Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 17 - Kembali Sekolah


__ADS_3

Keesokkan harinya, Demam Olive sudah turun. Tetapi pegal di bagian leher pundak masih terasa. Ia segera mandi dan bersiap untuk ke sekolah. Olive sarapan lebih awal, saat Belden turun Olive sudah selesai sarapan.


"Morning dek, gimana demam nya?" Tanya Belden.


"Sudah turun kak, cuman kayak nya aku harus kontrol ke dokter Tomi. Leher aku baru terasa nyeri." Ujar Olive.


"Yaudah, nanti pulang sekolah kabarin aja. Kakak antar ke rumah sakit, mungkin karena di pukul pakai benda jadi sakitnya agak lama dek. Beda kalo di pukul pake tangan gitu." Sahut Belden.


"Iya kak. Yaudah, kakak mau sarapan atau mau antar aku dulu?" Tanya Olive.


"Ini baru jam enam kurang, kamu ngapain disekolah jam segini? Janjian sama Alden?" Tebak Belden.


"Nggak. Aku mau ngerjain tugas di perpustakaan kak. Hari ini kelas pertama nggak ada guru nya jadi aku mau di perpustakaan aja." Jawab Olive.


"Oke deh. Yuk, kakak antar. Kakak nanti aja sarapannya." Ujar Belden.


"Bik, makasih sarapan nasi goreng nya! Enak, aku berangkat sekolah dulu." Pamit ku sambil berjalan keluar.


"Iya non!" Sahut bibik.


Tak perlu waktu lama, mereka sudah sampai di sekolah.


"Nanti pulang jam berapa?" Tanya Belden.


"Makan siang, jam dua belas harusnya tapi nanti aku kabarin lagi." Jawab Olive.


"Oke, hati-hati ya. Jaga diri benar-benar lho." Ujar Belden dan Olive mengangguk lalu keluar dari mobil.


Olive menuju kelas untuk menaruh tas nya kemudian ke perpustakaan dengan membawa beberapa buku untuk di pelajari. Tanpa disadari ada sepasang mata yang tersenyum seperti melihat orang yang di rindukan. Dia Alden.


Hari ini Alden tidak menggunakan mobil, dia menaiki motor sport nya ke sekolah. Alden mengikuti Olive yang berjalan ke arah perpustakaan.


"Apa jam segini perpustakaan sudah buka?" Gumam Alden pada diri sendiri.


Saat Olive mengeluarkan kunci yang sejak kedatangan awal sebelum menaruh tas ia mampir ke post satpam untuk meminjam kunci. Satpam itu sudah tau jika olive adalah anak yayasan seperti Alden, jadi dia tidak ragu untuk memberikan kunci itu pada Olive.


"Wah! Ternyata dia sudah minta kunci di satpam." Gumam Alden pada diri nya lagi.


Alden pun ikut masuk ke perpustakaan membuat Olive terkejut.


"Kak Alden, udah datang? Aku nggak lihat mobil kakak di parkiran." Ucap Olive.


"Iya, aku naik motor. Kamu ngapain pagi-pagi ke perpustakaan begini?" Tanya Alden.


"Ouh, aku jam pertama kosong jadi mau ulas yang kemarin sekalian cari buku tambahan disini." Sahut Olive.


"Emm... kamu IPA kan?" Tanya Alden.


"Iya kak." Jawab Olive.


"Aku masih ada buku catatan kelas sepuluh. Gimana kalo kamu pinjem catatan aku?" Usul Alden.


"Wah, serius kak boleh?" Tanya Olive.


"Boleh kok, apalagi kan sebulan ini bakal nggak efektif belajarnya jadi kamu bisa belajar kalo jam kosong atau dirumah." Ujar Alden.

__ADS_1


"Oke deh, emm... hari sabtu gimana? Kebetulan kan aku juga udah janji mau main ke rumah kakak sama Delia." Usul Olive.


"Oh ya, oke deh. Yaudah, karena udah terlanjur disini. Aku juga bantu deh beresin buku juga. Biasanya yang disini udah di data tinggal dibalikin ke rak nya." Ucap Alden.


"Oke kak." Sahut Olive.


Alden dan Olive sibuk menata buku kembali. Lalu petugas perpustakaan masuk dan memanggil Olive. Karena petugas itu tau dari satpam saat datang tadi.


"Olive?" Panggil petugas.


"Iya bu, Sebentar lagi tata buku." Sahut Olive.


Karena tergesa-gesa hampir saja ia kejatuhan buku-buku yang ada di lantai atas dab ia lagi menata buku rak paling bawah. Untungnya Alden sigap manahan buku-buku itu agar tidak menimpa Olive.


"Udah sana dulu, biar aku aja." Bisik Alden.


"Eh, iya kak. Makasih." Sahut Olive kemudian pergi.


Olive pun menuju meja petugas.


"Iya bu." Ucap Olive.


"Ouh ternyata benar ada kamu. Kamu bantu nata buku juga? Terima kasih ya." Ujar petugas itu.


"Iya bu, maaf ya bu nggak chat ibu dulu tadi sebelum pinjem kunci perpus." Sahut Olive.


"Nggak apa, saya tahu kamu orang baik. Kalo kamu tidak keberatan jika jam kosong kelas boleh kok bantu ibu juga, jadi ibu nggak keteteran sendiri." Usul petugas.


"Beneran bu? Wah, makasih ya bu. Sebenernya ada satu orang lagi bu yang bantu saya." Ucap Olive.


"Alden? Tumben sekali kamu ke perpus, biasanya ke markas belakang sekolah." Ujar petugas itu membuat Olive melirik sekilas ke arah Alden yang sedang salah tingkah.


"Kebetulan aja bu, saya datang awal terus tadi lihat ada yang ke perpus jadi sekalian deh." Sahut Alden.


"Yasudah kalian kembali sana ke kelas, sebentar lagi bel masuk." Ucap Petugas.


"Pelajaran pertama saya nggak ada guru nya bu, cuman kasih tugas. Saya boleh kan disini bu?" Tanya Olive.


"Boleh kok. Kalo gitu, Alden balik ke kelas. Sekolah udah ramai lho." Ujar petugas.


"Baik bu." Sahut Alden namun menarik tangan Olive menuju rak-rak di belakang membuat Olive kaget.


"Eh, ada apa kak?" Tanya Olive.


"Aku lupa tanya, kamu udah nggak apa kan?" Ucap Alden.


"Nggak kak, semalam sempat demam. Tapi, udah minum obat kok maka nya berani ke sekolah." Jawab Olive.


"Demam? Terus leher pundak kamu gimana?" Tanya Alden Khawatir.


"Kak, tenang aja. Walaupun aku baru terasa nyeri nya sekarang, aku tetap akan keras kepala masuk sekolah. Aku nggak mau ketinggalan pelajaran lagi." Sahut Olive.


Lalu terdengar bunyi bel.


"Kakak ke kelas gih, nanti ketemu di kantin." Ucap Olive lagi.

__ADS_1


"Oke, kabarin aku ya kalo emang mau ke rumah sakit tiba-tiba. Nanti aku kabarin Tomi." Ujar Alden.


"Nanti pulang sekolah kak Belden yang mau antar aku kontrol." Sahut Olive.


"Yaudah, aku balik ke kelas. Hati-hati tata buku nya, jangan tergesa-gesa." Ucap Alden menuju pintu keluar.


"Iya." Sahut Olive.


Setelah Alden keluar, mereka sampai tidak sadar jika petugas perpus diam-diam mengamati mereka. Alden memang bukan murid yang nakal, dia bahkan masuk tiga besar sama seperti Olive. Hanya saja, perpus seperti daerah terlarang yang tidak pernah di masuki oleh Alden. Namun, hari ini Alden membuat petugas bingung tapi senang. Karena perpus nya akan menjadi saksi ke sweet an antara Olive dan Alden.


Sementara itu di kelas XI IPA 2, sudah mulai ramai murid berdatangan. Ryan Rafa masuk dan terkejut meja bosnya ada tas tapi nggak ada orang.


"Si bos kemana ya? Tumbenan banget udah ngilang duluan nggak nungguin kita." Ucap Rafa.


"Kantin kali, dia sarapan bubur. Kan udah buka tuh." Tebak Ryan.


"Oh iya bener-bener." Sahut Rafa.


Tak lama itu Gitta dan Ilona masuk kelas.


"Baby Alden kemana? Kok ada tas nggak ada orang nya?" Tanya Gitta.


"Lu nanya sapa? Gue? Kan gue baru datang." Jawab Rafa.


"Ya kan biasanya dia ngabarin lu juga, kemana gitu." Ujar Gitta.


"Nggak tau. Kantin kali." Sahut Ryan asal.


Saat Gitta berniat ke kantin, Alden masuk kelas. Gitta langsung tersenyum lebar dan menggandeng tangannya manja membuat Alden risih. Langsung di hentak begitu saja.


"Pagi bos. Naik apaan bos? Gue kira belum datang, soalnya nggak ada mobil lu." Ucap Ryan.


"Iya, gue naik motor. Malas bawa mobil, sekali lah di pake tuh motor ntar berdebu." Sahut Alden.


"Oiya, bos udah dapet kabar Olive gimana? Dia udah dua hari nggak masuk kata anak kelas." Tanya Rafa.


"Gue juga bingung. Terakhir gue ketemu juga di kantin pas dia di siram itu. Apa dia pindah ya? Masa baru berapa hari masuk udah pindah." Jawab Alden.


"Coba aja bos di tengok cctv, sapa tau ada yang ngeganjel kemarin-kemarin. Ada yang iseng mungkin ngunci dia di toilet atau gudang sekolah. Apa mungkin di culik?" Ucap Ryan.


"Kalian ngomongin apa sih? Tumbenan banget ngomongin anak baru. Kayak nggak ada topik lain aja." Celetuk Ilona.


"Ya terserah kita lah, mulut punya kita. Nggak ada urusan sama lu kita mau ngomongin sapa. Lagian Olive itu temen kita juga, anak sahabatnya orang tua Alden. Kalo ada apa-apa kan bisa Alden yang disalahin." Ucap Rafa.


"Lah, apa urusan nya tuh cwe ****** sama baby Alden. Nggak ada hubungan apa-apa juga." Emosi Gitta mulai terpancing.


"Lu ngerti nggak sih yang Rafa bilang? Dia itu anak sahabat bokap gue, terus kemarin waktu di ruang kepsek bokap gue kasih kepercayaan buat jaga Olive. Jelas tanggung jawab gue lah. Yang nggak ada tanggung jawab antara gue sama lu. Mulai detik ini berhenti manggil gue pake 'Baby' jijik gue dengernya." Jelas Alden membuat Gitta geram.


"Bagus kalo gitu dia mati. Nggak ada yang bisa lu pertanggung jawabkan. Bukan suami istri udah main tanggung jawab aja." Ketus Gitta.


"Semoga omongan lu berbalik ke diri lu." Ucap Alden membuat Gitta sadar dengan ucapannya.


Pelajaran di kelas itu di mulai, Shakila dan Niesha menyusul ke perpustakaan untuk belajar bareng dengan Olive. Ternyata seharian ini guru tidak masuk kelas karena kedua nya sakit. Saat bel istirahat mereka menuju kantin.


Disana sudah ada Alden, ryan, rafa di bangku mereka biasa duduk. Alden melihat Olive di pintu masuk kantin melambaikan tangan untuj gabung. Olive pun tersenyum, kemudian menghampiri meja itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2