Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 135


__ADS_3

FLASHBACK~


Saat di sebuah Restorant yang ketahuan bahwa Gita bekerja sama dengan seseorang sebenarnya bukan Kevino Wiyata yang di ajak bekerjasama saat itu oleh Gitta. Melainkan saudara dari Gita, Gita adalah anak dari perusahaan ternama pemegang saham terbesar di kelompok Ular. Jadi, yang menjadi bos sebenarnya di kelompok ular adalah orang itu?


Cafe~


"Apa yang kakak lakukan disini? Biar aku aja kak yang balaskan dendam keluarga dan kelompok ular yang sudah di bangun sejak lama. Aku akan mengembalikannya seperti dulu." Ucap Gita.


"Mereka tidak akan tahu bahwa yang kamu temui adalah aku. Mereka akan mengira bahwa aku adalah salah satu dari keluarga wiyata. Aku akan membantumu untuk mendapatkan lelaki pujaanmu itu." Sahut pria itu.


"Kak, ini adalah wilayah musuh. Ingat kita jangan gegabah untuk mengambil keputusan. Papa hampir tertangkap karena ulahku di sekolah jangan membuat papa susah untuk mendapatkan kepercayaan dari keeluarga Nugraha lagi. Kita akan semakin sulit untuk menghancurkan mereka." Tolak Gita.


"Intinya kamu serahkan saja semua kepadaku dan aku akan jamin bahwa kamu bisa mendapatkannya." Ujar Pria itu kemudian pergi meninggalkan Gita begitu saja.


Gita berpura-pura mengejar dan berteriak bahwa pria itu adalah dari keluarga Wiyata. Semua yang melakukan pesuruh penembak jitu dan pembantaian di sekolah adalah ulah dari pria yang masih menjadi tanda tanya untuk Olive.


Flashback Off~


"Zet! Berikan padaku data kak Gita yang sempat kau beri saat aku akan masuk sekolah." Pinta Olive.


"Baik Nona." Sahut Zet ke markas dan mencari berkas itu.


"Jika begitu maka yang ada di kurungan bawah tanah adalah adik dari Rio. Sial! Kenapa aku tidak menyadari hal ini sejak awal. Clarke, Mirza dan keluarga Rio. Apa marga dari keluarga Rio? Gardapati." Gumam Olive kemudian berkutit di notebooknya.


Ketika Olive asik berkutit membobol segala informasi tentang Gardapati, Zet datang meembawa data yang di perlukan Olive tadi. Alden dan yang lain ikut sibukk dan membantu Olive. Ponsel Olive berdering, Tanpa melihat siapa yang menelepon Olive langsung mengangkatnya.


Halo?


Kak, apa kabar?


Ini siapa?


Zaylee kak. Kenapa kakak tidak menjengukku? Apa aku sudah terlupakan?


Zaylee? Kamu sudah siuman? Ini beneran kamu? Bisakah kita video call? Ada hal yang ingin aku ceritakan padamu dan kita harus bergerak cepat.


Kak aku sudah keluar dari rumah sakit beberapa hari yang lalu. Aku berhasil melewati masa kritis dalam waktu singkat. Tentu, aku akan sambungkan video call.


Zet langsung mengerti kode dari Olive. Mereka melakukan vidcall, Olive dengan layar infocus sedangkan Zaylee melalui handphone nya.


Apa yang ingin kakak diskusikan denganku? Umurku masih di bawah umur kak, aku tidak bisa melakukan hal diluar itu.


Aku tahu. Apakah kamu tahu tentang kelompok ular?


Kelompok ular? Sepertinya tidak asing, aku pernah mendengarnya. Mereka adalah kelompok yang terbentuk dari Mafia jahat. Ada apa kak?


Siapa bos mereka?


Bos? Pemimpin mereka? Aku pernah dengar dulu adalah putra dari keluarga Audreymayna. Jika aku tidak salah aku menyimpan datanya. Aku akan kirimkan sekarang padamu kak.


Zaylee berkutit dengan laptop kecilnya mengirimkan file yang Olive butuhkan.


Oh ya kak, mereka juga memiliki anak perempuan. Aku pikir itu seusia dengan kak Alden seharusnya, aku tidak tahu nama nya tapi mereka memiliki anak perempuan.

__ADS_1


Lalu apalagi?


Ah! Kak kalian harus berhati-hati dengan kelompok ular, aku dengar jika mereka juga ada marga Mirza. Itu adalah keluarga ketiga yang menjadi pemegang saham di kelompok ular. Kemudian,...


Gardapati.


Benar, Gardapati. Tunggu, kak bisakah ceritakan situasinya terlebih dahulu? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Ah benar. Aku menelponmu karena mendapat kabar bahwa kamu mengangkat senjata untuk berperang. Siapa yang akan kakak lawan?


Aku memiliki pion berharga salah satu mush. Dia bernama *Xaviera Saluna Gardapati* yang sempat dikabarkan koma di rumah sakit sampai sekarang. Kenyataannya dia pulih lebih dahulu dari kembaran Ibrano yaitu Rendra.


WHAT? Wow... kak kamu sudah mengusik musuhmu untuk bangun sekarang? Kakak masih perlu istirahat, aku dengar kakak masih dalam masa perawatan.


Itu juga benar keduanya. Tapi, aku rasa sudah saatnya untuk menunjukkan jati diri sebenarnya bukan? Ah, Lee nanti kita sambung kembali teleponnya aku masih harus mengunjungi tamu kehormatan di ruang bawah tanah. Bye sayang.


Hey... kak---


Sambungan di putus oleh Olive kemudian saat Olive berdiri dan ingin menuju ruang bawah tanah. Alden terutama sang kakak, Belden menghalanginya masuk.


"Apa janjimu?" Tanya Belden.


"Tapi kak..."


"Ceritakan rencanamu dan biarkan kami yang menjalankan itu. Kamu, Luna, Reina harus tetap ada di ruangan ini dengan penjagaan yang super ketat." Ujar Belden.


Olive pun mengangkat kedua tangannya, menyerah. Ia tidak akan bisa melawan jika itu adalah perintah dari Belden.


"Baiklah. Tapi, aku memiliki rencana yang cukup gila. Kalian yakin ingin melakukan hal ini?" Ucap Olive sambil tersenyum smirk.


Olive menceritakan Rencana nya dengan semangat dan mereka yang mendengarkan sangat terkejut.


"Ini namanya menaruh bom bunuh diri." Tolak Kevan.


"Benar sekali. Tapi tidak sampai disitu kak, kakak juga akan melakukan ini setelah itu. Ah, maksudku kalian." Tutur Olive kembali menjelaskan rencana super gila nya.


Mereka yang mendengarkan hanya bisa melongo karena ini adalah rencana yang benar-benar gila.


"Bagaimana?" Tanya Olive.


"Kak, bisakah kita menyerang dengan cara yang aman?" Ujar Reina.


"Bisa, tapi itu akan kurang menarik dek." Sahut Olive.


"Bagaimana jika rencana kita sudah terbaca oleh musuh dan salah satu kita bisa ada yang tertangkap oleh mereka bahkan mati di tangan mereka." Khawatir Luna.


"Cukupkan rencana gilamu dek, kita akan ikutin cara kamu dengan jalan yang aman. Bukan lewat hutan belantara. Walaupun hutan itu wilayah kita tapi kita tidak ahli di hutan." Protes Belden.


"Baiklah. Terserah kakak mau mancing mereka kemana. Aku memilih hutan belantara milik kita agar kita tidak menyebabkan kota atau warga mungkin ada yang terluka karena peperangan ini. Aku memikirkan keselamatan mereka. Walaupun mereka sudah berada di tempat persembunyian, Oke kalo musuh tidak mengetahui itu. Bagaimana jika mereka tahu?" Jelas Olive.


"Aku dan pengawal lain akan memperketat penjagaan persembunyian warga." Ucap Kevino.


"Baiklah." Sahut Olive di setujui yang lainnya.


Kemudian

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


..


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2