
Mereka sama sekali tidak terganggu belajar nya dengan gosip itu. Pelajaran pertama dimulai, waktu terus berjalan hingga waktu istirahat pun tiba. Baik Olive ataupun Alden memutuskan untuk ke kantin.
Olive dan kedua sahabatnya lebih dulu pergi ke kantin. Mereka memilih tempat yang kosong di meja baris ke tiga.
"Kalian mau pesan apa?" Tanya Shakila.
"Gue somay sama es teh aja." Jawab Niesha.
"Gue ice lemon tea aja. Ice batu nya banyakin."Sahutku.
Shakila pun memesan makanan beserta minuman. Setelah memesan Shakila langsung kembali ke meja kedua sahabat
nya. Tiba-tiba saja, kantin mendadak menjadi ramai karena kedatangan Alden, Rafa dan Ryan.
#PoV Author On
Saat Olive, Shakila dan Niesha sedang asyik mengobrol canda tawa tiba-tiba ada yang ikut bergabung dengan meja mereka. Seluruh siswa/i yang berada di kantin pun kaget.
"Hai!" Sapa Rafa dan Ryan.
"Hai kak." Sapa Olive dan kedua teman nya.
Lalu pesanan kelompok Olive datang.
"Ini pesanan nya non." Ucap ibu kantin.
"Makasih pak." Jawab Olive.
"Bu, pesan biasa ya tiga. Antar ke sini." Ujar Alden.
"Siap den." Sahut ibu kantin.
"Tadi kalian nggak kesiangan kan karena semalam pulang larut?" Tanya Rafa.
"Nggak kak, kita aman kok. Tapi, masih kurang aja tidur nya." Sahut shakila.
"Nah, itu benar. Setuju, oiya kalian udah persiapan acara promnight sekolah. Bulan depan lho." Ucap Ryan.
"Belum kak. Masih lama, nanti aja persiapan nya H-5 acara. Liv, lu ikut kan?" Tanya Niesha tiba-tiba membuat Olive batuk.
"Em... kayak nya datang deh. Soalnya bokap gue yang bakal jadi donor dana acara nya." Sahutku.
"Bakal ada acara special dong?" Tanya Rafa dan Olive mengangguk.
"Iya, selain kostum King Queen bakal ada banyak kejutan lain nya. Dapet bocoran sih bakal mulai dari jam 4 sore karena ada game nya dulu." Sahutku santai.
"Yes, asyik. Ya kan bos? Kita ikut kan?" Tanya Ryan.
"Ikutlah, kalo nggak ikut bisa ditarik fasilitas gue. Bokap gue bakal kasih sambutan." Sahut Alden.
"Cieee! Temu keluarga dong." Bisik Rafa dimeja itu.
"Ahhh!" Shakila berdiri lalu ditarik duduk kembali oleh Olive.
"Sutt! Ada pak Firman." Ucapku menunjuk ke arah pintu masuk kantin.
Pak Firman seperti mencari seseorang, ketika mata nya mencari lalu kemudian ketemu lalu menghampiri meja itu yang ternyata meja yang di tempati Olive.
"Kalian berdua di panggil ke ruangan kepala sekolah. Ada yang mau ketemu dengan kalian." Ucap pak Firman kepada Olive dan Alden.
Olive langsung mengecheck pesan, benar saja papa mengirimkan pesan.
[Sayang, papa datang kesekolah nanti ke kantor kepala sekolah ya.]
"****!" Umpat Olive dengan pelan yang masuh di dengar oleh Shakila dan Niesha yang kompak menengok.
"Kenapa?" Tanya Niesha.
__ADS_1
"Kayak nya gue ketahuan balik malam, pergi ke bar." Bisik Olive.
"Terima aja, Masih ada kak Alden yang bakal bayarin kita kalo fasilitas lu di tarik. Fighting!" Bisik Shakila lalu mendapat tatapan tajam dari Olive.
"Ya pak." Sahut Alden santai berdiri dan mengikuti pak Firman.
"Gih sana!" Ucap Niesha.
Olive pun mengikuti pak Firman dan Alden menuju ruang kepala sekolah. Banyak pasang mata menatap tak suka pada Olive karena jalan berdua dengan Alden.
Saat tiba di ruang kepala sekolah terlihat Ayah gibran sedang asik mengobrol dengan Adlan.
"Pak ini mereka." Ucap pak Firman.
"Oh, iyaya. tinggalkan kami berempat 10 menit saja." Ucap Adlan.
"Baik pak, saya permisi." Sahut pak Firman.
Setelah memastikan pintu tertutup rapat, Olive Alden yang pura-pura memasang muka tegang menjadi biasa saja.
"Sini sayang duduk nak." Pinta Ayah Gibran.
"Ayah ada apa ke sekolah? Bunda sakit? Atau kenapa?" Tanya Alden.
"Haha... dia sangat mirip dengan mu ran. Panikan." Tawa Adlan.
"Iyaya, dulu saya juga suka panikan begini. Ah, nggak. Ayah sedang ngomongin buat acara promnight bulan depan aja. Ayah dan Adlan bakal kasih sambutan." Jelas Ayah Gibran.
"Papa sama om gibran aja kan yang datang?" Tanya Olive.
"Nggak dong sayang, semua satu keluarga. Nanti bakal ada acara inti gitu." Jawab Papa Adlan.
"Acara inti? Penentuan King Queen kan kayak biasa gitu? Habis itu udah bubar, selesai acara." Ujar Alden.
"Nggak. Pokoknya, nanti kita bakal gelar acara dari jam 4 sore sampe 10 malam. Biasanya kan cuman dari jam 7 Malan sampe jam 9 malam kan. Tahun ini special." Sahut Ayah Gibran.
"Ayah nggak bakal ngumumin tentang... "
"Hahaha... mereka kompak juga ya. Iya benar, kita bakal ngumumin tetang pemegang saham sekolah satu lagi yaitu Adlan." Jawab Ayah Gibran.
Seketika Alden dan Olive duduk kembali karena bukan itu yang mereka kira. Jadi, mereka merasa aman.
"Soal perjodohan, nggak akan kami ikut campur. Pokoknya keputusan ada di tangan kalian. Mau kalian cuman sebagai sahabat atau mau coba pacaran dan lain nya. Itu keputusan kalian, kami tidak akan ikut mencampuri keputusan kalian itu yang penting itu terbaik buat kalian berdua." Ucap Papa Adlan.
"Ya, kami orang dewasa juga nggak akan memaksa untuk kalian harus nikah nantinya. Kebahagiaan kalian yang menjalankan, gimana baiknya menurut kalian saja. Apapun keputusan kalian, kita pasti dukung. Tapi, kami ini para orang tua nggak akan menjodohkan anak nya dengan sembarang orang. Selain karena janji asal bicara kami saat kuliah pasti juga karena untuk memperpanjang silaturahmi juga." Sambung Ayah Gibran.
Olive maupun Alden hanya mengangguk mengerti.
"Yasudah, kalian ke kantin lagi sana. Hari ini sekolah di pulangkan cepat, jadi habis istirahat kalian nggak ada pembelajaran tapi ada lomba-lomba. Ini juga bagian dari acara promnight." Ucap papa Adlan.
"Kok mendadak? Maksudnya nggak ada pemberitahuan jauh hari." Ujar Olive.
"Iya, karena proposalnya baru jadi nak. Tapi, cuman seminggu sekali dua kali aja. Nggak akan mengganggu belajar kalian kok." Jawab Papa Adlan.
"Putrimu sangat mirip denganmu, tidak suka waktu belajarnya berkurang. Haha... " Tawa Ayah Gibran.
"Benar sekali. Yasudah, Papa sama Gibran mau lanjut rapat di kantor perusahaan. Kalian baik-baik ya di sekolah, kalo ada masalah cerita aja. Entah itu sesama kalian ataupun ke kita." Ucap papa Adlan.
Olive dan Alden hanya mengangguk. Kemudian mereka mengantar sampai parkiran.
"Satu lagi, urusan kita belum selesai nak. Papa cek cctv semalam kamu pergi. Papa akan tanyakan itu dirumah." Ucap papa Adlan membuat Olive kaget dan menunduk.
"Iya pah." Jawab Olive pelan.
"Semalam Olive juga keluar? Kalian janjian ya?" Tebak ayah Gibran.
"Nggak!" Jawab Olive dan Alden serentak.
__ADS_1
"Pokoknya masalah itu nanti dirumah saja. Baik-baik ya nak." Ucap Ayah Gibran.
Mobil kedua nya pun pergi meninggalkan sekolah. Saat Olive maupun Alden berbalik badan banyak mata tertuju pada mereka. Mempertanyakan hubungan mereka. Olive yang merasa risih kabur lebih dulu kembali ke kantin diikuti Alden dari belakang.
#Kantin
"Kok bos sama bu bos lama ya? Udah mau bel masuk nih, mana belum bayar lagi." Ucap Rafa.
"Jangan-jangan mereka ketahuan pulang bareng beneran lagi? Eh, kalian ngerasa aneh nggak sih? Hari ini Olive datang awal lho." Ujar Shakila.
"Ternyata bu bos juga datang awal. Wah! Pasti semalam ada sesuatu nih. Tumbenan banget bos gue jam set7 teng udah ada tuh mobil di parkiran sekolah. Gue kira bakal berangkat kayak biasa. Aneh ya." Jawab Ryan.
"Kita harus pertanyakan ini ke mereka. Kita buat group berempat gimana? Kan rencana kita sama mau nyatuin mereka di promnight King Queen sekolah. Sebulan lagi nih waktunya." Usul Niesha.
"Setuju. Oke, gue yang buat. Nanti kalo ada yang punya rencana chat di group aja." Sahut Rafa di setujui oleh Ryan, shakila dan niesha.
"Penasaran nih, mereka ngapain ya di ruang kepsek. Bentar lagi bel masuk, kantin udah mulai sepi." Keluh Ryan.
"Tenang aja, kita nggak ada pembelajaran lagi." Sahut Alden tiba-tiba bergabung kembali diikuti Olive.
"Beneran? Dalam rangka apa?" Tanya Shakila.
"Ada lomba-lomba gitu, kata nya sih bagian dari acara utama bulan depan yaitu Promnight." Jawab Olive.
"Bos cabut nggak?" Tanya Rafa.
"Jangan, bokap udah wanti-wanti di sekolah aja. Lu tau kan ember nya guru-guru disini kalo ngadu ke bokap gimana." Sahut Alden.
"Wah, kalian ketahuan dong jalan semalam. Eh, maksudnya keluar rumah." Ujar Shakila.
"Aman sih buat sekarang." Sahut Olive.
Tiba-tiba kantin ramai kembali karena kedatangan Gitta dan teman Setia nya yaitu Ilona.
Sebelum itu...
#Kelas XI IPA - 2
"Kok Alden belum balik sih? Tadi bukan nya mereka ke kantin doang ya. Apa mereka cabut?" Ucap Gitta.
"Kayak nya nggak mungkin deh. Bonyok nya pasti ketat banget. Udah mau kelas tiga kan kita." Jawab Ilona.
Siswa/i mulai bergosip.
"Kalian lihat kan tadi? Semudah itu Alden buat duduk bareng sama Olive." Gosip siswi.
"Iyaya, terus mereka kayak keliatan akrab deket banget. Jangan-jangan mereka udah jadian lagi." Gosip siswi lain.
"Em! Gue juga liat mereka dipanggil ke ruang kepsek." Gosip Siswa.
"Bener tuh, bahkan mereka sampe ngantar ke parkiran." Gosip siswa lain.
Gitta dan Ilona merasa terusik pun menanyakan kebenaran nya.
"Mereka siapa maksud kalian?" Tanya Ilona.
"Olive sama Alden. Lu nggak tau?" Jawab Siswi itu.
"Sialan! Punya nyali berlebih juga ya anak baru itu sok-sok an cari perhatian sama bokapnya baby Alden." Kesal Gitta.
"Bener tuh. Harus diberi pelajaran tuh anak baru." Sahut Ilona.
"Dimana mereka sekarang?" Tanya Gitta.
"Kantin." Sahut siswa.
Tanpa menunggu lama Gitta dan Ilona menuju ke kantin. Semua siswa/i pun mengikuti karena pasti bakal ada perang besar-besaran di kantin.
__ADS_1
#Kantin
Bersambung...