Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia

Pengagum Rahasia Jadi Pasangan Mafia
Episode 59 - Taman Hiburan


__ADS_3

Hari ini Olive memutuskan untuk memakai baju warna kuning ada tali tapi pundaknya terlihat. Tidak pandang, se sikutnya. Kemudian menggunakan celana jeans se atas paha dan tas selempang kecil. Rambut nya di ikat kuda menampakkan leher nya. Olive memakai wedges hitam seperti sandal.


Sedangkan Alden menggunakan baju krem lengan panjang namun ditarik sedikit oleh Alden. Kemudian memakai celana jeans se betis. Menggunakan sepatu sandal main. Mereka siap berangkat.


Saat Alden baru keluar dari kamar nya tepat di depan kamar Olive tiba-tiba Olive membuka pintu nya.


"Ouh! Kamu sudah siap juga?" Ujar Alden.


"Kita sarapan atau langsung berangkat?" Tanya Olive.


"Kita sarapan dulu, bibik sudah menyiapkannya." Sahut Alden dan Olive mengangguk.


Olive pun jalan lebih dulu namun tiba-tiba ikat rambut nya di tarik oleh Alden.


"Alden, kenapa di tarik? Aku mengikat nya susah payah." Kesal Olive.


"Jangan memperlihatkan lehermu, kecuali padaku sayang." Bisik Alden mengantongkan ikat rambut Olive di saku nya kemudian turun lebih dulu.


Olive yang mendengar bisikan Alden, bulu nya merinding. Kemudian langsung menyusul Alden turun.


"Baiklah aku akan mengikatnya rendah. Berikan padaku, lihatlah matahari sangat terik. Panas jika tidak di ikat, hanya di dalam rumah saja. Tidak di luar rumah." Pinta Olive.


"Benarkah?" Tanya Alden dan Olive mengangguk.


"Janji." Ucap Olive.


"Baiklah." Ujar Alden.


Alden menuntun Olive agar duduk di kursi meka makan. Lalu Alden yang akan mengikatkan rambut Olive.


"Biarkan aku yang mengikatnya." Pinta Alden.


"Ya." Sahut Olive.


Setelah selesai mengikat, Alden duduk di sebrang Olive.


"Tidak terlalu buruk hasilnya." Ucap Alden memuji hasilnya sendiri.


"Ah, begitukah? Aku tidak mungkin ke taman hiburan dengan ikatan rambut berantakan seperti ini." Protes Olive mencopot dan mengikatnya dengan rapih tanpa memperlihatkan lehernya.


"Bik, siapkan sarapan minimalis saja. Kami akan pergi." Pinta Alden.


"Baik tuan." Sahut bibik.


Tak lama itu roti dengan isi telur mata sapi di hidangkan untuk Olive dan Alden. Olive melihat jam sudah menunjukkan pukul sembilan. Mereka pun mulai memakan, setelah selesai mereka segera pergi.


Di perjalanan, Olive Alden canda tawa. Olive menguncir kuda tinggi rambut nya lagi. Alden memerintahkan anak buahnya untuk jalan lebih dulu. Alden menepikan mobilnya.


"Ada apa? Ada yang ketinggalan?" Ujar Olive.


"Aku tahu cara membuat mu agar tidak menguncir rambut." Sahut Alden.


"Maksud kam---Ahh!"


Alden memberi kecupan pada leher Olive. Olive mendesah dan melenguh menikmati setiap kecupan Alden. Tapi ini salah.


"Alden... stop... ahh!" Ucap Olive.


"Kamu yang memancingku untuk melakukan ini nona." Ujar Alden memberi kecupan di bawah telinga Olive.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan menggerai rambutku. Hentikanlah." Sahut Olive sambil membuka ikatannya dan merapihkan untuk menutupi ****** dari Alden.


Cup!


Alden mengkecup bibir ranum Olive sekilas.


"Bibirmu membuat ku candu." Bisik Alden.


"Hentikan atau kita akan terlambat sampai disana. Hem?" Ujar Olive.


"Baiklah." Sahut Alden mulai melajukan mobil lagi.


ponsel Olive berdering tertera Kak Phia di layar, Olive langsung mengangkatnya.


Kakak dimana?


Aku di jalan dengan kak Belden. Kamu kenapa?


Tidak. Aku tidak kenapa-napa. Aku juga sudah di jalan nanti kita bertemu di pintu masuk.


Kamu benar tidak apa? Em... baiklah kita ketemu di pintu masuk.


Oh ya, kakak sudah tidak sakit kan? Kakak tidak memaksakan pergi bukan?


Tidak. Aku malah sangat bersemangat semalam kamu mengajakku pergi. Terima Kasih dek.


Sama-sama kak. Yasudah, kita siap bertempur di wahana nanti ya kak.


Tentu saja! Bye...


Olive mengakhiri panggilannya. Tak lama itu Shakila menelepon dan langsung di angkat Olive loudspeaker.


Ya, sedang dalam perjalanan. Kalian dimana?


Kami juga sudah di jalan, hampir sampai.


Kalo gitu tunggu di pintu masuk ya.


Oke!


Olive mengakhiri panggilan, ponselnya berdering tanpa nama.


Halo?


Aku di belakang mu kak, jangan khawatir.


Ah, kamu dek. Oke, aku hampir lupa kalo kamu ikut.


Tidak apa. Kakak belum terbiasa, bisakah kita tetap komunikasi menggunakan earphone? Aku akan melaporkan apa yang anak buah ku lihat begitupun kalian.


Baiklah.


Olive mematikan ponselnya dan memasang walkie-talkie earphone di telinga Olive dan memasangkan untuk Alden.


Tak sampai dua puluh menit mereka tiba di pintu masuk tiket taman hiburan. Rafa Ryan Shakila dan Niesha sampai lebih dulu. kemudian Belden dan Phia sampai setelah Olive Alden. Robert? Dia berada di antara anak buah Alden. Sedang menatap kangen pada Belden dan Phia. Robert rasanya ingin memeluk kedua kakak nya itu.


Setelah masuk, mereka pun menaiki wahana satu persatu bersama. Para anak buah Fausta maupun Nugraha termasuk Robert juga ikut menaiki wahana yang mereka inginkan. Ada Zet dan Nel juga yang menjaga dari jauh.


"Kakak ingin makan? Ini sudah memasuki makan siang." Ujar Olive.

__ADS_1


"Boleh deh. Dimana kita makan?" Tanya Belden.


"Ahh, aku tau restorant enak di sisi pantai kak. Kita kesana aja." Ucap Alden dan semua setuju.


Olive sebenarnya merasa curiga karena dua hari ini rasanya begitu tenang, apakah target musuhnya sudah berubah? Biarkan sajalah. Mungkin musuh nya masih trauma dengan kemurkaan Olive kemarin. Tiba-tiba tangan Olive ada yang tahan, membuat Olive agak goyah untung Alden menahannya.


"Kamu lagi mikirin apa sih? Sampe nggak fokus gitu jalan nya." Ujar Alden.


"Kamu nggak ngerasa aneh gitu? Kita dua hari ini tenang banget. Apa targetnya udah ganti ya?" Tanya Olive.


"Mereka tidak diam. Tapi, sedang menyiapkan rencana yang bisa membunuh kita kapan aja." Ujar Alden.


"Emm, kamu bener juga. Yaudah masuk yuk yang lain udah nyariin tuh." Ajak Olive masuk ke restorant.


Mereka pun akhirnya makan bersama sambil canda tawa. Bahkan robert duduk tidak terlalu jauh dari mereka. Robert sangat bahagia bisa berkumpul dengan kakak-kakak nya lagi, setelah delapan tahun bersembunyi.


Robert melihat ada orang mencurigakan di luar restorant. Robert melaporkan itu di walkie-talkie Olive Alden.


"Kak, ada orang mencurigakan di depan restoran. Sepertinya mereka akan masuk ke dalam." Lapor Robert.


Olive melirik keluar, benar itu Sam Quira dan Yumi. Olive memberi kode pada Belden bahwa di luar berbahaya. Belden mengerti maksud Olive.


"Dek, kamu lihat apa sih ke luar sana?" Ujar Phia yang sedari tadi curiga dengan Olive yang tak henti mencuri lirikan keluar restoran.


"Emm... nggak kak. Aku cuman agak pusing aja. Mataharinya nggak kayak biasanya panas, gimana kalo kita pulang? Setidaknya kita udah hampir menaiki sebagian wahana disini. Nanti jika ada kesempatan kita akan naik sisanya." Usul Olive.


"Baiklah. Tapi, kamu janji kan bakal ajak kakak kesini lagi? Tidak perlu ke taman hiburan. Pantai juga tidak apa... yang penting kita liburan bareng. Kalo ada robert pasti lebih seru, dia akan memberikan tempat-tempat menarik." Ucap Phia.


Olive melirik ke arah robert sekilas dan tersenyum.


"Robert pasti senang kak, akhirnya kita bisa jalan-jalan kayak gini. Walaupun ada atau tidak ada nya dia bisa melihat kita. Akhirnya, keluarga nya bisa normal jalan-jalan ke taman hiburan. Kakak bener juga, coba nanti aku periksa catatan di kamar robert siapa tau dia meninggalkan rekomendasi untuk kita datangi selanjutnya." Sahut Olive.


"Oh ya, bener juga. Dia selalu ngumpulin rekomendasi tempat-tempat yang ingin kita datangi tapi oma tidak pernah mengizinkan. Aku akan membantu mencari nya nanti." Ujar Phia semangat.


Robert merasa senang jika namanya selama ini masih selaku di sebutkan oleh kakak-kakak nya. Sekarang bukan waktunya bersedih, Sam dan yang lain sudah mulai bergerak.


"Kalian amankan jalan belakang, kawal kak phia sampai mobil. Musuh mulai bergerak. Sisa nya, bersiaplah untuk melatih kemampuan kalian." Perintah Robert pada anak buahnya.


"Tentu bos. Kami siap selalu." Sahut Prass.


"Berhati-hatilah. Jangan menyerang sebelum mereka." Ucap Olive pada walkie-talkie.


"Aku tahu. Kakak fokuslah untuk mengalihkan topik agar kak phia tidak menyadari situasi nya." Ujar Robert.


"Liv, hari rabu kita persiapkan untuk promnight yuk. Hari sabtu acaranya, lu tidak lupa kan?" Ucap Shakila.


"Ya Ampun, oke oke. Tapi, gimana kalo besok aja? Kayak nya kita nggak bakal cuman datangin satu toko kan? Jadi nanti hari rabu kita balik lagi untuk bener-bener milih." Usul Olive.


"Siap deh, kak Phia mau ikut kita juga?" Tawar Niesha.


"Boleh deh. Kalo ikut mama sama Oma bisa lebih lama... mending ikut kalian." Sahut Phia.


Robert berdeham, untuk memberi kode bahwa Sam dan yang lain akan benar-benar masuk ke restoran.


"Kak, sebaik nya kita pergi sekarang. Yuk!" Ajak Olive.


Phia di tuntun Oleh Belden seketika sahabat olive sadar akan situasi. Mereka akan ikut mengamankan Phia. Olive Alden, Robert, Zet dan Nel jaga belakang. Untung saja Alden sudah mendapat izin dari restoran ini semalam untuk berjaga-jaga sesuatu terjadi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2