
Di dapur
Kevin sedang mengambil sendiri makan malamnya, tapi tiba-tiba Dina datang menghampiri Kevin dan langsung merebut piring yang ada ditangan Kevin
"Biar saya aja den". Ucap Dina
Kevin tersentak dan kebingungan melihat sikap Dina
"Kenapa ni cewek?". Batin Kevin
Kevin memilih duduk saat Dina sedang menyiapkan makan malamnya.
Memperhatikan penampilan Dina yang terlihat berbeda dari biasanya.
"Silahkan den". Ucap Dina sambil tersenyum lalu meletakkan piring Kevin di hadapannya
Kevin tidak menanggapi Dina dan langsung menyuap makanannya
Dina juga menyiapkan air mineral dan beberapa potong buah untuk Kevin.
Tetapi setelah itu Dina tidak pergi dari posisinya
Membuat Kevin merasa tidak nyaman karna terus diperhatikan
"Kenapa?". Tanya Kevin sambil menatap Dina
"Ng..ngga apa-apa den, saya permisi dulu". Ucap Dina lalu pergi meninggalkan Kevin
"Gak jelas". Batin Kevin sambil melanjutkan menyantap makan malamnya.
--
Dina POV
"Haduh Kevin tuh suami orang"
"Tapi kenapa aku sampe dandan kaya gini buat ketemu dia?"
"Dan kenapa aku ngerasa seneng tiap ngeliat dia dirumah"
"Apalagi kalo bisa deket deket kaya tadi"
"Ganteng banget diliat dari deket"
Dina menggeleng-gelengkan kepalanya untuk mengusir pikirannya
"Gak boleh kaya gini Dina. Kamu cuma iri sama non Lily karna punya suami kaya Kevin"
"Gak mungkin Kevin suka sama kamu, kamu itu bagai langit dan bumi kalo dibandingin sama non Lily".
Dina POV End
--
Kevin sudah menyelesaikan makan malamnya dan segera menuju kamarnya
Saat sudah memasuki kamar, Kevin terkejut melihat Lily yang sudah tergeletak di lantai
Sontak Kevin langsung menghampiri Lily dengan panik
"Sayang..."
"Sayaang.. Kamu kenapaa..."
Kevin terus menepuk-nepuk pipi Lily dan mengguncangkan bahu nya
"Ya Allah kamu kenapa sih..."
"Sayaang banguunn".
__ADS_1
"Sayaang".
"Kkkkk". Lily mencoa menahan tawanya membuat Kevin kebingungan
"Sayang?".
"Hahahahahaha". Karena tidak bisa menahan tawanya akhirnya Lily pun tertawa dengan keras
"Kamu ngerjain aku yaa..."
"Okeee rasain pembalasan aku". Ucap Kevin lalu membopong Lily ke ranjang dan mengurung Lily dalam kungkungannya
"Emm Vin...mau ngapain?". Tanya Lily dengan pelan
"Ngehukum kamu sayang". Ucap Kevin lalu mengecup bibir Lily
"Iihh gak mauuuu". Ucap Lily sambil menahan bahu Kevin yang berada diatasnya
"Kenapa? Kamu gak mau manjain Kevin junior lagi?".
"Apaan sih.. Bangun nggak..aku mau lanjut boboooo". Ucap Lily
"Ini udah bangun. Pegang deh". Ucap Kevin sambil menuntun tangan Lily menuju pusakanya
"Enggak enggak... "
"Minggir Keviinnn". Ucap Lily berusaha mendorong tubuh Kevin
"Gak mau. Masa manggilnya Kevin?". Ucap Kevin
"Ya kan nama kamu Kevin. Masa aku panggil Devan".
"Nggak gitu juga dih..."
"Panggil sayang". Ucap Kevin
"Minggir sayangkuuu..."
"Aku mau boboooo". Ucap Lily
CUP
Lily mengecup singkat bibir Kevin
"Hehe gitu dong". Ucap Kevin lalu tersenyum dan segera berpindah ke samping Lily.
"Kamu abis makan?". Tanya Lily
"Iyaaa...kamu mau makan ngga?".
"Engga".
"Terus kenapa bangun? Pipis?". Tanya Kevin
"Hehe iyaa".
"Kenapa ngerjain aku segala?".
"Cuma mau tau kamu panik apa engga".
"Kamu kan tau gimana takutnya aku kehilangan kamu sayang, ya jelas aku panik lah. Aku gak mau kamu kenapa-napa.."
"Jangan kaya gini lagi". Ucap Kevin
"Iyaa..maap". Ucap Lily sambil cemberut
"Hehehe gemes..."
"Oh iya besok jogging yuk sayang. Mau ngga? Abis subuh". Ucap Kevin
__ADS_1
"Mauuuu".
"Yaudah sekarang bobo dulu". Kevin mendekat dan memasukkan Lily kedalam pelukannya.
Lily kembali memejamkan matanya dan tertidur dipelukan hangat Kevin
Kevin pun juga ikut memejamkan matanya. Menjemput mimpi indahnya bersama istri kesayangannya.
--
Jam menunjukkan pukul 5 pagi. Seperti biasa Lily dan Kevin melaksanakan sholat subuh bersama.
Setelah selesai, mereka mengganti pakaiannya.
Lily menggunakan kaos tanpa lengan serta celana legging panjang.
Sedangkan Kevin menggunakan kaos serta celana pendek.
Tidak lupa handuk kecil untuk mengelap keringat mereka .
"Ayo aku gendong kebawah". Ucap Kevin sambil merentangkan tangan
Lily pun segera naik ke gendongan Kevin.
"Itung-itung pemanasan". Ucap Kevin lalu terkekeh
"Pemanasan apaan gendong aku cuma sampe bawah..."
"Mau minum susu dulu ngga?". Tanya Lily
"Hahaha..air putih aja". Ucap Kevin lalu membawa Lily menuruni tangga dan menuju dapur untuk minum
Lily menuang air mineral untuk Kevin setelah itu bergantian untuk dirinya.
"Udah..."
"Kuncir dulu dong rambutnya sayang..sini". Kevin mengambil ikat rambut yang ada di pergelangan tangan Lily
"Emang bisa? Yang rapih loh. Sisirnya kan dikamar". Ucap Lily sambil membalikkan badannya membelakangi Kevin
"Iyaa sayang Pasti rapih biarpun gak pake sisir". Kevin pun dengan telaten merapihkan rambut panjang Lily
"Udah". Ucap Kevin
Lily meraba-raba rambutnya
"Hmm boleh jugaaa". Ucap Lily
"Hehe let's go nyonya Kevin".
"Let's gooo". Ucap Lily sambil tersenyum
Mereka pun berjalan meninggalkan dapur menuju pintu utama
Meninggalkan seseorang yang sedang tersenyum kecut sambil memperhatikan mereka dari dalam kamarnya
"Andai aku yang ada diposisi non Lily".
--
Bersambung..
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
--
__ADS_1