
Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, Lily dan Kevin memutuskan untuk pulang kerumah karena pagi ini Lily harus berangkat ke kantor
"Aku berangkat yaa" Ucap Lily sambil meraih tangan Kevin dan menciumnya
"Iya hati-hati".
"Permisi boss". Ucap Ammar pada Kevin
"Jangan ngebut-ngebut Mar".
"Siap".
--
Setibanya dikantor, Lily mengikuti rapat pagi seperti biasa, setelah itu ia kembali keruangannya untuk melihat laporan-laporan yang sudah dikirim oleh staff-staffnya melalui email
Lily menghela nafas dan menyandarkan tubuh pada kursinya, melirik bingkai foto pernikahannya yang berdiri dimeja kerjanya,
"Kevin lagi ngapain ya, kangen". Batin Lily
Mata Lily beralih pada tangan kirinya, memperhatikan cincin permata berwarna biru pemberian suaminya,
"So sweet banget sih, berasa di lamar ngasih cincin gini hehe". Batin Lily
Tok tok
Ceklek
Terlihat Andika memasuki ruangan Lily, Andika terheran melihat Lily yang senyum-senyum sendiri sambil memperhatikan tangannya
"Pantesan gak nyaut, lagi ngelamun, senyum-senyum lagi". Batin Andika
"Nona".
Andika mencoba memanggil Lily tapi sepertinya Lily tidak mendengarnya
"Ada aja caranya bikin gue makin cinta sama dia hehe manis banget sih". Batin Lily
"Nona".
Andika menghela nafas dan menarik kursi dihadapan Lily, sekali lagi Lily masih tidak menyadari adanya Andika, meskipun Andika sudah duduk di hadapannya
"Nona Lily!".
"Hah". Lily terkejut dan langsung membenarkan posisi duduknya
"Maaf, maaf nona saya gak bermaksud buat teriak". Ucap Andika
"Gapapa, kamu..kapan masuknya?". Tanya Lily
"Hehehe terlalu fokus, sampai saya masuk nona gak sadar".
"Aduh...jadi malu hahaha..."
"Oh iya ada apa?". Tanya Lily
"Saya mau ngasih ini nona. Silahkan di cek". Ucap Andika sambil memberikan map pada Lily
"Oh laporan ya, udah selesai?". Tanya Lily
"Sudah nona, beres". Jawab Andika
Lily pun membuka map tersebut dan membaca isinya dengan teliti
"Pak Adnan dateng jam berapa?". Tanya Lily
"Gak jadi nona, beliau minta untuk bertemu di lokasi". Jawab Andika
"Ohh, kapan?".
__ADS_1
"1 jam lagi, apa nona mau ikut?". Tanya Andika
"Hmmm, saya disini aja deh, kamu sama Reyhan ya, nanti saya suruh Reyhan buat ikut kamu".
"Baik nona, kalo gitu saya permisi".
"Okey".
"Astagaa, malu gue sama Andika, gara-gara mikirin tu anak". Batin Lily sambil menepuk jidatnya
--
Siang Hari
Jam sudah menunjukkan pukul 11:50, artinya istirahat makan siang 10 menit lagi dan Andika sudah membelikan makan siang untuk Lily, benar-benar sekretaris yang baik
Tok tok, terdengar suara ketukan dari balik pintu
"Masuk"
"Halo cantiik".
Lily terkejut dan langsung menoleh kearah pintu
"Sayaaang...."
Lily segera bangun dari kursinya dan menghampiri Kevin, tentu saja untuk memeluk suaminya itu
"Hehe masih sibuk yaa?". Tanya Kevin sambil mengusap pipi Lily
"Engga kok...sini duduk.."
"Kok kesini gak ngabarin aku dulu?". Tanya Lily
"Hehe kejutan". Ucap Kevin
"Kejutannya gak abis-abis ya dari semalem hahaha..."
"Bang Dika". Jawab Kevin
"Bang?".
"Iya lah, dia aja manggil aku bang". Ucap Kevin
"Hahaha bang-ke dong".
"Bang-ke?".
"Bang Kevin hahahaha ngakak".
"Dih rese...oh iya aku bawa makanan nih, tapi kayaknya kamu udah beli ya". Ucap Kevin sambil melirik kantong makanan di hadapan mereka
"Oh, kita makan bareng aja, kamu makan yang itu". Ucap Lily
"No, aku udah makan, kenyang". Ucap Kevin
"Hmm yaudah aku makan punya kamu dulu". Ucap Lily
"Jangan, kalo dimakan kamu gak punya lagi". Ucap Kevin
"Apanya?". Tanya Lily
"Nih, punya aku. Jangan dimakan". Ucap Kevin sambil menunjuk kearea intinya
"Istighpar bang Ke". Ucap Lily
"Dih gak gak, jangan manggil gitu nanti kebiasaan, bang-ke bang-ke". Ucap Kevin
"Hahaha iya, yaudah sini". Ucap Lily
__ADS_1
"Jangan, aku suapin aja". Ucap Kevin
"Yaudah".
***
Setelah makan siang, Lily membawa Kevin ke kamar istirahatnya, untuk sejenak berbaring diatas dada suaminya, posisi kesukaan Lily saat berada dipelukan suaminya
"Sayang, jangan pulang".
"Ya pulang sayang, masa mau disini".
"Gapapa, disini aja, aku kangen mulu sama kamu, sampe bengong tau gak, diketawain Dika".
"Hahaha lagian ngapain bengong". Ucap Kevin
"Mikirin kamuuu". Ucap Lily
"Hmm gemes".
Cup cup cup cup
Kevin menciumi puncak kepala Lily berkali-kali
"Kalo kamu sekolah gak bisa kesini lagi dong". Ucap Lily
"Iya, ketemunya dirumah".
"Hmm sedih".
"Kenapa sedih, kan ketemu setiap hari..."
"Yaudah aku mau pulang, bangun sayang". Ucap Kevin
"Gak mauuuu".
"Sayaaang, bentar lagi masuk, gak enak aku nya".
"Hmm yaudah deh".
Akhirnya Lily pun bangun dan memasang wajah cemberutnya
"Hihi gemes banget sih, sini..biar gak manyun".
Kevin menangkup wajah Lily dan mencium bibirnya dengan lembut, cukup lama sampai keduanya kehabisan nafas
"Hmm makin jago ciumannya". Ucap Kevin
"Hehehe".
"Yaudah aku pulang ya, jangan manyun nanti cliennya kabur hahaha". Ucap Kevin
"Ih nyebelin".
Sebelum Kevin pergi, mereka berpelukan dahulu, entah mengapa rasanya sangat berat melepaskan Kevin, padahal hanya pulang kerumah.
"Papa pulang dulu ya, nanti kita main dirumah, ok".
CUP
"Hati-hati ya". Ucap Lily
"Iya sayang, semangat". Ucap Kevin sebelum keluar dari ruangan Lily
Lily pun kembali duduk dikursi kebesaran nya sambil mengusap-ngusap perutnya
"Ngidamnya pengen deket-deket mulu sama Kevin hehe". Batin Lily
**
__ADS_1
Bersambung