Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 110 - Adu Domba Keluarga Nugraha


__ADS_3

Sementara di negara tempat musuh berada...


"Tuan, sepertinya ada yang tidak beres di rumah Nyonya besar." Lapor felix orang kepercayaannya Tio.


"Ada masalah apa?" Tanya Tio yang fokus pada kerjaan kantornya.


"Saya belum mencari tahu lebih detail tapi sepertinya ada yang mencoba mengadu domba tuan dengan Nyonya besar." Lapor felix.


"Beritahu apa yang kamu ketahui." Ujar Tio penasaran hingga menghentika pekerjaannya.


"Jadi, terrnyata sudah 8 tahun yang lalu tuan muda kecil Robert meninggal dunia tuan." Lapor Felix sedikit takut.


"Apa?!" Marah Tio sambil memukul meja dan berdiri.


"Maaf tuan, saya benar-benar baru mengetahui ini kemarin. Karena tuan besar dan nyonya besar bener-bener tidak mengumbar tentang ini sedikit pun ke awak media. Mereka menutup ini dengan rapat sekali." Ucap Felix.


"Lalu apa yang terjadi? Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Tio.


"Untuk beberapa tahun ini, nona kembar pertama Phia mengalami perlakuan tidak senonoh dari pihak Clarke. Kemudian kabar terbaru adalah Nona phia akkan segera menikah dengan Kevino Wiyata." Sahut Felix.


"Hah?! Sophia akan menikahi musuh kita? Kau bercanda ya menginfokan hal ini?" Marah Tio.


"Saya tidak bercanda tuan, Memang informasi itu valid adanya yang saya dapatkan." Jawab Felix gemetar.


"Selama ini kamu dapat informasi dari siapa? Robert sudah meninggal 8 tahun lalu kita baru tahu sekarang. Ini berita Sophia akan menikah dengan musuh juga baru sampai sekarang? Siapa yang memberikan info padamu?" Tanya Tio.


"Bawahan nyonya Sela tuan." Ucap Felix.


"Sela? Apa maksudmu sela ada hubungannya dengan ini? Bukankah dia sedang bekerja di Jepang? Ya, walaupun aku dan dia jarang berkomunikasi tidak seperti sebelum menikah tapi tidak mungkin jika sela mengkhianati aku." Protes Tio.


"Tuan, saya dapat kabar jika nyonya sela ada di negara ini sejak 2 bulan yang lalu." Tutur Felix.


"2 bulan lalu? Dia bilang akan di jepang selama setahun. Ini baru 6 bulan sejak kepergiaanya ke Jepang dan kenapa dia tidak pulang ke rumah bertemu denganku?" Tanya Tio.


"Saya tidak tahu tuan. Apakah perlu saya menjemput nyonya tuan?" Tawar Felix.


"Tidak perlu. Biar aku saja yang menjemputnya, lusa. Aku ingin tahu sampai kapan dia bertahan membohongiku seperti ini." Tolak Tio.


"Tuan, masih ada hal yang perlu saya sampaikan. Sebenarnya, ada yang menyamar menjadi tuan saat kejadian kecelakaan Tuan kecil Robert terjadi. Seolah-olah tuan berada disana menyaksikan hal itu dan ikut andil dalam rencana itu." Jelas Felix.


"Menyamar menjadi aku?" Bingung Tio.


"Ya tuan, bahkan suara pun sama. Sepertinya ada yang mencoba untuk mengadu domba keluarga Nugraha ini, maaf tuan tapi ini hanya pendapat saya. Ini berasal dari orang dalam Nugraha yang mencoba menghancurkannya, tapi saya masih belum mengetahui hal ini lebih lanjut lagi."  Jelas Felix dengan hati-hati.

__ADS_1


"Baiklah, jadwalkan aku untuk pulang menemui Mama dan papa. Aku harus memberitahu mereka tentang hal ini. Rahasiakan sebisa mungkin kepergianku dari negara ini jangan sampai ada yang tahu." Pinta Tio.


"Ada baiknya tuan menelepon Nyonya tuan besar dulu sebelum pergi, karena tuan sudah di jadikan tersangka oleh keluarga tuan sendiri perihal tuan muda kecil Robert." Kata Felix.


"Kamu benar juga, baiklah aku akan menelepon mereka. Oh ya, tugaskan orang untuk merombak rumah, aku yakin banyak penyusup dirumah ku. Malam ini aku akan tidur di hotel, selesaikan besok kurung dulu di markas nanti pulang dari sana baru kita bereskan." Perintah Tio.


"Baik tuan, akan saya langsung laksanakan hari ini juga." Sahut felix.


"Kantorku juga, geledah semua berkas dan teliti lagi kenapa akhir-akhir ini pemasukan kita menurun padahal pembeli tetap stabil di atas rata-rata. Ini akan aku jadikan bukti bahwa aku bukanlah pengkhianat di keluarga Nugraha." Ujar Tio.


"Baik tuan saya mengerti." Jawab Felix.


Sementara itu...


"Sayang, kamu tidak perlu khawwatirkan Tio. Aku tidak akan mencelakai nya jika kamu masih berbaik hati padaku. Aku hanya mencelakai keluarganya tanpa menyentuh sedikit pun Tio. Dia tetap ada di sisi mu selama nya tanpa kecurigaan padamu." Ucap seorang pria.


"Kamu yakin? Jangan meremehkan kemampuan Tio dan keluarga Nugraha. Kamu tahu kan apa yang akan terjadi jika kita ketahuan?" Ujar seorang wanita.


"Sela, aku tahu apa yang kamu takutkan. Mereka pasti akan membasmi kita dengan sekali tempur. Tapi, kamu tenang saja. Aku sudah berhasil menyusupkan mata-mata untuk mengadu domba Nugraha di Clarke. Percayakan semua padaku, ini sudah berjalan sesuai rencana sejak lama dan sebentar lagi Nugraha akan hancur lalu kita ambil kekayaan serta pengikutnya lalu kita jadikan mereka babu. Itu kan rencana mu?" Tutur pria itu.


"Kamu benar, sebentar lagi itu semua akan terwujud. Ah, aku harus memastikan bahwa Tio benar-benar tidak curiga padaku." Kata Sela.


"Kenapa begitu, dia tahu kamu di sini?" Tanya pria itu.


"Kamu memang pintar. Aku akan menunggumu di kamar sebagai hadiah nya nanti malam. Kamu senang sayang?" Goda pria itu.


"Tentu saja. Aku tidak akan mengecewakanmu, tunggu aku akan segera kembali." Ucap Sela lalu pergi meninggalkan pria itu.


Setelah memastikan Sela pergi,


"Jer, pastikan setelah rencana kita selesai singkirkan wanita itu dari pandanganku." Perintah pria itu.


"Mengerti tuan." Sahut lelaki yang dipanggil Jer.


"Dengan begini rencana ku benar-benar sempurna untuk merebut kekuasaan Nugraha sekaligus Fausta. Haruskah aku mengadu dombakan mereka juga? Hahaha! Bukankah itu akan sangat sempurna?" Tutur pria itu tertawa dengan sangat senang.


"Saya akan pastikan keinginan tuan akan berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kecurigaan dan hambatan sama sekali." Ujar Jer.


"Hahaha! Bagus Jer itu sangat bagus! Kita akan menguasai tiap negara satu persatu dan tidak akan ada yang berani membantah perintahku sama sekali dan tidak ada musuh kuat seperti Nugraha Fausta lagi. Mereka akan menjadi babu untuk kita Hahaha!!!" Tawa puas pria itu penuh rasa kemenangan.


Di tempat kantor Tio, Ponselnya berdering tertera di layar My Wife tidak langsung di terima oleh Tio. Biasanya ia akan langsung mengangkatnya tapi kali ini Tio harus mengetest sang istri benarkah dia tidak mengkhianati dirinya. Mereka sudah lama tidak bertatap muka, Sela sekarang hanya menelpon by suara tidak pernah melalui video call. Setelah 5 kali dering, Tio mengangkat telepon dari Sela.


Halo baby, kok lama sih angkat teleponnya?

__ADS_1


Aku sedang banyak pekerjaan, sayang. Bagaimana kabarmu disana? Mengapa kamu selalu menolak untuk melakukan video call? Apa kamu sedang berbohong padaku?


Ti... Tidak. Aku tidak akan berani membohongimu sayang. Aku sedang berada di tempat pemotretan dan sangat ramai disini. Aku takut mereka akan mengenalimu dan menggodamu nanti serta merebutmu dariku.


Ramai? Aku tidak mendengar ada keramaian disana. Baik-baik, aku percaya padamu. Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku sudah di jepang menyusulmu? Aku sangat merindukan istriku.


Hah?! Apa kamu bercanda? Ak... Aku


Aku bercanda, pekerjaanku di kantor sangat menumpuk. Belum ada waktu untuk menyusulmu ke jepang. Aku akan usahakan bulan depan untuk menjenguk kamu.


Tidak perlu. Maksudku, kamu tidak perlu melakukan itu pekerjaanmu pasti sangat padat dan kantor sangat membutuhkanmu. Aku akan memajukan kepulanganku dari jepang tapi sepertinya akan sulit karena kontrak memintaku 2 tahun di jepang jadi masih ada 1 setengah tahun lagi.


Baiklah, aku akan coba menyelesaikan pekerjaan di kantor setelah semua stabil aku akan memberitahu kamu. Bagaimana?


Tentu saja.


Aku harap kamu tidak sedang mengkhianatiku sayang. Jika kamu melakukan itu, tidak akan ada kata maaf dan kesempatan kedua untuk memperbaiki keadaan. Aku sudah pernah mengatakan ini sebelum kita menikah, aku akan mempercayaimu.


Tentu... Tentu saja. Kamu tenang saja, aku tidak akan mengkhianatiku hati dan cintaku hanya untukmu sayang. Ah, aku harus pemotretan sekarang besok aku akan menelepon kamu lagi.


Baiklah, semangat kerjamu sayang.


Semangat untumu juga, I Love You.


Telepon langsung dimatikan oleh Tio, dia menyadari jika ada yang tidak beres dengan istrinya yang selalu menjawab dengan terbata-bata.


"Cepat atau lambat semua kebusukanmu akan terbongkar Sela. Aku harus bersikap tegas padamu mulai sekarang, karena ini menyangkut nyawa keluargaku. Siapa orang yang kamu layani sampai kamu tega untuk mengkhianatiku seperti ini. Jika dulu, aku mengikuti omongan Mama papa mungkin ini tidak akan terjadi. Mari kita lihat sampai mana kamu akan terus berbohong seperti ini." Gumam Tio.


Tio juga merekam semua pembicaraan tadi di telepon untuk menjadi bukti di hadapan kedua orang tua serta keluarga nya, Tio harus segera bertindak sebelum semua semakin parah keadaannya.


Di negara tempat keluarga Nugraha dan Fausta berada...


Setelah Olive Alden menyelesaikan makan sarapan pagi mereka, Mereka segera melanjutkan perjalanan pulang ke rumah. Di perjalanan, Olive Alden tertidur karena merasa lelah beraktivitas tadi di bawah terik matahari. Dalam perjalanan mereka benar-benar di kawal super ketat agar tidak terjadi apapun di jalan. tidak terasa perjalanan memakan waktu 3 jam, kini mereka telah tiba di mansion Nugraha. Sebelum ke mansion Nugraha Olive meminta mengantar Alden Nel ke mansion Fausta terlebih dahulu baru mereka pulang ke mansion Nugraha. Di mansion terlihat banyak mobil, entah apa yang terjadi selama Olive pergi.


"Zet, apakah ada yang terjadi? Sepertinya semua sedang berkumpul disini? Apa mereka mengutus polisi untuk menjemputku?" Tanya Olive khawatir.


"Tidak nona, Nyonya tidak akan melakukan itu. Nyonya juga sepertinya tahu jika aku ada di sisi nona terlebih ada tuan Alden juga." Sahut Zet.


"Oma? Ah, mereka melacak lokasi mu tadi pagi? Aku mengerti, baiklah kita masuk aja aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi selama aku pergi ini." Penasaran Olive.


Saat memasuki mansion Nugraha,


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2