Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 99 - Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Olive melihat ke sekitar koridor sama sekali tidak ada orang kecuali Alden yang bersandar di dinding tak jauh dari pintu ruang kepala sekolah. Olive menghampiri Alden,


"Apa yang kamu lakukan? Kamu tidak ke kantin?" Tanya Olive.


"Aku menunggumu. Apa masalahnya sudah selesai?" Ujar Alden bertanya balik.


"Untuk ku sudah. Karena aku tidak ingin ambil pusing aku menyerahkan keputusan pada sekolah saja sebaiknya bagaimana." Sahut Olive tersenyum.


Alden mengulurkan tangannya dan Olive tanpa ragu menerimanya kemudian bergandengan tangan ke kantin. Sampai di kantin, mereka langsung menghampiri meja sahabat-sahabat mereka. Mereka sudah tidak ragu untuk bergandenggan tangan di depan murid-murid sekolah.


"Wah! Kalian sudah mempublish hubungan kalian dengan suungguh-sungguh sekarang." Ucap Ryan.


"Olive!" Panggil Shakila dan Niesha yang langsung memeluk Olive.


"Hei! Kita baru nggak ketemu beberapa hari kalian sudah serindu itu." Tutur Olive Bercanda.


"Hahaha..." Tawa Olive, Shakila dan Niesha.


"Tapi tadi lu beneran nggak apa kan? Tapi di jambak kayak gitu pasti sakit banget." Ujar Niesha khawatir.


"Nggak apa. Selama nggak ada luka yang lain, aman kok." Jawab Olive santai.


"Terus lu gimana rasanya sekarang? Masih sakit kah? Masih merasa kita halu nggak kita ada disini?" Tanya Shakila.


"Nggak kok. Kayaknya hasil laboratorium nya berhasil, harus jenguk Zaylee nanti." Sahut Olive.


"Lu masih yakin kalo Zaylee Wyata ada di pihak kita? Jangan sampai lu ketipu lagi." Curiga Niesha.


" Ya selain udah di telusuri dengan detail banget. Kevin cepat atau lambat bakal jadi kakak ipar gua setelah dia gua cap jadi musuh bubuyutan. Mau nggak mau sih, tapi ini semua murni pasti ada yang mau bikin mafia baik terpecah belah. Itu aja sih." Jelas Olive.


"What?!! Kevin musuh lu bisa jadi kakak ipar? Maksudnya nikah sama Phia? Lu yakin?" Tanya Shakila.


"Ya mau gimana lagi, satu-satunya yang bisa gua percaya cuman dia karena emang saat itu gua lihat bukan cuman Robert yang ke tabrak. Setelah di telusuri lebih dalam, dari pihak gua ataupun Alden hasilnya menjurus ke bibi dan paman gua yang ngincar harta Nugraha sejak awal." Jelas Olive.


"Wow! Serem banget sih ya kalo lawan mafia itu keluarga itu sendiri." Ujar Rafa.


"Nggakjuga. Kalo emang bener salah satu keluarga itu salah ya harus di urus sesuai hukum negara atau hukum permafiaan berlaku." Jawab Alden.


"Nah! Itu setuju tuh, Kebetulan keluarga Nugraha dan Fausta sepakat dengan hal itu. Tapi, ya entahlah ya karena bibi sangat dekat dengan papa dulu. Aku nggak tahu apa yang bakal di pilih sama papa, oma dan opa nanti nya." Ucap Olive.


"Berarti masih ada kemungkinan besar kalo di kasih kesempatan buat berbuat baik? Walaupun sudah mencelakai kalian?" Tebak Ryan dan Olive mengangguk.


"Eh kalian belum mesan makanan. Kalian mau apa tuh mumpung sepi." Ucap Shakila.


Akhirnya Olive dan Alden memesan somay satu piring untuk berdua kemudian minumnya ice lemon tea dan ice coffee.


"Sekarang makannya sepiring berdua, kemarin aja malu-malu nunjukin." Goda Shakila.


"Bukan gitu, tadi udah sarapan. Ini cemilan doang takut gak habis kalo makan satu piring." Sahut Olive.


"Oalah... tunggu. Kalian sarapan dimana? Gua heran deh, kok kalian bisa pagi banget sampe sekolah terus barengan lagi. Tumbenan lho... " Ucap Ryan.


"Janjian mah kagak. Feeling aja, berangkat jam segini gitu. Terus kadang emang pengin jemput aja jadi berangkatnya bareng deh." Jawab Alden.


"Wah! Olive hebat, bisa rubah Alden jadi drastis begini. Huh!" Puji Rafa sambil tepuk tangan.


"Eh, by the way kalian nanti ikut ya. Nanti sahabat gua mau ajak ketemu sama makan di restoran atas. Kata nya sih, udah langganan banget." Ajak Olive.


"Beneran nih boleh ikut? Restoran atas? Tempat bos nyatain Cinta yak?" Tanya Ryan.


"Nggak tau deh. Dia cuman bilang langganan dan udah lama pengin banget ke restoran itu lagi. Lagi pula, restoran atas kan banyak gak cuman yang gua datangin sama Alden. Dia gak bilang nama restoran nya." Jelas Olive.


"Siap deh. Kita tinggal terima jadi makan doang kan ya?" Goda Shakila.

__ADS_1


"Iya, kalian tinggal duduk manis ngikutin aja sama pesan makanan yang kalian suka." Sahut Olive.


Pesanan Olive Alden datang dan mereka pun makan sampai bel masuk setelah istirahat berbunyi. Mereka berpisah di koridor. Pelajaran lanjutan di mulai, mereka fokus belajar dengan sungguh-sungguh. Tanpa di sadari bel pulang berbunyi.


Ternyata Alden sudah menunggu di koridor bawah. Olive menghampiri Alden, tiba-tiba Alden teringat ada yang tertinggal di kelasnya.


"Liv, kamu tunggu di depan aja. Nanti aku nyusul temuin kamu sama sahabat kamu. Ada barang ketinggalan di kelas, tuh bareng sama anak-anak yang lain." Ujar Alden.


"Yaudah iya. Yuk!" Ajak Olive.


"Eh, Liv lu temuin aja teman lu. Kita nunggu di mobil aja, ketemu atau kenalannya nanti pas di restoran atas. Lebih enak kan gak di lihat sama anak-anak murid dan lu lebih leluasa juga." Ucap Niesha.


"Oke deh. Bentar yak." Sahut Olive.


Olive berjalan keluar dari gerbang sekolah melihat ke kanan kiri tiba-tiba ada yang memanggilnya dari arah kiri tak jauh dari halte bis sekolah. Olive yang mendengar suara khas sahabatnya langsung menengok dan tersenyum bahagia kemudian berlari memeluk sahabatnya.


"Olive!" Panggil Vina sambil melambaikan tangan.


"Hai!!!" Panggil Olive balik.


Olive memeluk rindu sahabatnya itu. Mereka saling melepas rindu setelah beberapa tahun tidak bertemu.


"Lu sendirian? Liam gak di ajak?" Tanya Olive.


"Di ajak. Tuh nunggu di mobil. Kata nya gak mau ganggu waktu rempong para ciwi" Tunjuk Vina.


"Hahaha... Bentar gua nyapa Liam dulu. Gua masih kangen sama lu." Ujar Olive berjalan ke arah pengemudi mobil.


Olive mengetuk kaca mobil, lalu di buka pintu kaca itu oleh Liam. Tiba-tiba Olive menjitak kepala Liam.


"Ya!" Protes Liam.


"Apa lu? Sombong ya gak nyapa bos, masa calon istrinya yang disuruh nyapa sendirian. Lu mau gitu calon lu di ambil orang suruh nunggu sendirian di luar gitu. Jahat banget lu sama sahabat gua." Protes balik Olive.


"Hehehe... ampun bu bos. Gua ngantuk banget parah ngurus keuangan jarak jauh restoran. Oh ya, walaupun udah lewat lama sih tapi Happy Birthday musuh gua yang paling bisa di andalkan." Ucap Liam.


"Kagak bos, tulus nih gua. Eh, mana pacar lu. Harus gua ospek dulu sebelum bener-bener jadi suami lu." Tutur Liam.


"Lu mau ospek mafia? Duh, yakin lu?" Tanya Olive.


'Yakin lah. Demi sahabat calon istri gua pasti gua lakuin." Sahut Liam.


Sementara mereka asyik ngobrol. Alden berjalan keluar gerbang sekolah dan langsung melihat ke arah kiri. Mata nya saling beradu tatap dengan seseorang yang lama di rindukan. Orang itu tersenyum ke arah Alden. Alden berlari memeluk orang itu dengan erat.


Tidak peduli murid sekolah melihat itu. Alden melepas rindu dengan orang ini.


"Kamu katanya lagi ada urusan sama pacar? Kok sendirian?" Tanya perempuan itu melepas pelukannya.


Namun Alden yang masih tidak percaya memeluk tanpa menjawab pertanyaan itu. Saat sedang melepas rindu sambil memejamkan mata, tiba-tiba saat buka mata Alden melihat Olive sedang menatapnya di susul laki-laki di belakang nya. Olive mematung di tempat.


"Woi! Kebiasaan banget sih, di tanya diam aja. Ngeliatin apa sih?" Bingung perempuan itu.


Saat perempuan itu melepas pelukan Alden dan melihat ke arah yang Alden lihat Perempuan itu terkejut.


"El yang selama ini adalah Vina?" Gumam Olive.


"Kamu kenal sama Olive? Kalian satu sekolah? Wah! Keberuntungan banget." Ucap Elvina.


Olive menggelengkan kepala untuk menyadarkan dirinya. Olive memejamkan mata nya kembali dan berdoa bahwa apa yang barusan dia lihat adalah halusinasinya saja. Namun, itu adalah kenyataan yang tidak bisa di pungkiri. Olive bingung harus melakukan apa.


"Bos? Ada apa? Kok diam aja sih?" Tanya Liam.


"Hah? Oh, kayaknya gua masih kurang sehat deh. Gua balik duluan yak." Ucap Olive

__ADS_1


Namun gerakan nya kalah cepat dengan Alden. Olive tidak mengatakan apapun dan hanya berontak sekuat tenaga. Berhasil, dengan cara menggigit dan menginjak kaki Alden bersamaan kemudian mobil Zet kebetulan melintas dan secepat mungkin Olive masuk ke mobil itu tanpa pedulikan Alden.


Liam dan Vina masih bingung dengan situasi yang terjadi. Sahabat-sahabat Olive Alden melihat dari jauh dan hanya bisa pasrah saja.


"Olive!" Panggil Alden.


Mobil itu semakin jauh dan menghilang di tikungan.





























__ADS_1



Bersambung...


__ADS_2