Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 119 - Ternyata....


__ADS_3

Sebelumnya aku mau minta maaf untuk pengikut cerita ini, Beberapa hari kebelakang tidak ada update di karenakan alasan pribadi. Untuk ke depannya. Saya usahakan akan lebih rajin up cerita episode dan Insya Allah setiap hari. Jadi, aku harap kalian tetap dukung cerita-cerita yang aku buat karena tanpa dukungan kalian mungkin aku akan stop sampai sini.


Jujur saja, sempat hilang semnagat buat update cerita-cerita karena jalan pikiran lagi kurang healing hahaha... Tapi di usahakan akan mulai update kembali secepatnya. Stay Tune YGY :)


Ready? Here we go!


////////////////////////////////////////////////////


////////////////////////////////////////////////////


///////////////////////////////////////////////////


Oma melihat ke arah Yogi, lalu Yogi menghampiri Olive memintanya kee arah kamar lantai 2, Olive melihat ke arah Opa nya untuk terakhir kalinya memohon.


"Sebaiknya kamu juga pulang ke rumah, jangan ikut campur dengan masalah Robert. Nel, antar Alden sampai ke rumah hiraukan apapun permintaan nya." Pinta Opa.


"Baik tuan." Sahut Nel.


"Oma bilang kalo di luar sekolah aku boleh melakukan apapun, Oma sangat tidak adil. Aku membenci ini." Marah Olive lalu berlari ke kamar dan mengunci seluruh pintu kamar nya seperti saat kejadian Robert meninggal saat itu.


Oma yang mendengar itu menjadi sedikit sakit hati namun juga merasa bersalah. Tapi, disisi lain Olive tahu yang dilakukan Oma Opa nya untuk keselamatan bagi dirinya. Alden hanya bisa melihat saja tanpa berbuat apapun. Sementara itu di tempat Robert berada. Robert masih dalam perjalanan menuju lokasi Reina berada. Ya, tadi Reina yang meneleponnya.


Flashback


Ketika semua sedang fokus mendengarkan penjelasan Alden, Berbeda dengan Robert yang sesekali mencuri pandang menatap layar ponselnya. Kenapa? Semalam secara tidak sengaja Robert mendengar pembicaraan antara Reina dan komplotan kelompok ular itu. Ya, Robert berhasil menyisipkan satu penyadap suara tanpa sepengetahuan siapapun melalui bawahannya.


Mereka mengatakan bahwa Reina telah mengkhianatinya karena menyembunyikan kebenaran bahwa orang yang mereka cari masih hidup.


"Mau apa kalian datang?" Tanya Reina.


Tanpa aba-aba, para bawahan orang itu langsung menyekap Reina yang kebetulan sedang sendiri di warung pada malam itu. Robert berusaha untuk menghubungi Reno namun tidak ada jawaban, kemudian dia juga berhasil menemukan nomor telepon rumah Reina namun tidak ada yang mengangkatnya.


Reina berontak ketika di sekap, berhasil meruntuhkan 10 bawahan dari 30 orang seorang diri. Mereka tidak menyangka hal itu, tapi tetap saja, Reina kalah jumlah. Mau tidak mau Reina hanyya bisa berteriak sekeras mungkin namun buru-buru di bekap dengan saputangan yang berisi obat bius. Robert tidak mendengarnya secara langsung dalam penyadap, itu sudah berlalu sekitar jam 10 malam. Robert baru membuka nya untuk mengecek bahwa Reina baik-baik saja. Robert juga mendapat pesan dari ketua kelompok itu.


"Hei! Siapapun itu, gua tahu lu taruh penyadap suara di sekitar warung ini. Dengar baik-baik permintaan gua jika lu masih pengin lihat orang yang lu sayangi hidup. Datang ke gudang XX sendirian, tidak perlu bawa apapun. Gua tunggu lu malam ini. Hahaha!" Tawa ketua ular itu.


Robert mengepalkan tangannya setelah mendapatkan ancaman itu dan meninju ke arah kaca membuat seluruh pasukan serta orang rumah berhamburan mendatangi kamar Robert. Robert langsung bersikap biasa untuk menutupinya.


"Sayang ada apa? Ya Ampun! Robert apa yang terjadi? Tangan kamu---"


"Hehehe... maaf oma, aku sedang main game terus kalah taruhan karena kesal jadi lupa kalo ini masih pagi buta." Ucap Robert menyesal.


"Pram! Bantu obati luka tangan Robert, siram saja dengan alkohol." Pinta opa.

__ADS_1


"Opa, jahat banget sih? Maaf, Robert terlalu serius tadi main game sampai lupa. Janji kokĀ  nggak gitu lagi." Janji Robert.


Olive yang masih mengantuk, terbangun berjalan dengan mata tertutup.


"Ada apa sih pagi buta begini? Aku masih ngantuk banget." Kesal Olive.


"Zet antar Olive kembali ke kamar. Tidak ada apa-apa sayang, kembali lah tidur." Perintah oma.


"Baik nyonya." Sahut Zet yang juga ada disana takut terjadi apa-apa dengan Olive yang belum begiyu bisa banyak bergerak.


Zet mengantar Olive kembali kekamar nya, Oma dan Opa menatap curiga ke arah Robert. Tidak biasanya cucu nya akan sampai memecahkan benda seperti ini, Pasti ada sesuatu yang terjadi hingga memicu amarah untuk Robert.


SKIP


Saat pagi harinya, tepat ketika Alden sedang memberikan penjelasan kepada keluarga Olive tentang alasannya mengintai Reina. Saat itu juga, ponsel Robert bergetar ada kiriman foto masuk yaitu Reina duduk di sebuah kursi kayu dalam keadaan terikat dan mulut di ikat sebuah kain tak lama itu ponselnya kembali bergetar lagi ada telepon masuk. Robert langsung berdiri dan mengatakan bahwa ia masih ada urusan yang harus di kerjakan. Kenyataannya, Robert mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas meja markas kemudian meninggalkan Mansion Nugraha.


Flashback Off


Dalam perjalanan, Robert menepikan mobilnya dulu. Menerima telepon dari Reina sesuai yang tertera di layar, Tanpa menunggu lama Robert mengangkat telepon itu. Sebuah Video call, Robert memikirkan secara matang. Jika ia mengangkatnya maka keberadaan nya akan segera di ketahui oleh musuh bahwa dirinya masih hidup sampai sekarang. Tetapi jika ia tidak mengangkatnya maka nyawa Reina orang yang Robert cintai akan dalam bahaya.


Robert mengangkat itu, terlihat dalam video itu Reina sedang berusaha untuk berontak agar ikatannya terbuka. Ketika Reina sadar panggilan terhubung, Reina langsung menggelengkan kepala nya dan berusaha teriak seperti meminta Robert untuk mematikan saat itu juga.


Hati Robert sakit melihat Reina harus terancam nyawa karena ulah dirinya,


Robert diam tidak menjawab apapun, Robert mengenal suara ini dengan sangat baik.


Kau tidak ingin menjawabnya Robert Nugraha!


Itu adalah Sera, Bibi yang dulu sempat merawatnya. Jadi benar dugaannya jika dibalik kecelakaan itu rencana dari bibi nya.


Apakah paman tahu jika bibi ada disini?


Jangan memberikan pertanyaan jika ditanya bodoh! Siapa yang menyelamatkanmu? Jelas-jelas aku menyaksikan bahwa kamu telah terkubur.


Sera muncul dari belakang Reina yang gelap, Robert yakin jika mereka menyekap Reina di sebuah gudang terbengkalai di tengah hutan.


Sepertinya kamu tidak terkejut jika yang mencelakaimu adalah aku.


Tentu saja. Aku berhasil mendapatkan rekaman yang membuktikan bahwa bibi adalah dibalik semua ini. Ah, tidak. Maksudku bibi bekerjasama dengan bos kelompok ular yang sebenarnya diberitakan sudah lama bubar.


Sera terkejut dengan pernyataan Robert. Reina juga terkejut jadi selama ini Robert tahu bahwa dirinya mengkhianati Robert. Reina sangat menyesal menundukkan kepala dan mulai menangis. Sera tertawa.


Jadi kamu juga tahu jika kamu di khianati oleh gadis ini?

__ADS_1


Apa kata bibi? Aku percaya pada Reina, dia tidak akan membuka mulutnya atau melakukan apapun jika tidak di ancam. Bibi, aku akan menyembunyikan ini semua. Lepaskan Reina dia tidak ada hubungan apapun dengan ddendam bibi. Inii hanya antar keluarga kita, Jika paman tahu bibi akan menyesal seumur hidup.


Kamu berani mengancam bibi?


Bagaimana dengan bibi? Bibi yang merawatku dulu sebelum aku datang ke negara ini. Bukankah bibi yang telah mengkhianati Nugraha? Jika oma tahu, bukan hanya bibi yang akan terlacak tapi mereka juga dan bibi tahu kan bagaimana kejam nya Oma kepada orang pengkhianat untuk keluarga Nugraha. Aku masih ingat jika dulu bibi juga menyaksikan bagaiman setiap saat oma menyiksa yang menjadi pengkhianatnya. Bibi lupa? Sekarang sebelum terlambat lepaskan Reina dan bicarakan ini baik-baik denganku. Apa yang bibi inginkan?


Reina melototkan matanya dan menggelengkan kepala, Memohon agar Robert jangan datang ke tempatnya karena sangat banyak jebakan di tempat ini. Karena Reina yang terus berontak membuat Sera pusing memikirkan apa yang harus dilakukannya. Jadi Sera mencekram wajah Reina, mengeluarkan belati dari kantungnya dan mengarahkan itu ke leher Reina. Membuat Reiina memejamkan mata dan berhenti memberontak tentu saja Robert kagett dengan apa yang dilakukan bibi nya.


Bibi! Jangan menghukum orang yang tidak bersalah. Reina benar-benar nggak ada hub---


Diam kamu! Malam ini datanglah ke lokasi yang akan bibi berikan untuk menyelamatkan gadis ini. Sepertinya kamu sangat mencintai gadis ini. Sampai jumpa!


Bibi! Aku bakal datang! Izinin aku buat ngomong sama Reina, aku mohon.


Baiklah. Bibi kasih waktu 3 menit kalian berbicara. Mungkin saja kalian akan mati dengan potongan tubuh mengenaskan disini Hahaha!


Sera membuka ikatan di mulutnya dan memberi jarak. Akhirnya Robert bisa menatap Reina walaupun tidak secara langsung. Hari ini hati nya sakit berkali-kali, Robert juga bertekad untuk menyelamatkan Reina apapun yang terjadi dengan nyawanya dan mungkin ini terakhir kalinya mereka bertatap mata seperti ini.


Reina yang mengingat tatapan sendu itu sebelum sehari kejadian kecelakaan, Apakah mereka kali ini benar-benar akan di pisahkan?


Robert jangan lakukan apapun, aku mohon. Jangan lagi, ini salah aku hiks... hiks... Jangan melakukan hal bodoh. Kamu berjanji padaku?


Robert hanya tersenyum. Tidak mengatakan apapun, Tapi Reina sangat mengerti dengan tatapan sendu Robert. Reina tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Reina menggelengkan kepala nya dan menyadari Robert menitikkan airmata. Apakah ke khawatiran Reina akan terjadi?


I Love You Robert, aku mohon.


Robert terkejut dan hatinya semakin sakit. Tapi, Robert tidak menjawab itu. Robert akan mempertaruhkan semua nyawanya untuk menyelamatkan Reina. Robert menghapus airmata dengan cepat dan hanya tersenyum. Detik terakhir seperti ini, akhirnya dia bisa mendengar kata-kata yang sejak dulu dia nantikan.


Waktu kalian habis. Kau hanya membuang waktuku saja, bodoh!


Ujar Sera sambil menutup mulut Reina kembali dengan kain.


Bibi, aku pasti akan kesana dan aku akan membuat bibi beserta bos kelompok ular mendapatkan hukuman Nugraha. Aku harap bibi tidak lupa terhadap feto, dia mungkin sudah kelaparan di pulau sana. Aku akan pastikan kalian akan menjadi santapannya. Reina, tunggu aku. Segera munngkin aku datang, sampai jumpa.


Robert mematikan Video Call nya, di detik terakhir dia melihat Reina berusaha untuk tetap berontak. Namun, sekuat hatinya Robert segera mematikannya dan dia mengumpulkan apa-apa saja yang harus dibawa nanti.


Tak lama itu ada pesan masuk,


[Datanglah sebelum pukul 12 malam, atau kamu akan melihat gadismu sudah tak berbusana dan di perkosa dengan banyak pria. Jangan membawa siapapun, sendiri!]


Robert hanya membacanya dan memeriksa lokasi untuk memastikan bahwa di sekitar sana tidak ada hal yang bisa mengundang keluarga nya untuk datang. Robert tidak akan membiarkan siapapun berkorban untuk dirinya termasuk---


Tok Tok Tok!

__ADS_1


Suara kaca jendela di ketuk dari luar. Itu Pram, asisten pribadi kepercayaannya. Tanpa di sadari dia sudah terkepung oleh suruhan Oma Opa nya, Tapi Robert tidak akan menyerah, apapun yang terjadi Robert tetap harus menyelamatkan Reina. Itu adalah tekad nya.


__ADS_2