
Di Gudang Terbengkalai
Sera sudah terlihat gelisah takut jika kepergiannya terbaca oleh sang suami, Tio. Di dalam gudang itu hanya ada Sera dan Reina yang terikat di kursi kayu dengan mulut serta wajah yang tertutup kain. Reina mulai sadar dari biusan yang diberikan anak buah Sera, cukup lama. Reina mulai berontak ingin melepaskan diri dari ikatan di kursi. Sera yang menyadari itu langsung menghampiri Reina dengan sepatu heels nya.
"Siapa itu?" Tanya Reina.
"Kamu tidak mengenali suaraku? Kita sempat bertemu beberapa kali dulu sejak kamu mulai bermain dengan Robert." Ujar Sera.
"Robert? Kenapa kalian sangat pengecut seperti ini? Jika punya masalah dengan keluarga Nugraha datangi mereka. Atau anda juga pengkhianat keluarga Nugraha?" Tebak Reina membuat Sera terkejut.
"Diam kamu!" Teriak Sera Panik.
"Hahaha... sepertinya tebakanku benar. Bibi bekerja sama dengan tuan tato ular untuk menghancurkan Nugraha. Bibi tidak takut jika Oma Nugraha mengetahui hal ini?" Ucap Reina.
“Urus saja bagaimana hidupmu sekarang. Tidak usah pedulikan aku.” Ujar Bibi Sera.
“Apakah bibi yakin jika keluarga Nugraha tahu bibi tidak akan mendapatkan kesempatan kedua? Sekarang mumpung masih ada waktu bibi masih bisa melarikan diri. Keluarga Nugraha bukan tandingan siapapun, aku tahu dan pasti bibi lebih tahu itu.” Tutur Reina.
“Tahu apa kamu anak kecil. Kamu takutkan jika Robert datang kesini dan dia akan mempertaruhkan nyawa nya demi menyelamatkanmu? Jadi, apakah kamu benar-benar buta selama ini tidak bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Robert? Dia mencintaimu sejak lama bahkan sejak beberapa hari kalian baru saja berkenalan. Apa kamu tidak menyadari hal itu?” Ucap bibi Sera.
“Aku tahu itu dengan jelas. Tapi aku lebih tahu diri, karena aku tidak akan pernah pantas berada di lingkungan seperti Robert. Derajat kami sangatlah jauh, ibarat saja Robert adalah raja di negara ini dan aku hanya rakyat jelata yang hanya ketentraman untuk keluargaku saja. Tapi setelah kejadian Robert kecelakaan semua benar-benar berubah. Kelompok ular itu mulai bergerak dengan memanfaatkan aku yang dekat dengan keluarga Nugraha dan aku menyadari bahwa bibi juga salah satu dari mereka. Apakah aku benar?” Tebak Reina.
Bibi Sera terdiam.
“Jika aku tidak salah tebak, bibi juga berasal dari keluarga yang sama dengan ku yang derajatnya sangat jauh untuk berada di lingkungan yang sama dengan keluarga Nugraha. Kenapa bibi memaksakan diri? Apa itu tidak meyakitkan bathin bibi? Jika bibi benar mencintai salah satu dari keluarga Nugraha dengan cara yang benar aku yakin bibi akan memilih jalan yang sama denganku.” Jelas Reina.
Sementara itu di tempat Robert berada, Olive dan Alden baru saja tiba di rumah villa perbatasan yang di sewakan milik wiyata untuk mereka beristirahat dan mendiskusikan keadaan dengan baik. Sementara itu Tio berusaha untuk
secepat mungkin segera sampai di gudang terbengkalai dan menyadarkan istrinya itu sebelum benar-benar terlambat terjadi hal yang tidak di inginkan.
“Hemm... ini dimana? Alden?” Ujar Olive masih setengah sadar bangun dari tidur di kursi mobilnya.
Alden yang melihat Olive seperti baru saja bangun dari tidur segera mengakhiri diskusi dengan Robert terlebih dahulu. Alden menghampiri Olive yang masih linglung.
__ADS_1
“Hai, sudah bangun puteri tidur?” Tanya Alden lembut.
“Kenapa tidak membangunkanku jika sudah sampai sejak tadi? Dimana Robert? Apakah dia sudah berangkat ke gudang terbengkalai itu?” Panik Olive khawatir.
“Aku disini kak. Perbatasan di jaga ketat oleh bawahan Paman Tio, kenapa kalian harus ikut campur membahayakan diri kalian seperti ini sih? Jika sudah begini masalah akan semakin rumit. Terlebih di sana ada kelompok ketua tato ular, bagaimana jika paman Tio tidak bisa kembali? Bukankah seharusnya kita melindunginya kak?” Khawatir Robert.
“Hei, tenanglah Nathan Nugraha. Paman Tio tidak akan gegabah pasti dia sudah merencanakan ini semua dengan sangat baik. Tugas kita adalah menunggu hasilnya, jika sampai pukul satu dini hari paman tidak ada kabar kita akan maju.” Ucap Olive membuat Robert dan Alden terkejut.
“Hei... wow! Nona, apakah kamu tidak ingat jika kesehatanmu sedang tidak baik-baik saja?” Tanya Alden.
“Aku tahu Alden, tapi aku tidak akan tinggal diam jika mereka juga menangkap paman disana. Sejak awal mereka mengincar aku bukan kalian, seharusnya aku yang pergi kesana dan melakukan rencanaku tanpa sepengetahuan kalian.” Sahut Olive.
“Kakak ingin aku kehilangan kakak setelah kita 7 tahun tidak berkumpul? Jika begitu, aku tidak akan pernah munculkan diri sejak awal. Biarkan mereka dan keluarga cukup tahu bahwa aku tidak ada di dunia ini.” Ucap Robert sedikit emosi.
“Kalau kamu memilih jalan itu, bukankah seharusnya kak phia juga tidak akan pernah sembuh atau bangun dari koma nya? Kamu ingin meninggalkan aku hanya dengan kak Belden saja? Apakah seperti ini yang dinamakan keluarga menurutmu?” Tanya Olive terpancing sedikit lalu meninggalkan mereka masuk ke dalam villa dan kesalah satu kamar kemudian menguncinya.
“Ada apa dengan kalian? Bukan begini caranya untuk saling melindungi.” Alden putus asa melihat Olive pergi begitu saja.
“Karena dia yang tahu lokasi kamu berada. Kalung yang dia kasih itu yang menuntun kami ke kamu sekarang. Dia mengkhawatirkan kamu, dia sangat terpukul saat kehilangan kamu. Tidak seharusnya kamu mengatakan hal seperti tadi. Bahkan sampai sekarang dia masih menyalahkan diri karena Kecelakaan yang terjadi padamu. Dengan perkataan tadi bukankah itu sangat menyakiti hati kakak mu?” Jelas Alden berusaha menengahi pertengkaran kakak adik ini.
Sementara itu di Mansion Nugraha, semua berkumpul kecuali Alden Olive dan Robert. Oma sedang duduk karena kedua cucu nya sedang dalam bahaya di sana dan dirinya tidak bisa melakukan apapun sehingga membuat kesehatannya menurun.
“Oma, beristirahatlah dikamar. Kami akan mengurus keberadaan Olive Robert dan Alden. Opa ajaklah oma beristirahat di dalam. Kesehatan kalian lebih penting sekarang.” Bujuk Luna.
“Kami tidak akan bisa tenang jika Tio dan cucu kami masih di sana. Ada apa dengan Sera ini? Kenapa menyebabkan masalah seperti ini? Kurang baik apa aku padanya selama ini? Apakah ini balas budinya? Dengan mencelakai dan mengkhianati cucuku?” Tutur Oma sedih sambil memijat kening kepala nya yang sedikit pusing.
Tiba-tiba cenan mendapati lokasi keberadaan Olive Robert dan Alden. Alden menyalakan lokasi agar mendapat bantuan dari Mansion untuk masalah yang terjadi sekarang. Tak lama itu ada respon dari cenan yang sedang berusaha untuk merentas dan melacak keberadaan Olive Alden ataupun Robert.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1