
"Eyy ini dia bapak Kevin yang terhormat". Ucap Rian sambil bertepuk tangan selayaknya memberi sambutan
"Pada ngapain?". Tanya Kevin sambil berjalan menuju ruang tamu menyusul kedua sahabatnya
"Nih anak mony*t ngajak kesini mulu. Ke rumah kak Lily yuk, ke rumah kak Lily yuk". Jawab Tommy
"Hahaha gue pengen ketemu kak Lily". Ucap Rian
"Bukannya ketemu gue malah ketemu Lily". Ucap Kevin
"Naj*s, gue normal coy ngapain ketemu elu..."
"Mana kak Lily?". Tanya Rian
"Tidur dia".
"Yaahh serius lu? Mana gue mau liat". Ucap Rian lalu bangun dari sofa dan berjalan kearah tangga
"Berani naik gue patahin leher lu". Ucap Kevin
"Anj*ng". Ucap Rian lalu berbalik dan merangkul Kevin
"Ayolah boy, gue jauh-jauh dateng kesini buat ketemu kakak cantik pujaan hati gue".
"Cakep. Gue suka nih kaya gini. Blak-blakan". Ucap Tommy
"Orang dia tidur. Mending cabut deh lu". Ucap Kevin
"Buset, kasih minum dulu napa". Ucap Rian
Rian menoleh sekeliling ruangan seperti mencari sesuatu
"Nah.. Bi,Bi.. Ada whiskey ngga?". Ucap Rian saat melihat Dina berjalan kedapur
Dina terlihat kebingungan mendengar kata whiskey
"Hahaha tol*l..yang bener dong lu". Ucap Tommy
"Hehe canda, ambilin air putih aja 2 gelas". Ucap Rian pada Dina
Dina hanya tersenyum dan menunduk
"Ngapa jadi elu yang nyuruh-nyuruh gobl*k". Ucap Tommy
"Lah mang napa..."
"Tapi bibi lu mayan juga Vin..."
"Cantik..."
"Tapi cantik kak Lily kemana-mana sih". Ucap Rian
"Terserah lu lah". Ucap Kevin sambil memijat pelipisnya
Tidak lama kemudian Dina datang membawa nampan berisi 2 gelas air mineral
Rian tersenyum-senyum memperhatikan Dina yang sedang meletakkan gelasnya di meja
"Bi, udah lama kerja disini?". Tanya Rian
"Baru den. Saya permisi dulu masih ada kerjaan". Ucap Dina lalu menunduk dan pergi meninggalkan ruang tamu
"Kepo si mony*t". Ucap Tommy
"Basa-basi lah biar gak kaku". Ucap Rian
"Lu pada kemana tadi?". Tanya Kevin
"Basecamp...."
"Ni kita baru balik dari sono. Eh tol*l si Yuda kena semalem". Ucap Rian
"Hah? Ama anak mana?". Tanya Kevin
"Anak-anaknya si bogel". Jawab Rian
"Putus jarinya nangkis clurit". Ucap Tommy sambil mengangkat jari kelingking kirinya
"Haha gobl*k. Anak-anak dia kan batu. Apalagi yang matanya picek". Ucap Kevin
"Hahaha yang punggungnya robek ama elu ya?". Tanya Tommy pada Kevin
"Bukan yang itu". Jawab Kevin
"Oh iya lu disuruh turun ama bang bewok ntar malem.. ke anak-anaknya bogel". Ucap Rian
"Mana bisa tol*l. Ada Lily gak bakal dibolehin". Ucap Kevin
"Yaa elah pinter dikit dong bilang aja mau nongkrong". Ucap Rian
"Gak segampang itu.. Gue mending kena gaplok bang bewok daripada liat Lily marah". Ucap Kevin
__ADS_1
"Anji*g.."
"Bang bewok ampe heran kenapa lu gak pernah nongol. Gue bilang aja udah hijrah". Ucap Rian
"Hahaha hijrah tol*l". Ucap Tommy
"Jadi ntar malem gak ikut?". Tanya Rian
"Ya nggak lah, lu aja lagi". Ucap Kevin
"Ok deh. Cabut yuk Tom..."
"Niat kesini pengen ketemu kak Lily malah tidur..."
"Besok gue kesini lagi ya". Ucap Rian
"Terserah". Jawab Kevin
Rian pun meminum sampai habis air mineral yang dibawa oleh Dina tadi.
"Gak ada rasanya anji*g". Ucap Rian
"Ya kan lu minta air putih dih tol*l". Ucap Tommy
Kevin pun hanya menggeleng-gelengkan kepala nya lalu mengantar Rian dan Tommy sampai halaman depan rumah
"Dih mobil baru tuh?". Tanya Kevin pada Rian
"Iya dong. Buat besok bawa kak Lily jalan". Jawab Rian
"Hahaha bacot". Ucap Kevin
Rian dan Tommy pun pergi meninggalkan rumah Lily.
Kevin segera masuk kedalam rumah dan kembali ke kamar.
--
Di kamar
Kevin menjatuhkan dirinya di samping Lily. Memainkan kembali ponsel Lily tadi sempat tertunda karena kedatangan kedua sahabatnya.
Entah mengapa jiwa posesif Kevin muncul. Dengan lancang Kevin membuka sosmed Lily dan membaca isi-isi pesan yang diterima Lily
"Banyak cowok yang nge-chat.."
"Tapi gak ada yang di respon.."
Setelah mengecek seluruh sosmed nya. Kevin beralih pada galerinya tetapi nihil. Tidak terdapat satu pun foto, video dll didalamnya
Merasa senang tidak menemukan sesuatu yang aneh di sosmed dan galery Lily. Kevin pun meletakkan kembali ponsel Lily di nakas.
Lalu menjatuhkan dirinya disamping Lily
Di perhatikannya setiap lekuk wajah Lily hingga menimbulkan senyuman di bibir Kevin
"Cantik banget emang". Batin Kevin
Seketika Kevin menobatkan dirinya sebagai laki-laki paling beruntung di dunia karena telah memiliki Lily seutuhnya
Dimana para lelaki bersusah payah untuk mendapatkan Lily. Tetapi dirinya dengan sangat mudah untuk mendapatkannya.
Belum lagi. Hal yang sangat dijaga-jaga oleh Lily sudah menjadi miliknya.
"Pertama kali gue ngerasain jatuh cinta secepet ini. Jatuh cinta sama istri sendiri". Batin Kevin
Kevin mendekatkan tubuhnya dan memasukkan Lily kedalam pelukannya.
"Aku sayang banget sama kamu Lily".
"Makasih udah mau jadi istri aku". Batin Kevin lalu mencium puncak kepala Lily cukup lama.
Merasa sedang ada yang memeluk dirinya. Lily terbangun dan mendongak keatas
"Sayaang". Ucap Lily
"Ehh.. Aku ganggu kamu yaaa". Ucap Kevin
"Engga kok..ini jam berapa?".
"Hmm...jam 3.."
"Sholat ashar dulu yaa". Ucap Kevin
"Iyaaa". Ucap Lily
Lily dan Kevin segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat bersama.
SKIP
--
__ADS_1
Selesai sholat, Lily dan Kevin duduk di sofa ruang TV. Mereka sedang menikmati tontonan TV yang tersaji sore ini.
Ralat,bukan mereka. Tetapi hanya Lily yang menikmati tontonan TV nya
"Sayang kamu suka nonton drakor?". Tanya Kevin
"Hehe dari dulu. Ganteng-ganteng aktornya". Jawab Lily
"Haaa pasti deh..."
"Aku dikacangin kalo udah nonton drakor, gak dilirik sama sekali".
Lily menoleh dan tersenyum
"Sebentar ya sayang". Ucap Lily lalu kembali menatap layar TV.
15 menit kemudian, Lily menyelesaikan acara nonton nya. Sedangkan Kevin sudah menjatuhkan dirinya di ranjang
Entah sejak kapan Kevin berada disana Lily pun tidak tahu. Karena fokus pada TV .
Lily segera menghampiri Kevin diranjang.
"Sayang...ayo mandi". Ucap Lily
"Udah nontonnya?".
"Udah hehe..."
"Bete yaaa...". Ucap Lily
"Hmm".
"Hahaha ayo mandiii udah sore". Ucap Lily sambil menarik tangan Kevin
"Gendong aku". Pinta Kevin pada Lily
"Hah? Gak bisa".
"Di belakang..."
"Madep sana, aku naik di punggung kamu". Kevin membalikkan tubuh Lily dan menyuruh Lily menurunkan sedikit tubuhnya
HAP
Tiba-tiba Kevin loncat ke punggung Lily
"Aaaa berat-berat gak kuaatt". Ucap Lily
"Hahaha ayo jalan".
"Gak bisa Vin. Kaki aku gemeteran".
"Hahahahha payah". Ucap Kevin lalu turun dari punggung Lily
"Yeee sadar diri dong. Badannya aja gedean kamu".
"Hahaha..yaudah kamu aja yang aku gendong". Ucap Kevin sambil merentangkan tangannya
Lily pun segera naik ke gendongan Kevin
"Enteng banget kaya gendong bocah". Ucap Kevin
"Hehe gendong aku terus ya kaya gini. Sambil mandi". Ucap Lily
"Mau?". Tanya Kevin
"Iyaa mauuu".
Kevin pun membawa Lily kekamar mandi dan melepas seluruh pakaian mereka terlebih dahulu.
Setelah itu Lily segera naik lagi ke gendongan Kevin.
"Gak berat kan sayang?". Tanya Lily
"Engga sayang..."
"Ituu udah mulus lagi tuh. Gak ada bekas yang kemarin". Ucap Kevin sambil melirik dada Lily
"Hehe iyaa bagus dong".
"Aku sampoin ya Vin. Basahin dulu". Ucap Lily
--
Bersambung..
.
.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya~
__ADS_1
--