
Dirumah Sakit
Lily dan Vicky sudah tiba dirumah sakit, saat ini mereka sedang berada di depan ruangan Raffa
"Vic, ini aman gak bakal ada orang tuanya?". Tanya Lily
"Aman,bokap nyokap nya biasa dateng malem, kan sekarang masih ngantor...ayo masuk". Vicky mendorong Lily perlahan untuk masuk kedalam ruangan Raffa
Saat mereka sudah masuk kedalam, Lily shock melihat kondisi Raffa saat ini, sangat sangat memprihatinkan.
"Vic...gue gak kuat hikss". Ucap Lily sambil berbalik badan dan menutup mulutnya agar tidak mengeluarkan suara tangisannya yang pecah
Vicky mendekat dan mengusap-usap punggung Lily yang sedang menunduk sambil mengangis
"Sabar, lu pasti kuat". Ucap Vicky
Lily menghapus air matanya dan kembali menatap Raffa,
Memperhatikan area wajahnya dengan hidung yang memakai oksigen dan mulut yang terbuka karna ada selang yang masuk kedalamnya lalu beralih memperhatikan layar pendeteksi denyut jantung yang berada disebelah Raffa
Sungguh ini membuat Lily hancur, dia tak menyangka akan melihat Raffa dalam kondisi seperti ini.
Lily berjalan pelan menghampiri Raffa sambil terus terisak. Duduk disebelah Raffa dan menggenggam sebelah tangannya
"Raffa..bangun..hikss hikss"
"Ini aku hikss hikss..Raffa.."
Lily menaruh tangan Raffa di pipinya. Merasakan tangan yang dulu selalu hangat saat mengusap pipinya kini berubah menjadi tangan yang dingin.
"Hikss hikss maafin aku..."
"Maaf hikss hikss"
Lily terus menangis sambil menggenggam tangan Raffa, memandangi wajah yang saat ini tidak sadarkan diri dan terkulai lemas diranjangnya.
--
Disisi lain
Kevin masih berada di basecamp bersama teman-temannya, bermain game, makan cemilan, merokok bahkan ada yang mabuk sekalipun.
Tetapi tidak dengan Kevin, Kevin sedari tadi bertanya-tanya dalam hati kenapa Lily tidak menghubunginya
Biasanya Lily akan menelfon atau mengirim pesan untuk menanyakan dimana keberadaannya.
Kevin pun mencoba menghubungi Lily, hanya sekedar miss call, karena sebenarnya Kevin pun gengsi melakukan ini.
"Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, coba-".
"Gak aktif". Batin Kevin
Kevin pun mencoba sekali lagi, tetapi hasilnya sama, ponsel Lily tidak aktif.
Kevin mulai merasa gelisah, karna tidak biasanya ponsel Lily tidak aktif apalagi jika sudah berada dirumah Lily pasti selalu mengisi daya ponselnya jadi tidak mungkin ponsel Lily tidak aktif.
"Apa Lily belum pulang?". Batin Kevin
Kevin mencoba menghubungi telfon rumah
Tut.. Tut...
"Duh angkat dong mbok". Ucap Kevin dengan penuh kecemasan
Tut
__ADS_1
"Halo"
"Mbok ini Kevin, Lily udah pulang belum?".
"Oh belum den belum".
"Makasih mbok"
-tut . Kevin memutuskan sambungan telfonnya
"Astagaaaaa". Ucap Kevin sambil mengacak-acak rambutnya
"Kenapa lu?". Tanya Rian
"Lily belum pulang, gue mau nyari Lily dulu". Ucap Kevin dan segera berlari menuju mobilnya
"Napa tuh anak?". Tanya Gibran
"Panik, ceweknya blum balik, lagian disekolah dicuekin". Ucap Rian
"Kak Lily?". Tanya Gibran
"Yoi".
--
Sudah satu setengah jam Lily berada dirumah sakit menemani Raffa, sejujurnya Lily sudah merasa lelah karena terus menangis sedari tadi.
"Ly, mau gue anter balik? Besok bisa kesini lagi. Istirahat dulu. Lu keliatan lemes tuh". Ucap Vicky
Lily mengangguk menjawab ucapan Vicky
"Aku pulang dulu yaa, besok kesini lagi. Tapi janji besok kamu harus bangun. Ok?". Ucap Lily sambil mengusap tangan Raffa dan bangun dari kursinya
"Ayo". Ajak Vicky
"Aku harap kamu cepet sadar Raf". Batin Lily lalu melangkah meninggalkan ruangan Raffa dan berjalan keluar rumah sakit.
Disisi lain, Tommy yang sedang berlatih jalan di taman depan rumah sakit melihat Vicky sedang bersama siswi dari sekolahannya, terlihat dari seragam yang dipakai oleh siswi tersebut.
"Vicky..sama siapa tuh". Batin Tommy sambil memperhatikan sosok siswi yang ada disebelah Vicky
"Astaga".
"Lily".
"Gue gak salah liat kan".
Tommy mencoba mempertajam penglihatannya dan semakin jelas kalau itu adalah Lily
Tanpa pikir panjang Tommy meraih ponsel disaku piyama nya dan menghubungi Kevin
Tut tut
Tut tut
"Angkat gobl*k". Ucap Tommy
Tut . Akhirnya Kevin pun menerima telfon dari Tommy
"Napa sih lu berisik, gue lagi sibuk".
"Lu nyari Lily kan? Dia disini sama Vicky".
"Serius lu kok bis-"
__ADS_1
"Dengerin gue, Toyota Ft 86 merah, baru keluar rumah sakit, lu cari deh.."
"Serinya 2580 kalo gak salah".
"Ok thanks".
"Sip".
Kevin memutuskan sambungan telfonnya dan segera mencari mobil yang sudah disebutkan ciri-cirinya oleh Tommy tadi.
"Kok bisa Lily sama Vicky? Emang saling kenal?...."
"Aduh Lily..Lily...lu sukses bikin Kevin marah". Batin Tommy
--
"Oiya rumah lu dimana Ly?". Tanya Vicky
"Cempaka".
"Eh sorry kemarin Raffa cerita katanya om Rama meninggal?". Tanya Vicky
"Iyaa Vic, serangan jantung".
"Hmm turut berduka cita Ly, sorry gue baru tau".
"Iyaa gapapa".
"Yahh gak ada temen main catur lagi dong gue hehe..."
"Trus kata Raffa lu sekarang sama sodara lu?". Tanya Vicky
"Eh?".
"Raffa gak ngasih tau kalo gue udah nikah?". Batin Lily
"Eh iyaa,iya sama sodara". Jawab Lily
"Lu mau makan dulu ngga? Muka lu pucet banget". Tanya Vicky
"Ngga usah, gue gapapa kok".
"Serius Ly?".
"Iya".
"Yaudah". Ucap Vicky dan kembali fokus menyetir mobilnya.
Belum sampai setengah perjalanan, tiba-tiba ada sebuah mobil yang menghadang mobil Vicky. Sontak membuat Lily dan Vicky terkejut karna mereka hampir menghantam mobil yang menghadang mereka
"Anji*g, nyari ribut". Ucap Vicky lalu buru-buru keluar dari mobil
Sedangkan Lily memperhatikan mobil yang ada didepannya
"Kevin?". Ucap Lily dengan suara pelan
--
Bersambung..
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
.