Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas

Pernikahan Rahasia Dengan Adik Kelas
Raffa Belum Menyerah


__ADS_3

Sore Hari


Jam pulang kantor pun tiba, Lily sedang berada di dalam lift untuk turun ke lantai dasar


Ting


Pintu lift terbuka, Lily segera melangkahkan kakinya menuju pintu utama


"Loh, Ammar mana". Batin Lily


"Pak, Ammar belum dateng?". Tanya Lily pada salah satu security yang berjaga di depan pintu


"Belum bu, sepertinya sebentar lagi.."


"Kalau ibu buru-buru saya bisa meminta supir lain untuk mengantar ibu pulang".


"Gak usah pak, saya nunggu Ammar aja".


"Lily".


Terdengar suara dari arah samping, Lily menoleh ke asal suara tersebut


"Hah"


"Raffa".


Lily buru-buru melangkahkan kakinya memasuki kantor


"Aduh ngapain kesini sih". Batin Lily


Bruk


"Awww"


Lily meringis saat kepalanya menabrak tepat di bahu seseorang


"Bu Lily".


"Eh Reyhan, maaf saya buru-buru".


Lily kembali melangkah cepat menuju toilet yang berada di sudut lobby, diikuti dengan Raffa di belakangnya


"Lily!".


"Raffa, Raffa".


Reyhan menarik ujung jas milik Raffa, sampai Raffa pun menghentikan langkahnya


"Ngapain?". Tanya Reyhan


"Gue-"


"Bu Lily? Gila lu, dia istri orang". Ucap Reyhan


Raffa menghela nafasnya dan terdiam sejenak


"Lu bisa bantuin gue?". Tanya Raffa


"Apa? Lu mau nyuruh gue buat deketin lu sama bu Lily? Bisa dipecat gue".


"Kalo lu dipecat lu bisa pindah ke kantor gue".


"Enteng banget kalo ngomong".


"Ayo balik, kurang kerjaan lu kesini-sini". Ucap Reyhan


Akhirnya Raffa pun harus pasrah dan mengikuti Reyhan meninggalkan kantor Lily


****


Di perjalanan pulang


"Kamu kemana dulu sih Mar? Kenapa telat jemput?!".

__ADS_1


"Maaf nona, saya lupa isi bensin, jadi saya isi bensin dulu".


"Makanya lain kali tuh di cek dulu!".


"Iya nona, saya minta maaf, saya gak akan ulangin lagi".


Lily mendengus dan menatap kearah luar jendela, ia merasa kesal, karna gara-gara Ammar yang telat menjemputnya, jadi ia bertemu dengan Raffa


Setibanya dirumah, Lily berjalan ke dapur untuk mengambil minum


"Sayaang...baru pulang?". Tanya Kevin saat sedang menuruni tangga


"Iya".


"Kenapa kok mukanya bete gitu?". Tanya Kevin


"Gapapa, aku capek".


"Yaudah ke kamar gih, aku mau bikin es dulu, naik nya hati-hati sayang".


"Iyaa".


Lily meninggalkan Kevin yang masih berada didapur untuk menuju kamar mereka


Tingnong


Terdengar suara bel dari pintu utama, Kevin yang masih dibawah ingin menghampiri pintu namun ditahan oleh mbok Minah


"Maaf den, biar mbok aja yang buka".


"Oh, oke".


Kevin pun kembali melanjutkan kegiatan mereka


"Cari siapa mas?".


"Lily ada bi?".


Sayup-sayup Kevin mendengar suara dari arah pintu, Kevin pun memutuskan untuk menghampirinya


"Ada yang mencari non Lily den".


"Yaudah mbok, biar Kevin aja".


"Baik den".


Kevin semakin mendekatkan dirinya ke arah pintu untuk melihat siapa orang yang mencari istrinya tersebut


Seorang pria dengan tubuh yang sama tinggi dengannya, memakai kemeja serta celana bahan dan sepatu kulit, penampilan khas orang kantor


Kevin memperhatikan orang tersebut sambil mengingat-ingat siapakah orang ini.


"Lu?....Raf-"


"Raffa. Saya Raffa".


Kevin menghela nafasnya dan memalingkan wajahnya sesaat sebelum bertanya pada Raffa


"Ngapain?". Tanya Kevin


"Bisa saya ketemu sama Lily?".


"Hah? Lu minta izin ketemu sama Lily ke suaminya?".


"Ada hal yang harus saya bicarain"


"Mending pergi deh, Lily gak bisa diganggu".


"Ok, kalau gitu saya ingin bicara sama kamu".


"Penting?". Tanya Kevin


"Ya". Jawab Raffa

__ADS_1


"Masuk".


Kevin pun mengizinkan Raffa masuk, mereka duduk di ruang tamu, saling berhadap-hadapan


"Gak usah basa-basi, kenapa?". Tanya Kevin


"Saya ingin memiliki Lily kembali, seperti dulu". Jawab Raffa to the point


Kevin tersenyum kecut mendengar jawaban Raffa


"Terlalu jujur". Ucap Kevin


"Gimana?". Tanya Raffa


"Gimana apanya? Lu ngarep gue jawab apa?".


"Saya gak bisa hapus perasaan saya ke Lily, saya masih mencintai Lily".


"Kalo Lily gak ada perasaan ke lu, lu bisa apa?".


"Ini semua karna kamu, kamu yang membuat Lily melupakan saya, padahal Lily sangat mencintai saya".


"Haha lucu, lu sadar gak sih lagi ngomong sama siapa? Gue suaminya Lily, lu terang-terangan nih ngomong gini ke gue? Gak malu lu?".


"Saya gak peduli, saya ngomong gini biar kamu tau, karna mungkin ini pertama kalinya kita bicara kaya gini..."


"Saya masih mencintai Lily, saya masih berharap lebih sama Lily".


"Luar biasa, seorang pemilik perusahaan mau merendahkan dirinya demi mendapatkan wanita yang udah jadi istri orang haha..."


"Udah gak punya harga diri?".


Kevin tersenyum getir sambil memandang sinis kearah Raffa


"Kamu harus tau, sejujurnya gak pernah sedikitpun saya merelakan Lily pada siapapun, Lily cinta pertama saya".


"Dan lu juga harus tau, Lily gak akan pernah balik ke mantan pacarnya.."


"Jadi lu simpen aja perasaan lu ke Lily, percuma, lu juga udah tau jawabannya. Mending sekarang lu pergi".


"Saya akan tetap perjuangin Lily, sampai kapan pun".


"Haha perjuangin istri orang lebih tepatnya..."


"Lu bisa kan pergi sekarang?". Tanya Kevin


Tanpa menjawab, Raffa pun bangun dan keluar dari rumah Lily


"Kita liat aja. Gue pastiin lu gak akan pernah dapetin Lily, sampe kapan pun". Batin Kevin


Kevin pun bangun dari sofa dan menaiki tangga menuju kamar


****


"Sayaaang kok lama sih. Katanya bikin es, mana es nya?". Tanya Lily


"Hehe udah abis, aku minum dibawah sambil nonton Tv".


"Hmm pantesan, ayo mandi...aku nungguin".


"Uuhh mau langsung mandi apa-"


"Main dulu". Ucap Lily


"Eh?".


"Yaa, main dulu sekali, aku kangen hehe". Ucap Lily


Lily pun bergelayut manja dan mulai menciumi leher Kevin dengan lembut


"Lu liat Raffa, kaya gini mau lu rebut?Lily sendiri yang bakal nolak lu mentah-mentah buat kedua kalinya". Batin Kevin sambil tersenyum


*******

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2