
Olive hanya memejamkan matanya, karena belati itu sudah menusuk sedikit kekulit leher nya. Otaknya tidak bisa berpikir cepat seperti biasanya. Rasanya aneh, seperti bukan dirinya sendiri. Apa yang sebenernya terjadi.
'Apa yang harus aku lakukan sekarang? Jika aku bergerak sedikit saja maka---'
"Olive!" Teriak Alden menyadarkan Olive.
Olive tidak berkutik dan masih memejamkan matanya.
"Olive! Buka mata kamu! Jangan biarin pikiran itu masuk! Olive dengar suara aku!" Teriak Alden.
"Percuma kamu mau teriak bagaimana pun tidak akan dia buka mata! Semua di otaknya sudah di penuhi dengan kelemahan yang sebenarnya bukan kelemahan dia. Hahaha!" Tawa orang itu.
Zet dan Nel berhasil membuat 2 orang asing itu terluka parah. Hanya tinggal satu lagi. Tiba-tiba Robert masuk ke perpustakaan.
"Kak Via! Dengar aku kak! Lawan! Kakak udah janji sama aku buat kumpul komplit sama mama papa! Kak Via!" Teriak Robert.
Olive perlahan mulai mendengar teriakan yang tidak asing untuknya.
"Olive! Buka mata kamu! Kamu bilang kamu bisa jaga diri kamu! Buka maa kamu sekarang!" Teriak Alden.
"Nona Muda kedua! Ingat perjuangan nona selama ini untuk nona muda pertama dan tuan kecil! Nona Bangun!" Ucap Zet.
"Kak Via, buka mata kakak! Jangan hanyut kak. Ayo! Kakak bisa!" Teriak Robert.
'Robert? Alden? Zet? Mereka dimana?' Bathin Olive.
Olive yang asli seperti tersesat di dalam pikiran Olive sendiri.
"Diam Kalian! Jika kalian mendekat aku akan bunuh dia." Ancam orang itu.
'Apa yang sebenernya terjadi? Aku ada dimana? Aku harus bangun. Aku harus cari jalan keluar' Bathin Olive.
"OLIVE!!!" Teriak Niesha dan Shakila.
Di dalam diri Olive sangat bingung, ia bisa mendengar orang-orang tapi tidak tahu mereka dimana. Olive rasanya ingin menyerah saja. Namun tiba-tiba terlihat ada secercah cahaya. Olive segera lari ke arah sana, kemudian Olive terbangun. Namun tidak langsung terkejut, karena olive sudah merasa ada yang menahan tubuhnya.
"Sudah di bilang dia tidak akan bangun! Sampai kapan pun dia---"
Dengan geraran super cepat Olive bergerak melawan orang itu. Dengan sigap juga Alden menarik Olive kemudian Zet dan Nel menyerang orang itu tanpa ampun. Olive berada di pelukan Alden. Nafas mereka menggebu-gebu.
"Kamu nggak apa?" Tanya Alden memeriksa keadaan Olive.
Tiba-tiba kaki Olive seperti jelly dan terduduk di lantai untungnya dengan sigap Alden menahan itu.
"Kaki aku lemes banget. Apa yang terjadi? Aku kenapa?" Ujar Olive.
"Kamu tersesat. Kamu menjalani keseharian kamu seperti bukan kamu. Kamu sudah kembali sekarang, itu hebat." Sahut Alden.
"Aku tersesat? Yang aku ingat semua orang pergi dan menjauh aku seperti sendirian di sebuah tengah ladang besar. Aku berlarian mencari kalian, berteriak memanggil nama kalian. Itu tidak berhasil. Aku merasa di tinggal sejak--- " Omongan Olive berhenti dan menelepon Belden.
Ponsel Belden dan keluarga nya tidak ada yang di angkat. Apa yang sebenernya terjadi? Sial!
Zet dan Nel berhasil melumpuhkan orang itu. Saat akan Zet tusuk dengan belatinya, Olive menahan itu.
"Tunggu Zet" Tahan Olive.
"Silahkan nona." Sahut Zet sambil menjaga ketat.
__ADS_1
"Kenal dengan perempuan ini?" Tanya Olive dengan tatapan tajam membuat orang itu takut.
"Ti--tidak!" Jawab orang asing itu gugup.
"Katakan padaku atau kau ingin keluargamu---"
"Wiyata! Tuan Wiyata memperkerjakan orang itu dirumah mu sejak awal dia tau Zaylee jadi tawanan. Dia menjadikan minyak yang dapat membakar kulitmu menjadi aromaterapi di kamarmu. Setiap hari selalu di ganti sehingga kamu tidak menyadari itu." Ujar Orang itu.
"Kau gila mengatakan itu! Bisa di bunuh habis oleh tuan jika begini. Bodoh!" Kata orang asing 2 itu.
"Zet lakukan rencana kita sekarang." Pinta Olive.
"Tapi nona---"
"Kalian tahan mereka!" Pinta Olive pada pengawal yang sudah masuk dalan rencana Olive.
Olive berlari keluar dari perpus, robert alden dan yang lain ingin menyusul namun di tahan. Di dalam mobil aura Olive sudah seperti pembunuh. Zet tidak bisa menahan majikannya lagi. Di tengah perjalanan tiba-tiba ada mobil melintang menghalangi jalan Olive.
"Ada apa?" Ujar Olive.
"I--itu nona." Sahut supir sambil menunjuk ke arah mobil yang dikenal.
"Oma?" Gumam Olive.
Oma Nugraha dan Opa Fausta keluar dari mobil itu. Olive turun dari mobil juga untuk menghampiri mereka.
"Bisakah tidak menggagalkan rencana ku?" Ujar Olive kesal.
"Kami bukan menggagalkan. Kami menahanmu. Bawa nona muda kedua kalian ke kurungan di mansion ku." Perintah Oma.
"Tidak. Oma! Nggak aku nggak mau. Oma aku tidak terima di perlakukan tidak adil seperti ini. Biarkan aku membalasnya walau hanya sedikit. Lepaskan!" Berontak Olive.
Olive sudah di masukan mobil dan di bawa ke mansion Oma kemudian akan di masukkan ke dalam kurungan di sana.
"Zet, ceritakan pada kami secara detail." Pinta opa.
Zet menceritakan semua kejadian di perpus tanpa melewatkan satu titik pun. Oma dan Opa merasa di permainkan oleh musuh. Wajar jika cucu nya sangat emosi sekarang, tapi Olive tidak akan di kurung lama. Hanya sampai Olive tenang kondisinya.
Alden dan yang lain datang.
"Opa? Apa yang terjadi? Olive mana? Dia berhasil pergi ke tempat markas musuh?" Tanya Alden panik khawatir.
"Pelan sayang, kamu tenang aja. Olive baik-baik saja sekarang, dia ada di mansion Oma. Oma hanya akan mengurungnya sampai Olive benar-benar tenang. Jiwa sesungguhnya baru kembali dan kondisinya juga lemah. Kalian kembali ke sekolah setelah selesai baru ke mansion oma." Pinta Oma Nugraha.
"Tapi oma---"
"Dengerin oma Nugraha. Semua akan baik-baik aja, kembalilah ke sekolah." Ucap Opa Fausta.
Alden dan yang lain kembali ke sekolah. Sementara oma Nugraha dan Opa Fausta menuju ke mansion nugraha. Di mansion,
"Lepaskan aku! Zet tolong aku." Ujar Olive.
"Maaf Nona ini perintah Nyonya besar." Jawab Zet dengan hormat.
"Aku tidak ingin di kurung. Zet tolong aku, Lepaskan!" Berontak Olive.
Saat Olive ingin dibawa ke ruang bawah, Opa Nugraha keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Ada apa ini ribut-ribut? Kamu kenapa nahan cucu saya?" Tanya Opa.
"Maaf tuan Besar ini perintah Nyonya besar untuk membawa nona kedua ke ruang bawah." Sahut Zet.
"Apa yang terjadi?" Ujar Opa bingung.
"Kalian bawa nona ke ruang bawah, biar aku yang menceritakan." Ucap Ronathan.
"Kamu siapa memerintah seperti itu." Tutur Opa.
Zet menuruti perintah Robert. Akankah Robert membuka jati dirinya sekarang? Inikah waktu yang tepat? Keamanan keluarganya sedang dalam bahaya, apakah ini waktu yang tepat untuk unjuk diri sebenarnya. Saat Ronathan atau Robert ingjn bercerita. Phia, Belden, mama, papa, Bunda, Ayah, Delia, Oma (Nugraha+Fausta), dan Opa Fausta beserta pengawal kepercayaannya. Bahkan 4 sahabat Belden turut hadir di mansion itu.
"Ada apa ini? Kenapa ramai sekali yang datang?" Tanya Opa Nugraha tambah bingung.
"Oma yang meminta kami berkumpul disini opa." Ujar Phia.
"Oma ada apa mengumpulkan kami disini?" Ucap Belden.
"Pengawal Ronathan, apakah kamu akan terus bersembunyi?" Tutur Oma membuat yang tau jati diri Ronathan itu terkejut.
"Mah, apa maksudnya?" Tanya papa.
"Oma akan memberi kamu kesempatan untuk menceritakan semuanya. Sudah berani ya kamu berbohong seperti ini. Yogi, bawa dokter itu masuk." Perintah Oma.
Yogi ke sebuah kamar dan mengeluarkan dokter Franklie membuat Robert kaget. Robert tidak menyangka jika persembunyiannya selama ini ketahuan oleh oma nya. Tidak, ini bukti jika Oma juga melindunginya selama ini secara diam-diam. Ronathan berlari ke arah oma dan memeluknya disambut pelukan oma juga membuat orang yang tidak tahu bingung.
Bersambung...
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Terima kasih sudah membaca cerita ini, jangan lupa untuk Vote (Like) dan Comment gimana menurut kalian 🙏