
#Tiba-tiba
Saat mobil sudah memasuki jalanan yang sudah cukup lancar ada beberapa motor dengan suara berisik dari arah belakang mengikuti mobil Olive. Alden Olive sadar akan hal itu langsung mempersiapkan diri bila tiba-tiba mereka di cegat dan harus melawan.
"Bagaimana ini?" Tanya Olive.
"Tenang dulu, Ini belum termasuk penyerangan mereka ingin memancing amarah kita. Kamu berpegangan yang kuat , Untung kita sudah memasuki daerah kekuasaan Fausta, Bagaimana jika kita bersenang-senang malam ini sayang?" Tawar Alden.
"Wow! Kamu sangat menyeramkan Tuan Muda Fausta, tapi kamu tenang saja jika bersenang-senang seperti ini aku tidak akan menolaknya. Ayo, lakukan!" Semangat Olive.
"Kamu sangat bersemangat, aku kira kamu akan merasakan takut. Ini yang terakhir, ingat itu sayang-ku." Ucap Alden.
"Ingat ini kesekian kalinya kamu memperingatkanku bahwa ini terakhir." Ledek Olive.
Tiba-tiba 2 motor di belakang menyalip mobil Olive dengan jalan yang melengkung-melengkung seperti memancing amarah. Namun, Alden Olive tidak terpancing dengan hal itu mereka malah terlihat sangat tenang. Karena kaca mobil juga gelap membuat ke 4 orang yang berada di motor depan agak meragukan jika di dalam mobil adalah targetnya.
Nel menelepon Alden,
Tuan Muda, saya sudah tiba di posisi.
Wah! Kau sangat cepat mengetahui posisiku. Padahal aku masih ingin bermain dengan mereka.
Kalo begitu kami akan muncul ketikka tuan membutuhkan bantuan.
Kau ini Nel... Baiklah lakukan apapun yang kau mau.
Tiba-tiba mobil mereka di minta berhenti oleh 4 motor 8 orang. Alden pun berhenti, setelah itu orang-orang itu mengetuk jendela dan meminta agar menurunkan kaca jendela nya. Alden diam begitupun Olive, ini cara kedua nya memancing amarah musuh. Hingga orang-orang itu sudah mengangkat sebuah balok kayu dan menggedor kaca jendela mobil.
Karena ini sudah larut malam jadi mereka berani melakukan itu dan jarang orang melintas di jalur itu.
"Kamu ingin melawan mereka?" Tanya Alden.
"Tidak. Mereka terlalu lemah." Ujar Olive.
Padahal Telepon masih terhubung dengan Nel.
Bagaimana Nona kedua tahu mereka lemah? Nona lihat lah ke sekeliling diatara pepohonan mereka bersembunyi menunggu kalian menurunkan kaca jendela atau membuka pintu.
Kau belum mematikan sambungan telepon Nel. Dasar kau ini...
Olive menurunkan sedikit namun tidak memperlihatkan mereka agar suara mereka saling terdengar saja.
"Apa yang kalian inginkan?" Tanya Olive.
"Biarkan kami melihat kalian." Ujar pria itu.
"Untuk apa kami memperlihatkan pada kalian? Apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Alden.
"Jangan banyak bertanya, lakukan saja." Kata Pria itu.
"Kalian tidak di ajarkan sopan santun oleh Bos Clarke?" Tanya Olive.
"Tahu darimana kau jika kami di perintah oleh keluarga Clarke? Tanya pria itu bingung.
"Tidak usah berpura-pura menjadi pesuruh dari kelompok mafia, siapa pesuruh kalian sebenarnya." Ucap Olive.
"Nona kau sangat menarik, sepertinya kau sangat tahu banyak hal tentang mafia." Ucap pria itu.
Olive mantap Alden seperti mengatakan sesuatu. Mereka pun saling mengangguk.
"Tentu saja, kau telah memata-matai aku sejak kedatanganku di Villa!" Kesal Olive menurunkan kaca jendela kemudian menonjok muka orang itu lalu menutupnya lagi.
Kemudian Alden langsung memundurkan mobilnya pergi ke sisi kanan untuk melewati motor-motor itu, Sedangkan orang itu kesakitan dan mengalami pendarahan di hidung nya dan memberi perintah untuk mengikuti mobil Olive. Di dalam mobil,
__ADS_1
"Ah, sudah lama rasanya tidak menonjoki orang hehe.... itu hebat Alden!" Ucap Olive bersemangat.
Alden hanya bisa menggelengkan kepala karena kekasihnya tidak mengenal takut.. Ternyata mereka di jebak dan di cegat oleh Clarke tidak bisa melanjutkan perjalanan.
"Wah, punya nyali gede juga ya." Ucap Olive ke kursi belakang menyiapkan peralatan.
"Nel Zet bersiaplah di tempat kalian. Nona Olive sudah terbakar semangat untuk berperang." Ujar Alden melalui talkie-walkie.
Olive sudah mengantongi 2 granat, satu senjata api dan belati tersayang nya. Kemudian Olive juga memberikan beberapa peralatan senjata. Tak lama itu, Sam mendatangi mobil Olive mengetuk kaca jendela mobil meminta agar menurunkan kaca nya. Tak ada respon dari kedua nya, ditambah Alden sengaja memainkan gas seakan bisa maju atau mundur kapan saja membuat Sam dan pasukannya agak terkejut sekaligus takut.
Karena laawan mereka terkenal dengan Nekatnya, Alden membuka kunci pintu nya, kemudian turun lebih dulu.
"Apa yang kalian lakukan malam-malam begini? Tidak ada kerjaan saja." Kesal Alden.
"Kok lu ada disini?" Tanya Sam.
"Emang lu kira ini mobil siapa? Lu tau kan ini wilayah kekuasaan gua, sekali gua nyalain sinyal bisa habis kalian semua di tempat. Ah, hati-hati juga di jalanan tertentu ada ranjau aktif yang di tanam. Tapi, kalian beruntung masuk ke wilayah gua kenapa? Karena kalo kalian masuk wilayah Nugraha, gua nggak bisa jamin besok kalian masih bisa melihat matahari." Tekan Alden membuat Sam dan pasukannya merinding.
Olive tertawa melihat raut wajah musuhnya yang memutih pucat ketakutan. Padahal yang di Omong Alden adalah benar adanya *eh maksudnya bohong.
"Kami tidak takut." Ujar kevino palsu.
"Wah! Kejutan lain datang malam ini, sayang lihatlah musuhmu yang sesungguhnya keluar dari kurungan juga. Sayang sekali, malam ini aku hanya sendirian. Coba ada Olive pasti akan seru." Kata Alden seolah-olah menyesal keluar berkendara malam sendirian.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Sam.
"Ouh! Kau tidak tahu jika kevino yang kau agung-agungkan selama ini adalah palsu? Hah! Oh tidak! Maaf keceplosan." Ucap Alden dengan senyum smirk nya.
Kevino Palsu sudah mulai gelisah dan berjalan mundur karena Alden berjalan mendekatinya.
"Hey, kenapa bos mu berjalan mundur begitu? Apa karena sudah tertangkap basah olehku?" Tanya Alden.
"Apa maksud perkataanmu!" Marah Kevino palsu yang terus berjalan mundur.
Halo sayang...
Kamu dimana sekarang?
Aku sedang dalam perjalanan lalu sedang di cegat oleh Sam dan Kevino yang palsu.
Benarkah? Ah sayang sekali aku tidak ada disana, apakah wajahnya ikut memucat seperti yang lainnya ketika kamu menakuti mereka?
Ah, kamu benar juga. Dia tidak memucat tapi terlihat sangat gelisah.
Sayang sekali aku tidak bisa ikut bersenang-senang denganmu disana. Aku akan keluar dari rumah sakit secepatnya dan bergabung dengan mu.
Jangan terlalu bersemangat sayang, kau membuat musuhmu ketakutan.
Baiklah. Aku tidak akan mengganggu kesenanganmu lagi, ah sampaikan pesanku untuk Sam Clarke aku baru mendapat pesan dari dokter Franklie bahwa di lobby rumah sakit ada Yumi dan Quira beserta pasukannya. Terima kasih untuk kado ulang tahunnya, Sepertinya aku juga akan bersenang-senang malam ini.
Tiba-tiba pintu mobill sisi lain terbuka.
"Benar begitu, sayang?" Ucap Olive dengan tatapan tajam sambil memutar memainkan pisau belati andalannya.
Sam, Kevino palsu dan pasukkannya tersentak terkejut dengan kehadiran Olive kemudian Zet Nel dan Ratusan pasukan Nugraha Fusta bermunculan. Sejujurnya, Alden juga terkejut karena ini pertama kalinya Olive memanggilnya dengan sebutan kata Sayang. Alden hanya menatap terpesona pada kekasihnya.Mereka terus mundur sampai terpojokkan oleh motor yang menghalangi sepanjang jalan. Olive berjalan menghampiri Alden yang bersender pada cap mobilnya kemudian disusul Zet Nel.
Ponsel Sam berbunyi, Telepon dari Yumi. Sam melihat kearah Olive, Olive mengangkat tangannya mempersilahkan Sam untuk mengangkat telepon itu.
"Angkatlah. Aku penasaran apa yang sedang terjadi disana." Tutur Olive.
Sam mengangkat telepon dan menyalakan speakernya.
Kak! Dimana perempuan gila itu? Kenapa rumah sakit sangat sepi? Bahkan tidak ada pasien yang datang. Kakak yakin tidak salah info tentang ini? Aku juga sudah mengerahkan pasukan untuk memeriksa setiap ruang dari laintai-lantai rumah sakit. Tapi mereka bilang semua kosong, dokter pun tidak ada yang praktek hari ini. Dimana perempuan gila itu?
__ADS_1
Olive yang mendengar itu menahan tawa nya. Sam terdiam tidak menjawab perkataan Yumi. Kevino Palsu merebut ponsel dari Sam.
Kembalilah ke markas, Hubungi Quira juga. Katakan padanya target tidak ada di tempat.
Tawa Olive tidak bisa ditahan kembali hingga terdengar sedikit oleh Yumi.
Dia ada disana? Benarkah? Jadi info yang kakak dapatkan palsu?
Jangankan info tentang itu, bahkan orang yang kalian agung-agungkan selama ini saja palsu tanpa kalian sadari
Teriak Olive yang membuat Yumi terkejut.
Hah! Apa maksud perkataannya? Kak? Halo?
"Sudah-sudah. Kalian ingin berperang sekarang atau biarkan kami pulang? Waktu berharga ku terbuang karena ulah kalian. Cepat pilih, jika kalian pilih tetap berperang sekarang aku tidak menjamin kalian bisa melihat matahari besok dan jika kalian mundur kalian bisa persiapkan diri kalian lebih matang lagi. Tentu saja fikiran kalian juga, Oh by the way dokter kejiwaan tidak hadir hari ini jadi lebih baik bilang kepada Yumi untuk datang lain hari.
*Sialan kau! Lihat saja---
Telepon itu langsung di putus oleh Kevino palsu. Buat Olive tertawa.
"Kamu sangat pandai memancing amarah musuh sayang." Bisik Alden.
"Tentu saja, berkat ajaranmu dan Oma." Sahut Olive lalu menjulurkan lidahnya dan tersenyum.
"Apa buktinya jika kak kevino yang disini adalah palsu?" Tanya Sam penasaran.
"Kau ingin bukti? Mudah saja, tanyakan padanya tanggal berapa saat dia meminta orang lain menabrak adikku Robert." Kata Olive sambil memutar memainkan belatinya.
Sam menunggu jawaban dari kevino palsu.
"Aku akan beri kalian waktu 3 menit. Hah! Waktu berharga ku terbuang lagi." Keluh Olive.
Sam seperti berharap jika kevino palsu bisa menjawabnya.
"17 Maret." Jawab kevino palsu.
"Hah!" Kaget Olive.
"Itu jawaban yang salah." Kata Alden.
"Ya, itu jawaban yang salah." Sambung Olive.
"Bagaimana aku bisa ingat itu sudah 8 tahun yang lalu. Aku hanya ingat bahwa ada 4 mobil disana. 2 mobil disisi lampu merah sejajar denganmu lalu satu mobil dari sisi depan kemudian satu mobil lain nya memantau dari sisi kanan seberang lampu merah. Aku berada di mobil sisi kanan di seberang lampu merah jauh dari kalian." Jelas Kevino palsu.
Olive terkejut.
"Apa kau bilang? Siapa kau sebenarnya?" Tanya Olive dengan emosi namun segera di tahan oleh Alden.
"Bagaimana kakak melawannya jika kakak ada di mobil? Luka itu kakak dapatkan dari dia kan? Seharusnya kakak berada di sisi kiri sejajar dengan Robert." Ungkap Sam.
Kevino palsu diiam dan panik karena tidak sengaja keceplosan.
"Bawa mereka ke Markas. Urusan kita belum selesai!" Perintah Olive dengan amarahnya.
"Tapi nona, bagaimana jika nyonya besar tahu?" Tolak Zet.
"Tidak apa. Biar mereka sekalian mati saja." Ujar Olive dengan tatapan mematikan.
Sam dan Kevino palsu ketakutan setengah mati dengan ancaman Olive.
"Aku tidak mengizinkan. Kesehatanmu belum benar pulih, kamu bisa jatuh sakit." Ucap Alden.
"Aku hanya ingin tahu siapa dalang di balik semua ini. Aku sudah muak dengan teka-teki yang ada, jika orang itu menargetkan kekayaan Nugraha kenapa harus kakek dan nenek? Kenapa bukan oma dan opa? Lalu bagaimana dia tahu posisi persis mobil-mobil itu padahal di CCTV pun tidak terlihat dan siapa kevino yang asli sebenarnya." Frustasi Olive.
__ADS_1
Bersambung...