
"Ingat selalu kabarin kita ya apapun yang terjadi, kita benar-benar nggak bisa bantu lebih dari itu. Mereka terlalu kuat untuk kita lawan dan gua memang menyarankan lu untuk ketemu orang ini. Jangan terlalu terlibat, bisa membahayakan nyawa lu bro." Pesan Yuda sambil memberikan sebuah kartu nama beserta alamatnya.
"Bantuan ini dari kalian udah cukup banget buat gua, bahkan tiket pesawat kalian juga yang berinisiatif bayarin gua. Gua pasti bakal kangen banget sama kalian, Gua janji akan balik secepatnya." Janji Reno.
3 Teman Reno memeluk nya erat kemudian Reno pergi menaiki pesawat karena sebentar lagi akan lepas landas. Perjalanan cukup panjang, memakan waktu 20 jam di penerbangan udara. Reno sebenarnya sangat berat hati meninggalkan keluarganya meenjadi tawanan kelompok ular itu, tapi dirinya tidak akan berhasil jika harus melawan mereka dengan fisik yang lemah seperti ini. Selama perjalanan, Reno tertidur sambil memeluk foto keluarga nya dia akan sangan merindukan keluarganya.
Bisa saja dia meminta tolong pada keluarga Nugraha, namun tidak mungkin dia lakukan langsung karena pasti mereka juga memasang kamera pengawas takut jika nyawa keluarga menjadi taruhannya. Sebelum berangkat, Reno sudah menaruh sepucuk surat di laci kamar orang tua nya dia mengatakan bahwa harus menyelesaikan masalahnya tapi jangan beritahu Reina apapun. Reina cukup tahu, jika Reno pergi liburan bersama teman-temannya dengan uang bobolan celengan paksa itu.
Ibu Bapak hanya bisa pasrah dengan keputusan anak sulung nya dan berharap hubungan kedua anaknya tidak menjadi masalah yang panjang. Selama perjalanan, ternyata ada yang mendekati Reno diam-diam. Orang itu adalah Andreas, orang yang ingin di temui oleh Reno. Sesampainya di Germany, Reno menukarkan uangnya terlebih dahulu agar bisa menyewa apartemen murah menggunakan taksi. Namun tiba-tiba, ada seseorang dengan kemeja putih membungkuk hormat pada Reno meminta Reno untuk ikut padanya.
Awalnya Reno ragu namun, Reno yakin jika Germany adalah negara yang aman untuk dirinya. Orang itu meminta Reno untuk masuk ke mobil limosin roll royce. Saat Reno membungkuk melihat ke dalam terdapat seseorang yang asiing. Reno menatap orang kemeja putih untuk meyakinkan dirinya kembali.
"Maaf saya tidak memperkenalkan diri, saya adalah Paul dan beliau adalah Tuan Andreas. Kita berada di pesawatt yang sama, kebetulan beliau ke kamar mandi dan melihat ada kartu nama yang anda pegang beserta foto keluarga." Jela Paul.
"Maksud kalian ini?" Tanya Reno meyakinkan.
"Masuklah dulu, jika ada yang melihat nanti kamu bisa dalam bahaya." Ajak Andreas.
Reno akhirnya masuk ke dalam mobil mewah itu. Lalu mereka memulai obrolan dan maksud kedatangan Reno ingin menemui Andreas.
"Kelompok ular?" Ulang Andreas dan Reno mengangguk mantap.
"Mereka menjadikan keluarga ku tawanan karena dekat dengan keluarga Nugraha. Kami dulu sering main bersama saat masih kecil, sampai kurang dari setahun yang lalu aku dengar Robert meninggal dunia karena ditabrak begitu saja oleh orang." Jelas Reno.
"Tuan kecil meninggal?" Kaget Andreas dan Reno mengangguk.
"Anda mungkin tidak percaya. Tapi, memang keluarga Nugraha tidak mengekspos tentang itu ke media sosial hanya sekitaran mereka saja yang tahu itu." Ucap Reno.
"Siapa namamu?" Tanya Andreas.
"Saya Reno tuan. Ah, kedatangan saya ingin mengetahui bagaimana caranya saya mengalahkan kelompok ular dan membuat keluarga saya kembali terbebas dari tawanan mereka." Ujar Reno.
"Aku mengerti, kamu tidak ingin langsung melaporkan ke Nugraha karena takut nyawa keluarga mu terancam bukan? Itu pilihan yang tepat dan kamu telah mendatangi orang yang tepat." Sahut Andreas.
"Terimakasih tuan, Aku sangat bersyukur langsung bertemu denganmu. Jujur saja, aku hanya menggunakan modal nekat dan membawa uang secukupnya. Jika aku bertemu dengan orang yang salah aku mungkin akan putus harapan dan mati di negara ini." Tutur Reno.
"Paul, siapkan apartemen terbaik untuk Reno ini. Dia akan menjadi bagian dari kita untuk membasmi mafia gelap. Paul, tolong jangan sampai ketahuan juga jika Reno berada disini, kita harus lindungi sebaik mungkin." Perintah Andreas.
__ADS_1
"Baik tuan." Sahut Paul
"Tuan, tidak perlu repot tuan. Aku tidak bermaksud..."
"Aku adalah kerabat dekat keluarga Nugraha. Lebih tepatnya aku adalah pelatih beladiri untuk nona kembar kedua yaitu Olive. Jadi, sahabat Robert berarti sahabat Olive juga dan artinya bagian terbaik dari keluarga Nugraha juga." Kata Andreas.
"Terimakasih tuan, terimakasih banyak." Jawab Reno.
Sementara itu,
"Dimana satu orang lagi? Kenapa hanya 3 orang disini?" Tanya ketua itu.
Tidak ada jawaban apapun dari Bapak Ibu ataupun Reina yang sudah terlihat wajahnya merah menahan amarah.
"Hei nona kecil, kemarin kau sangat cerewet kenapa sekarang menjadi pendiam?" Ujar ketua itu sambil mencekram wajah Reina.
Reina hanya memejamkan matanya untuk memedam amarah. Dia tidak ingin banyak bicara lebih tepatnya setelah kepergian sang kakak kabur keluar negeri entah kemana Reina memutuskan untuk menjadi pendiam.
"Cari orang itu sampai ketemu, jangan sampai dia pergi ke tempat Nugraha." Perintah ketua itu.
Reina tertawa sampai nangis mendengar kata-kata itu, karena terdengar seperti mafia yang takut. Reina yakin mereka adalah bagian dari mafia gelap. Karena jika mereka sesama mafia baik, tidak mungkin saling membunuh seperti ini.
Padahal Reina hanya asal membuat cerita saja tapi wajah para kalompok ular ini yang tadinya sangar dan gagah berubah menjadi pucat setelah mendengar cerita Reina.
"Tidak apa jika kalian tidak percaya padaku, jika kalian beberapa bulan yang lalu menonton berita bahwa polisi menemukan 3 orang di pulau terpencil? Mereka adalah orang yang mengkhianati kakek Nugraha. Aku sarankan sebelum kalian gabung dengan mafia gelap seperti ini cari informasi lengkap dahulu musuh kalian seperti apa. Kemudian aku sarankan segera siapkan asuransi kematian kalian untuk keluarga yang kalian tinggalkan. Aku tidak tahu apakah mereka menaruh kamera pengawas atau tidak di ujung jalan ini. Mereka bekerja tapi dalam diam, tidak seperti kalian yang terang-terangan seperti ini. Nanti satu hari tiba-tiba...."
Reina berhenti menjeda ceritanya.
"DUAR! Kalian sudah berada di pulau terpencil. Hahaha!" Tawa Reina.
"Berani sekali kau menipu kami!" Kesal Pengawal ketua itu.
"Ouh! Wah! Kalian benar-benar tidak menonton berita ternyata. Terserah kalian, ingat pesanku saja sebelum kalian hanya tinggal nama besok lebih baik kalian pamit kepada keluarga kalian. Ahh, waktu itu mereka melakukan 7 hari sebelum korban di temukan. Bisa saja kalian ditemukan setahun kemudian, karena tempat ini sangat tersembunyi. Hahaha!" Tawa Reina.
"Kita pergi dari sini! Gadis itu gila." Ucap Ketua itu dengan suara sedikit gemetar.
Ketika kelompok ular itu benar-benar pergi Reina langsung melakukan pekerjaannya kembali tak menggubris keberadaan ibu bapak nya. Mungkin Reina kesal juga, karena ibu bapak nya mengizinkan atau tidak berusaha menahan kakak nya untuk pergi begitu saja.
__ADS_1
Sementara di tempat lain yang ikut turut mendengar cerita Reina juga ikut merinding,
"Kita harus memperkuat dan mengulur waktu menunggu waktu yang tepat ketika ada celah untuk menyerang." Ujar Ketua kelompok ular sebenarnya.
"Tuan, sepertinya gadis itu hanya mempermainkan kita saja." Jawab bawahan setia nya.
"Kau kan menonton bersamaku yang polisi menemukan mayat sudah membusuk di hutan. Bahkan organ tubuhnya sampai keluar, kau tidak ingat? Bodoh!" Kesal ketua kelompok ular.
"Apakah tuan yakin gadis itu benar-benar mengatakan bahwa itu adalah Nugraha? Saya merasa itu hanya cerita buatan saja tuan." Jawab Bawahan kepercayaannya.
"Sudahlah. Kita undur saja, daripada nanti kita habis sebelum perang? Perbanyak dulu pasukannya, baru kita serang. Atau kita serang perorangan, mereka pasti masih berkabung dengan kematian anak kecil itu. Kita bisa ambil celah dan membuat keluarga Nugraha atau sesama klan mafia baik kita buat mereka beradu domba. Bagaimana?" Ide Ketua itu.
"Bagus tuan. Saya akan segera memilih salah satu dari pasukan untuk menjadi mata-mata disana." Sahut bawahan itu bersemangat.
Beberapa tahun kemudian terjadilah penculikan yang menimpa Phia Olive dan terjadi pemerkosaan terhadap Phia oleh Sam Clarke hingga menyebabkan Phia koma dan sedikit trauma saat bertemu orang banyak sampai hampir 3 tahun lama nya. Ternyata Phia sempat terbangun namun sewaktu-waktu trauma itu akan muncul.
Sementara itu, Reno selama tinggal di Germany masih dalam pengawasan Andreas yang suka pergi ke beberapa negara sudah banyak membuat kemajuan. Ia bisa melakukan beladiri, merentas akun atau link apapun tanpa ketahuan, Kemudian bongkar pasang benda apapun termasuk penyadap suara.
Flashback off
Reina menghela nafas panjang melihat kakak nya pergi tanpa menjelaskan maksud dari pembicaraannya. Sedangkan Reno tetap akan terus menyembunyikan ini sampai saat nya nanti dia akan menceritakan di waktu yang tepat. Reno baru kembali sebulan yang lalu bersamaan dengan munculnya Robert ke dalam keluarga Nugraha. Reno berniat untuk pergi menemui teman-temannya yang sudah banyak membantu.
Sementara Robert yang masih berada di ruang kontrol mendengar pembicaraan mendalam antara Reina dan Reno agak sedikit terkejut. Robert langsung tahu apa yang dimaksud dan keahlian apa yang di miliki oleh Reno.
"Kak Reno belajar dari siapa keahlian itu? Satu-satunya yang bisa aku tanyai atau ku minta pertolongan adalah kak Andreas. Tapi, apakah kak Andreas tahu jika aku masih hidup?" Gumam Robert.
"Tuan kecil? Tuan." Panggil Prass.
"Ah? Ya. Ada apa?" Tanya Robert.
"Lihat ini kita sudah temukan lokasi dari penyadap itu. Itu ada di sebuah bangunan gedung kosong Negara S, bukankah ini tempat Tuan Tio tinggal?" Pinta Prass.
Robert pun menjadi penasaran dan menelusuri lokasi nya.
"Kau benar, sepertinya paman Tio berada dalam bahaya. Tapi, lokasi ini seperti nya tidak asing. Prass, kirimkan langsung pada Felix dan tanyakan itu lalu minta mereka melacak lokasi bibi sera apakah lokasi nya sama. Karena Paman bilang seharusnya bibi berada di negara yang sama tapi bukan di rumah paman Tio." Perintah Robert.
"Baik tuan." Sahut Prass.
__ADS_1
Selanjutnya apa yang akan terjadi? Bagaimana kelanjutannya?
Bersambung...