Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Diculik


__ADS_3

"Ya Allah Kevin ngagetin aja".


Kevin menangkup kedua pipi Lily


"Baik banget sih istri aku".


Cup. Kevin mengecup kening Lily


"Apaan sih hahaha". Lily pergi meninggalkan Kevin yang berdiri di pintu


"Kamu mau ngapain sayang". Tanya Kevin


"Bikin kopi, tadi belum".


"Brownis nya aku bawa ke kamar ya". Ucap Kevin


"Iya sayang".


--


Lily kembali kekamar membawa segelas kopi susu


"Sayang, mbok pulang kampung?". Tanya Kevin


"Iya, kasian anaknya kecelakaan".


"Aku kagum deh sama kamu, baik banget sama art". Ucap Kevin


"Sayang, mbok Minah itu bukan sekedar art, tapi udah dianggap kaya keluarga disini, dari aku umur 3 tahun mbok Minah udah ada disini bantu bunda urus rumah. Jadi aku ikut sedih kalo ada keluarga mbok Minah yang kena musibah, dan aku cuma bisa bantu mbok Minah dengan cara itu" .


"Bener ya kata mbok Minah waktu itu, aku beruntung punya istri kaya kamu".


Ucap Kevin yang memperhatikan Lily sedang fokus makan brownis


Merasa di perhatikan Lily pun menoleh


"Apa sih ngeliatin? Emang aku pisang?". Tanya Lily


"Lah, aku monyet dong?".


"Hahahaha nyadar".


"Heeyy..sinii kamu". Kevin mencoba mengelitik pinggang Lily tapi Lily lebih dulu melarikan diri ke dalam kamar mandi.


"Ngapain sayang".


"MANDI". teriak Lily dari dalam.


"Ikut".


"NGGAK".


"Hahahaha".


--


Lily dan Kevin sudah selesai mandi, dan sudah melaksanakan sholat magrib dan isya.


"Vin, kamu mau makan apa? Aku yang masak". Ucap Lily


"Kamu masak? ".


"Iyaa".


"Jangan sayang, pesen online aja atau engga kita makan diluar". Ucap Kevin


"Emang kenapa? "


"Jangan masak, aku gak mau istri aku capek".

__ADS_1


"Ya ampun, aku cuma masak buat kita berdua bukan buat hajatan. Jadi gak capek lah"


"Hahaha, pokoknya gak boleh".


"Gimana sih, aku baru liat ada suami yang larang istrinya masak".


"Ya kan aku beda, aku gak mau kamu capek. Kita makan diluar aja, gimana?".


"Hmm okey, kali ini aja. Besok-besok aku masak sendiri".


"Gak, gak boleh masak". Ucap Kevin


"Iyaa yaudah.. ayo siap-siap".


Lily dan Kevin pun bersiap untuk makan malam diluar


--


Di perjalanan


"Mau makan dimana sayang?". Tanya Kevin


"Hmmm disitu aja". Lily menunjuk restoran seafood yang tidak jauh dari posisinya sekarang


"Seafood? "


Lily mengangguk


"Oke".


Kevin menepikan mobilnya ke depan resto seafood. Mereka turun dari mobil dan segera masuk ke dalam.


Setelah memilih-milih menu makanan, mereka menunggu sambil bermain ponsel


"Vin, itu kan Tommy". Ucap Lily yang melihat Tommy berjalan keluar resto


"Oh iya".


"Yang lari-lari?". Tanya Lily


"Ceweknya ngejar Tommy?". Sambung Lily


"Iyaa hahaha paling berantem lagi, udah biasa". Ucap Kevin


"Hmmm". Lily mengangguk


"Oh iya sayang, coba deh kamu ke kamar ayah atau keruang kerja ayah, cari dokumen perusahaan,apa aja lah tentang perusahaan ayah. Kamu pelajarin,2 bulan lagi kamu lulus kan,bukannya abis itu langsung pegang perusahaannya ayah?". Tanya Kevin


Lily membuang nafas kasar


"Hmm, aku bingung Vin,takut gak bisa. Berat".


"Pasti bisa sayang,ada papa,kamu bisa nanya ke papa kalo ga paham" .


"Pelan-pelan aja dulu". Sambung Kevin


"Permisi mas". Ucap pelayan yang mengantar makanan mereka dan menyajikannya di meja


"Makasih". Ucap Kevin


Lily dan Kevin menyantap makanan mereka sambil ngobrol dan tertawa-tawa.


"Uhukk uhukk hahahaha". Kevin tersedak dan segera minum


"Kamu nih bakat ngelawak juga ya, sakit perut aku". Ucap Kevin


"Yeee siapa yang ngelawak, emang kaya gitu ceritanya". Ucap Lily


"Aku udah ah, kenyang". Sambung Lily

__ADS_1


"Kenyang lah, nambah mulu hahaha".


"Iihh, aku ke toilet dulu Vin"


"iyaa sayang".


--


10 menit sudah berlalu, tetapi Lily belum kembali dari toilet


Kevin mulai merasa cemas


Tidak bisa menunggu lebih lama lagi, Kevin pun menyusul Lily ke toilet


Sesampainya di depan toilet, Kevin menunggu lagi tetapi yang daritadi keluar dari toilet bukan lah Lily


"Maaf mba, di dalem ada orang lagi ngga ya?".


"Ohh ngga ada lagi mas, saya sendirian. Permisi".


"Ok makasih".


Kevin mengacak rambutnya kasar


"Aarghh". Teriak Kevin sambil menghentakkan kaki


"Kamu kemana sayang". Batin Kevin cemas


Kevin mencoba menghubungi Lily tetapi ponsel Lily mati


--


*flashback on*


Lily pergi ke toilet untuk buang air kecil, setelah selesai Lily keluar dan bertemu dengan Devan yang sudah menunggunya di depan toilet.


"Bang Devan, ngapain disini".


Tiba-tiba Devan langsung menarik tangan Lily secara paksa menuju arah mobilnya


"Lepasin bang Lily gak mau". Lily berusaha menahan diri dengan kakinya agar dirinya tidak terseret tetapi apa daya, tenaga Devan lebih kuat


"Bang lepas Lily mau balik".


Tapi siapa sangka,Devan malah membekap Lily dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius.


Hingga akhirnya Lily pingsan. Devan memasukkan Lily ke kursi tengah dengan posisi tiduran


Kemudian Devan membuka tas Lily untuk mencari ponsel Lily


BRAK


Ponsel Lily hancur sempurna dibanting oleh Devan


"Akhirnya kamu jadi jadi milik aku, Lily".


Devan segera melajukan mobilnya sebelum ada yang curiga


*flashback off*


--


Kevin masih berjalan kaki mengelilingi restoran sambil menunjukkan foto Lily kepada orang-orang berharap ada yang melihat Lily.


Tetapi hasilnya nihil


"Ya Allah".


Kevin sudah frustasi, bahkan sampai menangis karena benar-benar bingung harus mencari Lily kemana.

__ADS_1


Kevin berjalan menuju mobilnya, menenangkan dirinya didalam mobil sambil terus berdoa berharap segera bertemu dengan Lily.


--


__ADS_2