
Di Markas Clarke...
"Masih belum ketemu juga, mereka dimana sebenarnya? Apa jangan-jangan..."
"Tuan, Lapor tuan. Di depan." Ujar salah satu anak buah itu.
"Kak, tidak mungkinkan jika perempuan itu datang menyerang kita? Dia bisa mengalahkan kakak Vino, bagaimana jika dia..."
"Ibrano." Panggil orang itu dengan tegas.
Saat Ibrano, Sam, Quira dan Yumi berbalik bada untuk mengetahui siapa yang datang ke markas.
"Kamu melupakan ku?" Tanya orang itu.
"Ba--- bagaimana mungkin? Kenapa ada disini?" Tanya Ibrano balik.
"Maksudmu? Kamu ingin bermain dengan mereka tanpa aku? Nyawa kakak mu ada di tanganku jangan lupakan itu." Ujar orang itu.
"Kak, siapa orang itu dan apa maksud omongan orang itu? Nyawa siapa yang ada di tangannya? Kakak punya seorang kakak?" Tanya Quira.
"Biarkan aku mengenalkan diri, sepertinya mereka tidak mengenalku karena kamu menyembunyikan semua dari mereka. Baiklah, aku adalah Saverio Tevy Gardapati." Ujar orang itu yang biasa di panggil Rio.
"Gardapati? Kak ada apa ini?" Tanya Sam semakin bingung.
"Akulah pemilik kelompok tato ular yang selama ini tidak kalian ketahui. Dia hanya penggantiku sementara saja, banyak sekali masalah yang kamu timbulkan Ibrano." Ucap Rio.
"Kak ada apa sebenarnya ini?" Tanya Yumi.
"Ya, dia pemilik nama kelompok tato ular yang sebenarnya. Abang, aku memiliki seorang kakak yang sedang koma di salah satu rumah sakit negara dia tinggali lebih tepatnya bagian eropa. Dia menjadi korban kecelakaan kebakaran yang terjadi 4 tahun yang lalu sempat dikabarkan meninggal karena ulahku dan. Lebih tepatnya kami kembar dan yaitulah yang terjadi." Jelas Ibrano tak bisa membantah perkataan Rio.
"Kenapa tidak kamu sebutkan nama kembaranmu, hanya kita yang akan tahu itu. Jika kamu takut ada mata-mata Nugraha disini itu sangat terlambat untuk mengetahuinya sekarang." Ujar Rio.
__ADS_1
"Tidak perlu. Mereka tidak akan mengenalnya, sekarang ada apa kamu datang kesini? Bagaimana jika ada apa-apa dengan kakak ku? Dimana tanggung jawabmu?" Tanya Ibrano.
"Hahaha... kamu membicarakan tentang tanggung jawab? Bagaimana kamu mempertanggung jawabkan keselamatan adikku karena rela mempertaruhkan nyawa untuk orang bodoh sepertimu?" Tutur Rio dengan nada tinggi.
"Bukankah sebaiknya kamu menyalahkan adikmu? Mengapa mempertaruhkan nyawa untuk orang yang tidak mencintainya? Aku hanya mencintai Olive sampai kapanpun. Karena itu aku memanfaatkan Sera, bibi nya untuk menjebak Olive disini bersamaku." Kesal Ibrano.
Sam, Yumi dan Quira sangat terkejut dengan kenyataan yang terjadi sekarang.
"Seharusnya kamu tahu bahwa dia dan anak dari keluarga sudah sangat dekat. Bahkan mereka akan menjodohkannya, kamu tidak akan ada kesempatan jika mereka sudah menyatu seperti ini. Apa hebatnya Olive itu jika tidak pernah menganggapmu ada disisi nya? Itu sama seperti yang kamu lakukan pada Allena. Sakit bukan di anggap tidak ada oleh orang yang kamu cintai?" Ucap Rio.
Ibrano terdiam tidak menanggapi lagi.
"Jadi, kakak hanya memanfaatkan kita untuk menjahati keluarga Nugraha? Kakak tahu kami hampir mati karena hal sepele seperti ini? Olive itu, perempuan itu adalah orang berbahaya. Dia bahkan meninggalkan bekas luka berbeda untuk kami bertiga." Protes Yumi.
"Pantas saja perempuan itu sangat bar-bar menyerang kita, kakak menyerang Robert adik kesayangannya. Apa kakak tidak tahu hal itu? Apakah mencintai berarti harus menyakiti seperti itu? Lalu apa hubungannya dengan wanita tua itu? Kakak sudah bersetubuh dengan wanita itu lalu akan membuangnya begitu saja seperti kami jika kami mati dalam peperangan?" Kesal Quira.
"Hahaha... kalian baru menyadari hal itu? Seharusnya kalian menyadari setelah Olive itu menuduh kalian ada hubungannya dengan rencana kecelakaan mobil adiknya 7 tahun yang lalu di tambah dengan kemunculan Vino asli juga palsu. Kevino Wiyata asli sudah ada di tangan Nugraha dan mereka akan menjadi besan. Kalian sangat lambat untuk menyadari semua yang terjadi." Kata Rio dengan nada meledek.
"Jika perempuan itu tahu jika kakak yang merencanakan ini semua apakah kakak yakin perempuan itu akan mau bersama dengan kakak? Tidak akan! Walaupun adiknya hidup kembali, mereka ada di perbatasan wiyata sekarang."Ujar Sam.
"Kenapa kamu ini? Sebenarnya niat kamu itu ingin membalaskan dendam keluarga Mirza atau untuk menaklukan hati Olive dengan seluruh hatimu?" Tanya Rio.
"Tentu saja untuk balas dendam." Sahut Ibrano.
"Kamu tidak tahu bagaimana hati kecilmu berontak untuk jujur? Memang nya aku tidak tahu kamu juga bekerja sama dengan Gitta untuk menjauhkan Olive dengan Alden cucu dari Fausta? Kamu tidak menyadari bagaimana Olive mu itu sangat melindungi cucu Fausta? Hatimu jelas mengetahui itu tapi otakmu tidak menerima nya." Jelas Rio.
"Cukup Rio!" Marah Ibrano kemudian pergi meninggalkan ruangan tengah mansion Clarke.
Sementara itu di villa perbatasan Wiyata~
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung...