
Kamar Olive
"Kak Alden sama Robert bicara tentang apa sih? Kok sikap Robert bisa langsung berubah dalam hitungan menit. Mereka kayaknya juga gak lama kok ngobrol di kantor." Pikir Olive.
Tok Tok Tok
"Dek, kamu didalam? Boleh masuk?" Tanya Phia.
"Oh masuk aja kak." Sahut Olive.
"Kamu lagi apa?" Tanya Phia.
"Aku minta tolong ke bibik buat beresin buku pelajaran besok kak. Terus dititip ke Zet pas besok jemput aku." Jawab Via.
"Ouh... " Phia ber"oh" saja.
"Ada apa kak? Kakak gak di apa-apa in kan sama kevino? Dia gak nyakitin kakak kan?" Tanya Via Panik.
"Aku baik-baik aja. Selama ini, yang balas pesan kamu mengatasnamakan Kevino adalah bibi. Mereka memfilter suara seperti suara kevino." Ucap Phia.
"Terus penyerangan di taman hiburan siapa kak kalo bukan dia?" Tanya Via.
"Itu orang pakai topeng dek. Kamu tau kan topeng yang sampai leher terus ada alat perubah suara yang di tempel ke leher." Jelas Phia.
"Kalo dia bener pakai topeng saat itu berarti Kevino yang bersama Clarke adalah yang palsu? Sementara yang asli ada dimana saat itu?" Tanya Via.
"Kevino saat itu masih masa pemulihan karena bar-bar kamu dulu. Dia baru balik beberapa hari ini dari negara timur untuk operasi." Jelas Phia detail.
Olive jadi ingat saat ia menggoreskan luka di kaki lainnya memang tidak ada bekas luka disana. Sedangkan kevino yang datang hari ini masih agak pincang untuk berjalan. Olive terus memutar semua keadaan saat dia pertama kali bertemu dengan Kevino.
"Jika kamu tidak percaya, Kevino berikan flashdisk ini untuk di sampaikan padamu. Di dalamnya ada data medis tentang dia dan semua bukti paspor maupun rekaman saat dia ada di negara timur. Ini sudah larut malam, sebaiknya kamu beristirahat dan lihat file nya nanti saja. Ah, ini adalah file aslinya. Tapi data nyata ada di dokter negara timur. Ini hanya file dalam bentuk flashdisk yang berhasil Kevino kumpulkan." Ujar Phia.
"Baiklah kak aku mengerti. Kakak beristirahat saja, kakak juga pasti lelah sudah jalani hari berat ini. Maaf kak, aku kurang si---"
"Jangan salahkan dirimu. Ini adalah murni kemauanku. Simpan itu dan pergilah tidur, aku tidak ingin kamu kelelahan tahu. Kamu baru saja keluar dari rumah sakit." Ungkap Phia.
"Baiklah kak. Selamat malam." Ucap Olive setelah menyimpan flashdisk itu di laci nakas samping tempat tidur nya.
"Selamat malam sayang... " Sahut Phia.
Phia meninggalkan kamar mansion Olive kemudian Olive juga pergi tidur.
"Aku akan periksa itu besok di perpus saja. Aku akan minta zet untuk bawakan laptop kecilku juga nanti." Gumam Olive.
Akhirnya Olive pun tidur. Berbeda dengan Alden yang masih meragukan rencana nya besok. Akhirnya, Alden memilih untuk membatalkan niatnya untuk pertemukan Olive dengan El.
Alden Menelepon El
Halo, Al...
El, bisakah kita batalkan pertemuan besok? Aku harus pergi.
Kebetulan sekali. Gua baru aja mau nelpon buat batalin besok, ada mau ketemu seseorang hehe...
Next time kalo sebelum balik ke negara S kabarin gua aja ya. Gua kan belum ketemu sama calon lu begitupun lu harus ketemu sama pacar gua.
Cieee... yang makin yakin nih hatinya. Siap bos! Gua sama Liam masih 2 bulan lagi disini.
Oke deh. Bye!
Bye!
Alden memutuskan sambungan teleponnya. Kemudian Alden bersiap untuk tidur dan menyambut hari esok karena sudah mempersiapkan kejutan untuk Olive di tempat rahasia nya.
Ditempat Olive
__ADS_1
Ting!
Pesan masuk di ponsel Olive, segera dia buka dan tersenyum. Tanpa menunggu lama Olive menelepon orang itu.
Halo Bestie!
Hai!
Apa kabar? Besok jadi kan beneran nih?
Iya dong. Harus jadi. Gua mau ngenalin lu ke seseorang jangan lupa ajak Liam juga.
Siap! Gua langsung datang ke sekolah, kita ketemu di gerbang, oke?
*Oke! Eh, Tapi lu nggak keberatan kan gua ajak sahabat gua yang lain juga?*
Silahkan, Sahabat lu harusnya jadi sahabat gua juga ya kan? Ajak aja...
Oke deh! Wahh akhirnya setelah bertahun-tahun lama nya. Kita bisa bertemu lagi... Terus kafe gimana?
Tenang aja. Gua kontrol terus kok dari CCTV lu nggak perlu khawatir.
Syukurlah kalo begitu. Gua rencana mungkin 5 tahun kedepan bakal buka kafe kecil-kecilan disini. Nanti lu harus datang ya sama Liam pas acara pembukaan.
Siap dah. Diatur aja, special buat sabat aku apa sih yang nggak ya kan...
Oh ya besok katanya kamu juga mau ketemu orang... bentrok dong kita?
Nggak kok. Dia tiba-tiba ada halangan jadi dibatalin. Jadi, kapan lu mau kenalin pacar bucin lu itu ke gua.
Hehe... kan besok lu juga ketemu kok.
Besok? Lu mau ngajak pacar lu gitu?
Dih mentang-mentang udah bucin akut. Awas lu sampe ke lewat batas.
Kagak lah. Kita sama-sama saling tau batasan kok.
Mereka mengobrol panjang hingga larut malam. Olive sudah beberapa kali menguap ngantuk. Begitupun dengan lawan bicara nya.
Vin, gua dah ngantuk nih. Besok beneran ketemu disekolah ya...
Siap! Gua tunggu di luar gerbang sekolah setelah pulang. Sekalian gua mau ajak kalian makan di resto atas. Itu udah langganan gua banget dari dulu kecil, makanannya terbaik. Hehehe...
Tapi gua aja temen-temen gua yang lain gak apa?
Bukan masalah. Toh sahabat lu bakal jadi sahabat gua juga nantinya.
Sayang banget gak bisa ketemu detik ini juga... pengin peyuk!
Hahaha... dasar lu tuh. Manja nya gak hilang, btw besok gua mau ajak lu sama pacar dan sahabat lu itu ke restoran atas. Itu udah jadi favorite gua banget... mau kan? udah lama kan kita gak kuliner bareng.
Restoran atas? Hahaha... iya boleh. Bbebas kok.
Lu udah pernah?
Kan resto di atas banyak. Belum tentu resto yang gua datangin juga resto langganan lu.
Oh ya, bener juga. Pokoknya lu bakal suka deh, apalagi kalo malam pemandangannya Bagus banget.
Mereka pun mengobrol hingga larut malam, Olive sudah mengantuk dan pamit untuk tidur lebih dulu karena besok dia harus sekolah juga.
Vin, gua tidur duluan yak. Udah ngantuk, besok gua kan harus ke sekolah...
Oh iyaya... sorry gua lupa. Yaudah, besok kita pasti ketemu. Bye Bestie!
__ADS_1
Bye Bestie!
Setelah menutup telepon itu, Olive sedikit curiga dengan restoran yang akan mereka datangi besok. Apa mungkin restoran yang di maksud adalah tempat Alden menyatakan Cinta sama Olive?
Olive segera membuang jauh kecurigaannya dan memilih untuk tidur. Tiba-tiba ada pesan masuk dari Alden.
[Jangan kemalaman begadang nya, cepat tidur. Aku gak mau kamu kecapean besok tau. Good Night sayang...]
Olive tersenyum membaca pesan dari Alden, ternyata dari tadi Alden menunggu dirinya offline.
[Hehehe... iya ini udah mau tidur. Good Night pacarku...]
Olive tersenyum kemudian segera pergi tidur. Sementara Alden yang membaca balasan dari Olive juga senyum-senyum namun setelah itu menyusul Olive ke alam mimpi juga.
Keesokkan harinya...
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
•
Bersambung....
__ADS_1