Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 72 - Satu Kamar Bagi Dua


__ADS_3

Olive ke kamar tamu yang berada tepat disamping kamar Alden. Ia bebersih diri kemudian pergi ke walk in closet untuk melihat apa ada baju yang bisa ia gunakan untuk tidur. Lalu dengan asal Olive mengambil baju daster panjang dengan tali karet tanpa lengan berwarna hitam. Lalu Olive merasa aneh,


"Bagaimana Alden bisa sedia baju perempuan di kamar tamu? Mungkin ini milik Delia. Aku tidak boleh curiga pada hal yang belum pasti." Gumam Olive.


Olive pun memakai cream malam dan pergi ke kamar Alden. Namun gelap membuat Olive bingung.


"Alden? Kamu masih mandi ya? Aku istirahat duluan ya, sangat lelah." Ujar Olive namun tidak ada jawaban dari Alden.


Karena tadi Alden bersembunyi di balik pintu, berarti posisi Alden tepat dibelakang Olive. Biasanya Olive bisa merasakan gerak gerik mencurigakan di sekitarnya entah kenapa dia tidak merasakan hal itu. Tiba-tiba sebuah tangan melingkar memeluk Olive membuatnya terkejut dan gemetar. Alden melepas pelukannya dan memutari Olive.


"Sayang, apa terjadi sesuatu? Kenapa kamu tidak langsung berontak? Ada apa denganmu?" Alden Khawatir.


"Hah! Aku juga tidak tahu apa yang sebenernya terjadi. Aku menyerah mencari tahu penyebabnya. Sekarang tubuhku rasanya lemas dan mengantuk sekali." Jawab Olive yang jalan sudah tidak benar.


Alden menuntun Olive ke kasurnya dan memasangkan selimut agar Olive beristirahat. Tidak lupa Alden mengkecup kening Olive.


"Istirahatlah. Semoga besok kamu bisa lebih baik, aku akan coba minta Nel agar hasilnya lebih cepat keluar." Ucap Alden sambil mengusap rambut Olive lembut.


"Padahal tadi aku tidur, tapi kenapa sekarang mengantuk lagi. Maafkan aku tidak bisa menemanimu." Ujar Olive menyesal.


"Jangan katakan itu sayang, tidurlah. Selamat malam sayang mimpi Indah." Sahut Alden yang di sambut senyuman manis dari Olive.


Olive pun segera memejamkan matanya, saat memastikan Olive benar tertidur. Alden pergi ke ruang kerja nya di lantai bawah. Tapi, Alden masih bisa mengkontrol keadaan Olive di kamarnya. Alden menelpon Nel,


Malam tuan.


Bagaimana? Apa sudah ada hasil?


Besok hasil cek darah Nona kedua keluar tuan.


Bagus. Kirimkan padaku hasilnya melalui email dan jangan beritahu siapapun dulu. Aku tidak ingin banyak orang khawatir, nanti ada saatnya.


Baik tuan, saya mengerti.


Oh, tolong selidiki bakso yang kemarin kita makan secara diam-diam. Entah kenapa aku curiga mulai dari sana cekatan Olive berkurang.


Siap laksanakan tuan.


Alden mematikan panggilan itu. Lalu mengerjakan tugas sekolahnya dan menyelipkan sebuah catatan pelajaran di tas sekolah Olive. Tiba-tiba saja terdengar teriakan Olive dari HT yang Alden pasang. Dengan cepat Alden berlari menuju kamarnya.


"Aaaaaa! Tidak! Jangan lakukan itu! Tidak! Hiks... Hiks... Tidak! Jangannnn!" Teriak Olive histeris.


Alden langsung mengguncang tubuh Olive untuk membangunkan Olive.


"Sayang, Olive. Bangun sayang." Bisik Alden.


Tak lama Olive bangun dengan nafas terburu-buru. Menatap Alden kemudian langsung memeluknya dan menangis disana. Alden tidak bertanya untuk membiarkan Olive tenang dahulu. Setelah merasa Olive lebih tenang,


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Alden.


"Ak aku bermimpi kamu di bunuh hiks... hiks... tidak. Bukan hanya kamu, tapi kalian berada di satu mobil kemudian kalian di hadang terus kalian di tembak begitu saja. La lalu mobil kalian di jatuhkan ke jurang di depan mataku Hiks... hiks... Bagaimana jika itu terjadi? Bag---"

__ADS_1


"Olive. Tenangkan dirimu dan aku janji mimpi burukmu itu tidak akan terjadi. Aku dan semuanya tidak akan pernah pergi dari sisi kamu. Okay?" Ucap Alden mendekap Olive dalam pelukannya.


Tak lama itu Olive kembali tertidur dalam dekapan Alden. Alden tidak tega meninggalkan Olive seorang diri. Akhirnya Alden menyusul Olive ke alam mimpi. Sesekali Olive masih suka gemetar namun dengan sigap Alden mengeratkan dekapan dan genggamannya pada Olive.


Keesokkan harinya, Alden bangun dari tidur tanpa ada Olive. Alden terkejut dan langsung mencari nya di setiap sudut kamar. Alden tidak menemukan Olive dan keluar untuk menemui bibik. Namun ketika ingin bertanya Alden mendengar suara tertawa khas dari Olive di taman belakang bersama pelayan Mansionnya.


"Bibik! Bik! Lihat---" Ujar Alden terhenti saat mendengar tawa dari Olive.


"Lihat apa tuan?" Tanya bibik.


"Nggak jadi bik. Siapkan sarapan seperti biasa." Sahut Alden lalu melengos ke arah taman.


Bibik tersenyum mengerti maksud dari tuan nya. Alden berdiri menyender di pintu menuju taman melihat pacar tersayangnya sedang tertawa bahagia dengan pelayan disana sambil main ayunan.


"Hahaha... terus-terus gimana?" Ujar Olive.


"Saya lari atuh non masa saya diam aja. Ya begitulah kalo kami berkumpul pasti saya yang jadi bahannya." Ucap Pelayan laki itu.


"Sumpah! Kamu lucu, nggak salah kok kalo mereka jadiin kamu bahan ledekan hahaha!" Jawab Olive.


Lalu salah satu pelayan wanita sadar jika ada tuan muda nya sedang menatap ke arah mereka. Pelayan wanita itu memberi kode untuk kembali bekerja membuat Olive bingung.


"Loh... loh ehh kalian pada mau kemana. Ish, disini aja." Pinta Olive belum menyadari adanya Alden.


"Non, tuan muda lihat kesini." Bisik salah satu pelayan wanita itu.


Olive menengok ke arah pintu masuk mansion dan tersenyum.


"Pagi tukang tidur! Kamu belum mandi? Kita harus sekolah lho!" Ujar Olive sambil berjalan ke arah Alden.


"Aku ingin sekolah. Ayolah, aku sudah terlalu banyak fokus ke mafia dan sekarang aku mau fokus sekolah. Hem?" Ucap Olive sambil menarik baju lengan Alden dengan mata Puppy nya.


"Aku khawatir kamu kenapa-napa. Tahu kamu semalam teriak mimpi buruk aja aku udah panik banget. Apalagi kamu keluar dari zona aman, bisa-bisa aku yang kehilangan kamu bukan kamu yang kehilangan aku seperti di mimpi kamu sayang." Sahut Alden.


Olive menundukkan kepalanya sambil memainkan kakinya. Akhirnya Alden menyerah dan memperbolehkan Olive untuk ke sekolah.


"Yaudah iya, kamu boleh ke sekolah. Tapi ingat ada apapun kabari aku. Mau itu darurat atau gimana pun. Kamu ngerasa gak enak badan dan semacamnya kamu kabarin aku jangan kamu sembunyiin, Deal?" Pinta Alden sambil mengulurkan jadi kelingking.


"Deal! Aku janji, aku bakal kabarin kamu apapun kondisi nya. Karena hari senin kelas aku baru fix belajar normal. Aku bakal di perpus terus." Jawab Olive mengaitkan kelingking nya dan menempelkan jempol ke Alden.


"Yaudah, aku mandi dulu habis itu sarapan baru berangkat." Ujar Alden.


"Emm... ini udah siang. Kita makan di perpus aja aku bikin dulu. Kamu mandi cepet ya!" Sahut Olive langsung berjalan ke arah dapur untuk menyiapkan bekal sarapan.


Alden hanya menggelengkan kepala kemudian naik ke lantai 2 untuk mandi dan bersiap sekolah. Tak sampai 20 menit Alden sudah selesai lalu turun ke dapur.


"Sudah siap!" Ucap Olive.


"Wah! Nona Olive jago bikin bekal nih. Aden pasti suka, tapi ini banyak banget nona. Mau di tempatin lagi buat teman-teman nona gitu?" Tawar Bibik.


"Eehhh! Nggak bik, aku sengaja masak banyak. Buat bibik sama pelayan disini." Jawab Olive.

__ADS_1


"Aduh, non... kita nggak usah kan udah dap---"


"Anggap aja ini ucapan terima kasih dari aku karena udah jaga aku selama tinggal disini. Ahh! Bukan tinggal, tapi numpang tinggal hehe... "


"Waduh! Gusti, nona Olive baik banget. Semoga Nona sama tuan juga baik-baik aja dan bisa hidup normal seperti pasangan pada umum nya. Bibik sedih kemarin dapet kabar Nona harus di rawat berkali-kali di rumah sakit. Bukan bibik aja, kami disini sedih." Ujar bibik.


"Aamiin. Makasih bik, udah khawatir ya. Makan yang banyak, kalo enak nanti aku bikinin yang lain hehe... " Tutur Olive.


"Semoga nona bisa terus tinggal disini bahkan jadi nyonya muda disini. Pasti bakal rame banget." Doa bibik.


"Bibik... " Rengek Olive malu.


"Tenang bik, 4th lagi permintaan bibik terkabul." Ucap Alden yang sedari tadi sudah berdiri memperhatikan Bibik dan Olive nya.


Olive menutup pipi nya yang mungkin sudah memerah seperti tomat sekarang. Itu membuat Alden semakin gemas dengan Olive.


"Tuh, nona udah di tungguin berangkat gih. Nanti kalian terlambat." Tutur bibik.


Olive pun membawa rantang bekal sarapan beserta tas selempangnya ingin melengos ke luar namun ditahan oleh Alden.


"Ke kenapa?" Ujar Olive bingung.


Alden mengambil rantang dan tas selempang Olive agar Alden yang membawa nya kemudian menggandeng tangan Olive. Sebelum mereka jalan, Alden mencium kening Olive membuat Olive terkejut.


"Ayo, sayang kita berangkat." Seru Alden.


Bibik dan para pelayan yang melihat gemas dengan ke romantisan Tuan muda nya yang baru kali ini terlihat. Olive bersemu merah karena malu dilihat oleh bibik dan para pelayan.


'Ya tuhan! Bener-bener sengaja ya nggak tau tempat banget. Balas dendam yang kemarin di lapangan kayaknya nih. Huh!' Bathin Olive.


Alden Olive pun berangkat menuju sekolah. Di perjalanan itu yang mungkin hanya berjarak 20 menit dengan mobil. Sampai di sekolah seperti biasa mereka akan meminta kunci perpustakaan. Mereka pertama yang sampai di sekolah langsung menuju perpustakaan.


Mereka memilih spot untuk memakan sarapan mereka.


Bersambung...


*


*


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Tolong beri Like dan Comment kalian, Terimakasih ❣️***


__ADS_2