Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 127


__ADS_3

Di villa perbatasan Wiyata~


Olive yang berada di salah satu kamar sedang berkutit untuk menemukan lokasi mansion markas Clarke dan  berhasil. Butuh waktu satu jam untuk sampai kesana, kemudian Olive juga mengukur jarak antara markas mansion Clarke dan Gudang tempat Reina di culik oleh Bibi Sera. Membutuhkan 1 jam 30 menit karena jalanan lebih ramai pada saat ini dan banyak perbaikan jalan sehingga ada beberapa jalan yang harus di tutup.


"Ini cukup untuk paman tio menyelamatkan Reina. Coba aku telepon paman." Gumam Olive.


Olive menelepon Tio,


Halo?


Halo Olive, kamu dimana?


Aku di villa perbatasan milik wiyata paman. Paman sudah sampai mana?


Kalau dilihat dari maps sih harus nya 20 menit lagi paman sampai di gudang tempat terbengkalai itu. Ada apa Olive?


Paman, aku baru saja merentas lokasi mansion markas Clarke dan merentas cctv di sana juga. Sepertinya ada sesuatu terjadi disana.


Apa maksud kamu?


Itu Ibrano paman. Dia ada di mansion markas Clarke, cukup lama aku mengamati dia berdebat dengan seseorang gitu. Aku tidak bisa membaca bibir orang paman jadi aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Tapi, yang pasti mereka buat Ibrano marah dan orang itu juga. Terus juga ada Sam, Yumi dan Quira juga dsiana. Paman, apakah paman yakin bisa menyelamatkan Reina dan membawa bibi kembali?


Ollive nak, Semua ini berawal dari kesalahan yang paman buat. Jadi paman yang harus menyelesaikan ini sendiri, untuk paman bisa kembali lagi atau tidak paman tidak bisa menjanjikan itu tapi paman akan pastikan bahwa paman akan menyelamatkan Reina bagaimana pun caranya.


Aku paham paman, tapi apakah paman juga memikirkan kesehatan oma dan opa yang pasti terkejut saat tahu paman sudah menjalankan rencana tanpa memberitahu mereka. Aku aja melarikan diri dari sana, pasti jika aku kembali aku akan segera mendapat hukuman dari mereka. Apalagi saat aku kembali dan mengabarkan bahwa aku gagal membawa paman kembali juga. Paman ingin oma mengurung diri dan menyalahkan diri seperti saat mendengar Robert kecelakaan dulu. Oke, mungkin paman tidak tahu itu... Tapi aku sangat tahu kejadian itu. Rasanya mansion seperti tidak ada kehidupan paman.


Kamu mengkhawatirkan paman, paman juga mengkhawatirkan kesehatan kamu yang belum benar-benar sembuh. Kamu tahu dengan jelas bagaimana kondisi kamu nak dan kamu tahu bagaimana khawatirnya kami terhadap mu. Baiklah, paman mengaku salah karena melarang kalian untuk melakukan apapun sekarang. Tapi, biarkan sekali ini saja izinkan paman untuk menanggung semua penderitaan kalian karena ulah Sera dan Ibrano. Paman tidak akan membawa bibi mu kembali ke keluarga Nugraha, secinta apapun paman jika nyawa keluarga paman sudah di pertaruhkan seperti ini. Paman tidak akan diam.


Tapi paman...


Nak, ingat ini baik-baik. Jaga nama keluarga Nugraha dengan baik, Jika paman tidak kembali tolong sampaikan kepada Robert untuk melanjutkan perusahaan paman. Paman sudah mewariskan perusahaan untuk di urus oleh Robert pada waktunya nanti. Sampai jumpa sayang, salam buat semua.


Paman Tio mematikan telepon nya sepihak. Olive panik dan segera keluar dari kamar nya sehingga tidak sengaja menabrak Alden yang sedang menuju ke kamar Olive.


"Wow! Hei... santai sayang. Kamu mau kemana sih buru-buru gitu?" Tanya Alden yang langsung menangkap Olive ketika Olive hampir jatuh karena bertabrakan dengan Alden.


"Ahh... Huh! Hehe... aku mau ke depan aja. Kamu nggak apa kan? Maaf ya, saking buru-buru nya aku sampe nabrak kamu gitu." Sahut Olive.


"Jujur sama aku, kamu habis ngapain di kamar? Apa yang kamu bawa ini semua dan kamu mau kemana?" Tanya Alden.

__ADS_1


Alden menatap mata Olive lurus tetapi Olive terus menghindarinya sampai akhirnya Alden menangkap wajah Olive dan mereka saling mengunci pandangan satu sama lain beberapa saat.


"Tepati janji kamu sebelum datang kesini." Ucap Alden lembut membuat Olive terdiam.


"Nona Tuan muda, kami dapat laporan jika tuan Tio sudah sampai di gudang terbengkalai. Oh, maafkan saya tuan Nona tidak melihat situasi." Ujar Zet.


"Sebentar. Sejak kapan kamu disini Zet? Jika kamu disini... Opa datang?!" Panik Olive.


"Bukan Oma Opa yang datang tapi kami." Sahut Luna.


"Kenapa harus kalian, oh kalian harus melihat apa yang aku temukan di kamar itu. Kalian bisa melihatnya di laptop kecil milikku. Ini sangat bahaya." Tutur Olive membuat Kevan,


Kevan, Firo, Barel, Alden dan Luna segera masuk ke kamar villa itu dan mengecheck apa yang di temukan oleh Olive. Setelah memastikan mereka msuk semua ke perangkap Olive, Olive segera mengajak Zet untuk pergi keluar dari villa perbatasan.


"Nona tidakkah sebaiknya menunggu mereka? Nona apa yang ingin nona lakukan?" Tanya Zet panik dan khawatir.


"Dengarkan aku baik-baik. Kamu sudah mengikutiku dari awal jadi kamu pasti kenal musuhku dan orang terdekatku dengan baik. Ibrano, yang 4 tahun lalu dikabarkan meninggal dunia ada dibalik semua ini dan memanfaatkan bibi untuk masuk lebih jauh mengetahui tentang Nugraha. Jika paman sendiri dan hanya beberapa pengawal saja itu bisa mengundang mereka datang. Terlebih aku melihat ada wajah asing yang tidak kukenali, tapi jika aku tidak salah tebak aku pernah melihatnya sekali menjemput Allena. Itu sekitar 5 tahun yang lalu aku terakhir bertemu dengan Allena. Kamu sangat tahu jika Allena sangat tergila-gila pada Ibrano, tapi anehnya sejak kejadian kebakaran itu berita Allena hilang begitu saja." Jelas Olive.


"Aku akan meminta markas untuk menggali informasi ini lebih jauh nona. Wah, nona banyak sekali mendapatkan informasi. Sepertinya pengajaran tuan Andreas tidak sia-sia." Puji Zet.


"Kamu benar juga, Terus ada informasi lain lagi. Jarak antara dari sini ke gudang terbengkalai dan dari markas mansion Clarke hanya beda 30 menit, dari sini lebih cepat. Aku tidak akan kesana, tapi kirimkan pengawalan untuk melindungi paman dan Reina lebih ketat. Aku mau mereka kembali dengan utuh. Mengerti?" Perintah Olive.


Dari kejauhan Alden, Kevan Firo, Barel dan Luna berlari kearah Olive Zet yang terlihat bersama. Olive hanya tersenyum.


"Mereka datang. Cepat lakukan perintahku." Ucap Olive meminta Zet untuk pergi.


Flashback


Setelah Alden dan yang lain masuk ke kamar Villa yang sempat Olive tempati itu dan melihat ke arah laptop kecil milik Olive, yang tertera adalah titik lokasi mereka kemudian gudang terbengkalai dan markas mansion milik Clarke.


"Bukan kah ini titik keberadaan kita sekarang?" Tanya Firo.


"Kamu benar. Kemudian yang ini titik gudang terbengkalai tempat Bibi sera menculik Reina. Lalu, yang ini..." Tutur Kevan berhenti dan mulai berkutik di laprtop itu untuk melihat secara detail.


"Guys, panggil Olive sekarang." Pinta Barel.


Saat mereka menengok kebelakang. Di depan kamar mereka kosong, Olive tidak ada disana. Mereka langsung serentak saling menatap satu sama lain dan berkata.


"Olive!" Ucap mereka lalu berlari keluar kamar mencari Olive.

__ADS_1


"Dimana Olive?" Tanya Luna.


"Tadi Nona kedua pergi ke depan Nona dengan Zet." Sahut pengawal itu.


Tanpa aba-aba mereka langsung berlari keluar dari Villa dan melihat Olive duduk di ayunan Gazebo sambil mengobrol dengan Zet yang setia berdiri serta mendengarkan dengan serius. Kemudian...


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2