak ada orang yang melihat. Lalu dengan cepat Olive mencium bibir lembut Alden yang sejak tadi sangat menggemaskan untuk Olive. Olive yang berniat hanya menempelkan bibirnya pada bibir lembut Alden malah membuat Alden menahan tengkuk leher belakang nya dan me*umat bibir ranum Olive. Olive meremas baju Alden dan membiarkan Alden melakukan itu. Setelah puas, Alden melepaskannya.


Alden menatap manik mata Olive, nafas mereka saling memburu. Alden mengelus bibir ranum Olive yang bengkak dengan jempolnya. Olive pipi nya bersemu merah di perlakukan begitu lembut oleh Alden. Alden berbisik.


"Bagaimana jika kita menikah sekarang? Aku menginginkanmu di kamar." Bisik Alden yang langsung mendapat tatapan tajam dari Olive yang tersenyum malu.


"Dasar mesum. Sudah ayo pulang, mereka pasti menunggu lama di parkiran." Ajak Olive untuk keluar dari Arena Basket.


"Sayang... " Rujuk Alden.


"Ish! Ayo cepat jangan manja, sejak kapan tuan Alden Camilo Fausta manja. Ayo!" Tukas Olive.


Alden berhenti membuat Olive seperti tertarik ke pelukan Alden, dengan cepat Alden menggendong Olive ala bridal style membuat Olive terkejut. Sampai di parkiran semua bingung.


"Nona kenapa? Terluka lagi?" Tanya Zet.


"Tidak. Aku baik-baik saja." Sahut Olive cepat.


Murid sekolah yang melihat ke romantisan Alden terhadap Olive merasa bingung tapi terpesona. Karena baru kali ini Alden menunjukkan sikap itu di depan umum. Sampai terdengar di telinga Ilona yang berada di cafe pusat kota.


"Git, gua nggak tahu harus bilang apa sama lu. Tapi, gua harap lu nggak buka forum sekolah." Ucap Ilona


"Lu ngomong apaan sih? Paling juga.... "


Gitta terdiam ketika melihat foto ke romantisan Olive dengan Alden trending di forum sekolah. Gitta sakit hati karena selama kemarin mereka berstatus King & Queen Alden belum pernah memperlakukannya begitu.


"Gitta. Are you okay?" Tanya Ilona.


"Dimana mereka sekarang?" Ujar Gitta sudah mengepalkan tangannya.


"Kalo dari foto mereka masih di sekolah. Git, lu nggak akan berbuat lagi kan? Lu nggak ingat bokap lu bisa di pecat kalo berani nantang mereka." Kata Ilona.


"Gua nggak peduli lagi. Kali ini gua akan jamin kalo Perempuan itu nggak akan bisa lepas dan Mati di tangan gua secepatnya." Geram emosi Gita.


"Gitta, gua takut malah lu yang bakal celaka. Sudahi aja ya, gua yakin kalo mereka bukan jodoh hubungan mereka nggak akan lama. Pas saat itu lu bisa masuk buat Alden jadi milik lu seutuhnya." Ucap Ilona.


Gitta hanya diam tidak menjawab apapun.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2