Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 102 - Berkunjung Untuk Penjelasan


__ADS_3

Alden dan Delia menuruni tangga menuju ruang makan. Bibik datang membawa makanan untuk makan siang. Mereka makan sambil mengobrol dan bercanda tawa. Sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Alden tetap memutuskan untuk pergi ke Villa tempat Olive berada.


"Kak, harus banget ya pergi ke sana nyusul kak Olive?" Tanya Delia.


"Emangnya kenapa? Kamu takut sendirian?" Ujar Alden.


"Bukan masalah itu kak. Aku cuman takut jadi jelek aja nama kakak sama kak Olive. Kan kak Olive sendirian di Villa. Apa kata tetangga Villa nya nanti kalo kalian kepergok? Oma bakal marah besar sama kakak." Sahut Delia mengutarakan ketakutannya.


"Kamu tenang aja, nggak bakal ada yang terjadi. Kakak bisa tahan kok." Ucap Alden.


"Bukan masalah bisa tahan menahan kak, ya aku juga kenal kakak. Se cinta nya kakak sama kak Olive nggak akan ceroboh. Tapi, emang harus banget kesana gitu buat jelasin semua saat ini juga? Nggak bisa nunggu kak Olive balik aja dengan pemikiran yang lebih tenang juga." Jelas Delia.


"Ouh, kamu ngira kakak nginep di Villa ya?" Tebak Alden.


"Terus kakak mau pulang pergi gitu? Kan jauh kak perjalanan. Yang ada kakak kesana malah bikin kak Olive khawatir tau datang malam-malam gitu." Tutur Delia.


"Kakak nggak nginep di Villa nya Olive sayang. Setelah kakak jelasin semua ya kakak langsung ke hotel, tidur di hotel. Kan sebelum kesana kakak udah dapat gambaran dulu dek. Kalo di tengah hutan kayak rumah persembunyiannya Olive juga kakak lebih milih buat nggak datang. Kamu tenang aja, semua udah kakak pikirin dengan matang." Jelas Alden.


"Yaudah deh kalo kakak udah pikirkan semua nya dengan benar-benar matang. Kabarin aku ya kalo kakak dapat masalah." Kata Delia.


"Ada juga kamu yang ngabarin kakak. Kalian jagain Delia baik-baik ya." Perintah Alden kepada pengawalnya.


"Baik tuan." Sahut beberapa pengawal.


"Kakak apaan sih, kan aku dirumah sendiri. Yang ada tuh seharusnya kakak yang harusnya butuh penjagaan, kalo ternyata musuh kakak datang kan kakak nggak mungkin lawan sendirian. Babak belur iya itu mah." Protes Delia.


"Ish! Kamu ini, lupa apa yang terjadi ke Olive? Dia juga di serang di rumah. Pokoknya mau seahli apapun kamu dalam beladiri tetap aja musuh pasti tau titik lemah kamu. Yaudah kakak berangkat ya, ngobrol terus sama kamu kapan kakak berangkatnya coba." Ucap Alden sambil mengacak gemas rambut Delia.


"Aish! Si kakak kebiasaan rambut aku di acak-acak in." Kesal Delia.


Alden pun memeriksa barang bawaannya lagi untuk terakhir kali takut ada yang tertinggal. Setelah lengkap semua, Alden pamit ke Delia dan menitipkannya pada penjagaan pengawal dirumah. Nel akan mengawasi Alden dari Markas Fausta, jika terjadi apa-apa ke majikannya dia akan segera mungkin menuju lokasi Alden. Alden menggunakan motor sport nya yang sudah sangat lama tidak di gunakan. Setelah memastikan diri dan semua siap, Alden pergi menelusuri keramaian kota menuju Villa Olive dengan bantuan pengarahan dari pelacak yang di gunakan pada kalung Olive.


Perjalanan cukup memakan banyak waktu, Alden sesekali berhenti untuk minum dan jika sudah dekat ingin membelikan beberapa cemilan untuk Olive karena pasti bosan banget sendirian di Villa. Sementara Olive sudah selesai memakan makan siangnya segera membereskan semua kemudian menuju ruang tengah untuk melanjutkkan nonton film nya. Tiba-tiba ada yang membuka pintu Villa Olive.


"Ya Ampun, Nona. Bikin bibik kaget aja, kok datang nggak ngabarin dulu sih? Bibik kira sepatu siapa di depan apa Villa kemalingan. Bibik takut Non." Ucap Bibik.


Olive segera menghampiri bibik dan memeluknya. Akhirnya Olive ada temen ngobrol juga, Ouh benar juga. Bibik datang Jumat dan pulang minggu.


"Lupa bik, bibik apa kabar? Aku kangen banget, aku juga baru ingat kalo bibik bakal datang hari ini." Sahut Olive.


"Nona ada masalah sama nyonya besar ya kok datang ke Villa ini?" Tanya Bibik.


"Bik fira selalu mantau ya, kok bisa tau kalo aku lagi ada masalah sih? Tapi bibik salah, aku bukan ada masalah sama Oma." Jawab Olive kembali duduk di sofa ruang tengah.


"Ouh, sama pacar nona ya?" Tebak bik fira.


"Wah! Bibik mata-mata ya? Kok bisa tau?" Tanya Olive terkejut.


"Kelihatan aja non kalo lagi jatuh cinta terus ada masalah. Kan bibik udah sering bilang, kalo ada masalah di hadapin dulu jangan langsung kabur. Udah dengerin penjelasan pacar nona belum?" Ujar bibik.


Olive menggelengkan kepalanya.


"Belum bik, masalahnya rumit. Aku takut kelepasan marah duluann dibanding terima penjelasan mereka. Jadi, aku milih buat nenangin diri dulu. Minggu aku pulang kok." Sahut Olive.


"Ya bibik ngerti temperamen nona emang beda sama yang lain. Nona juga pasti berat karena cuman tinggal berdua doang sama aden Belden. Coba Nona Phia sama Aden Robert masih ada pasti ramai banget rumah ya non." Kata Bik fira.

__ADS_1


"Ouh, aku kira bibik udah tahu beritanya. Kak Phia sama Robert masih hidup bik. Ada di rumah, besok kalo aku pulang aku coba ajak mereka liburan disini, gimana?" Usul Olive.


"Hah? Nona serius? Bukannya Nona Phia ada di luar negeri terus den Robert waktu itu..." Berhenti.


"Nggak apa bik, Ceritanya panjang. Intinya sekarang kami sudah berkumpul kembali, Rasanya sasngat amat bahagia." Ucap Olive.


"Nona bisa bohongin orang-orang. Tapi, bibik nggak non. Nona emang bahagia bisa kumpul sama keluarga nona tapi sekarang suasana hati nona sedang tidak baik-baik saja. Yaudah, bibik mau mulai beberes aja biar nona bisa nenangin pikiran nona lagi. Bibik yakin pacar nona pasti orang baik, coba di bicarakan baik-baik kalo besok ketemu ya nona." Pesan bik fira.


Olive hanya tersenyum sendu kare ketahuan berbohong. Bibik segera pergi menuju ruang dapur lalu kembali lagi.


"Nona mau makan malam apa, biar bibik buatkan." Tawar bik fira.


"Emm, nggak bik. Aku udah pesan di restoran biasa. Nanti di kirim jam 8 malam kayak nya atau mungkin jam 7 an." Jawab Olive.


"Baik nona kalo begitu bibik, mulai beberes ya. Kalo ada apa-apa panggil aja." Ujar bik fira.


"Siap bik!" Sahut Olive.


Bibik pergi mengerjakan pekerjaannya sedangkan Olive melanjutkan menonton film yang tertunda tadi. Sesekali Olive tertawa dan sesekali terdiam entah apa yang di pikirkan Olive sebenarnya sampai Olive tertidur di sofa dengan televisi masih menyala. Bibik telah selesai membereskan bagian belakang dan akan bereskan bagian ruang tengah tapi melihat majikannya tertidur pulas di sofa tidak tega untuk membangunkan dari tidurnya.


Bibik pergi ke kamar Olive dan mengambil selimut tipis dan selimuti Olive dengan selimut itu. Kemudian melanjutkan pekerjaannya tanpa mengganggu tidur Olive, tidak mengeluarkan suara sebisa mungkin. Hingga hari pun sudah cukup gelap, Alden sudah dekat dengan lokasi Villa Olive.


Alden memutuskan untuk mampir ke sebuah toko dan membeli beberapa cemilan kesukaan Olive termasuk es kri. Bukan, ini bukan sogokan untuk mendapatkan maaf dari Olive karena sudah berbohong tentang ini. Murni ingin membelikan untuk menghibur Olive jika dia bosan. Setelah membelinya, Alden melanjutkan perjalanannya dan sudah sampai di depan komplek Villa tempat Olive.


Sementara itu Olive terbangun karena merasa pegal badannya. Olive mencari bibik ke sekitar rumah dan mendengar suara air dari kamar mandi belakang. Berarti Bik fira sedang mandi setelah beberes rumah. Lalu terdengar suara bel Villa berbunyi.


Di depan Villa ada kurir pengantar makanan, kebetulan Alden juga baru sampai dan langsung mengambilnya lalu menekan bel Villa itu. Olive melihat jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Apakah itu makan malam yang dirinya pesan?


"Saatnya makan malam?" Gumam Olive.


"Hai..." Sapa Alden.


"Kamu kok bisa datang? Aku kira kurir makanan." Kata Olive tak kalah canggung.


"Ini pesanan kamu. Kamu memesan banyak soft drink? Bukankah kamu masih harus minum obat?" Tanya Alden.


Olive segera mengambil pesanannya yang di pegang Alden dengan 3 plastik kemudian berjalan masuk.


"Masuklah. Ada apa datang kesini?" Tanya Olive menghindar menjawab.


"Aku di luar aja. Nggak enak di lihat tetangga, kamu kan sendirian." Tolak Alden.


"Masuk aja. Kita ngobrol di taman belakang, Nggak akan ada orang yang tahu. Lagi pula aku tidak sendiri di sini." Ajak Olive.


Tiba-tiba bibik datang dari arah dapur.


"Eh ada tamu. Ini makan malam yang nona pesan? Mau di siapkan sekarang?" Tanya bibik yang langsung mengetahui siapa yang datang karena tadi sempat mendengar pembicaraan antara Olive dan Alden.


"Nanti aja bik. Siapin minum aja, tolong bawain ke taman belakang aku ngobrol disana." Pinta Olive.


"Baik nona, dimengerti." Sahut bik fira langsung meninggalkan ruang tengah.


Alden masih terdiam di depan pintu utama belum beranjak masuk ke dalam Villa.


"Kamu beneran nggak mau masuk?" Tanya Olive menyadarkan Alden dari lamunannya.

__ADS_1


"Hah? Iya, masuk." Jawab Alden.




























__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2