
Setelah Episode ini nggak ada judul, cuman "Episode xxx" YGY :D
Selamat membaca, Jangan lupa buat Like dan Comment atau boleh sarannya mau Happy Ending atau Sad Ending :)
//////////////////////////////////
//////////////////////////////////
//////////////////////////////////
Robert menurunkan kaca jendela sedikit.
"Ada apa? Aku hanya ingin jalan-jalan sendiri saja tanpa pengawasan. Aku lelah harus bekerja terus menerus." Keluh Robert.
"Tuan jangan menipu kami, menurutlah dan kita kembali ke markas untuk bertemu dengan nyonya dan tuan besar." Ujar Pram.
"Aku tidak bisa kembali kerumah sekarang. Reina di sekap oleh bibi Sera." Ucap Robert kelepasan.
"Hah? Gimana tuan? Bagaimana mungkin Nyonya Sera ada disini kita tidak mengetahuinya. Ini harus segera di laporkan kepada Tuan dan Nyonya besar." Sahut Pram.
"Eitss! Jangan lakukan itu, tunggu sampai jam 12 malam lebih 20 menit jika aku tidak kembali kalian baru bisa mencariku. Sekarang aku akan diam disini bersama kalian, aku berjanji tidak akan lari. Tapi, jikaa aku ketahuan melakukan yang seharusnya tidak aku lakukan untuk keamanan Reina. Itu akan sangat mengancam nyawanya." Jelas Robert.
"Tapi tuan, jika dilihat dari sini sana sudah mendekati perbatasan bagaimana jika harus melewati perbatasan, Kita tidak bisa melakukan apapun. Tuan juga akan dalam bahaya." Jawab Pram.
Robert memeriksa lokasi yang dikirimkan bibi sera padanya, Benar saja itu jauh di tengah kekuasaan milik wiyata.
"Kau lupa, kak kevino sekarang sudah menjadi bagian dari keluarga kita. Dia akan segera menikahi kak Phia." Kata Robert.
"Tuan yakin itu wilayah Wiyata bukan Clarke?" Tanya Pram.
Robert meneliti lagi. Kemudian dia memukul setir nya kesal karena itu adalah wilayah Clarke bukan Wiyata. Ponselnya berdering, tertera nama Alden disana. Roberrt bingung, ingin mengangkatnya tapi dia juga tidak ingin mendapatkan masalah baru dari kak Via. Akhirnya Robert mengangkat telpn itu.
Iya Kak.
Dimana kamu?
Aku? Aku ada bersama Pram kak di sebuah hotel tidak jauh dari kota. Ada apa?
Olive. Dia---
Apa yang terjadi dengan kak Via kak? Dia baik-baik saja?
Aku tidak tahu. Tapi, aku juga tidak bisa memastikannya karena oma melarang aku untuk masuk kedalam mansion. Apakah kamu bisa memantaunya dari cctv?
Kak, kami tidak memasangnya di dalam kamar. Tapi, sedikit banyak aku tahu apa yang kakak lakukan dengan kak Via. Begini saja, minta Zet untuk mengecheeck keadaan nya.
Tidak bisa. Kamar nya di kunci dari luar dan kunci di pegang oleh Oma. Aku sesekali mendengar ada suara pecahan kaca, tapi tidak tahu dari kamarnya atau bukan. Aku sangat khawatir. Bisakah kamu kembali?
Aku tidak bisa kak, Nyawa Reina dalam bahaya di tangan bibi Sera. Aku terlalu polos menyingkirkan kepercayaan bahwa pelakunya adalah orang terdekatku. Sekarang aku benar-benar tidak tahu harus melakukan apa, Lalu aku harus masuk ke wilayah Clarke untuk menyelamatkan Reina. Kak, Aku mohon rahasiakan ini untukku. Aku berjanji akan kembali dengan selamat bersama Reina.
Jelas Robert yang keceplosan sampai membuat Alden khawatir juga.
Jangan melakukan hal yang ceroboh Robert. Kirimkan lokasinya, Aku akan menyusul kesana dengan pasukanku begitupun meminta bantuan dengan kevino.
Maaf kak. Aku tidak bisa memberitahumu. Tunggu saja, kabar tentangku jika aku kembali. Aku akan pastikan untuk menyelamatkan Reina dulu, dia sama penting nya dengan kak Via untuk kak Alden. Jadi, jangan menahanku untuk pergi dan jangan memberitahu siapapun tentang ini. Selamat tinggal kak.
Robert mematikan panggilan sepihak. Alden yang masih ada di halaman mansion rumah Nugraha segera meminta izin untuk masuk namun di tahan oleh pengawal Nugraha. Zet keluar dari markas dan mendatangi Alden, Alden berusaha untuk mengatakan apa yang tadi di bicarakan dengan Robert. Walaupun Robert bermasalah dengan Reina dan ingin menyelamatkannya seorang diri. Tetap saja, ia mengutamakan kebahagiaan Olive. Alden tidak ingin Olive menjadi membencinya jika tidak menceritakan hal ini.
"Maaf tuan, anda tidak boleh masuk kedalam." Pinta Zet.
"Aku mohon Zet, tidak usah meminta kunci pada oma. Tapi ada satu hal yang harus aku ceritakan kepada Olive. Robert dalam bahaya sekarang." Sahut Alden.
"Apa maksudmu cucuku Robert dalam bahaya?" Tanya Opa.
Alden terdiam. Ia tidak ingin ceroboh beritahu tentang situasi Robert pada oma dan Opa. Mereka akan mempersulit Robert dalam menyelamatkan Reina nanti.
"Obat. Obat Olive ada di aku, aku ingin mengembalikannya. Ini titipan dari Robert tapi Robert memintaku untuk memberikannya langsung pada Olive tidak melalui perantara." Ucap Alden terpaksa berbohong.
Tapi, memang benar tadi Olive seperti sengaja memasukkan obat miliknya ke dalam tas milik Alden. Alden tidak tahu apa yang di rencanakan oleh Olive, tapi bagaimana pun nanti hasilnya dia harus ada rencana untuk menyelamatkan Robert sebelum terlambat.
Alden menunjukkan obat yang di maksud. Setelah banyak pertimbangan Opa mengijinkan Alden untuk masuk di temani Zet sampai depan kamar Olive. Alden meminta di sediakan kertas dan Pensil kepada Zet. Zet pun menyediakan itu dan segera memberikannya kepada Alden.
__ADS_1
Tok Tok Tok
"Olive. Ini aku, kamu baik-baik saja?" Tanya Alden dengan nada penuh khawatir.
"Emm." Jawab Olive singkat.
"Dengarkan perkataan ku dengan baik, Aku tidak akan mengulanginya. Apa kamu paham?" Ujar Alden lagi sambil menulis apa yang di ceritakan Robert tadi di telepon.
"Baiklah." Sahut Olive.
Alden selesai menulis dan menyisipkan kertas tulisan lewat lubang bawah pintu.
"Robert mengatakan untuk tidak khawatir dengannya dan dia menitipkan obat yang sepertinya waktu kamu pergi ke bar kamu menitipkannya pada Robert. Jadi, aku membawanya kembali. Ingat untuk meminum nya dan jangan membuat aku khawatir." Jelas Alden.
Olive yang sedang membaca surat itu, segera membalasnya. Dilantai 2 itu hanya ada Zet yang menyaksikan dan ikut tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah membalasnya Olive menyisipkan kertas itu kembali dan Alden membaca balasan dari Olive.
'Aku tidak akan membiarkan kamu ikut turun tangan menghadapi situasi ini. Kirimkan saja lokasi Robert dan aku akan membawa nya kembali.' Dalam hati Alden sambil menulisnya.
Alden kembali menyisipkan surat itu. Tak lama itu Olive sudah membalasnya.
'Kamu juga belum menggenal siapa yang akan kkamu lawan. Ayolah kita harus bersatu untuk melawan kejahatan ini. Aku janji tidak akan membahayakan diri.' Balas Olive.
Alden menataap Zet, tak lama itu Zet mengangguk.
'Jangan mengingkari janjimu, kita akan ke wilayah Clarke.' Balas Alden.
Tak lama itu ada pesan masuk dari Olive, Ternyata Olive menyimpan laptop cadangan di kamar sehingga masih bisa berhubungan. Olive sudah mengirimkan lokasi keberadaan Robert pada Alden, selanjutnya seperti biasa Alden akan menunggu di halte menyerahkan masalah keluarnya Olive dari Mansion kepada Zet.
Alden mengirimkan pesan bahwa jika dirinya akan pergi, Kemudian mengetuk pintu seperti morse. Tak lama itu Oma datang tanpa di duga.
"Kok kamu belum pulang nak?" Tanya Oma.
"Aku mau balikin obat aja oma. Tadi nggak sengaja kebawa sama Robert, dia titipin ini ke aku." Sahut Alden sambil memberikan botol obat kapsul kepada Zet.
"Berarti kamu sempet ketemu sama Robert dong?" Tanya Oma.
"Ya. Tapi nggak lama, dia cuman ngasih ini abis itu pergi tanpa sepatah kata pun. Kalau begitu aku pamit oma." Ujar Alden dengan sopan melewati oma Nugraha dan turun kebawah.
Saat di ruang tamu dekat dengan pintu utama rumah, Oma memanggil.
Alden berhenti melangkah, Zet terdiam di tempat dan Olive berharap jika Alden tidak di curigai oleh oma. Tak lama, Alden membalikkan badannya dan tersenyum.
"Ya oma?" Jawab Alden.
"Ini ada yang ketinggalan." Ucap Oma memberikan kertas yang tadi untuk surat menyurat dengan Olive.
"Oh ya oma..." Sahut Alden ingin mengambil kertasnya namun di tahan oleh oma.
"Apa yang kamu sembunyikan?" Tanya Oma.
"Aku tidak menyembunyikan apapun." Jawab Alden sedikit gugup.
"Lalu kertas apa ini? Nak, katakan saja apa yang sebenarnya terjadi?" Ujar Oma.
"Setelah aku memberitahu akankah oma mengizinkan Olive untuk keluar bersama ku? Karena sekarang aku sangat membutuhkan bantuan Olive untuk tahu dimana keberadaan Robert sebelum semua terlambat." Jelas Alden membuat oma Nugraha semakin bingung.
"Apa maksud kamu? Robert bukankah dia hanya berkunjyng ke tempat Reina? Maksud kamu apa Robert dalam bahaya dan hanya Olive yang tahu tempat itu?" Tanya Oma semakin bingung.
Tiba-tiba Yogi orang kepercayaan Oma datang dengan tergesa-gesa.
"Nyonya besar! Tuan muda kecil sedang dalam perjalanan menuju pertengahan kota wilayah Clarke. Nona Reina sudah diculik dan menjadi sanderaan Clarke. Yang lebih parah adalah Nyonya Sera ada disana. Dia yang menelepon Tuan muda kecil dan meminta nya untuk datang sendiri. Nyonya kita harus segera bertindak sebelum tuan muda kecil benar-benar masuk ke wilayah itu." Lapor Yogi.
Oma yang mendengar berita mengejutkan itu seketika langsung kehilangan keseimbangan sesaat. Untung nya Zet dan Yogi dengan cepat menopang tubuh Nyonya besar nya dan menuntunnya agar duduk di sofa ruang tamu utama. Alden sudah menduga jika Oma Nugraha tahu berita ini akan sangat terkejut seperti dugaannya.
"Keluarkan Olive dari kamarnya. Ini kuncinya." Pinta Oma sambil memberikan kunci gembok kamar pada Yogi.
Yogi segera pergi ke lantai 2 untuk melepaskan nona kembar keduanya dari kurungan di kamar. Di dalam kamar, Olive malah mengunci diri ia tidak ingin bertemu Oma nya. Karena dia tidak pandai berbohong.
"Nyonya besar, Nona kembar kedua tidak ingin keluar dari kamar." Adu Yogi.
"Olive keluar sayang, Oma ingin bicara soal Robert. Sebelum oma berubah pikiran." Rayu oma.
__ADS_1
"Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya ke oma, karena situasinya akan semakin parah." Sahut Olive.
Didalam kamar, Olive menggunakan laptop canggihnya sedang mengamati kemana perginya Robert. Sekitar satu jam lagi adiknya akan memasuki wilayah Wiyata kemudian melanjutkan perjalanan untuk mencapai kota Clarke tempat Reina nya berada.
Tok Tok Tok
"Olive ini opa, kamu buka pintunya atau opa akan bobol dobrak paksa pintu kamarnya?" Perintah Opa.
"Opa, bisakah aku selesaikan masalah ini sendiri saja? Maksudku kalian tidak perlu ikut campur. Kalian cukup mengerahkan pengawal kalian untuk melindungi aku dan Robert? Robert... Robert sudah memasuki wilayah wiyata sekarang. Aku tidak ingin kehilangan siapa pun dan aku janji kalian tidak akan kehilangan aku ataupun Robert dan Reina." Janji Olive.
'Liv, apa yang kamu rencanakan sebenarnya? Jangan melakukannya seorang diri. Aku tidak bisa kehilangan mu.' Bathin Alden khawatir.
Opa melirik ke oma kemudian mengangguk pasrah. Pikiran mereka benar-benar tidak mengira jika Sera akan bergerak secepat ini. Tidak ada tanda-tanda dia berangkat dari negara S sana, bahkan Tio juga tidak memberikan kabar kepada mereka.
"Baiklah. Lakukan apa yang kamu inginkan, sebelum semua nya terlambat. Kita harus bergerak cepat sayang." Ujar Opa.
Tak lama itu Olive membuka pintu sambil membawa tas selempang cukup simpel. Tapi berisi hal yang tak pernah terduga oleh orang-orang pada umumnya. Opa segera turun dengan Olive kemudian mereka duduk di sofa. Olive menjelaskan dimana titik Robert berada sekarang.
Setelah menjelaskan panjang lebar tentang Robert Reina dan juga rencana yang akan Olive lakukan. Tiba-tiba saja Oma Opa dan Alden tidak setuju dengan ide yang Olive ajukan.
"Oma tidak setuju dengan rencana mu sayang, Itu terlalu berbahaya kamu tahu? Itu bisa sangat beresiko besar untukmu. Oma tidak mengizinkan." Tegas Oma.
"Opa juga, Itu namanya kamu mengorbankan nyawa kamu. Terlebih sekarang kamu belum bisa terlalu bergerak bebas bagaimana jika mereka hanya menjebak saja? Ternyata tidak ada siapapun disana? Atau bagaimana jika ternyata Reina aman ada di satu tempat dan Kalian berdua dalam bahaya?" Khawatir Opa.
"Aku juga tidak setuju kamu masih harus dalam pengawasan dokter dan minum obat jika sewaktu-waktu kambuh. Kemudian, aku tidak ingin kehilanganmu. Aku akan ikut dengan Zet dan Nel juga." Tambah Alden.
"Kamu ingin aku kehilangan diri kamu?" Tanya Olive.
"Bukankah kamu yang berencana untuk menghilang dari hidupku?" Tanya Alden kembali.
"Wow... hey Tuan dan Nona. Ini bukan waktu yang tepat untuk bertengkar. Waktu terus berjalan dan hari mulai gelap, kita harus melakukan sesuatu." Tutur Zet berusaha mendamaikan keduanya.
Tiba-Tiba....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...